Pernikahan yang tak di inginkan nya terpaksa terjadi.
Namun,karna sesuatu, pernikahan yang belum genap sehari itu terpaksa di batalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwieka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toni dan Tia
Setelah lama berbincang,mereka semua bubar,dan kembali ke kamar masing-masing.
Mereka tak. perlu untuk check-in,karna pemilik hotel ini adalah Alvi sendiri,dan hotel ini ia dirikan saat ia masih kuliah.
Keesokan pagi nya,semua nya sudah berkumpul di restoran hotel tersebut.
Namun,hanya dua orang lagi yang belum datang.
Entah kemana mereka,sehingga membuat orang yang sudah menunggu nya sampai kesal.
Sudah lima belas menit menunggu namun yang di tunggu belum juga datang.
Hingga akhirnya mereka menikmati sarapan tanpa dua orang tersebut.
Saat di pertengahan sedang sarapan,orang yang di tunggu pun datang.
Mereka datang dengan wajah yang berbeda.
Yang pria dengan wajah senang nya,dan si gadis dengan wajah kesal nya.
Kenan yang penasaran pun bertanya.
"Ada apa dengan kalian,kenapa ekspresi wajah kalian sangat berbeda?"tanya Kenan penasaran.
"Rahasia"jawab Toni dengan senyum manis nya.
Sedangkan Tia dengan wajah kesal nya,ia menginjak kaki Toni dengan keras.
Sehingga membuat Toni meringis sakit.
"Aww,kamu itu kenapa sih?.Pengen lagi apa?"tanya Toni dengan berbisik.
Mendengar pertanyaan itu membuat Tia melototkan mata nya.
"Jangan macam-macam"ancam Tia dengan wajah yang semakin kesal.
"Gak kok,cuma satu macam aja"ucap Toni semakin menggoda Tia.
Semua orang menatap mereka dengan tatapan heran.Karna mereka malah berbisik-bisik.
Namun,mereka hanya cuek saja dan masa bodo.
Dengan kesal Tia memakan sarapan nya cepat,bahkan teman-temannya yang melihat pun hanya menggelengkan kepala nya.Karna mereka sudah tau kebiasaan itu.
Berbeda dengan Toni yang manatap nya tak berkedip.
Sampai tatapan nya berhenti pada b*b*r pink milik Tia.Pikiran nya pun sudah kemana-mana.
Ingin rasa nya ia merasakan lagi b*b*r pink alami itu.
Hingga tak sadar ia tersenyum-senyum sendiri.
Flashback on.
Tia yang sudah rapi dengan pakaian nya,ia bergegas keluar dari kamar nya,namun saat ia keluar,ia juga melihat Toni keluar dari kamar nya,dengan ponsel di tangan nya.
Dengan cuek nya ia berjalan di belakang Toni,karna sedang melihat-lihat dekorasi hotel ini.
Ia tanpa sengaja menabrak Toni yang mendadak berhenti di depan nya.
"Aduhh"ringis Tia sambil menggosok kening nya yang sedikit memerah.
Merasakan ada yang menabrak nya,Toni pun berbalik,dan terkejut melihat gadis di depan nya sedang meringis kecil.
"Kamu tidak apa-apa?"tanya Toni lembut,karna belum tau siapa gadis itu.
Mendengar pertanyaan lembut itu membuat Tia mendongakkan kepala nya.
Ia pun menatap sebal pada Toni,dan Toni terkejut melihat gadis di depan nya siapa.
"Kau"tunjuk Toni pada Tia.
"Apa?"tanya Tia marah.
"Kau lagi,kau lagi,apa kau sengaja mengikuti ku,atau sengaja menunggu ku agar bisa turun bersama?"tanya Toni dengan senyum sinis nya.
"PD sekali anda.Maaf aku tak ada waktu buat ngikutin apa lagi nungguin situ.Yang benar saja?"ucap Tia dengan ketus.
"Siapa tau kan,kamu diam-diam menyukai ku"ucap Toni PD.
"Dih,bahkan bila hanya ada kau pria di dunia ini,aku mending jomblo seumur hidup dari pada harus dengan mu"cibir Tia dengan santai dan melanjutkan tujuan nya.
Mendengar itu Toni tersenyum miring,bahkan ia pun mengikuti langkah Tia.
"Tapi aku tak percaya"ucap Toni berjalan di di samping Tia.
"Aku tak menyuruh mu percaya"ketus Tia membuat Toni gemas.
"Cantik"gumam Toni pelan.
Mendengar gumaman Toni,membuat Tia melihat ke samping.
