NovelToon NovelToon
Selamanya Cinta

Selamanya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Militer / Cintapertama / Tamat
Popularitas:274k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

REVISI

Ini kisahku dengannya, tentang aku dan dia. Tentang dia yang berhasil merebut hatiku dan membuatku sangat takut kehilangannya.

Tentang dia yang selalu membuatku kesal dan bahagia disaat yang bersamaan. Aku bersyukur Tuhan menghadiahkannya untukku, dan tentunya hanya untukku saja.

Saat hari-hariku penuh warna dibuatnya, entah dosa besar apa yang pernah ku perbuat di masa lalu sehingga dengan teganya Tuhan memisahkan aku dengannya.

Aku bingung mengapa Tuhan seolah mempermainkan aku dengan selalu membuatnya datang, pergi, datang lagi, lalu pergi lagi?

Aku hanya bisa menguatkan diriku sendiri dengan takdir yang diberikan Tuhan padaku.

Satu hal yang aku tahu, selamanya aku mencintainya. Seperti katanya

"Aku mencintaimu, selamanya cinta kamu. Sampai kita menua, memiliki anak, cucu bahkan cicit. Aku akan bersamamu dan mencintaimu sampai rambut kita memutih dan sampai aku menutup mata" Arkana.

Aku harap semuanya bukanlah mimpi indah namun sesaat. Aku bahkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Sakit

Ambulans yang membawa Arkana kini telah sampai di rumah sakit. Rizal yang ikut di didalam mobil ambulans tersebut langsung turun, karena teman-teman mereka sudah sampai terlebih dahulu. Dengan segera para perawat membawa tubuh Arkana menuju ruang UGD diikuti oleh teman-temannya.

"Kalian tunggu diluar, biar kami yang bertindak" ucap salah seorang perawat pria yang kemudian masuk lalu menutup pintu ruangan tersebut.

Teman-teman Arkana kini tengah panik, mereka saling mengabari pada teman-teman yang lain dan meminta agar datang ke rumah sakit segera. Sementara Rizal bergegas menghubungi papa Arkana.

"Halo om" sapa Rizal gugup saat telepon tersambung.

"Iya Zal ada apa?" tanya papa Arkana.

"Maaf om, saya ingin memberi kabar bahwa Arkana kecelakaan dan sekarang sedang ditangani dokter di UGD om" ucap Rizal gugup.

"Apa? Kecelakaan?" papa Arkana tersentak.

"Iya om, saya mendapatinya sudah pingsan di jalan" cerita Rizal.

"Di rumah sakit mana?" tanya papa Arkana.

"Pelita Jaya om" jawab Rizal.

"Baiklah om segera kesana" ucap papa Arkana kemudian bergegas meninggalkan kafe dan menuju ke rumah sakit.

_________

Qania terbangun dengan kepala yang sedikit pusing sebab ia kurang tidur semalam memikirkan Arkana yang tidak menghubunginya. Ia meraih ponsel diatas nakas disamping tempat tidurnya.

"Sampai sekarang anak itu tidak memberi kabar" ucap Qania kemudian menghempaskan ponselnya.

"Kebiasaan deh suka datang dan pergi tiba-tiba" gerutu Qania.

Dengan malas Qania berjalan kearah kamar mandi karena ia ada janji bertemu dengan Elin yang baru pulang dari study tournya. Setelah mandi dan berpakaian Qania keluar dari kamar mandinya dan duduk di meja rias seperti biasa dengan polesan seadanya.

***

Saat ini Qania dan Elin sedang menikmati makan siang di kafe, sambil bercerita tentang kisahnya masing-masing. Namun tetap saja dalam hati Qania gelisah dan juga mengumpat Arkana yang belum juga memberi kabar.

"Jadi kamu sekarang sudah move on nih dari si Fandy?" tanya Elin setelah menyeruput jus jeruknya.

"Ya tentu saja" jawab Qania sambil mengaduk-aduk jus alpukatnya.

