"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15(pulang bersama)
Kringg.....
Bel pulang berbunyi dengan sangat nyaring, semua orang mulai berhamburan untuk keluar kelas, tak jauh beda dengan Kayla, gadis itu sudah membereskan semua buku dan juga alat tulis yang baru saja ia gunakan untuk mencatat
Kayla yang melihat Viona hanya melamun pun segera menyenggol lengan gadis itu
"Udah bel, elo gak mau pulang?" Tanya nya
"O-ooh, ini juga mau pulang kok" Jawab Viona yang langsung membereskan buku-buku nya dengan cepat
Kayla menunggu Viona sembari memainkan ponsel nya, ketika sedang scroll-scroll sosmed, tak sengaja ia melihat foto Baskara dan Aurel terpampang jelas dengn caption simbol hati
Tangan Aurel secara tak sadar langsung memberikan ponsel itu kepada Viona, yang membuat wajah gadis itu berubah menjadi masam
"M-ereka beneran pacaran?" Ucap Aurel tak percaya
Viona tak membalas ucapan teman nya itu, ia memakai tas nya dan berlalu begitu saja, hal itu membuat Kayla dengan tergesa-gesa mengejar Viona yang sudah menghilang di balik pintu
"Viona! Tungguin gue!" Seru Kayla dengan nafas yang mulai tersenggal-senggal
Hosh... Hosh... Hosh...
"Elo kenapa jalan nya cepet banget sih! Gue capek ngejar nya" Kesal Kayla dengan wajah yang sudah di penuhi oleh keringat
"Aku gak cepet kok, kamu aja yang lambat" Jawab Viona tanpa dengan tatapan lurus ke depan
Kayla hanya bisa menghela nafas melihat perubahan sikap dalam diri Viona, ia sangat mengerti perasaan gadis itu saat ini, pasti diri nya benar-benar kecewa dengan sikap Baskara
"Elo pulang nya jalan kaki?" Tanya Kayla mencoba mencairkan suasana
"Enggak, aku naik angkot, soal nya mau jemput ibu di rumah" Jawab Viona
Dengan tersenyum Kayla segera menggenggam tangan teman nya dengan lembut, hal itu membuat Viona merasa aneh dengan sikap Kayla yang seperti itu
"Bareng gue aja ya, gue pengen tau di mana rumah Lo yang lama, sama rumah baru yang elo tempati sekarang" Pinta Kayla memohon
Viona yang mendengar nya tak langsung menjawab, gadis itu masih terus melangkah seraya memikirkan permintaan teman nya itu
"Gimana ya? Tapi aku kan udah pernah janji mau bawa dia ke rumah ibu, tapi aku cuma takut kalo nanti dia kaget sama rumah ku, lagian tempat nya kan gak higenis, takut kalo dia nanti tiba-tiba sakit" Batin Viona bimbang
Kayla terus merengek bagaikan anak kecil yang minta di belikan permen, bahkan kini mereka berdua menjadi pusat perhatian para murid yang masih berada di lingkungan sekolah
"Iya-iya, tapi kamu jangan masuk ya, tunggu di depan aja" Final Viona yang membuat Kayla loncat-loncat kegirangan
Sesampainya di depan gerbang, mereka harus menunggu jemputan dari sopir pribadi Kayla yang saat ini masih di dalam perjalanan
"Aku kabarin nenek dulu ya kalo pulang nya telat, takut dia nyariin" Izin Viona yang di angguki oleh Kayla
Viona yang sibuk mengutak-atik ponsel nya tidak mengetahui jika dari kejauhan Baskara menatap nya tanpa berkedip, Kayla yang melihat hal itu pun langsung menyenggol lengan teman nya itu
"Baskara liatin elo terus" Bisik Kayla
Tetapi gadis itu sama sekali tak merespon, hingga bisikan Kayla kini kembali terdengar
"Dia pulang bareng Aurel!" Seru Kayla dengan suara tertahan
Akhirnya Viona dengan cepat mendongak kan kepala nya, dan betul saja, gadis itu bisa melihat dengan jelas saat Baskara membuka kan pintu untuk Aurel
Dalam hati paling dalam, ada rasa tak rela saat laki-laki itu tersenyum manis ke arah Aurel
"Elo gak papa kan?" Tanya Kayla sembari menepuk pundak Viona dengan pelan
"Gak papa, orang dia juga bukan pacar aku kok" Jawab nya seraya tersenyum simpul
Tin.. Tin...