"Aku tau"ucap Tia dengan tersenyum lembut.
Deg
Melihat senyuman itu semakin membuat Toni tak karuan,bahkan ia sampai mematung,dan tatapan nya tak beralih sedikit pun.
"Kenapa aku baru sadar,kalau dia sangat cantik,bahkan terlihat menggemaskan jika sedang sedang kesal,Ya Tuhan jantungku"batin Toni.
Sampai akhir nya teriakan Tia menyadarkan nya.
"Apa kau mau berdiri di sana terus?"tanya Tia dengan teriak.
Segera ia masuk ke dalam lift,dan terjadi keheningan di dalam sana.
Ting
Tak sampai satu menit,lift sudah sampai di lantai dasar,namun entah apa yang merasuki nya,Toni memencet kembali tombol lift ke lantai atas.
Membuat Tia mengerutkan kening nya.
Bahkan sampai beberapa kali Toni melakukan itu,membuat Tia kesal,karna ia sudah lapar,dan juga mungkin teman-teman nya sudah menunggu diri nya.
"Kau itu,apa-apaan sih?,dari tadi naik turun,naik turun,apa kau tak lapar,kita sudah sepuluh menit berada di dalam lift,dan kau malah memainkan nya dengan santai."omel Tia kesal.
Toni yang melihat gadis di samping nya ini ngomel-ngomel,malah tergoda dengan bibir yang tak diam itu.
Dengan berani ia mendekatkan wajah nya,bahkan sebelum Tia kembali berucap.
Cup
Membuat Tia mematung,bahkan ia langsung kaku seperti patung.
Karna bagaimana pun,ini pertama kali nya,ia si cium seseorang.
Tak mendapat penolakan dari Tia,semakin membuat toni berani,ia dengan berani sedikit m*****t bibir Tia pelan.
Toni merasa senang,karna ia dapat menikmati bibir yang sedari tadi menggoda nya itu tanpa hambatan.
Sampai beberapa detik ci*man itu pun terlepas,dan terlihat Tia masih belum bergerak.
Toni yang gemas kembali mengecup bibir itu kembali,sampai beberapa kali.
Tia yang baru sadar,langsung mendorong tubuh Toni sampai membentur dinding lift.
"Kau,kurang ajar,mesum"maki Tia menyembunyikan wajah malu nya.
"Berani-beraninya kau mengambil ci*man pertama ku"ucap Tia pelan.
Karna bagaimana pun ini ci*man pertama nya,dan pastinya jantung nya sudah berdebar kencang,seperti akan loncat dari tempatnya.
Sedangkan Toni hanya tersenyum,ia membiarkan Tia meluapkan rasa kesal nya,sampai akhir nya.
Ting
Suara denting lift menandakan mereka sudah sampai di lantai dasar kembali.
Dan Tia tak menyadari itu,ia masih terus saja mengoceh.
"Apa kau mau ku cium lagi?"tanya Toni menghentikan ocehan Tia.
Seketika Tia memukul lengan nya dengan kencang.
"Kau.."ucapan Tia tertahan karna Toni sudah berada di depan nya.
"Berhenti mengoceh atau kita ulangi lagi yang tadi"ancam Toni,dan seketika Tia berhenti dan keluar dari lift sambil menghentakkan kaki nya pertanda kesal.
Toni tak dapat menyembunyikan rasa bahagia nya.
"Kau sudah menjadi milikku,tak ada seorang pun yang bisa merebut mu dari ku"batin Toni,dan ia sudah mengklaim Tia sebagai milik nya.
"Be mine"batin nya kembali dan tersenyum.
Flashback off.
Toni masih senyum-senyum sendiri,tanpa ia sadari ia menjadi pusat perhatian.
Tia yang menyadari itu,mencubit paha Toni membuat Toni terkejut.
"Apa honey?"tanya Toni tanpa sadar.
Membuat Tia memalingkan wajah nya karna malu.
Bara yang biasa nya diam pun,ia melemparkan sendok tepat ke arah kening Toni.
"Aduh"ringis nya sakit dan terkejut.
Seketika ia melihat ke sekeliling nya,dan ia pun langsung cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Membuat mereka semua menghela nafas panjang,ada juga dari mereka yang tertawa misterius.
Berbeda dengan para gadis,mereka menatap Tia dengan tatapan penasaran,bahkan Renata dengan sengaja menaik turunkan alis nya.
Dan dengan cuek nya Tia menyantap kembali makanan nya,walau sebenar nya ia merasa malu,dan gugup