NovelToon NovelToon
Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Anak Genius / Selingkuh / Duda
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Jika biasanya istri yang dikhianati suaminya, maka yang terjadi pada Rohan tidak demikian. Dia lah yang dikhianati oleh sang istri.

Pernikahan yang dibangun oleh cinta nyatanya tak selalu manis. Rohan harus menerima kenyataan pahit istrinya berselingkuh.
Perceraian pun tak terelakkan. Ia mendapatkan hak asuh putra putrinya yang baru berusia 5 dan 3 tahun.

Tak ingin berlarut dan mengingat sakit hatinya, Rohan menjual semua asetnya di kota dan berpindah ke desa.

Namun siapa sangka, di sana dia malah menjadi primadona.

"Om Dud, mau dibantuin nggak jemur bajunya? Selain jago dalam pekerjaan rumah, aku juga jago dalam hal lain lho."

Entah sejak kapan itu terjadi tapi yang jelas, gadis itu, gadis yang dijuluki Kembang Desa tersebut mulai mengusik kehidupan dan hati Rohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hmmm Muncul 18

Sesuai apa yang Bestari katakan semalam, pagi harinya dia sudah siap berada di rumah Rohan. Tak lupa dia membawa kopi yang akan diberikannya kepada Rohan sebelum pergi menuju ke sekolahan yang ingin dilihat.

Tapi kali ini Bestari hanya membawa satu cangkir saja, yakni untuk Rohan.

"Bestari, mari sarapan dulu sebelum pergi,"ajak Rohan saat melihat Bestari sudah ada di depan pintu rumahnya.

"Oke Om Dud, ah iya ini kopi untuk Om Dud,"jawab Bestari sambil mengulurkan kopi buatannya.

Rohan menerimanya dengan senang. Seperti yang sudah dia tegaskan pada dirinya sendiri bahwa kopi dan Ista adalah dua hal yang berbeda, sehingga mulai sekarang dia tak akan lagi menghindari kopi.

Setiap tegukan kopi yang meluncur dar mulut ke tenggorokan, seolah ada satu bebannya yang ikut hilang. Ya begitulah yang dirasakan oleh Rohan.

"Ibun di sini? Ibun mau pelgi dengan kita ya?" ucap Riesha dengan penuh semangat. Dia bahkan sampai turun dari kursinya untuk menyambut datangnya Bestari.

Hap!

Bestarri tersenyum lebar. Dia menggendong Riesha dan membawanya kembali ke meja makan. Dengan lembut Bestari mendudukkan Riesha di kursi lalu dirinya duduk di sebelahnya.

"Yep, hari ini Ibun mau ikut jalan-jalan lihat sekolahan. Katanya Abang mau sekolah ya? Nanti Kakak tunjukin sekolah yang dulu dipakai sekolah kakak waktu kecil,"jawab Bestari. Dia memandang Riesha dan Rishi secara bergantian. Dan cara menyebutkan dirinya pun berbeda kepada Riesha dengan Rishi.

"Apa sekolah itu bagus, Kak?" tanya Rishi. Ada kilat semangat dalam mata anak kecil itu.

"Oh iya dong, bagus dan menyenangkan. Kakak yakin Rishi bakalan suka nanti belajar dan bermain di sana,"jawab Bestari.

Rishi tersenyum dan mengangguk. Tapi anak itu tidak bersorak. Dimana Bestari malah merasa iba. Meski dia tak belajar ilmu psikologi, tapi gadis itu bisa merasakan bahwa bocah lelaki yang duduk di depannya itu tengah menahan perasaannya. Dia tidak mengutarakan dengan gamblang perasaan yang dimiliki.

"Jadi penasaran, sebenernya apa yang terjadi pada keluarga ini sebelumnya,"batin Bestari dalam hati. Awalnya dia ingin bersikap abai, akan tetapi melihat Rishi yang seolah memiliki banyak hal yang disembunyikan dalam hati membuat Bestari ingin tahu lebih banyak.

