"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 26. Siapa peduli cinta, aku hanya mau balas dendam.
Billie berlari mengambil tisu untuk Noah yang tersedak, Noah tidak menyangka Billie bisa sampai berpikir sejauh itu.
"Thanks Billie." Ucap Noah, untuk pertama kalinya dia tersedak sampai wine itu keluar dari hidung nya.
"Sorry - sorry Noah, aduh." Billie panik dan merasa bersalah.
"Nggak apa - apa, aku baik - baik aja." Ucap Noah, dia mengelap tubuh nya dengan tisu lalu terkekeh.
"Kok kamu bisa mikir ke situ?" Tanya Noah, Billie pun garuk - garuk kening.
"Bukan apa - apa, cuma bosmu agak mencurigakan. Kamu tau ini wine apa?" Tanya Billie, Noah menggeleng pura - pura tidak tau.
"Ini salah satu jenis wine mahal, harga nya puluhan juta kalo di tanah air. Dia dermawan banget kasih wine mahal ke pengawal, dia pasti punya maksud tersembunyi, ada udang di balik batu ini." Ucap Billie, Noah terkekeh..
Noah tidak menyangka pikiran Billie sejauh itu, padahal dia membeli wine itu pun karena menurut Vincent itu adalah yang paling murah.
"Serius, ginjalmu nggak di ambil, kan?" Tanya Billie dan Noah menggeleng sambil terkekeh.
"Enggak, Billie.." Ucap Noah, Billie pun manggut - manggut.
Billie lalu meminum wine itu, sudah lama memang Billie tidak minum wine jenis itu, dan lagi sejak dia dia tertusuk, dia tidak bersinggungan dengan minuman ber alkohol.
"Kalo kamu tiba - tiba dalam situasi seperti itu, di paksa di ambil organ nya.. Bilang aku, oke?" Ucap Billie. Seketika Noah berhenti terkekeh dan menatap Billie dengan serius.
"Kamu mau melindungiku?" Tanya Noah, dan Billie manggut - manggut.
"Hm, jangan khawatir. Kamu punya teman sepertiku nggak akan rugi." Ucap Billie, senyum Noah kembali terbit.
'Billie- ku memang hebat.' Batin Noah.
Mereka memakan kue itu dan minum wine bersama, Sampai tidak terasa sudah jam 1.30 dan wajah Billie sudah cukup merah karena sudah mabuk.
"Billie.." Panggil Noah.
"Hm.." Sahut Billie, dia menatap Noah.
"Kamu besok libur?" Tanya Noah.
"Enggak, aku nggak mau buang - buang waktu di sana, aku nggak akan libur." Ucap Billie, sudah mabuk jadi sedikit jujur.
'Dia fokus sama balas dendam nya.. Billie, haruskah aku diam - diam bantu kamu?' Batin Noah.
"Noah, aku pulang dulu." Ucap Billie, dia bangun.
"Terimakasih udah temani aku rayakan ulang tahun, Billie." Ucap Noah, Billie mengangguk - angguk sambil senyum - senyum mabuk.
"Bye Noah.." Ucap Billie.
"Bye.." Noah mengantar Billie ke depan dan akhir nya Billie masuk kedalam apartemen nya sendiri.
Billie merebahkan dirinya di sofa nya, dan tidak bergerak lagi.. wajah nya menyendu dan air matanya meleleh.
"Mama.. Billie kangen mama." Gumam nya, sepertinya Billie sudah mabuk.
......____________________......
Ke esokan harinya, Billie sudah datang ke rumah keluarga Varlian. Maya, ibunya Zico memanggil Billie secara pribadi dan mengajak Billie masuk ke dalam, ke meja makan. Maya sedang memotongi bunga yang akan dia rangkai di vas bunga, sungguh hidup nya teramat nyaman.
"Billie, saya dengar anak nya Arga yang mengirim orang - orang itu untuk menyerang Zico?" Tanya Maya.
"Benar nyonya." Sahut Billie.
Maya lalu menatap Billie sekilas, dan tersenyum. Entah senyum nya itu senyum memuji atau merendahkan.
"Jadi apa tindakanmu? Kamu nggak bergerak balas mereka?" Tanya Maya.
"Akan saya lakukan, nyonya jangan khawatir." Ucap Billie.
"Zico hampir kehilangan nyawa nya, kamu tau!!" Bentak nya, Billie hanya diam.
"Kalo kamu nggak bergerak sekarang, dia akan suruh orang lagi buat celakai Zico!" Teriak Maya marah.
"Pak Zico baik - baik saja tanpa luka gores sedikitpun, saya yang pastikan keselamatan nya. Saya juga yang akan mengurus anak Arga, kalau nyonya mau saya akan bawa kepala nya kesini." Ucap Billie, darah nya mendidih.
Billie sangat bemci wanita di hadapan nya itu, wanita yang menyiksa ibunya pelan - pelan sampai mati. Mendengar nada bicaranya saja Billie sudah menahan amarah, dan sekarang dia malah membentak - bentak dirinya.
Maya sendiri terkejut melihat tatapan Billie yang tiba - tiba seperti binatang buas, tatapan Billie begitu dingin dan mendominasi, Maya bahkan sedikit menciut sekarang.
'Anak ini, ucapan dan tatapan nya sadis sekali.' Batin Maya.
