NovelToon NovelToon
Sistem Harapan

Sistem Harapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjadi Pengusaha / Anak Genius / Bepergian untuk menjadi kaya / Bullying di Tempat Kerja / Sistem
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Arlan menatap gedung Megantara dengan map biru di tangan. {Sanggupkah semut sepertiku menang?} Tiba-tiba, layar biru muncul: [Status: Pengangguran Berbahaya]. "Tahu diri, Arlan. Kasta rendah dilarang bermimpi," cibir Tegar. Tapi Arlan tak peduli karena sistem mulai membongkar busuknya korporasi. Demi ibu yang masih menjahit di desa, ia akan merangkak dari nol hingga menjadi penguasa kasta tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Arlan memusatkan seluruh pandangannya pada panel elektronik yang berada tepat di samping bahu pria berpakaian pembersih itu. Ia merasakan sebuah denyutan panas menjalar dari balik tempurung kepalanya menuju ujung jari tangan kanannya. Cahaya di dalam lift mendadak berkedip dengan frekuensi yang sangat cepat.

"Jangan bergerak," ancam pria itu dengan nada suara yang sangat dingin.

"Apa yang kamu inginkan?" tanya Siska sambil merentangkan tangannya di depan tubuh Arlan.

Pria itu tidak menjawab. Ia mulai menarik pelatuk pistolnya secara perlahan. Tepat pada saat mekanis senjata itu akan memicu ledakan peluru, Arlan menyentuhkan punggung tangannya ke dinding lift yang terbuat dari logam. Terjadi lonjakan arus listrik yang sangat kuat dari panel tombol menuju seluruh badan lift.

Suara percikan listrik terdengar sangat nyaring. Lampu lift meledak dan menyisakan kegelapan total. Arlan mendengar suara pria itu berteriak kesakitan karena senjata logam yang ia pegang menghantarkan arus pendek langsung ke telapak tangannya. Senjata itu jatuh ke lantai lift dengan bunyi dentang yang keras.

"Siska, ambil senjatanya!" perintah Arlan dengan sisa tenaganya yang semakin menipis.

Siska bergerak cepat dalam kegelapan. Ia meraba lantai dan berhasil menemukan benda logam tersebut. Di saat yang bersamaan, pintu lift terbuka secara paksa dari luar di lantai lobi. Cahaya lampu lobi menyinari ruangan lift yang penuh asap elektronik.

Kapten Bramanto berdiri di sana bersama tim taktisnya. Mereka segera meringkus pria berpakaian pembersih yang masih terkapar karena sengatan listrik.

"Amankan area ini sekarang juga!" perintah Kapten Bramanto kepada anak buahnya.

Arlan merasakan tubuhnya limbung. Ia jatuh terduduk dengan punggung bersandar pada dinding lift. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya. Efek racun saraf yang sempat diredam sementara kini kembali menyerang dengan lebih hebat.

"Arlan, tetaplah sadar! Ambulans sudah di depan!" ucap Siska sambil memangku kepala Arlan.

"Bagaimana dengan pria itu?" tanya Arlan dengan suara yang nyaris hilang.

"Dia sudah ditangkap. Kamu aman sekarang," jawab Siska dengan nada penuh kekhawatiran.

Petugas medis segera masuk ke lobi dan membawa tandu. Arlan diangkat dengan cepat menuju mobil ambulans yang sudah menyala lampunya. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Arlan hanya melihat bayangan lampu jalanan yang bergerak cepat dari jendela ambulans.

Tiga hari kemudian, Arlan membuka matanya di sebuah ruangan rumah sakit yang sangat tenang. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela yang tirainya terbuka setengah. Bau obat-obatan tidak lagi menusuk indranya seperti saat ia baru pertama kali sadar di ruang unit gawat darurat.

"Kamu sudah bangun?" tanya Maya yang duduk di kursi samping tempat tidur.

Arlan menoleh perlahan. Ia melihat Maya mengenakan perban di bagian kepalanya, namun wajahnya terlihat jauh lebih segar.

