NovelToon NovelToon
Selepas Talak Tiga

Selepas Talak Tiga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cerai / CEO / Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mama Mia

Jameela Iskandar , seorang putri dari konglomerat kaya raya, dia wanita yang cantik , baik hati , juga sukses dalam karir.

Dirga Wijaya, seorang CEO kondang , pebisnis muda yang sukses . tampan , mapan , idaman semua wanita .

Dirga dan Jameela menikah karena saling mencintai, bukan karena perjodohan bisnis . Dirga sangat menyayangi dan mencintai Jameela begitu besar . hingga rasa cinta itu merubahnya menjadi sosok yang posesif.

pada awslnya punya suami posesif memang membuat hati wanita tersanjung , tapi ternyata posesif nya tak selamanya membawa bahagia
karena kelewat posesif nya menjadikan dia cemburu buta dan bertindak berlebih .
sehingga karena cemburu buta itu , berubah menjadi kemarahan tanpa dasar , dan jatuhlah talak tiga dari mulut Dirga
Dirga menyesali nya dan ingin rujuk kembali
bisakah keduanya bersatu kembali
lalu bagaimana dengan tanggapan dari orang tua Jameela, relakan mereka melepas putrinya kembali
ikuti kisahnya dalam

Talak Tiga Suamiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masalah di GOLDEN EYE

Tanpa terasa waktu terus berjalan. Satu bulan sudah pernikahan Agung dan Jameela berjalan. Hubungan keduanya semakin intim.

"Sayang, maaf hari ini aku tidak bisa mengantarnya ke rumah sakit!" ucap Agung di sela sarapannya.

"Tidak masalah, Mas. Apakah ada masalah di perusahaan?" tanya Mila. Dia begitu khawatir. Tak biasanya Agung sarapan dengan terburu-buru seperti itu.

"Sedikit, tapi aku rasa aku bisa mengatasinya. Oh iya, bawakan bekal untukku ya. Mungkin pas makan siang nanti aku tak kan sempat makan di luar!" jawab Agung.

"Apakah seserius itu?!" Mila semakin khawatir. "Apa Kak Agam tahu?!" Baru empat bulan Agung memegang perusahaan secara resmi, dan sekarang goncangan mulai bermunculan.

"Jangan cemas. Nanti kalau aku tak bisa mengatasinya sendiri, baru aku akan meminta bantuan Kak Agam!" Agung berdiri dari tempat duduknya. Memasukkan kotak bekal yang telah disiapkan istrinya ke dalam tas kerjanya.

"Aku berangkat ya...?" ucapnya sambil mengecup kening Jameela. Jameela meraih tangan Agung yang berada di pucuk ubun-ubunnya lalu menciumnya dengan takzim.

"Hati-hati di jalan ya!" jawab Mila.

"Kamu juga ya. Hati-hati nanti kalau berangkat. Dan jangan terlalu lelah!" balas Agung kembali.

Jameela masih berdiri di teras depan. Mobil yang dikendarai suaminya telah hilang dari pandangan, dan bahkan suaranya pun tak lagi terdengar. Dia masuk kembali ke dalam rumah. Karena dia sendiri pun juga harus segera berkemas untuk berangkat ke rumah sakit. Hari ini dia ada pasien spesial. Seorang anak yang memiliki keistimewaan. Bagi sebagian orang kondisi anak tersebut mungkin bukan hal yang baik. Tapi bagi Jameela sendiri dia justru menganggapnya istimewa.

Beberapa waktu kemudian, di perusahaan GOLDEN EYE.

"Selamat pagi, Tuan!" sapa beberapa orang karyawan ketika Agung baru saja menginjakkan kakinya di lobby perusahaan.

"Pagi!" Agung menyambutnya sambil berlalu. Dia bergegas menuju lift khusus petinggi, yang akan membawanya ke lantai tertinggi, di mana ruangannya berada.

"Selamat pagi, Tuan!" Toni, sang sekretaris, sudah siap sedia menunggu atasannya di depan ruang direktur. Agam menempatkan Toni yang merupakan salah satu kepercayaannya untuk mendampingi Agung. Bisa saja menempel pada Agung dua puluh empat jam. Akan tetapi Agung merasa belum waktunya dia punya seorang asisten pribadi. Selama ini dia sudah terbiasa menyiapkan keperluannya sendiri. Aneh baginya jika segalanya dilayani.

