Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.2 Tinggal Bersama
Disisi lain, Eka dan Bulkrish datang kembali ke mansion dengan tangan kosong,
"Eka, apa Kaka ketemu?? Asa, dimana Kaka??" Dinara
"Ma-Maafkan kami Dinara," lirih Eka
"Hei bodoh kau jangan berbohong, dimana Kaka??" Dinara
"Kami hanya menemukan mobilnya saja, Mei tak ada dimana pun," Eka
"Bohong!!! Cepat temukan Kaka!! Kaka sedang hamil besar, bisa kapan saja melahirkan, cepat temukan Kaka," Dinara
"Kami sedang berusaha, Mei pasti akan ditemukan, kami pasti akan menemukan Mei," Eka.
.
.
.
3 tahun kemudian, Eka dan Bulkrish masih tak menemukan Mei, mereka sudah mencari kemana mana namun tak ketemu, bahkan di mansion Bara di luar negeri, mereka tetap tak menemukan apapun.
Disisi lain, di suatu desa kecil di Bali, seorang wanita sedang menyuapi bubur ke 2 anak kembar,
"Mama, aku mau lagi," ujar batita cowok
"Iya Yuka, ini a," Mei
"Hm enak," Yuka
"Aku uga mau," batita cewek
"Aduh Rasti, selera makanmu makin besar ya," Mei
"Tentu saja, bial aku cepet besal," Rasti
"Iya, cepatlah tumbuh besar, biar cepet bisa sekolah ya," Mei
"Iya Ma," ujar ria keduanya
Mei menatap kedua anaknya,
"Sudah 3 tahun ya," bathin Mei.
.
.
.
Di sisi lain, di mansion, Eka dan Bulkrish selalu mengurung diri dan merasa bersalah, di kamar Eka yang tak pernah ada cahaya, Eka terduduk di lantai dan bersender di sisi ranjang dengan beberapa botol alkohol di sampingnya,
"Kapan kamu kembali Mei?? Jika kamu tak puas, kamu bisa membunuhku, kamu bisa mencambukki sepuasnya, kumohon kembalilah Mei," Eka
Tiba tiba Dwi datang, Dwi menatap Eka dalam kegelapan, Dwi membuka korden di jendela raksasa dan cahaya matahari pagi masuk dalam kamar Eka,
"Jangan seperti ini Eka," Dwi
"Jangan membuka kordennnya Bu, aku telah kehilangan cahaya hidupku, tidak ada lagi gunanya cahaya matahari yang menerangi kamarku ini," Eka
"Kau sangat menginginkan Mei??" Dwi
"Iya, aku mencintainya, aku telah melakukan kesalahan besar karena telah mengusirnya, aku- aku bagaimanapun aku harus meminta maaf dan mendapatkan Mei kembali, aku hanya ingin Mei bersamaku," Eka
"Kau benar benar menggila ya, kau sudah sangat gila," Dwi
"Ya, aku sudah gila, tanpa Mei, aku akan lebih gila, aku ingin Mei kembali, aku akan melakukan apapun untuk Mei, aku bisa menghancurkan apapun untuk menemukan Mei," Eka
"Sepertinya kau sudah lama sekali tak ke Desa ya??" Dwi
"Desa?" Eka
"Iya, jika kamu kesana mungkin kamu akan menemukan yang kamu inginkan, Mei kan selalu mewujudkan keinginanmu disana," Dwi
"I-Ibu-" Eka
"Eka, maafkan Ibu, seharusnya Ibu mengatakan dari awal, dari 3 tahun lalu, Ibu datang ke Desa sebulan setelah kepergian Mei, namun saat sampai sana, Ibu melihat Mei menggendong dua bayi, tapi Ibu saat itu membenci Mei jadi Ibu rahasiakan dan tak pernah kesana lagi, tapi setelah melihat keadaanmu, Ibu tak bisa melihatmu terus mabuk mabukan seperti ini," Dwi
"A-Apa? Me-Mei di desa? Aku tak terpikir kesana," Eka
Eka langsung pergi dari kamarnya dan kebetulan Bulkrish juga keluar dari kamarnya,
"Kenapa??" Bulkrish
"Mei sudah ditemukan, Ibuku melihat Mei di rumah di desa," Eka
"Apa? Benarkah?" Bulkrish
"Iya, semoga Mei masih disana," Eka
Mereka pun bergegas pergi dari mansion menuju rumah di desa.
