NovelToon NovelToon
HATI YANG DITULIS DENDAM & CINTA

HATI YANG DITULIS DENDAM & CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:44
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika usia tujuh tahun, Qinara kehilangan segalanya. Ayahnya, pengusaha pertambangan yang penuh cinta, meninggal dalam kecelakaan yang mencurigakan. Tak lama setelah itu, ibunya yang sudah lama dia curigai berselingkuh, dengan terang-terangan membawa pria cinta pertamanya dan anak hasil hubungan lama ke rumah—dan menguasai semua harta ayahnya.

Perlakuan tidak adil menjadi bagian sehari-hari. Ibunya lebih membela anak tiri daripada dia, dan ketika Qinara mencoba membicarakan kecurigaan bahwa ayahnya dibunuh, dia diusir dengan kasar. Hanya membawa pakaian di tubuh dan kotak kecil yang diberikan ayahnya, dia meninggalkan rumah dengan hati hancur dan janji terukir dalam benak: aku akan mengambil kembali hak ayah dan aku.

Melalui perjalanan yang penuh kesusahan, Qinara bertahan di panti asuhan, menemukan bakatnya di bidang hukum, dan berjuang untuk pendidikan. Setiap langkahnya dipacu oleh dendam—butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan bukti, menghadapi ancaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WARISAN YANG ABADI DAN CAHAYA YANG SELALU MENYINARI

Qinara, yang sekarang berusia dua puluh empat tahun, berdiri di puncak menara utama kampus—tempat di mana setiap pagi dia bisa melihat seluruh kompleks universitas dan sekelilingnya. Di bawahnya, ribuan mahasiswa sedang beraktivitas—beberapa sedang berjalan menuju kelas, yang lain sedang berkumpul di taman untuk berdiskusi, dan yang lainnya sedang melakukan penelitian di laboratorium. Dia mengenakan baju batik yang dibuat Laras dengan motif matahari dan bintang, melambangkan bagaimana cahaya ayahnya telah menyinari dunia. Di tangannya, dia memegang tongkat kayu Pak Santoso yang telah menjadi saksi bisu perjalanan panjangnya, dan kotak pemberian ayahnya yang kini telah penuh dengan cerita-cerita harapan dari seluruh penjuru dunia.

Pak Rio mendekatinya dengan senyum lebar, membawa berita yang sangat dinantikan. "Qinara, kita telah mencapai target kita—1.000 sekolah di 75 negara di seluruh dunia! Lebih dari 300.000 anak telah mendapatkan pendidikan berkat Yayasan Hadian. PBB telah mengumumkan bahwa model pendidikan kita akan menjadi standar global untuk pendidikan anak-anak di negara berkembang dan daerah terpencil."

Qinara merasakan kegembiraan yang mendalam mengalir di dalam dirinya. Dia melihat ke arah kejauhan, di mana matahari mulai menyinari lebih jauh. "Ini adalah impian ayahmu yang akhirnya terwujud sepenuhnya, Pak. Dia selalu ingin setiap anak di dunia punya kesempatan untuk belajar. Sekarang, kita telah membuktikan bahwa itu bukan hanya impian—itu adalah hal yang bisa kita capai bersama-sama."

Kabelo dari Afrika Selatan, yang kini telah menjadi ketua dewan Yayasan Hadian Global, datang dengan kelompok pemimpin muda dari berbagai negara. Mereka adalah alumni Sekolah Hadian yang telah kembali membangun sekolah dan yayasan di negaranya sendiri. "Kak Qinara, mereka semua ingin berterima kasih padamu secara langsung. Mereka telah menerapkan apa yang kamu ajarkan dan sekarang membantu ribuan anak di negaranya masing-masing."

Seorang pemimpin muda dari India bernama Priya mendekatinya. "Kak Qinara, aku sekarang telah membangun 20 sekolah di daerah terpencil India. Anak-anak di sana selalu bertanya tentangmu dan ayahmu. Kamu adalah inspirasi bagi kita semua."

Qinara memeluk Priya dan kelompok lainnya. "Aku tidak pernah melakukan ini sendirian. Kalian semua adalah bukti bahwa warisan ayahmu hidup dan berkembang. Sekarang, giliran kalian untuk menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya."

Sore hari, mereka berjalan ke bagian tengah kampus di mana sebuah patung baru akan diresmikan—patung ayahnya, Hadian, yang berdiri dengan tangan terbuka ke atas, melambangkan kasih sayang dan harapan. Patung ini dibuat oleh Aisha dan sekelompok anak-anak dari berbagai negara, dengan bantuannya mahasiswa jurusan seni Universitas Hadian.