Suara klakson mobil di sebrang jalan membuat Kayla langsung menoleh, ia melambai pada sopir yang tengah tersenyum ke arah nya
"Sini pak!" Panggil Kayla yang langsung di angguki oleh sopir pribadi nya
Hal pertama yang Viona lihat adalah gambar stiker kecil yang terdapat di setiap pintu mobil, ia terkekeh geli melihat foto Kayla yang sedang cemberut itu
"Kenapa ketawa? Emang nya ada yang lucu?" Heran Kayla
"Itu kenapa stiker mobil nya foto kamu semua?" Tunjuk Viona pada salah satu pintu mobil
Wajah Kayla berubah menjadi cemberut setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Viona, sebenarnya ia sangat malah membahas tentang masalah stiker ini
Tapi berhubung karena Viona teman baik nya, maka dengan suka rela ia akan menceritakan bagaimana stiker foto nya bisa di tempel pada pintu mobil
"Ntar gue ceritain di dalem mobil" Ucap Kayla sembari menarik tangan Viona
Fasilitas di dalam mobil milik Kayla benar-benar sangat komplit, terdapat wifi dan juga tersedia berbagai macam cemilan yang di taruh pada setiap bangku
Tak hanya itu, ada juga beberapa i-pad yang di pasang di setiap lorong bangku, Kayla mengajak Viona untuk duduk di belakang, karena di sana mereka bisa leluasa bercerita sambil rebahan
Karena mobil Kayla ini di desain sendiri oleh ayah nya untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan pada putri semata wayang nya itu
"Pak nanti kita pergi ke tempat ini dulu ya" Pinta Kayla sembari memberikan kopelan kecil yang sebelum nya sudah di tulis oleh Viona
"Baik non" Jawab sopir itu dengan mengangguk
Setelah itu Kayla kembali ke belakang, di lihat nya Viona yang sedang memandangi mobil milik Baskara yang saat ini sedang bergerak keluar dari pintu gerbang sekolah
"Hmm, elo gak mau cerita apa-apa gitu sama gue?" Tanya Kayla dengan hati-hati
Sebenarnya Kayla sangat penasaran dengan hubungan antara Viona dan juga Baskara itu seperti apa? Karena sebelum nya yang ia tau mereka tidak pernah ada pendekatan
"Gue mau ceritain semua nya sama kamu, tapi jangan bilang-bilang sama siapa-siapa" Pinta Viona
"Iya janji gue gak bakal cerita sama siapa-siapa, lagian temen gue kan cuma elo doang"
Viona menarik nafas nya dan menatap mata Kayla dengan lekat, sebelum memulai cerita gadis itu memastikan dulu apakah sudah ada balasan dari nenek atau belum, dan ternyata pesan itu sudah di balas yang membuat hati Viona menjadi tenang
"Jadi gini, waktu itu kalo gak salah udah 6 bulan jalan aku kerja di rumah dia, nah tiba-tiba aja dia ngomong tentang perasaan dia sama aku, ya inti nya kayak nyatain cinta, tapi posisi nya aku benar-benar gak ada rasa sama sekali sama dia, lagian dia juga kan anak orang kaya, gak mungkin banget mau pacaran sama aku" Jelas Viona sembari mengingat bagaikan dulu Baskara menyatakan cinta nya pada gadis itu
"Whatt? Dia pernah nembak elo? Yang bener aja" Kaget Kayla yang tak percaya dengan apa yang baru ia dengar
"Maksud gue bukan ngatain elo yang gimana-gimana, dari dulu kan Baskara terkenal paling anti sama cewek, jadi gue kayak gak nyangka aja dia bisa ngomong kayak gitu sama elo" Terang Kayla yang takut menyinggung perasaan Viona
"Aku juga awal nya ragu, karena tau sendiri aku gimana, jadi aku bilang sama dia kalo gak mau pacaran dulu, masih pengen fokus menata masa depan, nah setelah hari itu, sikap sama sifat dia ke aku itu udah beda banget, bahkan sampai sekarang ini"
Mendengar cerita yang seperti itu, seperti nya Kayla bisa menyimpulkan, bahwa Baskara saat ini memang ingin melupakan Viona dengan cara berpacaran debgan dengan Aurel