"Mbak Maya sudah boleh keluar dari perawatan?" tanya Arlan sambil mencoba mengubah posisi duduknya.

"Aku hanya luka ringan. Kamu yang hampir tidak tertolong karena racun itu," jawab Maya sambil membantu Arlan memperbaiki posisi bantalnya.

"Bagaimana kondisi Arlan Corp sekarang?" tanya Arlan dengan fokus yang langsung tertuju pada bisnisnya.

"Berita tentang penangkapan Pak Pratama dan Pak Wirawan membuat nama Arlan Corp melambung tinggi. Banyak investor yang mencari tahu siapa pemilik perusahaan logistik yang berani melawan raksasa Megantara," jelas Maya sambil menunjukkan beberapa kliping berita di tabletnya.

"Saham kita di jalur selatan?" tanya Arlan lagi.

"Kita memegang kendali penuh. Jalur distribusi itu sudah kembali beroperasi normal di bawah nama Mitra Desa yang sekarang resmi menjadi anak perusahaan Arlan Corp," jawab Maya dengan senyum bangga.

Pintu kamar perawatan terbuka. Siska masuk dengan membawa sebuah map besar dan beberapa dokumen legal. Ia tampak lebih formal dengan setelan kantor yang rapi.

"Selamat pagi, Arlan. Pak Pratama sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka utama dalam berbagai kasus kriminal," ucap Siska sambil meletakkan map itu di atas meja kecil.

"Mbak Siska sendiri, apa rencana Mbak selanjutnya?" tanya Arlan sambil menatap wanita itu.

"Aku sudah menyerahkan seluruh bukti tentang kematian ayahku ke kejaksaan. Sekarang, aku ingin fokus membangun sesuatu yang nyata," jawab Siska dengan nada yang sangat serius.

"Maksud Mbak?" tanya Arlan dengan dahi yang berkerut.

"Aku ingin bergabung secara permanen di Arlan Corp sebagai direktur operasional, jika kamu mengizinkan," kata Siska sambil menyodorkan surat lamaran yang sudah ia siapkan.

Arlan terdiam sejenak. Ia melihat ke arah Maya yang hanya mengangguk pelan memberikan persetujuan secara tidak langsung.

"Aku butuh orang yang tahu cara kerja sistem dari dalam. Selamat bergabung, Mbak Siska," jawab Arlan sambil menjabat tangan Siska meskipun tangannya masih terpasang selang infus.

"Terima kasih, Arlan. Oh iya, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu sejak kemarin," ucap Siska sambil menoleh ke arah pintu.

Tegar melangkah masuk dengan ragu-ragu. Ia tidak lagi mengenakan pakaian mewah. Ia hanya memakai kemeja flanel sederhana dan celana jin. Wajahnya terlihat sangat lelah namun ada gurat kelegaan di sana.

"Arlan, aku ingin minta maaf secara langsung," ucap Tegar sambil berdiri di ujung tempat tidur.

"Ibumu sudah sehat?" tanya Arlan tanpa membahas masa lalu.

"Sudah. Beliau sekarang tinggal di rumah kecil di pinggiran kota. Aku sudah melepaskan seluruh aset yang berkaitan dengan paman Wirawan," jawab Tegar dengan nada yang sangat rendah.

"Lalu apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Arlan.

"Aku ingin bekerja di Arlan Corp. Aku tidak butuh jabatan tinggi. Aku hanya ingin belajar bagaimana cara membangun bisnis dengan cara yang benar dari orang yang pernah aku hina," kata Tegar dengan suara yang bergetar.

Arlan menatap Tegar cukup lama. Ruangan itu menjadi sangat sunyi selama beberapa saat. Maya dan Siska hanya menunggu keputusan dari Arlan.

"Aku butuh kurir yang tahu seluk beluk gudang di Logistik Nusantara. Kamu bisa mulai dari sana," jawab Arlan dengan suara yang mantap.