Aisha—yang sekarang berusia dua belas tahun dan telah menjadi pelukis muda yang berbakat—datang bersama dengan anak-anak pembuat patung. Mereka mengenakan seragam yang sama dengan motif buku dan lampu. "Kak Qinara, patung ini kami buat untuk mengenang ayahmu. Dia adalah alasan mengapa kita semua bisa berkumpul dan belajar bersama seperti ini."

Qinara menyentuh patung dengan hati-hati, merasakan tekstur batu yang hangat karena terkena sinar matahari sore. Di dasar patung tertulis kalimat dari surat ayahnya: "Warisan terbesar yang kurasa adalah keberanian untuk mencari kebenaran dan kasih sayang untuk membantu orang lain."

"Ini sempurna, Aisha. Ayahmu pasti bangga melihatnya. Patung ini akan mengingatkan kita semua tentang tujuan kita—memberikan cahaya bagi mereka yang berada di kegelapan," kata Qinara dengan suara penuh emosi.

Keesokan harinya, Qinara terbang ke New York untuk menghadiri konferensi pendidikan global PBB. Sebagai anggota dewan penasihat pendidikan global, dia akan memberikan pidato tentang masa depan pendidikan dunia dan peran Yayasan Hadian dalam mewujudkannya. Di konferensi, lebih dari 1.000 delegasi dari seluruh dunia hadir, termasuk kepala negara dan menteri pendidikan dari berbagai negara.

Saat Qinara berdiri di panggung, seluruh aula menjadi sunyi. Dia memulai pidatonya dengan suara yang jelas dan penuh makna: "Selamat pagi kepada semua teman sekalian. Lima belas tahun yang lalu, aku adalah anak kecil yang kehilangan ayahnya dan merasa dunia telah runtuh di sekelilingku. Tapi ayahku telah meninggalkan sesuatu yang berharga—impian bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang cerah."

Dia melanjutkan dengan berbagi cerita tentang perjalanan Yayasan Hadian, dari satu sekolah kecil di Jakarta hingga ribuan sekolah di seluruh dunia. Dia menunjukkan data bahwa lebih dari 85% alumni Sekolah Hadian melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi atau bekerja untuk membantu komunitas mereka. "Pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan—itu tentang membangun karakter, memberikan harapan, dan menciptakan hubungan yang kuat antar manusia. Inilah yang telah kita lakukan dengan model Sekolah Hadian."

Setelah pidato, banyak kepala negara mendekatinya untuk menawarkan kerja sama. Perdana Menteri Kenya bahkan mengundangnya untuk menjadi penasihat khusus pendidikan negara mereka. "Qinara, kamu telah mengubah wajah pendidikan di dunia. Kita perlu keahlian dan inspirasimu untuk membantu lebih banyak anak di negara kita," katanya.

Malam itu, Qinara berdiri di teras gedung PBB, memandang kota New York yang penuh cahaya. Dia memegang kotak pemberian ayahnya dan foto patung ayahnya yang baru diresmikan. Dia membaca surat ayahnya sekali lagi, kata-katanya semakin bermakna seiring berjalannya waktu:

"Tetap kuat, tetap cerdas, dan jangan pernah menyerah. Semua hartaku adalah milikmu, tapi warisan terbesar yang kurasa adalah keberanian untuk mencari kebenaran dan kasih sayang untuk membantu orang lain."

Dia menyenyum, menyadari bahwa warisan ayahnya telah melampaui segala batasan yang bisa dia bayangkan. Tidak hanya ribuan anak yang mendapatkan pendidikan, tapi juga ribuan orang dewasa yang terinspirasi untuk membantu orang lain. Yayasan Hadian telah menjadi gerakan global yang membawa perubahan nyata bagi jutaan orang.

Beberapa minggu kemudian, Qinara kembali ke Indonesia untuk menghadiri wisuda ketiga Universitas Hadian. Lebih dari 1.500 mahasiswa akan menerima ijazah, termasuk banyak yang akan kembali ke negara mereka masing-masing untuk membangun sekolah dan yayasan. Lebih dari 60.000 orang hadir di acara itu—keluarga mahasiswa, alumni dari seluruh dunia, delegasi dari berbagai negara, dan bahkan beberapa kepala negara yang datang khusus untuk merayakan momen ini.

