Seorang gadis yang diam-diam suka dengan seorang tentara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijab Art, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28 Semangat!
"Aduh!"
"Rahma!" Semuanya khawatir melihat Rahma yang tiba-tiba jatuh,
"Ndk papa...ndk papa ji!" Ucap Rahma sambil berusaha berdiri untuk menghilangkan kekhawatiran semuanya.
"Kamu kan baru ajah mengalami kecelakaan, pasti kaki kamu masih sakit, istirahat ajah sana!" Perintah Reyhan,
"Iyah!, istirahat ajah Rahma" Tambah Safitri,
"Iyah!"
Akhirnya, Rahma hanya bisa melihat mereka bermain dari jauh,
"Shh!, sakit juga" Ucapnya merasakan nyeri dan sedikit merasakan mati rasa pada kakinya itu.
Tanpa Rahma sadari, dari jauh Reyhan menatapnya dengan rasa khawatir.
***
"Makannya, Hati-hati Rahma!, kamu tuh terlalu over tadi mainnya," Oceh Safitri saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah dengan melewati pematang sawah yang sempit.
"Ye!, siapa suruh tadi ajak aku main. Kan kamu tau aku baru ajah kecelakaan, Fitriii!" Ucap Rahma sambil menekan kata i diakhir.
"Lagipun, aku terlalu bersemangat kalau main bareng-bareng" Lanjut Rahma sambil berjalan dengan sedikit tertatih. Walaupun kaki Rahma agak sedikit sakit, tapi dia masih bisa berjalan.
"Iya, apalagi kalau mainnya sama Reyhan kan?" Ejek Safitri pada Rahma.
"Ish!, apaan sih!, nggklah!" Ucap Rahma
"Lagipun aku main sama siapapun juga terasa menyenangkan." Lanjut Rahma.
"Hm!" Safitri hanya berdehem jail.
"Walaupun kita udah SMA, seru juga yah main bareng-bareng lagi kayak dulu" Ucap Rahma sekilas mengingat waktu kecil mereka yang selalu dihabiskan untuk bermain.
"Iyah!, apalagi pas kita pergi mancing bareng-bareng ke sungai dulu, lama banget kita mancingnya, eh! Malah nggk dapet-dapet ikannya." Sambung Safitri,
"Ahhh!, iya yah!" Tambah Rahma.
"Tapi, rasanya seru!"
"Hey!" Suara lantang mengagetkan mereka dari kejauhan, nampak seorang pemuda yang tengah berada di pinggir sungai kecil didekat persawahan.
"Siapa itu?" Tanya Rahma yang tidak terlalu jelas melihat karena tidak menggunakan kacamatanya.
"Reyhan" Jawab Safitri,
"Mau apa dia di sana?" Tanya Rahma,
"Mm..mm?" Safitri hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu.
Mereka berdua tetap melanjutkan langkah mereka tidak peduli dengan teriakan Reyhan,
"Woy!" Teriak Reyhan lebih keras lagi,
Kini, mereka berdua sedikit mengalihkan pandangannya melihat Reyhan yang nampak melambaikan tangannya mengajak mereka ke sana.
"Mau ngapain sih tuh anak?" Tanya Safitri agak kesal,
"Dia panggil kita mungkin" Ucap Rahma sambil memperhatikan Reyhan yang tampak tetap melambai-lambaikan tangannya.
"Mau ngapain?", ucap Safitri,
" Ah! Udahlah, pulang ajah" Lanjut Safitri sambil melangkahkan kakinya.
"Eh!, ke sana ajah yuk!, mungkin ada sesuatu yang penting" Ucap Rahma penasaran dengan panggilan Reyhan.
"Hah?, penting?, apa yang penting?"
