" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
janda
Zea sedang berada di kamar . Zea sama sekali tidak berniat untuk datang ke acara reuni . Paling juga hanya untuk ajang pamer . Zea lebih memilih bermain dengan ponselnya . Dan juga menunggu renovasi untuk gedungnya .
" Zea kita perlu bicara " isi pesan Billy .
Tapi Zea mengabaikannya . Lalu memilih untuk memblokir kontak Billy . Zea tidak ingin lagi berhubungan dengan Billy . Bukan tidak bisa move on . Tapi bagi Zea sampah yang sudah di buang ya sudah biarkan m jangan di ambil lagi.
" Ze, ada Kikan dan Aruna " ucap Mama Ranum masuk ke dalam kamar Zea
" Ada apa ? Ini masih pagi " ucap Zea .
" Mama juga tidak tahu . Tapi mereka terlihat sangat cantik " ucap Mama Ranum .
Zea lalu turun menemui sahabatnya .
" Selamat pagi kaka ipar " sapa Aruna .
Zea lalu menatap sekeliling . Takut jika ada yang mendengar ucapan Aruna .
Zea lalu memberi isyarat untuk diam .
" Ada apa ?" tanya Aruna .
" Dia belum boleh pacaran " ucap Kikan .
Zea menatap Kikan malas
" Kakak ini sudah dewasa bahkan sudah pas untuk menikah " ucap Aruna .
Zea dan Kikan saling tatap . Zea sudah bercerita kepada Kikan . jadi Kikan tahu apa yang sedang membuat Zea bingung .
" Sudah jangan berbicara terus . Kita pergi sekarang " ucap Kikan .
" Go " Aruna bersemangat .
" Kemana ?" tanya Zea yang memang tidak tahu .
" Belanja " ucap Kikan dan Aruna bersamaan .
" Aku tidak mau " ucap Zea .
Zea menjatuhkan tubuhnya di sofa . Namun di tarik oleh Kikan dan juga Aruna .
" Cepat ganti baju mu atau kita bantu gantikan " ucap Kikan .
" Aku ganti sendiri " ucap Zea .
Mereka berjalan menyusuri setiap lorong di sebuah pusat perbelanjaan . Mereka mampir ke toko satu dan satunya lagi . Hingga pilihan terakhir karena Zea sudah sangat malas .
" Apa kita mau berkeliling lagi ?" tanya Zea.
" Tidak sepertinya di sini ada yang kita cari. Dress nya nanti malam warna hitam . Di sana ada banyak pilihan " ucap Aruna yang memang paling antusias .
Kikan dan Zea segera kesana . Mereka merasa lelah menuruti Aruna . Gadis kecil itu sangat pemilih .
" Aku mau yang ini " ucap Zea tersenyum .
" Ya itu bagus . Kamu memang lebih menonjol akhir-akhir ini "ucap Kikan .
" Aku hanya ingin berbeda saja " ucap Zea .
" Setelah ini kita ke salon " ucap Zea .
" Ide yang bagus " ucap Aruna.
" Terserah " ucap Kikan.
Setelah selesai mereka menuju salon milik Kikan .
" Kakak punya salon sendiri ?" tanya Aruna . Melihat salon yang elegan dan rapi .
" Ya " jawab Kikan .
" Bahkan di luar negeri " ucap Zea .
" Tidak akan ada Kikan sekarang kalau tidak ada Zea " ucap Kikan .
Zea memeluk Kikan .
" Semua ini karena kerja keras mu dan juga semangat mu " ucap Zea .
" Kita makan dulu ya . Aku lapar " ucap Aruna .
" Oh iya , nanti kalau kamu kelaparan kamu tidak bisa tumbuh dewasa " ucap Kikan .
" Kita ke sana saja " ucap Zea .
Setelah semua terselesaikan . Mereka sudah bersiap dan cantik . Aruna yang tidak di undang . Zea ajak untuk bersamanya . Mereka bertiga sudah berada di salon Kikan . Menunggu pria yang di katakan oleh Aruna .
Penampilan Aruna .
Penampilan Kikan
Zea
" Sudah kita berangkat bertiga saja " ucap Zea .
" Bukannya harus bawa pasangan ?" tanya Aruna .