Terlebih dia merasa bahwa Rishi benar-benar dewasa diusianya yang bahkan masih sangat kecil.

"Nah ayo sarapan dulu, maaf ya sedikit lama. Tadi masak soup nya soalnya malah paling terakhir."

"Nggak masalah, Om."

Tak lama, Rohan muncul dari dapur sambil membawa panci soup. Dia meletakkan ke atas meja dengan sangat hati-hati.

Sepeti yang sebelumnya dilakukan oleh Bestari ketika makan bersama, dia membantu untuk mengambilkan nasi bagi semua orang di sana. Dimana perbuatan kecil Bestari itu kembali mengusik hati kecil Rohan. Rohan pikir karena sebelumnya Bestari pernah melakukannya, maka akan terasa biasa saja. Akan tetapi dia salah, perlakuan gadis itu benar-benar cukup menyentuh hatinya.

"Haaah, kenapa jadi aku kayak merhatiin dia gini sih,"keluh Rohan yang hanya bisa dia ucapkan dalam hati saja. Setia gerakan dari Bestari entah mengapa membuat pria itu ingin mengikutinya.

"Yah, apa adek nanti juga bakalan ikut sekolah?"

Pertanyaan dari Rishi cukup membuat Rohan berhasil mengalihkan pandangan matanya. Dia lalu fokus kepada putra sulungnya sambil mengambilkan lauk pauk untuk dimakan.

"Kita lihat aja nanti ya, Bang. Kalau seandainya adek mau ikut sekolah, ya udah nggak apa-apa sekalian aja. Tapi kalau emang belum mau, ya nggak usah,"jawab Rohan dengan pertimbangan yang sudah ia pikirkan tadi malam terkait putri bungsunya.

"Okee,"sahut Rishi singkat.

"Nah sekarang ayo kita sarapan dulu, abis ini langsung berangkat,"ucap Rohan.

Mereka berempat makan dengan begitu hikmat. Tak banyak suara yang dibuat. Hanya sesekali Riesha yang berceloteh dan itu memang adalah hal yang wajar.

Tepat pukul 08.00, acara sarapan selesai dan mereka juga sudah siap untuk berangkat. Satu per satu sudah masuk ke mobil. Dan ketika Rohan sudah menyalakan mesin mobilnya siap untuk melaju, sebuah panggilan masuk ke ponselnya.

Sekali berdering Rohan masih mengabaikannya, namun tidak untuk yang kedua kalinya. Ia lalu mengambil ponsel yang ada di saku jaket untuk melihat siapa yang menghubunginya.

Mata Rohan membulat sempurna ketika membaca nama orang yang ada di layar ponsel. Dia memastikan bahwa matanya tidak salah.

"Ista," ucapnya lirih. Sudah hampir tiga bulan lamanya wanita itu tidak menghubunginya, dan sekarang tiba-tiba muncul, tentu saja itu cukup membuat Rohan terkejut.

"Sebentar ya Ayah angkat telpon dulu. Bestari maaf ya, aku keluar buat jawab ini,"ucap Rohan kepada kedua anaknya dan juga Bestari.

"Oke, Yah!" jawab Rishi dan Riesha serempak. Sedangkan Bestari hanya mengangguk sambil mengangkat ibu jarinya ke udara.

Rohan nampak terburu-buru untuk keluar mobi. Wajahnya yang tegang dan kaku membuat Bestari bertanya siapa yang menghubungi duda itu. Akan tetapi dia menepis rasa ingin tahunya karena itu privasi dan tak seharusnya dia ketahui.

"Ada apa?" Tanpa basa-basi, Rohan langsung bicara demikian. Dia enggan untuk memberi sapaan atau apalah namanya kepada sang mantan istri.

"Aku, aku pengen ketemu sama anak-anak. Aku kangen sama mereka," jawab Ista dari seberang sana.