"Apa yang kau dapat?!" tanya Agung pada Toni yang tampak siap siaga dengan beberapa berkas di tangannya.

"Sesuai dengan dugaan Anda, Tuan!" sahut Toni ketika mereka telah sampai di dalam ruangan. Agung telah duduk di kursi kebesarannya, dan Toni sudah berdiri tegak di hadapannya, hanya terhalang sebuah meja besar. Sambil menerima berkas yang diulurkan sekretarisnya, mata Agung memicing.

"Berapa kali aku bilang untuk tidak menyebutku dengan panggilan itu?!" ucap Agung tajam.

Dia dan Toni sama-sama di bawah kepemimpinan Agam. Bahkan Toni lah yang lebih dahulu menjadi orang kepercayaan Agam sebelum dirinya. Dengan kata lain, Toni adalah seniornya Agung.

Dan juga jika ditilik dari asal usul bibit bobot Toni yang merupakan anak seorang pengusaha, bahkan usia Toni juga tiga tahun di atasnya. Bukankah justru seharusnya Agung lah yang lebih menghormati Toni?

Begitu pemikiran Agung. Karena itulah Agung ingin Toni memanggilnya dengan nama saja. Agung ingin mereka layaknya sahabat, seperti saat sebelum Agung di jadikan CEO di GOLDEN EYE. Tetapi Toni selalu saja tidak menurutinya.

"Saya akan melakukannya di luar jam kerja, Tuan!" jawab Toni sopan. Bahkan sambil membungkukkan sedikit badannya.

"Apa kau tahu kanebo yang dibiarkan tanpa dimasukkan kembali ke wadahnya?!" tanya Agung dengan mata mendelik.

"???" Toni masih mencoba mengerti arti pertanyaan Tuannya.

"Itu sangat mirip denganmu, kaku!" ucap Agung kemudian fokus pada berkas di tangannya.

"Haish... aku benar-benar seperti berhadapan dengan tembok!" gerutu Agung, karena Toni seperti tak terpengaruh meski dia sudah meledeknya.

"Terima kasih atas pujiannya!" ucap Toni sambil menundukkan wajahnya.

"Seperti Anda itu orang paling hangat saja. Maaf, cara bercanda Anda garing!" lanjut Toni dalam hati. Meskipun Agung ingin dia bersikap biasa saja, tentu tak mungkin dia berani meledeknya. Bisa digorok dia oleh Tuan Agam.

Berbicara tentang Tuan Agam, Toni punya pengalaman yang menggetarkan jiwa. Toni pernah menjadi saksi di mana tuannya itu memberikan rumah kios pada seorang pengemis, karena menurut beliau pengemis tersebut adalah orang yang layak mendapatkan kepercayaannya.

Tetapi Toni juga pernah melihat, Tuan Agam menolak mentah-mentah ajuan kerjasama yang disodorkan oleh seorang pengusaha. Padahal status di luar sana pengusaha tersebut adalah pebisnis handal. Karena Tuan Agam beranggapan bahwa jika pun disetujui, maka tak kan ada keuntungan yang memadai.

Dan di kemudian hari terbukti bahwa semua ucapan Tuan Agam adalah benar. Pengemis berubah menjadi pebisnis sukses meskipun dalam skala kecil. Lalu Toni juga mendengar berita, bahwa saingan bisnis Tuan Agam yang menerima proposal tertolak Tuan Agam perlahan gulung tikar karena ternyata tender tersebut hanya omong kosong.

Dan sekarang jika Tuan Agam sudah memilih Agung, maka Toni akan mempercayai seratus persen bahwa orang yang telah dipilih oleh Tuan Agam tidak mungkin salah.

"Jadi benar-benar dia pelakunya?!" Suara gumaman Agung terdengar lirih di telinga Toni. "Apakah ini karena dendam pribadi?!" gumam Agung lagi.

"Apa keputusan Anda?!" tanya Toni.

"Kita ikuti permainan dia. Tiba di akhir kita balikkan situasi. Awasi terus OB itu!" perintah Agung.

"Baik, Tuan! Kalau begitu saya undur diri!"