" Bagi orang dewasa hal seperti itu tidak penting . Kita adalah pasangan . Bukan pasangan yang seperti itu . Ingat, aku masih normal " ucap Kikan menjelaskan kepada Aruna yang masih polos .
" Kita berangkat " ucap Zea bersemangat.
Baru saja mereka hendak masuk ke dalam mobil .
" Kamu mau pergi begitu saja ?" tanya Seorang pria yang sudah berdiri di samping Zea .
Zea menatap Arron dengan malas . Dan juga Aruna yang hanya nyengir kuda . Zea tak berpikir sampai ke sana jika Arron pria yang di katakan Aruna .
" Kita tidak akan berangkat tanpa pasangan . Ini adalah pria tampan yang aku janjikan " ucap Aruna .
Kikan tak begitu peduli . Hanya menatap sekilas . Zea dan Kikan memang sama-sama cuek jika menyangkut pria . Bukan tak suka , hanya malas jika basa-basi . Terlebih Zea yang baru saja selesai dalam pernikahannya . Bukan hal mudah untuk memulai lagi .
" Kita berangkat " ucap Gilang mengendarai mobilnya . Mereka menggunakan satu mobil .
Aruna duduk di depan bersama Gilang .
Mobil mereka sampai di acara reuni yang di selenggarakan oleh Linda . Dan saat itu Linda juga berulang tahun . Linda merayakan pertunangannya juga bersama kekasihnya .
" Ayo " Arron mengulurkan tangannya kepada Zea . Zea menurut saja .
Dan berita perceraian Zea sudah sampai di telinga Linda . Dan menjadi bahan pembicaraan teman-teman Zea .
" Ini dia artis kita datang " ucap Seoang pria .
" Zea semakin ke sini semakin cantik " ucapnya lagi .
Zea hanya tersenyum .
Arron yang berada di belakang Zea lalu merangkul pinggang Zea dengan posesif . Menatap tajam pria yang menatap Zea penuh kekaguman .
" Lepaskan tangan mu " bisik Zea .
Arron tidak menghiraukan ucapan Zea .
Linda dari kejauhan menatap Zea penuh kebencian . Sedari kuliah Linda selalu iri dengan Zea . Semua yang Zea lakukan selalu mendapat perhatian . Zea juga termasuk bunga kampus.
" Hai Ze . Terima kasih sudah datang " Sapa Linda .
" Hai Lin , selamat ulang tahun dan selamat atas pertunangan kalian " ucap Zea menyerahkan bingkisan .
" Terima kasih Ze, tidak perlu repot-repot " ucap Linda menerima kado dari Zea .
" Hai Ze , apa kabar ?" sapa Dewa tunangan Linda .
Dewa dulu suka kepada Zea . Namun Zea sudah bersama Billy .
" Aku baik " jawab Zea .
" Bukannya kamu sekarang janda ya ?" ucap Linda .
" Ya, saya janda " ucap Zea tersenyum .
Aruna yang mendengar ucapan Zea terkejut . Aruna baru tahu kalau Zea sudah janda .
" Ini acara ulang tahun kakak ?" tanya Aruna .
" Iya. Kamu siapa ?" tanya Linda .
" Oh , perkenalkan saya Aruna Zalano . Adik dari Arron Zalano dan juga adik ipar kak Zea " ucap Aruna .
Aruna melihat Zea sudah tidak nyaman dengan Linda .
Arron tersenyum melihat Aruna membela Zea . Arron sengaja tidak membela Zea . Karena Aruna pasti akan melakukannya .
" Arron Zalano ?" tanya Linda melihat pria tampan yang menggandeng Zea .
" Kita pulang saja sayang . Sepertinya pemilik acara sangat tidak ramah " ucap Arron membawa Zea pergi .
" Tunggu tunggu " ucap Linda gelagapan .
" Maaf aku tidak sopan . Tapi saya sangat beruntung anda bisa datang ke acara pertunangan saya " ucap Linda .
" Aku juga tidak mau datang kalau bukan karena Zea " ucap Arron .
Mereka meninggalkan pesta begitu saja . Linda menghentakkan kakinya kesal . Zea selalu mendapat lebih baik darinya .