"Nggak perlu kamu bawa kepala nya, cukup pastikan dia mati itu sudah cukup." Ucap Maya.
"Sure!" Ucap Billie.
"Kamu boleh pergi." Ucap Maya. Billie mengangguk lalu pergi dari sana.
Billie pergi ke kamar mandi dan membasuh wajah nya di sana, Billie nyaris tidak bisa mengendalikan dirinya saat di depan Maya tadi, Billie tidak akan pernah melupakan betapa senang nya wajah Maya dulu saat menyiksa ibunya.
'Kamu akan membayar untuk kesakitan mamaku, aku bersumpah.' Batin Billie.
Mengingat itu, tangan Billie gemetar karena nyaris lepas kendali dan ingin membunuh Maya. Jika sampai Billie melakukan itu, rencana nya bertaun - taun akan hancur sia - sia. Billie bersumpah, mereka akan lebih dulu meminta maaf pada ibunya, bersujud di makam ibunya.
"Billie.. tenang.." Gumam Billie.
Billie menenangkan dirinya, dia membasuh wajab nya berulang kali, dan akhirnnya dia sudah merasa baikan. Tapi baru saja dia merasa baikan, pengawal Ziva yaitu Nova masuk kedalam kamar mandi juga. Awal nya Billie tidak peduli sama sekali, Billie juga tidak ingin bertegur sapa karena sejak pertama bertemu wanita itu menatap sinis padanya.
"Tumben kamu nggak ikut pak Zico, Billie?" Tanya nya tiba - tiba, Billie melirik perempuan itu dari cermin.
Kamar mandi di sana di desain sepert kamar mandi di tempat olah raga. Ada deretan bilik khusus toilet saja, ada juga deretan bilik khusus untuk mandi, dan di bagian Billie berdiri adalah deretan wastafel dengan kaca super besar. Itu kamar mandi untuk semua pekerja di sana, dan bersih nya seperti di mall kelas atas.
"Pak Zico belum keluar." Ucap Billie, karena memang belum ada kode dari Zico.
"Kamu pikir dengan wajah dan kemampuanmu itu bisa menarik perhatian pak Zico? Cih, Aku sering ketemu sama cewek - cewek modelan kamu." Ucap Nova, Billie mengernyit.
'Modelan gue? Ni cewek kesambet, ya?' Batin Billie.
"Pake baju bebas, nggak rapih sama sekali. Ketauan pengawal kelas rendahan." Ucap Nova lagi, Billie hanya tersenyum sinis mendengar nya.
"Kamu lagi ngomongin dirimu sendiri?" Ucap Billie, Nova melotot.
"Kamu!! Asal kamu tau, aku bisa masuk kesini karena sodaraku di sini! Kalo aku mau, aku bisa singkirin kamu!!" Ucap nya.
"Cih, modal koneksi orang dalam. Haihh.. pagi - pagi udah ada yang gila." Ucap Billie.
"Kamu yang gila! Jangan pikir kamu bisa narik perhatian pak Zico, kamu nggak pantes!" Ucap Nova. Billie kembali kesal dirinya di kait - kaitkan dengan Zico, dia maju dan menghampiri Nova yang wajah nya sudah seperti singa.
"Pertama! Aku pake baju bebas karena aku di suruh, di dalam kontrak tertulis, aku nggak boleh pake stelan jas rapi." Ucap Billie dengan tatapan dingin, Nova sampai mundur selangkah.
"Kedua! Aku nggak tertarik sama apa yang kamu omongin. Pak Zico?? Kalo kamu bisa, cobalah tarik dia." Ucap Billie, Nova makin mundur tapi Billie meraih kedua kerah nya dengan kasar.
"Ketiga!! Orang kayak aku ini nggak suka bersaing masalah cowok, otakmu yang isi nya persaingan cinta ini, cuci sana pake sabun biar bersih!" Ucap Billie muak, lalu mendorong Nova sampai menabrak dinding.
"Jijik banget liat perempuan modelan kau!" Ucap Billie, dia mencuci tangan nya seolah menyindir.
"Kamu!! Kalo kamu boleh pake bebas kenapa aku nggak!!?" Teriak" Nova kesal setengah mati tapi tidak berani melawan.
"Lah, ya mana aku tau. Kau tanya sana sama pak Zico- mu itu. Ati - ati kena slepet, terus itu.. Cuci otakmu!!" Bentak Billie, lalu dia pergi dari sana dengan kesal.
'Sialan, pagi - pagi udah bikin mood ancur aja. Emang dia pikir Zico ganteng apa? Tampang kek begitu siapa juga yang mau rebutin dia.' Batin Billie kesal.
"Billie." Panggil Zico.
"YA PAK!" Jawab Billie sedikit ngegas sampai Zico terkejut bingung. Billie lalu menutup mulut nya dan tersenyum canggung, dia kelepasan.
"Maaf pak, hehe.. saya kaget." Ucap Billie, padahal kelepasan saking kesal nya.
"Sepertinya kamu jadi suka bentak - bentak saya, ya?" Ucap Zico, Billie terkekeh canggung.
"Hmhmhmhm.. Mana ada pak, tadi kelepasan itu." Ucap Billie. Zico hanya diam lalu masuk ke mobil di susul Billie.
'Sialan, gara - gara dua lampir!' Batin Billie.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