NovelToon NovelToon
Suami Suka Selingkuh (S3)

Suami Suka Selingkuh (S3)

Status: tamat
Genre:Konglomerat berpura-pura miskin / Poligami / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:39.9k
Nilai: 5
Nama Author: mommy JF

"Aku istrimu, Aditya! Bukan dia!" Aurelia menatap suaminya yang berdiri di ambang pintu, tangan masih menggenggam jemari Karina. Hatinya robek. Lima tahun pernikahan dihancurkan dalam sekejap.

Aditya mendesah. "Aku mencintainya, Aurel. Kau harus mengerti."

Mengerti? Bagaimana mungkin? Rumah tangga yang ia bangun dengan cinta kini menjadi puing. Karina tersenyum menang, seolah Aurelia hanya bayang-bayang masa lalu.

Tapi Aurelia bukan wanita lemah. Jika Aditya pikir ia akan meratap dan menerima, ia salah besar. Pengkhianatan ini harus dibayar—dengan cara yang tak akan pernah mereka duga.

Jangan lupa like, komentar, subscribe ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Peran Aurelia

"Kau yakin dengan keputusan ini, Aurelia?" tanya Reyhan dengan raut wajah serius, menatap Aurelia yang berdiri memandangi layar CCTV rumah sakit. Wajahnya datar, tapi sorot matanya menyimpan gejolak yang tak mudah ditebak.

Aurelia menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan. "Aku harus yakin, Rey. Ini bukan cuma soal balas dendam. Ini tentang kebenaran yang harus terungkap, dan bagaimana semua yang menyakitiku harus tahu rasa itu." Suaranya tenang, tapi mengandung bara api.

Raka yang duduk di sebelah Reyhan menambahkan, "Kita sudah hampir di ujung jalan. Tapi tetap harus hati-hati. Pelaku yang pasang alarm palsu itu bukan orang sembarangan. Ada yang ingin Aditya hancur lebih cepat dari yang kau rencanakan."

Aurelia tersenyum miring, matanya menyipit. "Itulah menariknya, Raka. Aku ingin tahu siapa yang begitu terganggu dengan keberadaan Aditya, sampai ikut main di arena ini."

Reyhan melirik ke arah layar yang memperlihatkan Aditya sedang tergolek tak berdaya di ranjang rumah sakit. Tangannya diplester, kaki kirinya digips. Kalina tak terlihat di ruangan itu, hanya monitor detak jantung dan alat infus yang terdengar di latar.

"Kau sudah tahu tentang Vania?" tanya Reyhan pelan.

Aurelia mengangguk. "Ya. Dan dia sedang hamil. Pertanyaannya: anak siapa?"

Raka tampak terkejut. "Jangan bilang itu..."

"Kemungkinannya besar anak Aditya," potong Aurelia cepat. "Tapi aku tidak buru-buru ambil kesimpulan. Karena aku punya rencana yang lebih manis dari sekadar mempermalukan mereka. Aku ingin membuat mereka merasa semuanya baik-baik saja... sebelum aku tarik semua pijakan mereka."

Reyhan terkekeh pendek. "Itu terdengar seperti Aurelia yang kukenal."

Aurelia berjalan ke meja kayu tempat berkas-berkas lama disusun. Ia mengeluarkan satu map berdebu. Ditatapnya lama sebelum ia membukanya. Di dalamnya ada dokumen lama—surat kepemilikan saham, perjanjian rahasia, bahkan rekaman suara.

"Semua ini... adalah awal kejatuhan mereka. Termasuk dokumen warisan Pak Surya yang pernah disembunyikan Aditya."

Raka mengerutkan kening. "Itu... dokumen asli?"

"Sudah aku verifikasi. Legal. Dan akan jadi kunci. Tapi sebelum semuanya aku buka ke publik, aku harus pastikan satu hal," gumam Aurelia seraya menatap jauh ke arah jendela.

"Apa itu?" Reyhan bertanya.

"Bahwa semua bukti ini tidak ada yang bisa disangkal. Tidak ada yang bisa mereka putar balikkan. Bahkan jika mereka punya penjamin, pengacara, atau... kaki tangan di kepolisian."

Malam itu berjalan pelan. Hujan turun ringan, menyapu kaca jendela dengan irama yang menyedihkan. Tapi hati Aurelia penuh dengan bara. Tak ada lagi tangis di matanya. Yang tersisa hanya tekad.