"Dia hebat ya, bisa bikin kamu lupa sama Fandy secepat kilat" puji Elin.

"Nggak gitu sih" sanggah Qania.

"Terus gimana dong?" tanya Elin penasaran.

"Emang sih dia hebat, karena meskipun aku sama Fandy aku tetap menyimpan rasa buat dia bahkan terus berharap bisa kembali dengan dia" ungkap Qania.

"Berarti selama dengan Fandy, separuh hati kamu milik orang lain dong" tukas Elin.

"Ya begitulah" ucap Qania sambil mengangkat kedua bahunya.

"Ih dasar ya kamu ini, bisa juga menampung beberapa orang dihati kamu" ledek Elin.

"Aku bukannya menampung ya, cuma dianya aja yang nggak mau pergi dari hati dan pikiran aku" sanggah Qania.

"Itu mah sama aja" ketus Elin

______

Arkana yang sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP baru sadar pagi hari. Rizal dan Fero yang menunggunya sejak semalam akhirnya bernapas lega saat melihat Arkana membuka matanya. Keduanya yang tadi duduk di sofa kini mendekat kepada Arkana.

"Lo udah sadar Ka? Mana yang sakit? Lo mau makan apa? Atau lo mau minum?" tanya Rizal bertubi-tubi pada Arkana yang baru saja siuman.

"Eh lo gila apa hah, orang baru sadar malah lo kasih banyak pertanyaan" Fero menyikut lengan Rizal.

"Sorry sorry, gue panik soalnya" ucap Rizal.

"Gue nggak apa-apa kok" jawab Arkana lemas.

"Bokap lo baru pulang tadi pagi, dia khawatir banget. Dia titip lo dulu karena harus pergi ke kantor, gue kasihan melihatnya. Semalaman dia nggak tidur nungguin lo sadar dan paginya dia langsung ngantor" ungkap Fero yang lumayan akrab dengan papa Arkana karena papanya merupakan teman bisnis papa Arkana.

"Iya, dia emang gitu. Bokap siaga semenjak nyokap nggak ada" jawab Arkana membenarkan.

"Eh gue penasaran, siapa sih yang ngelakuin ini sama lo?" tanya Rizal.

"Siapa lagi, ya si Galih cs" jawab Arkana kesal.

"Kurang ajar, dia masih aja dendam gitu" geram Rizal.

"Kita harus buat perhitungan" sahut Fero.

"Tunggu gue sembuh dulu dong" timpal Arkana.

"Lo rehat aja disini, biar kita yang urusin" usul Rizal.

"Gue terserah aja deh" jawab Arkana lesu.

Tak lama saat mereka sedang mengobrol seorang dokter pria bersama seorang suster datang untuk memeriksakan kondisi Arkana.

"Selamat pagi, bagaimana perasaan anda saat ini?" sapa dokter tersebut dengan ramah dan tersenyum.

"Sudah lebih baik dok" jawab Arkana.

"Saya periksa dulu ya" ucap dokter tersebut.

Setelah beberapa saat dokter tersebut sudah selesai memeriksakan kondisi Arkana dan pergi lagi, bersamaan dengan seorang petugas pengantar makanan di rumah sakit yang datang untuk memberikan sarapan ala rumah sakit.

Arkana kurang menyukainya, namun karena ia ingin segera sembuh dan tidak berlama-lama di rumah sakit, dengan cepat ia menghabiskan bubur tersebut.

"Wah lo lapar ya?" tanya Fero saat melihat mangkuk Arkana kini kosong.

"Nggak sih, cuma gue butuh tenaga buat segera keluar dari sini" jelas Arkana.

"Gue kirain" ucap Fero.

Rizal datang dengan membawa beberapa bungkus makanan untuk sarapan langsung duduk bergabung dan meletakkan bawaannya diatas meja dekat sofa.

"Lo udah makan?" tanya Rizal pada Arkana.

