NovelToon NovelToon
RED IS YOU

RED IS YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Nela Kurniaty Idris

Entah bagaimana caranya Seorang pujangga mampu mendeskripsikan cinta seketika menjadi indah hanya dengan pembendaharaan diksi yang mereka punya. Padahal cinta tidak semudah mengubah suku kata menjadi barisan rima.

Begitu juga cinta yang dirasakan seorang Adha Abhimana, pelatih renang yang lisensinya tidak bisa digunakan ketika menyelami dalamnya tatapan mata seorang Aruna Nureda. Sales promotion girl yang tak sengaja ditemuinya di kota Batam. Abhi memanggilnya Red, tak hanya bibirnya, nama itu juga semerah lukanya yang basah.

Semacam karma yang dibayar tunai, Abhi jatuh hati kepada Red yang statusnya bukan gadis biasa.Cinta,harapan dan impian Runa masih untuk Rangga yang hampir tak mungkin dimilikinya.Berhasilkah perjuanan Abhi? atau harus rela Runa kembali dengan mimpinya?

Ini kisah tentang pengkhianatan sekaligus kesetiaan, luka sekaligus antiseptiknya.

WARNING : SIAPKAN ASPIRIN KARENA MUNGKIN MENGIKUTI KISAH INI AKAN MENIMBULKAN EFEK PUSING.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERAS ROBOH

Meski hatinya sudah sangat mantap, sesaat ketika pesan itu terbaca, ingin rasanya dia memilih menu hapus untuk semua. Terlambat, kini centang biru sudah menjadi milik Abhi. Lelaki itu sudah membacanya.

Lima belas menit berlalu, Runa hanya menatap ruang percakapan itu, tidak ada tanda-tanda Abhi sedang mengetik. Hatinya panas dingin menunggu balasan. Ah harusnya dia tidak mengirimkan pesan panjang yang terkesan lebay.

Seketika badan Runa terasa panas, dia sedikit demam. Padahal nanti malam dia harus bekerja karena ada pameran besar. Dengan berat hati dia tak mengambil job malam ini dan memilih beristirahat.

Runa terbangun saat magrib sudah lewat, layar ponsel yang dia genggam masih menayangkan tampilan paragraph luka yang terbaca tapi belum terbalaskan.

Timbul rasa panas dan penyesalan yang semakin dalam, ternyata Abhi juga sama menginginkan hal ini? tanda tanya mulai berserakan di kepala.

“Duh balas dendam apa ya, dia? Gak di balas juga, udah seharian!” gerutu Runa.

Tiba-tiba satu panggilan masuk dari nama yang sama, Runa terkejut, ditahannya sekuat tenaga untuk tidak menjawab hingga nada deringnya berhenti.

Kamu dimana sekarang?

Untuk apa masih menanyakan keberadaan ku?

Jawab, Red! Sharelock atau aku sendiri yang akan cari tau.

Gak perlu, aku sudah memaafkan kebohongan mu dan aku minta maaf juga sudah pernah menerima harapan itu.

Sharelock!

Untuk apa? Ini udah malam.

Oke kalau kamu keras kepala, gak sulit untuk aku cari tau sendiri dimana kamu sekarang.

Aku di kontrakan.

Tunggu disana, jangan kemana-mana!

Abhi tak ingin membuang waktu lagi. Tadi siang sewaktu dia pulang dari club, Mama Santi minta tolong diantarkan ke rumah Achy sehingga dia tidak membalas pesan Runa karena belum membacanya dengan seksama.

Walau nanti Runa tidak menerima maafnya, setidaknya Runa mau mendengarkan penjelasannya. Beruntung dia berhasil memberi Runa ancaman kecil sehingga gadis itu memberi tau dimana sekarang dia berada.

Abhi membuat panggilan ke beberapa orang temannya untuk menyewa speed boat yang akan mengantarkannya ke Batam malam ini juga.

“Mau kemana, Bhi?” tanya Mama Santi saat melihat anaknya terburu-buru mengenakan jaket dan meraih kunci sepeda motor.

“Ke Batam, Ma.”

“Malam-malam begini? Ada apa? Angin kencang banget, Bhi. Pake apa kamu kesana? Sepertinya mau hujan lebat juga.”

Mama Santi berdiri menghalangi langkah Abhi.

“Mama jangan disitu, nanti semakin malam Abhi berangkat nih. Abhi mau ketemu calon istri,” tutur Abhi sambil berusaha melewati tubuh Mama Santi.

“Eh … eh … eh, tunggu!” Mama Santi menarik tangan Abhi, “enak aja ngomong calon istri. Calon istri siapa? Gimana orangya? Gadis atau janda, bebet bobotnya?”

Sementara Mama Santi mengurai omelannya, anak sulungnya sudah berhasil keluar dan menaiki sepeda motornya.

“Abhi pergi ya, Ma. Assalamualaikum!”

Mama Santi hanya bisa mengurut keningnya, sejak kejadian itu menimpa Achy, Abhi tau itu bagian dari rencana Mama Santi. Anak sulungnya itu sudah sangat berbeda, dia tidak lagi dekat dengan Mama seperti sebelumnya.

***

Malam hampir pukul Sepuluh, Abhi baru tiba kota di mana pertama kali dia bertemu dengan Aruna. Sabtu malam beberapa bulan yang lalu, yang menyeretnya pada rasa penasaran yang akhirnya menjadi ketergantungan mengalahkan candu narkotika.

