NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Sudah jam 10 malam, tapi hujan tetap saja belum reda. Langit seperti nya masih terus mencurahkan air yang di kandung nya tanpa menyisakan sedikit pun.

Risa sengaja menonaktif kan ponsel nya sejak tadi, karena hujan yang di sertai petir yang menggelegar. Alvian tetap setia duduk di salah satu kursi yang ada di lobi, dia terus memperhatikan keluar di mana hujan sedang turun dengan deras nya.

"Mau sampai kapan kau terus menunggu? Ayo cepat kita pulang!" Pak Alvian memaksa Risa untuk pulang bersama nya.

Risa tampak ragu mau menerima tawaran dari atasan nya, tapi jika dia menolak nya maka dia terancam tidak bisa pulang. Bayangan wajah nenek nya yang menunggu nya dengan cemas seketika muncul di pelupuk mata Risa, saat ini dia pasti sedang mencemas kan Risa.

"Baik lah pak, saya akan ikut pulang bersama bapak!" Risa pun akhir nya menerima tawaran dari pak Alvian.

Mereka segera menuruni basement, di mana tempat parkir para karyawan berada. Di dalam mobil mewah nya, sopir pak Alvian setia menunggu sang majikan.

Risa segera masuk ke dalam mobil milik Alvian dan dia duduk di sebelah Alvian. Aroma khas pengharum mobil membuat Risa teringat mobil milik nya yang di belikan oleh Almarhum ayahnya dulu, sekarang mobil itu di ambil dan di kuasai oleh ibu tiri nya dan juga Wulan.

Cuaca yang dingin di tengah hujan di tambah lagi dengan suhu di dalam mobil yang dingin, membuat Risa menggigil. Pak Alvian yang melihat nya segera membuka jas yang dia kenalan, lalu memakai kan nya di tubuh Risa.

"Saya tidak papa pak!" Risa berusaha menolak jas yang di pakai kan oleh pak Alvian di tubuh nya.

"Kamu harus menjaga kesehatan mu, saya tidak suka punya asisten yang penyakitan!" Pak Alvian berkata lagi.

Mendengar ucapan pak Alvian, seketika Risa menjadi diam. Dia tidak lagi menolak dan memilih mengenakan jas milik pak Alvian. Di karena kan jalanan yang di genangi air dan cuaca juga sedang sangat buruk, perjalanan dari kantor ke rumah nenek nya Risa yang biasanya memakan waktu cuma setengah jam kini menjadi satu jam lebih.

Setelah menembus badai selama lebih dari satu jam, akhir nya mobil mewah itu berhenti di depan rumah nenek Asih. Nenek Asih berdiri di depan pintu dengan wajah cemas menunggu kepulangan sang cucu.

Risa turun dari dalam mobil begitu juga dengan pak Alvian, mereka menggunakan paling agar tidak basah ketika mencapai teras rumah.

"Risa, akhir nya kamu pulang juga nak!" Nek Asih dengan tubuh tua nya segera memeluk cucu nya sambil menangis.

"Maaf nek, hujan sangat deras sehingga Risa tidak bisa pulang!" Risa mengurai pelukan sang nenek dan menghapus air mata yang mengalir di pipi keriput nya.

"Terima kasih sudah mengantar cucu ku pulang, siapa nama mu nak?" Nek Asih bertanya pada pak Alvian, seorang laki- laki yang tampak masih sangat muda.

"Nama saya Alvian nek, saya teman nya Risa!" Pak Alvian mencium tangan nenek Asih denah takzim.

"Ayo, masuk dulu. Kalian pasti kedinginan!" Nek Asih segera mengajak cucu nya dan juga pak Alvian untuk masuk.

Alvian mengikuti langkah nenek Asih dan juga Risa masuk ke dalam rumah, sementara hujan do luar belum juga berhenti. Nek Asih segera pergi ke dapur dan dia membuat 2 gelas teh hangat untuk cucu nya dan juga tamu nya.

