Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 Kedua opa yang sudah akur
Opa Jaya Pangestu dan Opa Adi Nugraha akhirnya datang juga. Levi langsung pamit, karena ada yang harus dia kerjakan.
"Kamu sudah bisa ingat Levi?" tebak Opa Jaya Pangestu ketika melihat wajah akrab keduanya tadi sebelum Levi pergi.
Kael mengangguk sambil tersenyum.
"Syukurlah. Jadi bisa ingat Adelia juga?" timbrung Opa Adi Nugroho dengan tatapan penuh makna.
Kael mengangguk.
Kedua opanya tersenyum lebar.
Adelia sudah datang?" tanya Opa Adi Nugroho lagi.
"Sudah, tadi pagi."
"Kalian sudah jadian?" Wajah Opa Adi Nugraha menatap penuh harap ke arahnya. Demikian juga wajah Opa Jaya Pangestu. Bagi mereka Adelia adalah menantu ideal.
Baru kali ini Kael tersenyum.
"Sudah, ya?" tebak Opa Jaya Pangestu dengan senyum makin lebar.
"Belum, opa."
"Kenapa?" kejar Opa Adi Nugraha penasaran.
Kael masih mengekalkan senyumnya.
"Aku lupa ingatan, opa. Aku ngga tau siapa aku yang sebenarnya. Siapa tau di kehidupan sebelumnya aku punya istri," jawab Kael santai, tanpa beban.
"Oh iya." Spontan keduanya menjawab, kemudian tergelak.
"Ya sudah. Sekarang tembak dia," desak Opa Jaya Pangestu dalam tawa berderainya.
"Kalo kamu jadian sama dia opa dan oma akan mendukung seribu persen," ucap Opa Jaya Pangestu lagi memberi dukungan.
"Opa dan oma juga," sambung Opa Adi Nugraha antusias.
Syukurlah, batin Opa Jaya Pangestu. Kalo Adi Nuàgraha dan istrinya menolak memberikan restu, dia akan menghapus nama Wijaya di belakang nama Kael dan menggantinya dengan nama Pangestu.
Kael akhirnya tertawa dengan agak tertahan, karena dadanya agak terasa sakit karenanya.
"Kenapa? Sakit?" Opa Jaya Pangestu jadi khawatir melihat ringisan di wajah Kael.
"Luka operasinya terbuka?" tanya Opa Adi Nugraha juga khawatir.
"Ngga, kok, opa. Hanya agak terasa sedikit sakit saja. Sekarang sudah ngga apa apa." Memang rasa sakitnya sudah berkurang. Dia belum terbiasa memanage luka bekas operasinya.
"Syukurlah. Semoga penyembuhannya tidak selama dulu," harap Opa Adi Nugraha.
"Iya, opa." Kael juga ngga akan betah lama lama berada di tempat tidur tanpa melakukan apa apa.
Opa Jaya Nugraha menghapus air mata yang membayang di pelupuk matanya. Membayangkan dulu Kael menghadapi lukanya sendiri.
"Waktu kecelakaan dulu, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Opa Jaya Pangestu tersendat.
"Opa sempat berpikir kamu sedang liburan, menghindar dari masalah yang kamu buat sendiri."
Opa Adi Nugraha terdiam mendengar ucapan besannya. Dia juga berpikir begitu.
Kael menghela nafas. Dia belum bisa mengingat alasannya. Kata Levi saat itu kecepatan mobilnya sangat luar biasa hingga terjadi crash. Dia beruntung bisa selamat. Seperti kecelakaan saat ini. Malaikat israil mungkin lupa mengabsen dirinya, atau memang dia dikasih kesempatan lagi untuk tidak menyia nyiakan hidupnya.
"Maaf, opa. Aku benar benar lupa dengan apa yang sudah terjadi waktu itu. Aku ..... Ugghhh...." Kael mengeluarkan ringisan ketika mencoba mengingat potongan fuzzle yang hilang. Kepalanya berdenyut lagi menimbulkan rasa nyeri.
"Sudah, sudah. Jangan diingat lagi. Lupakan saja." Opa Jaya Pangestu merasa bersalah dan makin khawatir.
"Ya, kita akan menunggu sampai ingatan itu muncul sendiri," timbrung Opa Adi Nugraha yang tersenyum saat besannya Jaya Pangestu menatapnya dengan rasa bersalah.
Mereka tidak akan lagi bertengkar untuk menjadi paling baik di depan Kael, tekatnya membatin.
"Oh ya.... Kamu mau opa lamarkan Adelia sekarang?" Opa Adi Nugraha mengalihkan topik pembicaraan.
Opa Jaya Pangestu jadi bisa tersenyum.
"Kita bisa, kan, Jaya, langsung bertemu dengan Cakra?"
"Tentu bisa."
Kael hampir saja melepaskan tawanya kalo tidak mengingat rasa sakit yang akan muncul ketika melihat betapa antusiasnya kedua opanya.
"Nanti saja, opa, setelah aku sembuh," tolak Kael tenang. Ngga mungkin dia melamar anak orang dalam kondisi kesehatannya yang sangat memprihatinkan.
"Oke, oke. Opa setuju. Kami akan menunggu sampai kamu sudah siap," jawab Opa Jaya Pnagestu dalm tawa bahagianya.