"Siapkan kunjungan ke perusahaan Tuan Lennox. Buat janji temu dengan beliau. Aku sendiri yang akan bicara pada beliau!" titah Agung lagi.

"Akan saya kerjakan!" jawab Toni lagi.

"Setelah itu bawakan aku berkas data milik perusahaan-perusahaan yang ingin menarik investasinya!"

"Baik!!" Di saat seperti ini Toni melihat sosok Agung sebagai wujud yang berbeda. Bukan hanya datar, tapi juga seolah tak tersentuh. Jika diasah terus-menerus, maka Agung akan bisa dibilang seimbang dengan Agam. Meski tidak akan bisa sama persis. Akan tetap unggul Tuan Agam.

"Anda ingin menguji saya rupanya, Tuan. Tapi saya tak akan membiarkan Anda merasa menang. Anda ingin membuat saya terlihat gagal, kan? Itu tidak akan mudah. Kita lihat sampai batas mana Anda akan mampu menggoncang GOLDEN EYE!"

Gumam Agung ketika di ruangan itu hanya tinggal dia seorang. Wajah yang biasa datar tampak semakin flat ketika dia sudah berhadapan dengan berkas dan laptopnya.

Waktu terus merambat naik, hingga tanpa terasa sudah masuk waktunya makan siang. Fokus Agung teralih ketika ponselnya berbunyi. Panggilan yang dia tahu itu adalah wanita tercintanya, meski tanpa melihat layar. Karena Agung menyetelnya dengan nada dering yang berbeda.

Agung melonggarkan sedikit dasinya, lalu merilekskan wajah dan pikirannya sebelum kemudian mengangkat panggilan itu.

"Assalamualaikum, Sayang..." ucap Agung.

"[Waalaikum salam, Mas]" Dada Agung bergetar setiap mendengar panggilan mesra dari istrinya. "[Apa kamu sudah makan siang?]".

"Iya, aku sedang bersiap makan siang!"

"[Bagaimana dengan masalah di perusahaan?]". Mila masih kepikiran tentang perusahaan yang dipegang Agung.

"Jangan khawatirkan apa pun. Semua baik-baik saja. Yakinlah suamimu ini bisa diandalkan!"

"[Ya sudah, aku akan tutup teleponnya. Cepatlah makan siang. Jangan sampai jadi penyakit. Love you]".

"Baiklah, Bu Dokter Cintaku. Love you too!"

1
Nanik Kusno
Sudah katam yang ini
Nanik Kusno
Otw ke Srikandi....
Nanik Kusno
Sudah katam yang ini....👍👍👍
Nanik Kusno
Woooooooowww...... Dirga emang the best dah......👏👏👏👏👏👏👏👏👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Siiiip.... semua bahagia....👏👏👏👏🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Nah ... sekarang Mommy yang ngerjain Dirga....👏👏👏👏👏👏🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Kusno
Sirik tanda tak mampu....😏😏😏😏😏😏😏😡😡😡😡
Nanik Kusno
Ya Ampun..... ucapan Dirga: maha benar wanita hamil dengan segala drama ngidam nya....baru nemu ini sepanjang hayat.....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Kusno
Dirga ngomong nya......👍👍👍👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏
Nanik Kusno
Eh.....enak aja ngomongnya Adimas..... kedengeran ma Dirga...di geprek Lo.....😏😏😏😏😏👊👊👊👊👊
Nanik Kusno
Wellcome in the world baby Ega....🥰🥰🥰🥰🥰
Nanik Kusno
Adakah cerita kaisar??
Nanik Kusno
Alhamdulillah.... ternyata bukan Dirga yang melakukan....tak kiro balik jahat
Nanik Kusno
Katanya Dirga sudah membaik..... ngapain memburuk lagi.... cari penyakit dia.....
Nanik Kusno
waaaahhhh.... Agung pasti langsung gassss nantinya....☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Ya Ampun...tak kiro beneran....tibake ngimpi...🥴🥴🥴🥴🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Begitu besar cinta Agung untuk Mila....bahkan mulai remaja.....👍👍👍👍👍👍🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Untung Agung dan Mila akhirnya berjodoh....☺️☺️☺️☺️🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Oooo.... ternyata foto Mila sendiri....☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Lha....rak tenan to....😏😏😏😏😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!