Rohan seketika langung mengerutkan alisnya. Tidak ada yang salah tentang ibu yang merindukan anak-anaknya. Namun Rohan merasa aneh kepada Ista. Semua itu karena wanita tersebut selama ini hanya senyap.

Bahkan hampir dua bulan lamanya ketika mereka tengah melakukan proses perceraian, Ista tak sekalipun datang untuk melihat Rishi dan juga Riesha.

"Kamu beneran mau ke temu sama anak-anak atau ada hal lain yang kamu inginkan? Apa mungkin bagian harta yang kamu dapatkan masih kurang?" sahut Rohan dengan nada suara ketus. Memang benar Ista adalah wanita yang pernah ia cintai dulu, dan mungkin sisa-sisa cinta dalam dadanya pun masih. Namun pengkhianatan menjijikkan yang dilakukan Ista sudah menjadi hal buruk yang tak akan pernah bisa dia maklumi.

"Nggak Rohan. Nggak kayak gitu. Aku beneran kangen sama anak-anak. Aku pengen ketemu sama mereka,"ucap Ista dengan memelas.

"Haaah, oke. Tapi aku bakalan tanyain dulu ke mereka, apa mereka mau ketemu sama kamu apa enggak. Dan asal kamu tahu, aku nggak tinggal di kota yang ada kamunya. Aku ada di salah satu desa di provinsi Jawa Tengah. Jadi kalau kamu emang kangen sama anak-anak, ya kamu yang datang kesini, bukan anak-anak yang kesana. Ya uda gitu aja,sorry aku mau pergi."

Tuuuut

Tanpa mendengar tanggapan dari Ista, Rohan langsung menutup telepon tersebut. Dia membuang nafasnya kasar. Sungguh Rohan sama sekali tidak menyangka bahwa Ista akan menelponnya dan berkata demikian.

"Jika itu Riesha mungkin nggak masalah. Tapi aku nggak tahu gimana tanggapan Rishi,"ucapnya lirih.

TBC

1
Esther Lestari
cocok nih anak2 mau ketemu Ista kalau Bestari ikut.
Esther Lestari
Dani sudah sadar akan perbuatannya dan tahu bagaimana Ista, makanya dia datang ke Rohan untuk meminta maaf.
mustika ikha
nah ini nih baru seru pertemuan pertama antara masa lalu dan masa depan, siapakah yang menang dan apakah 2 bocil cuek bebek sm bundanya dan welcome sm ibunnya, eit masih ada apakah masalah antara ista dan rohan juga bakal bestari ketahui, semangaaaat 💪💪💪💪
marie_shitie💤💤
lagi rugi bgt KLO mpe balik m model wanita jalang seperti itu
marie_shitie💤💤
uuuuh Dani kirain si jalang
Nie
bagus anak2 biar bundamu yg sableng itu kepanasan kalo liat kalian bawa ibun baru
ElHi
🤣🤣🤣tuing tuing jadinyaa
GiZaNyA
wahhh kayaknya bakalan seru nihh nanti klo ketemuan antara Ista dan anak2nya... ada Bestari juga gitu lohh🤣🤣
Dew666
💥🪻
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Dew666
Bagus Dani kasih tau rohan tentang ista biar rohan gak rujuk lagi sama ista
Dewi kunti
semangat mas duda
GiZaNyA
Ista seorang petualang soalnya sekarang... makanya kelakuannya out of the box...
meita
ceritanya bagus tdak berbelit,
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Attaya Zahro
Sama..Q juga gitu,meski habis minum kopi kalo dah rebahan ujung²nya juga merem 😅😅
mustika ikha
wah siapa tuh? dani kah ?
GiZaNyA
wahhh si Dani itu yang dateng...
Vie
tamu be like : "iya aku" 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kayaknya kafein dalam kandungan kopi tidak berpengaruh pada rohan... 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!