Pak Santoso, yang sekarang sudah berusia 95 tahun tapi masih memiliki semangat yang tinggi, diantar ke panggung oleh Siti dan Rudi. Siti kini telah menjadi rektor Universitas Hadian, sedangkan Rudi telah menjadi direktur rumah sakit kampus yang kini melayani ribuan pasien setiap bulan. Pak Santoso berdiri dengan bantuan tongkatnya dan berkata:

"Saya telah hidup cukup lama untuk menyaksikan banyak hal hebat di dunia ini, tapi tidak ada yang bisa menyamai apa yang telah kita capai bersama. Dari seorang anak kecil yang menangis karena kehilangan ayahnya, hingga gerakan global yang mengubah hidup jutaan orang—ini adalah bukti bahwa cinta dan tekad bisa melakukan keajaiban. Qinara, kamu telah membuat impian ayahmu menjadi kenyataan yang abadi. Semua orang di sini bangga padamu."

Setelah pidato, Qinara memberikan pidato kepada wisudawan. "Kalian semua adalah bagian dari warisan yang kita bangun bersama. Setiap langkah yang kalian ambil untuk membantu orang lain akan menjadi bagian dari cerita yang akan kita ceritakan kepada generasi mendatang. Ingatlah selalu bahwa kalian memiliki kekuatan untuk mengubah dunia—cukup percayalah pada diri sendiri dan pada kekuatan kasih sayang."

Suara tepuk tangan yang meledak berdiri di seluruh tempat, berlangsung selama lebih dari satu jam. Banyak orang menangis karena emosi yang mendalam—rasa syukur, kebahagiaan, dan harapan yang tak terbatas. Anak-anak dari berbagai negara menyanyikan lagu "Cahaya Hadian" yang telah menjadi lagu resmi yayasan, dan semua orang bergandeng tangan, merasakan hubungan yang kuat antar mereka.

Malam itu, Qinara pergi ke makam ayahnya bersama keluarga besar yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun—Laras, Pak Rio, Pak Santoso, Siti, Rudi, Kabelo, Aisha, dan banyak teman dari seluruh dunia. Dia membawa foto patung ayahnya dan ijazah wisudawan terbaik. Dia duduk di dekat makam, berbicara dengan hati terbuka:

"Ayah, hari ini kita merayakan wisuda ketiga Universitas Hadian. Lebih dari 3.000 mahasiswa telah lulus dan bekerja untuk membantu orang lain di seluruh dunia. Kita telah membangun 1.000 sekolah di 75 negara, membantu lebih dari 300.000 anak mendapatkan pendidikan. Semua ini karena impianmu yang kamu wariskan padaku."

Dia melihat ke arah langit malam yang penuh bintang, dan bintang terang yang selalu dia anggap sebagai ayahnya tampak lebih terang dari biasanya. "Sudah dua puluh empat tahun sejak kamu pergi, tapi kamu tidak pernah benar-benar pergi dariku. Kamu ada di setiap anak yang belajar dengan senang hati, di setiap guru yang mengajar dengan kasih sayang, di setiap generasi yang tumbuh dengan harapan. Kamu ada di dalam setiap bagian dari yayasan yang kita bangun bersama."

Laras memeluknya dengan erat, air mata kebahagiaan mengalir di wajahnya. "Qinara, ayahmu pasti sangat bangga padamu. Kamu telah membangun sesuatu yang tidak akan pernah hilang—sesuatu yang akan terus memberikan cahaya bagi dunia selama-lamanya. Aku bangga menjadi ibumu, dan aku berterima kasih kepada Tuhan setiap hari karena memberikanku kesempatan untuk melihat semua ini."

Qinara membalik memeluk Laras, merasa rasa syukur yang mendalam mengisi hatinya. "Terima kasih, Ibu. Tanpa kamu dan semua orang yang telah mempercayai kita, tidak ada yang mungkin terjadi. Kita adalah keluarga yang tidak terbatas oleh darah atau batas negara—kita adalah keluarga yang dibangun dari hati dan kasih sayang yang abadi."

Mentari esok akan muncul, seperti biasa, dan dengan itu akan datang lebih banyak impian untuk dicapai, lebih banyak orang untuk dibantu, dan lebih banyak cahaya untuk diberikan. Qinara tahu bahwa perjalanan hidupnya masih panjang, tapi dia juga tahu bahwa dia tidak akan pernah sendirian. Warisan ayahnya telah tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri—sebuah gerakan global yang akan terus hidup dan berkembang, membawa harapan dan kasih sayang ke setiap sudut dunia.

Dia berdiri tegak, memegang kotak pemberian ayahnya dan tongkat kayu Pak Santoso, melihat ke arah masa depan yang cerah dan penuh harapan. Cahaya ayahnya akan selalu menyinari jalanannya, dan warisan ayahnya akan tetap hidup selamanya—sebagai bukti bahwa satu orang bisa membuat perbedaan, dan bahwa cinta dan kasih sayang adalah kekuatan terbesar di dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!