Dengan kecepatan mobil yang tinggi dan keahlian mobil Eka dan Bulkrish, perjalanan yang harusnya 2 jam menjadi hanya 30 menit.
Sampai di rumah di desa, Eka dan Bulkrish teringat masa lalu, terlebih Bulkrish yang selalu bersama Mei setiap harinya,
"Rumah ini masih sama ya," Eka
"Ini tempat dimana aku dibesarkan," Bulkrish
Mereka berjalan masuk dan melihat 2 batita sedang bermain di batu, anak anak itu melihat kedatangan Eka dan Bulkrish,
"Mama!!! Ada camu!!!" teriak bayi cowoknya
Bulkrish mendekat ke mereka,
"Kalian tinggal disini bersama siapa??" Bulkrish
"Cama Mama kami," Rasti
"Ayah kalian?" Bulkrish
"Udah meninggal," Yuka
Eka dan Bulkrish jelas terkejut,
"Kalau nama kalian siapa??" Eka
"Aku-" Rasti
"Kalian berdua,"
Eka dan Bulkrish melihat seorang wanita yang mereka sangat rindukan, Bulkrish berdiri dan menatap Mei dengan dalam,
"Mei," lirih Eka
Mei bersimpuh kedua anak anaknya,
"Kalian bermainlah di dalam kamar ya, nanti kalian harus makan camilan kan??" Mei
"Oke Mama," Rasti
Rasti dan Yuka pergi, Mei berdiri menatap 2 pria itu,
"Mei," Eka
"Akhirnya kami menemukanmu-" Bulkrish
"Kenapa kalian kemari?" Mei
"Kami ingin menjemputmu," Eka
"Kembalilah Mei," Bulkrish
"Hidupku sudah nyaman selema 3 tahun terakhir, sebaiknya kalian jangan ganggu kehidupanku, lagipula aku tidak lagi mengganggu kehidupan kalian," Mei
"Mei kumohon jangan bersikap seperti ini, kumohon kembalilah," lirih Eka
"Kalian pergilah, anggap kalian tak menemukan apapun disini," Mei
"Bagaimana bisa Mei, aku tak akan membiarkanmu pergi lagi, aku akan tetap bersamamu dan anak anak kita," Bulkrish
"Mereka hanya anak anakku, Ayah mereka sudah mati dari lama, jangan berharap kalian bisa menyentuh mereka," Mei
"Mei, kumohon kembalilah," Eka
"Tidak, jika aku kembali, kalian bisa saja membunuhku dan anak anakku, setelah mengusirku, kalian bisa saja kan nembunuhku," Mei
"Ti-Tidak Mei, kami tak akan pernah melakukan itu," Eka
"Kami tak akan pernah melukai anak anak itu," Bulkrish
"Tidak, aku tidak akan pernah kembali ke mansion busuk itu. Kalian kembalilah ke mansion, jangan pernah kembali kemari dan lupakan saja kalian pernah kesini," Mei
"Tapi Mei-" Eka
"Aku bilang pergi!!!" Mei
Mei pergi,
"Jika Mei tak kembali, maka aku yang akan datang," Bulkrish
"Benar, aku akan tinggal disini bersama anak anakku," Eka.
.
