NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Telah Pergi

Ketika Cinta Telah Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin

"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruangan yang dingin

Sesaat setelah pintu ruangan rawat inap ditutup oleh Dokter Yasmin, dua orang perawat masuk dengan langkah yang cermat. Udara dingin dari pendingin ruangan menyapa mereka, disertai dengan hembusan napas yang terengah-engah dari Ara, yang tubuhnya bergetar hebat di atas ranjang putih saat tangisannya pecah lagi.

Mata Sri, seorang perawat muda dengan bibir yang sedikit menggigil karena khawatir, dan Ibu Lina, perawat senior yang wajahnya sudah terbiasa dengan berbagai kondisi pasien kini terfokus pada Ara. Kedua orang itu saling menatap sebentar, membaca kekhawatiran satu sama lain. Khawatir kandungan wanita itu tetap tidak bisa diselamatkan, meskipun tangan ahli seperti Dokter Yasmin yang menangani.

"Bu Ara... kenapa Anda menangis?" Suara Sri terdengar lembut tapi penuh perhatian.

Sri mendekat perlahan, tangannya terulur hendak mengelus punggung Ara yang masih bergetar seolah ingin menenangkan.

"Apa Dokter Yasmin mengatakan sesuatu yang membuat Anda sedih? Kami bisa membantu jika ada yang bisa kami lakukan." Bu Lina menambahkan.

Tiba-tiba, Ara mengangkat wajahnya yang memerah dan bengkak karena menangis. Matanya merah menyala seperti bara api, dan kedua tangannya yang sebelumnya menutupi wajah sekarang menyambar keras tangan Sri yang hampir menyentuh pundaknya.

Sri terkejut, tangannya terlempar ke belakang. Sikap kasar Ara membuat wajah Sri memerah karena malu dan sedikit takut.

"KELUAR!" Teriakan Ara begitu keras hingga suara itu bergema di dinding ruangan yang dingin.

"Aku tidak ingin diganggu! Jangan sentuh aku!" Lanjut Ara dengan suara terisak.

"Sabar Sri." Ibu Lina segera melangkah ke depan, menepuk bahu Sri dengan lembut sebelum menghadap Ara dengan tatapan yang lebih tegas tapi tetap penuh rasa hormat.

"Maafkan kami, Bu Ara," ucap Ibu Lina dengan suara yang tenang namun jelas terdengar di telinga Ara.

"Dokter Jacob memerintahkan kami untuk menjaga Anda selama beliau tidak ada. Kami hanya ingin memastikan Anda dan kandungan Anda dalam kondisi baik. Kalau ada yang Anda butuhkan seperti air putih, handuk, atau hanya sekedar ingin teman berbicara, kami siap membantu Anda." Lanjut Bu Lina.

Namun kata-kata itu seolah tidak sampai ke telinga Ara. Ara menarik napas dalam-dalam, dada yang membengkak karena epek kehamilan naik turun dengan cepat. Matanya yang merah menyala itu menatap tajam ke arah Ibu Lina, kemudian menunjuk keras ke arah pintu keluar.

"APA KALIAN TULI?!" Jeritan Ara semakin memecah keheningan.

"KELUAR SEKARANG JUGA! JANGAN SAMPAI AKU MEMANGGIL ORANG LAIN UNTUK MEMBUANG KALIAN BERDUA DARI RUANGAN INI!" Pekik Ara dengan mata menyala tajam.

Kaki Ara yang lemah mencoba untuk berdiri, tapi tubuhnya terlalu lemah hingga bahunya menyentuh tiang ranjang dengan keras. Ibu Lina ingin maju untuk menolong, tapi segera berhenti saat melihat tatapan Ara yang penuh kemarahan.

"Baiklah, Bu Ara, kami akan pergi. Tapi tolong tenangkan diri Anda ya. Stres berlebihan tidak baik untuk Anda dan buah hati dalam kandungan Anda." Ucap Ibu Lina dengan nada yang tetap tenang.

Dengan langkah yang lambat, Sri dan Ibu Lina keluar dari ruangan, menutup pintu dengan suara klik yang lembut. Namun mereka tidak pergi jauh. Seperti yang diperintahkan Dokter Jacob, mereka tetap berjaga di depan pintu, tubuh mereka bersembunyi di balik tembok kecil agar tidak mengganggu pandangan Ara, tapi tetap siap siaga andai ada yang terjadi pada wanita itu.

"Aku benar-benar tidak mengerti, Bu Lina," bisik Sri dengan suara yang penuh rasa tidak percaya, matanya masih menatap pintu ruangan di mana Ara ada di dalamnya.