Keesokan harinya, Aurelia mengunjungi rumah sakit. Ia mengenakan blazer hitam dan kacamata gelap, menyamar sebagai tim audit internal. Ia masuk ke area kantor belakang dan meminta izin untuk memeriksa rekaman CCTV semalam. Tidak ada yang curiga. Semua berjalan lancar.

Di dalam ruangan monitor, ia melihat kembali rekaman malam itu. Vania terekam berjalan pelan di koridor. Tapi yang mengejutkan Aurelia bukan hanya itu.

Ada sosok lain. Seseorang bertubuh tinggi, mengenakan hoodie dan masker hitam. Ia terlihat berbicara dengan Vania sebelum mereka berpisah arah.

"Siapa kau..." bisik Aurelia, menekan tombol jeda pada layar.

Reyhan, yang masuk dari belakang, ikut menatap layar. "Dia bukan bagian dari catatan pasien atau keluarga pasien. Sudah kita lacak. Nama dan identitasnya belum jelas. Tapi ada satu hal..."

"Apa?"

"Langkahnya... aku kenal. Aku pernah berpapasan dengannya di sidang warisan Pak Surya. Tapi dia cuma pengamat. Bukan keluarga, bukan rekan bisnis."

Aurelia bergumam pelan, "Pengamat...? Jangan-jangan dia..."

Tiba-tiba ponsel Aurelia bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

"Permainan baru dimulai, Aurelia. Siapkah kau? -V"

Aurelia menegang. Raka yang membaca pesan itu dari samping langsung bersikap siaga. "V? Vania? Atau..."

"Bukan. Ini bukan gaya Vania. Ini seseorang yang lebih terorganisir," jawab Aurelia cepat.

Aurelia berdiri, menatap rekaman layar yang diam membeku, memunculkan siluet pria bertopeng dengan sorot mata yang tak asing. Dia menyipitkan mata, lalu tersenyum kecil.

"Kalau ini permainan baru... maka aku pastikan, setiap pion akan bergerak sesuai rencanaku. Dan untukmu, Aditya, kau akan melihat siapa sebenarnya yang mengatur kehancuranmu... dari awal."

Langkah Aurelia perlahan mundur, tapi tak sengaja matanya menangkap sesuatu di pojok layar.

Sebuah simbol kecil di jaket pria itu.

Logo yang dulu pernah dilihatnya.

"Tidak mungkin..." bisiknya pelan.

Tangannya bergetar, bukan karena takut, tapi karena sebuah ingatan lama muncul—dan itu membuka rahasia besar yang selama ini dia kubur dalam.

Wajah Aurelia berubah. Kali ini bukan senyum kemenangan. Tapi ekspresi antara terkejut, takut, dan marah yang bergumul jadi satu.

"Dia... masih hidup..."

(BERSAMBUNG KE BAB SELANJUTNYA)

1
Maria Cherry
semakin menarik dan seru ceritanya
Maria Cherry
Bgmn perasaan Aurelia setelah di telpon oleh ayahnya Aditya?
Maria Cherry
lanjutkan ceritanya krn semakin menarik
Maria Cherry
mantap kau Aurelia. kau wanita yg tangguh
Maria Cherry
mantap Aurelia.kau wanita yg tanggu.
Dian Tricia
ini cerita atau apa si?bingung bacax maaf author🙏
Maria Magdalena Indarti
happy ending. bagus
Maria Magdalena Indarti
siapa lg knp ga balas ke Aditya kok malah ke Aurelia
Maria Magdalena Indarti
siapa??? apa suami kalina
Maria Magdalena Indarti
seruuu.... siap nih pria misterius
Maria Magdalena Indarti
seruuu
Maria Magdalena Indarti
Aurelia.... mantap.... lanjut
Maria Magdalena Indarti
Aurelia... wanita kuat
Maria Magdalena Indarti
bagus critanya. ya ampun kalian msh hidup
Maria Magdalena Indarti
Bravo.... Aurelia
Maria Magdalena Indarti
wow..... luar biasa... selingkuh..... berkali-kali/Awkward/
Maria Magdalena Indarti
seruuu.. ... Aurelia jangan lemah... .. jangan kalah sm Aditya
Maria Magdalena Indarti
Salut Aurelia.... jatuh tuh mental Karina.
jadi pelakor kok sombong
Maria Magdalena Indarti
Benar Aurelia.... jangan lemah.... balas... spt Adith telah menyakiti hati mu
Dewi Sri
seperti membaca puisi misteri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!