Tegar tertegun. Ia tidak menyangka Arlan akan memberinya kesempatan setelah semua yang ia lakukan.

"Terima kasih, Arlan. Aku tidak akan mengecewakanmu," ucap Tegar sambil membungkuk sangat dalam.

Satu minggu berlalu. Arlan akhirnya diizinkan pulang ke rumah kontrakannya di desa. Ia mendapati ibunya sedang duduk di teras sambil menjahit, namun kali ini mesin jahitnya sudah baru dan jauh lebih canggih.

"Ibu, Arlan pulang," sapa Arlan sambil mencium tangan ibunya.

"Alhamdulillah, Nak. Ibu sudah dengar kabar suksesmu di televisi," ucap Ibu dengan mata yang berkaca-kaca karena bangga.

"Arlan sudah siapkan toko kain untuk Ibu di pusat kecamatan. Besok kita lihat tempatnya ya, Bu," kata Arlan sambil duduk di samping ibunya.

"Ibu senang sekali, Lan. Tapi kamu jangan lupa tetap rendah hati ya," pesan Ibu.

Malam harinya, Arlan duduk di depan laptop barunya. Ia melihat saldo rekening perusahaannya yang kini sudah mencapai angka yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

[Status Kekayaan: Meningkat Menjadi 850 Juta Rupiah] [Misi Utama: Selesai] [Hadiah: Membuka Sistem Manajemen Korporasi Tingkat Lanjut]

Arlan menutup laptopnya dan menatap langit malam dari teras rumah. Ia merasa perjalanannya baru saja dimulai. Namun, tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan pagar rumahnya. Seorang pria dengan kacamata hitam turun dan menyerahkan sebuah undangan berwarna emas.

"Dari siapa ini?" tanya Arlan sambil menerima undangan tersebut.

"Dari Aliansi Logistik Nasional. Mereka mengundang Anda untuk hadir dalam rapat tahunan besok pagi," jawab pria itu sebelum kembali masuk ke mobil.

Arlan membuka undangan tersebut dan menemukan sebuah catatan kecil yang ditulis tangan di bagian belakangnya.

"Selamat atas kemenanganmu, Arlan. Tapi ingat, di aliansi ini, musuhmu bukan lagi orang-orang seperti Wirawan, melainkan sistem yang sudah mengakar selama seratus tahun."

Arlan menyipitkan matanya membaca tulisan itu. Ia menyadari bahwa kesuksesannya saat ini baru saja menarik perhatian predator yang jauh lebih besar di puncak rantai makanan bisnis logistik.

"Tantangan baru ya?" gumam Arlan sambil menatap logo aliansi yang sangat asing baginya.

Tiba-tiba, ponsel Arlan berbunyi. Ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang terenkripsi. Saat Arlan mengangkatnya, suara yang terdengar adalah suara wanita yang sangat ia kenali namun sudah lama menghilang dari peredaran.

"Arlan, jangan datang ke rapat itu jika kamu masih ingin melihat matahari lusa pagi."

1
boy
sistem gk guna,udh di tampar,kluar darah,tpi bacot doang,goblok
boy
Arlan pengecut,udh bner tpi masih pengecut,goblok lu Arlan,
Was pray
langkahmu terlalu cepat pingin sukses Arlan, pingin kaya secara instan , sukses instan, ntar kamu jadi mie instan lama lama Arlan, lalui proses dengan sabar, pertajam kemampuan bisnismu , perkuat koneksi bisnismu, baru punya ilmu analisis data secuil udah mendirikan perusahaan ... 🤣🤣🤣
Was pray
terlalu awal Arlan terjun ke dunia bisnis, kerja di megantara grup baru nenapak, asah dulu otak bisnismu dengan menimba ilmu di megantara, setelah kakimu kokoh berdiri baru terjun ke dunia korporat
Pakde
up thor 🙏🙏🙏
Pakde
lanjut thor 🙏🙏🙏
Pakde
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!