"Kenapa Dokter Jacob mau terlibat dengan wanita seperti itu? Kasar sekali! Berbeda jauh dengan Dokter Yasmin yang cantik, lembut, dan sukses sebagai seorang Dokter. Sedangkan wanita itu..." Kata Sri sambil menghela napas panjang, tangannya mengusap dada yang masih berdebar-debar karena terbayang akan kemarahan Ara.

Ibu Lina segera menepuk bahu Sri dengan keras, matanya menggeleng dengan ekspresi yang serius.

"Sttt! Itu bukan urusan kita, Sri. Ingat kalau rumah sakit ini milik keluarga Anderson. Jangan campuri urusan pribadi Dokter Jacob jika kita ingin bekerja di sini lebih lama lagi, lebih baik fokus saja pada tugas kita." Balas Bu Lina dengan suara rendah tapi tegas.

Suara bisikan Sri dan Bu Lina, meskipun rendah, tapi tetap terdengar jelas di telinga Ara yang sedang duduk menyendiri di tepi ranjang. Dinding rumah sakit yang tipis tidak mampu menyembunyikan kata-kata yang menusuk hati itu. Rasa sakit yang sudah ada di dalam hatinya semakin membesar, menyatu dengan rasa frustrasi yang tak tertahankan.

"Dokter Jacob. Dokter Yasmin." Dua nama itu terus berputar-putar di benak Ara.

Tangan yang sebelumnya menggenggam seprai putih dengan kuat kini melepaskan cengkeramannya. Tanpa sadar, tubuh Ara melorot ke bawah hingga bokongnya menyentuh lantai ubin yang dingin. Dinginnya merambat dari tulang belakangnya hingga ke ujung jari-jarinya, tapi Ara tidak merasakan apa-apa.

Matanya menatap kosong ke arah jendela yang tertutup rapat oleh tirai putih. Kata-kata dua orang perawat itu terus berulang-ulang di kepalanya, menyatu dengan kata-kata Dokter Yasmin yang baru saja dia dengar.

Kata-kata yang dikirimkan Dokter Yasmin lewat pesan teks untuk Ara ucapkan dalam Video klarifikasi yang seharusnya Ara buat, semua itu seolah lenyap begitu saja. Hanya ada rasa kosong yang dalam, menyelimuti seluruh tubuhnya hingga Ara tidak bisa bergerak lagi.

Bersambung...

1
Valen Angelina
muak aku 🤣🤣🤣
Ifah Al Azzam Jr.
astaga thor smoga papa don bisa jd penyelamat dan keluarga Yasmin tdk hancur lagi, sungguh aq kecewa klo sampai itu terjadi...
Ifah Al Azzam Jr.
smoga Javier tdk kena jebakan yang menghancurkan dan menyakiti Yasmin
Anjani
jangan termakan tipu muslihat wanita rubah itu javier
Anjani
kalau yasmin dan jacob tidak berpisah, yasmin tidak akan menemukan cinta sejatinya Javier
Anjani
Jacob masih curi-curi pandang sama Yasmin
Daulat Pasaribu
bodohlah si javier mau percaya sama wanita iblis
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bulsheet alasan bo doh😡😡
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan² Javier kecelakaan 😥
Sunaryati
Ibu iblis, mudah- mudahan ada yang menyelamatkan Javier
Sunaryati
Jangan terjadi sesuatu pada Javier
Mizu Akira Akuarium
swmoga javier baik2 aja,and untuk jacob moga dapat pendampingan yg baik gak ganggu Yasmin lagi.
Mundri Astuti
mudah"an ada yg menyelamatkan Javier, ayo papa Don bantu javier
Valen Angelina
Javier meninggal trus Jasmin balikan sama jacob..gtu kah endingnya?🤭🤭🤣🤣🤣
Alisha Chanel: oh, tragis sekali ya kak
total 2 replies
Sunaryati
Nah sekarang sudah sadar mengakui kesalahan , jangan sampai menyalahkan Yasmin. Kamu harus selidiki apakah Yasmin selingkuh dengan Javier saat jadi istrimu
Anjani
semoga yasmin dan jacob gak clbk
Dew666
💐🔮🌹
Sunaryati
Kamu kan berjanji untuk tidak menikah lagi Yakob, tenang kau sudah memiliki pewaris yang lahir dari buah cintamu dengan Yasmin
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Sunaryati
Yakob kamu kok curiga dengan warna rambut Elara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!