"Silah kan di minum nak!" Nek Asih meletakkan 2 gelas teh itu di atas meja.

"Terima kasih nek!" Jawab Alvian sambil menyeruput teh hangat yang di sajikan oleh Nek Asih.

"Ini baru pertama kali nya nak Alvian datang kemari ya, karena ini kali pertama nenek bertemu dengan nak Alvian!" Nek Asih berbicara denah Alvian.

"Iya nek, saya baru di kota ini!" Jawab Alvian sambil tersenyum manis pada nek Asih.

"Karena di luar masih hujan deras, sebaik nya kita makan dulu. Nenek sudah masak sejak tadi!" Nek Asih menawarkan makan malam untuk tamu nya.

"Boleh nek, saya memang belum makan malam!" Jawab Alvian sambil nyengir pada sang nenek.

Sebenarnya Risa tidak setuju nenek mengajak Alvian untuk makan malam di rumah mereka, dia risih terlalu lama berada di dekat Alvian. Risa ingin sekali Alvian segera pergi dari rumah nya, tapi dia tidak mungkin mengusir nya.

"Ayo nak!" Nek Asih mempersilahkan tamu nya untuk mengikuti nya ke belakang.

Makanan yang di masak oleh nenek Asih di makan dengan lahap oleh Alvian, tidak sedikit pun dia merasa risih dengan masakan orang kampung menurut orang- orang kaya di luaran sana.

"Terima kasih nek, makanan nya enak sekali!" Alvian bersendawa karena dia sudah kenyang.

"Sering - sering main ke sini ya, biar nenek makan lagi makanan buat nak Alvian!" Nenek tersenyum pada Alvian.

"Tentu nek, jika di izin kan saya akan datang ke sini setiap hari!" Alvian menjawab ucapan nek Asih sambil tertawa.

Seketika Risa mendelik kan mata nya mendengar ucapan Alvian, tapi Alvian tidak perduli. Dia terus berbicara ramah dengan nenek Asih.

"Ngapain pak Alvian lama - lama di rumah ini, kan bisa langsung pulang. Dia kan bawa mobil ke sini!" Risa menggerutu di dalam hati.

Di depan nek Asih, Alvian menjelma sebagai seorang laki - laki muda yang ramah dan santun. Sifat dingin dan penuh wibawa nya seketika hilang entah kemana. Risa melihat 2 pribadi yang berbeda dari diri Alvian, jika di kantor tadi dia melihat sikap atasan yang tegas dan penuh wibawa. Tapi sekarang dia melihat sosok Albian seperti pemuda konyol yang sedang jatuh cinta.

Diluar hujan mulai Reda, tapi masih menyisakan rintik - rintik nya. Alvian pamit pada nek Asih mau pulang, dan nenek Asih dan Risa mengantar kan nya hingga ke depan pintu.

"Pak Alvian, terima kasih banyak sudah mengantar kan saya pulang, ini jas nya!" Risa menyerah kan kembali jas milik Alvian.

"Saya mau jas saya kembali dalam keadaan bersih!" Alvian menolak menerima jas nya kembali.

"Baik lah pak, besok akan saya cuci dahulu sebelum mengembalikan nya!" Risa akhir nya menyimpan kembali jas milik Alvian.

"Sialan banget ni orang, di kira nya tubuh aku kotor apa. Minta jas nya di cuci dulu!" Omel Risa di dalam hati.

"Nek, saya pamit dulu ya!" Alvian mencium tangan nek Asih dengan takzim.

"Hati - hati nak, jangan lupa besok - besok ma.lir lagi!" Nek Asih berkata sambil tersenyum.

"Iya nek!" Alvian pun segera masuk ke dalam mobil nya dan perlahan mobil itu melaju meninggal kan rumah yang merupakan tempat Risa tinggal.

Setelah mobil milik Alvian tidak terlihat lagi, baru lah nek Asih dan Risa masuk ke dalam rumah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!