Malamnya, Mei sudah menidurkan anak anak, Mei pun mulai memasak nasi untuk besok dan mencuci baju dengan mesin cuci, Mei juga membereskan mainan anak anak yang berserakan, saat Mei akan mengambil suatu bola, tangan Mei bersentuhan dengan tangan seseorang,
"Bulkrish," Mei
"Aku akan menolongmu," Bulkrish
"Kenapa kalian kembali? Aku sudah menyuruh kalian pergi," Mei
"Ya, kami pergi sebentar, kami hanya mengambil barang barang penting dan pakaian kami," Eka
"Maksudmu?" Mei
"Kami akan tinggal disini bersama kalian," Bulkrish tersenyum
"Apa?" Mei
"Kamu gak mau kembali ke mansion kan, maka kami yang akan kemari," Eka
"Tidak ada gunanya, selamanya, seumur hidupku, aku tidak akan memaafkan kalian, aku membenci kalian, aku benci kalian," Mei
Mei pergi setelah membuat dua orang kehilangan sesuatu yang berharga.
.
.
.
Kebesokannya, Mei baru terbangun karena tangisan Rasti, Mei membawa Rasti keluar untuk menenangkannya,
"Cup cup Rasti, jangan nangis, kamu mimpi buruk ya, iya gak papa, ada Mama disini," Mei
Bulkrish tiba tiba datang,
"Mei, bolehkah aku mencoba menenangkannya??" Bulkrish
"Tidak boleh," Mei
"Ayah hiks, hiks hiks," rengek Rasti
Bulkrish pun mencoba mengambil Rasti dengan perlahan,
"Anak Ayah yang cantik, sudah jangan menangis, ada Ayah disini," Bulkrish
Rasti perlahan berhenti menangis dan tertidur kembali, Bulkrish mengelus kepala belakang Rasti dengan lembut,
"Aku akan menidurkannya, di meja makan sudah ada bubur untukmu, kamu sarapan saja dulu," Bulkrish
Bulkrish pergi,
"Aku bahkan tak bisa berkata apa apa," Mei
Yuka datang dengan mengucek mata,
"Mama," Yuka
"Ya sayang," Mei
"Aku lapar," Yuka
"Kamu baru bangun sudah lapar ya, baiklah, kamu mau sarapan apa??" Mei
"Ayam goyeng sama jus alpukat," Yuka
"Hah?? Dimana Mama cari pagi pagi gini??" Mei
"Sarapanmu sudah siap,"
Mei melihat Eka membawa nampan,
"Wahh ayam, aku cuka," Yuka
Eka menaruh nampan itu di meja luar,
"Ayo makan disini," Eka
Yuka mendatangi Eka,
"Kamu mau kusuapi??" Eka
"Cidak, aku bica makan cendili," Yuka
"Baiklah, kamu memang anak pintar," Eka
"Yuka, cuci tanganmu dulu," Mei
"Baik Mama," riang Yuka
Yuka pergi mencuci tangan sendiri,
"Jadi nama anakku adalah Yuka, nama yang bagus," Eka
"Yuka hanya anakku, kenapa kau dan Bulkrish mencariku padahal kalian selalu berbuat semau kalian, aku harap kalian jangan berbuat semau kalian lagi, ingatlah batasanmu Eka," Mei
"Tapi ini sudah keterlaluan!! Jangan berbuat semaumu lagi, ingatlah batasanmu," Eka dingin
Eka teringat perkataannya 3 tahun lalu,
"Berhentilah berusaha mendapatkanku atau anak anakku, karena sekarang hanya ada kebencian untukmu dan Putra Keluarga Dewa itu," Mei
Hati Eka seperti hancur lebur, kesalahan yang dilakukannya dimasa lalu seperti sama sekali tak bisa diperbaiki,
"Mei, maafkan aku, beri aku kesempatan sekali lagi," Eka
"Tidak, aku tidak mau terluka di masa depan nanti, seharusnya kau dan Bulkrish bisa hidup bahagia di Mansion kalian itu," Mei
"Tanpamu, aku bahkan tak bisa hidup," Eka
"Jangan berbohong, sekarang tak ada lagi yang bisa diubah, sekarang dan selamanya," Mei
Mei pergi.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