Suara angin bersiung ngeri, daun-daun serentak gugur ke bumi, arus pasang dalam dan gelombang naik tinggi. Belum lagi kilat bagai flash auto fokus terbesar di langit, petir menyambar dan mengeluarkan bunyi yang menggelegar. Benar kata Mama, sebentar lagi akan hujan lebat atau malah badai hebat?

Taksi yang ditumpangi Abhi berhenti tepat di depan rumah Runa. Sepi, lampu terasnya bahkan tidak menyala, teras kontrakan ini hanya beralaskan tanah, atapnya sudah tidak bisa diharap lagi, jangankan dari badai, gerimis saja bisa masuk melalui lubang-lubang genteng yang diameternya sudah seperti kawah gunung Merapi.

Baru saja turun dan menepi, jaket yang pakai Abhi sudah basah karena tempias hujan yang ditiup angin. Sepatunya tak terselamatkan dari becekan tanah. Abhi mengetuk pintu yang terbuat dari triplek satu lapis itu. Dia gemas sendiri memperhatikan detil bangunan kontrakan Runa ini, sangat tidak layak huni.

“Permisi … Red, ini aku, Abhi. Buka pintunya!”

Mengingat luas bangunan yang tidak lebih lebar dari kamar kamar mandi di club renang Abhi, harusnya Runa bisa mendengar dengan satu ketukan pintu saja.

Abhi berusaha mendelik ke jendela, benar saja seseorang dari dalam sedang menyingkap kain itu dan dua orang dari arah yang berbeda itu sama-sama terkejut saat memandang mata masing-masing.

Abhi tersenyum senang sekali walau separuh badannya sudah basah sempurna karena serangan angin dan air.

“Abhi? Kamu ngapain?”

Runa benar-benar tampak panik, dia lupa kalau laki-laki dihadapannya memang lelaki paling kokoh dan teguh memegang niat. Kini dia merasa serba salah, tidak mungkin mempersilakan Abhi masuk mengingat cerita Ibu pemilik kontrakan tentang dua sejoli yang diarak kemarin.

“Boleh aku masuk?”

Abhi sudah mulai berakting kedinginan, tapi badannya memang sudah benar-benar kebasahan sekarang. Abhi semakin sedih dan prihatin saat dilihatnya ember-ember dan baskom berukuran sedang tersusun menampung air hujan yang masuk karena celah genteng yang banyak lubang.

“Maaf tapi gak bisa.”

“Sebentar aja,” pintanya memelas.

“Gak bisa, Abhi. Di dalam gak ada orang. Kamu mending pulang aja, besok kita ketemu dan bicara lagi, ya.”

“Kamu kan tau disini aku gak punya rumah,” kilah Abhi.

“Hotel deket sini banyak kok, pokoknya kamu gak boleh disini!”

Runa menutup pintu sebelum lelaki itu berhasil membujuknya ataau minta dibuatkan teh panas yang akan berujung obrolan panjang.

“Red, buka!” Abhi kembali menggedor pintu triplek yang bisa kapan saja didobrak dengan sekali sikutan saja.

“Abhi, tolong. Ini lingkungan orang, dan aku masih butuh tempat tinggal ini, hargai aku. Pergi dari sini, besok kita ketemu lagi!”

Kini Runa berharap masih ada sedikit kewarasan pada pikiran dan hati Abhi. Dia tidak mau ada laki-laki masuk ke rumahnya apalagi suasana badai ditengah malam begini. Dia berharap Abhi segera pergi mencari hotel terdekat dan besok dia akan menemui lelaki itu.

Runa kembali ke kamarnya, dia mengambil kain-kain yang sudah tidak terpakai untuk mengeringkan lantai yang basah karena tempias air hujan. Genteng di ruang tamu tadi sudah aman sementara, tinggal lantai kamarnya.

Tidak ada tanda-tanda teduh, suasana malam kian gaduh. Seorang wanita memaksa matanya terpejam dibawah selimut sementara orang yang tadi menunggunya, tidak beranjak dari teras yang gentengnya hampir roboh.

***

Kak, like nya kak ya jan lupa kak ^_^

kalau kakak  gak ngelike, aku doain ntar mencintai orang yang gak peka loh kak, ehe.

1
lLvy
aq kira abhi bakalan gak ngakuin achy adiknya
may
Ih abah ih🤣
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga di novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏☺
total 1 replies
may
Capek ngetawain abhi😩
may
Bisa bisanya mas abhi🤭
may
Mas, kamu lagi gombalin aruna kan? Kok aku yang meleyot😩
may
Sunia ya? 🤭
may
Cihuyyyy🤭
may
😒😒😒
may
Eh, gimana gimana?
may
Padahal udah pernah baca, tapi tetep senyam senyum sendiri di part ini
may
Uhukk uhukkk🤭
Diandari😍
Luar biasa
may
Maksa bgt om eja🤣
may
🤣🤣🤣Ya ampun, capek ngakak
may
Suiwittttt🤭
may
Ya ampun, adegan romantis loh inii😅
may
apaan sih mas abhi🤣
may
loh😂
may
mbak erlin kok gitusih😭
may
"meminta maaf lebih baik dari meminta izin" plisss aku ngakak banget😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!