Opa Adi Nugraha juga menimpali dengan tawa.
Suasana hangat jadi rusak begitu saja ketika pintu ruangan Kael dirawat, dibuka dengan kasar.
"Pa, kenapa istriku tidak boleh masuk?"Wijaya Agra-papi Kael bertanya dengan suara keras mengandung marah.
Jaya Pangestu menatap dengan sorot benci pada mantan menantunya, sedangkan papanya Agra segera balas membentaknya.
"Dia ngga ada urusannya di sini!"
Agra mengepalkan tangannya. Tatap tajamnya beralih ke arah luar, dimana istrinya masih ditahan oleh beberapa pengawal papa dan mertuanya.
Dia sudah melarang istrinya ikut, tapi wanita itu keras kepala dan tetap memaksa. Hingga berakhir dengan pencekalan dan harus menunggu di luar.
Dia ngga mungkin menghalangi perintah orang tuanya, karena ada konsekuensi yang akan dia dapatkan.
Hanya saja tidak menduga orang tuanya akan melakukan tindakan yang menurutnya sangat berlebihan.
Opa Jaya Pangestu merasa gerah melihat wajah Agra, dia pun mengusap puncak kepala cucunya.
"Opa mau ke kantin."
Masih ada sedikit ingatan Kael kenapa opanya sangat membenci papinya. Dia juga merasakan kebencian yang sama.
Langkah Opa Jaya Pangestu terhenti di samping Agra.
"Kalo terbukti kamu terlibat dalam kecelakaan ini, jangan harap kau akan aku lepaskan."
Agra tercengang menatap mertuanya yang tatapannya menyorot penuh bara. Belum sempat dia memberi penyangkalan, mertuanya sudah melangkah pergi.
Hampir saja Jaya Pangestu menabok kepala mantan menantu yang sudah menyakiti anak dan cucunya. Dia menahan marah sampai ulu hatinya terasa nyeri.
Dewan sudah menceritakan fakta tentang kecelakaan Kael dan sekarang masih sedang menyelidiki pelakunya.
Menurutnya tidak perlu, karena dia sudah yakin, Agralah otaknya. Dia punya banyak uang untuk membayar eksekutor demi meleny@pkan Kael.
Adi Nugraha juga sudah dia beritahukan, hingga mereka secepatnya mengamankan ruangan Kael.
Agra mendengus ketika mertuanya pergi begitu saja setelah melemparkan tuduhan yang tidak mendasar padanya.
Dia memang punya satu kesalahan fatal, mengkhianati mamanya Kael. Tapi untuk membunuh anak yang selalu menjengkelkannya, tidak pernah dia pikirkan sama sekali. Dia masih punya hati.
Setelah mertuanya meninggalkan ruangan, dia pun melangkah mendekat diiringi tatap geram papinya.
"Jangan pernah bawa perempuan ngga jelas itu ke sini.".
Agra menyeringai.
"Papa lupa kalo Kael juga hampir menikahi perempuan ngga jelas juga?"
"Kamu......!" umpat Adi Nugraha geram.
"Buah jatuh ngga akan jauh dari pohonnya, pa."
Kael kembali merasakan perasaan benci itu.
Kenapa?
Dia merasa laki laki ini tidak tulus menyayanginya.
*
*
*
Adelia menatap mawar mawar kuning yang masih segar di atas mejanya sambil membayangkan buket mawar putih yang akan diberikan Kael untuknya.
Dia laki laki yang keras kepala, batinnya dengan bibir mengembangkan senyumnya.
"Kangen, ya, sama Kael?" tegur Ayra yang sudah membuka pintu dan melihat sepupunya sedang tersenyum senyum seperti orang bodoh sambil menatap buket mawar mawarnya.
"Biasa-in ketok dulu pintunya," decaknya agak malu karena ketahuan memikirkan Kael.
Ayra tergelak.
"Gitu, ya, kalo orang lagi jatuh cinta?" ejek Ayra dalam tawanya.
Kembali Adelia mengeluarkan decakan.
Tuhan, cepatlah berikan dia kekasih, do'anya sungguh sungguh dalam hati.
"Udah siang, nih. Ngga mau jenguk Kael?" ganggu Ayra lagi sambil mendekat. Sekarang saatnya break.
"Ngga lama, sih, tapi lumayanlah waktunya untuk melepas kangen," tambahnya lagi. Tawanya makin berderai.
Adelia menghela nafas panjang. Dia harus punya stok rasa sabar yang amat sangat banyak untuk menghadapi candaan candaan sepupu sepupunya. Tadi pun Abiyan dan Baim sudah meledeknya.
Bruse Willis dkk..
RASAKAN.. LAKI LAKI KURANG BERSYUKUR.. Berlian kamu ganti dgn baru kali... 😡
bentar lagi juga kena ciduk
kan enak rasanya diselingkuhi ya pak agra??
rasakan itu
Cinta dan kesetiaan Latifa selama ini Agra banggakan dan perjuangkan di hadapan keluarga nya, ternyata malah di balas pengkhianatan,
Ingat Agra, perbaiki masa lalu mu, bersama keluarga mu,jangan melihat kebelakang lagi,
Cari keberadaan Arsa,karna sejatinya Arsa itu orang baik hanya karna desakan dan tekanan dari mamanya yg membuat Arsa seperti orang Jahat.