"Udah" jawabnya singkat. "Kalian makan aja dulu" lanjutnya.

Saat Rizal dan Fero sedang asyik menikmati sarapannya, Arkana teringat akan Qania yang belum tahu keadaannya. Ia mencari ponselnya namun tidak ketemu.

"Gue boleh minta tolong?" tanya Arkana disela kedua sahabatnya sedang makan.

"Boleh, lo mau apa?" tanya Rizal.

"Tolong jemput Qania di kampus ya jam sebelas, soalnya hari ini dia kuliah sampai jam sebelas" ucap Arkana.

"Oke sip" jawab Rizal kemudian melanjutkan makannya.

"Dia udah jadi budak cintanya Qania" batin Rizal.

_____

1
Luluk Luk
salah ketik ya tor,harusnya yg salah bu intan,bukan bu lyra,kok ditulis bu lyra yg ngosongin nilai ujian qania,hh ma'af tor hnya saran aja
Luluk Luk: iy hnya koreksi aja
total 4 replies
Luluk Luk
kalau emang cinta sama cwe,cwo gk perlu rusak masa depannya cwe ya tor,sayang sekali fandy gk sadar hal itu,lebih mentingin nafsunya aja.
💜_Vicka Villya_💜: iya, benar banget 👍👍
total 1 replies
Rosalina Imelda
Ayo Nanda lanjut ceritanya,semoga author sukses selalu.
💜_Vicka Villya_💜
terima kasih 😊😊
Rosalina Imelda
Terimakasih untuk author,telah membuat Novel yang bagus,ayo lanjut ya,dan sukses selalu.
Rosalina Imelda
Saya sangat senang,karena Qania telah melahirkan anak perempuanyang cantikdan paling pembaca suka ya sama authornya.
Rosalina Imelda
Bahagia ya,kalau Qania hamil anak kedua,soga rumah tangganya tetap berbahagia,selamat untuk Qania yang dapat rejeki dari Tuhan,Terimakasih ya author,karena pembacapun turut berbahagia.
Rosalina Imelda
Syukurlah Qania telah menemukan Arkananya dan Qania pun bahagia,terimakasih author sungguh ceritanya bagus sekali pembacapun ikut berbahagia.
Rosalina Imelda
Sungguh luar biasa pertemuannya,membuat pembaca ikut terharu,terimakasih author yang membuat cerita selamanya cinta,selamat author,sungguh menyenangkan.
💜_Vicka Villya_💜
Aamiin, terima kasih banyak 😊😊
Rosalina Imelda
Wah tidak sabar pembaca lanjutannya, semoga Arkana dan Qania bahagia, setelah melalui liku liku yang cukup menyedihkan.Terimakasih author membuat pembaca terharu dan selamat ya author ,sukses selalu.
Lies lestiany
lanjut lagi thor,,yg panjang ya up nya,,,
semangat💪😘
Lies lestiany
lanjut lagi tahor,,
akhirnya arkana wijaya telah kmbali semoga qania selalu bhagia,,,
dan buat s marsya sadar kalau dia bukn tristan anggara...
jangan terlalu lama ya thor up nya💪😘
Adawatul Adawiyah
lanjut thor❤❤❤
Rosalina Imelda
Terimakasih author ceritanya sungguh mengesankan sekali,semogalah Tristan itu adalah Arkana ya.
Lies lestiany
duh lanjut lagi thor semoga setelah ini qania bisa bersatu kembali dengan arkananya...
Lies lestiany
lanjut lagi thor,, semoga setelah ini qania mendapat kebahagiaan..
Rosalina Imelda
Terimakasih author,saya senang sudah membacanya,tinggal menunggu lanjutannya,sukses selalu author.
Rosalina Imelda
Jangan lama-lama up nya,ceritanya sangat dirindukan pembaca,terimakasih ya author,sukses selalu ya.
Dita Purnamawati
udah tris urus dulu qania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!