"Mungkin ajah ada permata" Ucap Rahma sambil berbalik melangkah menuju tempat Reyhan berada,
"Emang ada?" Tanya Safitri pelan dan berbalik melihat Rahma sudah mulai jauh melangkah meninggalkannya,
"Eh!, Rahma tunggu!" Teriak Safitri sambil melangkah menyusul Rahma, dia terpaksa mengikuti sepupunya itu takut dia kenapa-napa dengan kakinya yang masih belum sembuh itu.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka berdua ditempat Reyhan berada,
Ternyata, bukan hanya Reyhan yang berada di situ, tapi ada juga teman-teman yang lain yang sedang menunggu mereka berdua.
"Eh!, pada mau ngapain nih?" Tanya Safitri,
"Nggk ada sih, cuman liat-liat pemandangan ajah, sini gabung!" Ucap Reyhan
"Ye!, kira ada apa, tau-taunya nggk ada" Cerewet Safitri,
"Eh!, tapi indah juga yah pemandangan dari sini," Ucap Rahma sambil memandangi alam sekitaran mereka.
"Ya kan?, indah juga ternyata kampung kita" Jelas Reyhan,
Bagaimana tidak, mereka sedang di persawahan yang dikelilingi oleh gunung-gunung serta sungai yang indah, begitu terasa damai.
"Kawan-kawan!" Panggil Reyhan melirik sungai kecil didekatnya dengan air yang jernih.
"Ayok!" Jawab mereka serempak seakan mengerti maksud Reyhan.
Mereka mulai turun ke sungai kecil itu yang telah di semen sambil duduk dan meluruskan kaki masing-masing mereka,
"Hey! Kalian berdua mau ikutan nggk?" Tanya salah satu dari mereka,
"Nggklah!" Cuek Safitri,
"Ehhh, nggk!" Ucap Rahma yang merasa dilirik,
"Ok!"
Merekapun mulai berseluncur di sungai kecil itu bersamaan seperti anak TK,
"Hu!....." Teriak mereka,
"Hhhh!" Rahma dan Safitri hanya melihat mereka sambil tersenyum dan tertawa melihat tingkah mereka itu,
***
Di pagi hari yang cerah, mereka semua datang pagi-pagi ke sekolah, hari ini mereka akan studytour ke beberapa daerah wisata. Bagi mereka ini adalah kegiatan yang paling dinanti-nanti dan menyenangkan, apalagi buat seorang Rahma dan Deby si paling yang bersemangat.
"Rahma!, Rahma!, mmmm" Ucap Deby sambil loncat-loncat kegirangan karena saking senangnya ingin pergi studytour.
"Udahlah Deby, nanti kamu malah makin pendek tau" Canda Rahma,
"Emang beneran?"
"Beneran, kalau loncat-loncat itu malah bikin pusing orang yang ngeliat kamu" Ucap Rahma dengan wajah datarnya,
"Ish!, Rahma"
"Assalamu'alaikum!" Ucap Iyan menghampiri Rahma dan Deby,
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.." Ucap Rahma dan Deby bersamaan,
"Ada yang seneng banget nih pergi studytour" Ejek Iyan melirik Deby,
"Eheeh..iya dong, kita tuh harus semangat" Ucap Deby sambil mengepalkan tangannya,
"Semangat!," Iyan pun mengikuti Deby sambil mengepalkan tangannya juga. Mereka sama-sama bersemangat dan terlihat wajah ceria mereka semua.
"Owh iya Rahma, bagaimana tawaran ku kemarin?" Tanya Iyan kepada Rahma,
"Tawaran apa?" Tanya Deby,
"Tawaran?, aku pikir sih itu bukan tawaran, tapi ajakan" Ucap Rahma,
"Hhh, iya. Lalu bagaimana dengan ajakanku?, mau tidak?" Tanya Iyan lagi,
"Mereka bicara apaan sih?" Ucap Deby pelan berasa dicuekin,
"Atau jangan-jangan,..." Ucap Deby menutup mulutnya,
"Kamu ditembak sama Iyan yah Rahma?" Sambung Deby dengan suara agak ditinggikan, agak bar-bar dikit emang nih Deby, membuat semua orang yang berada disekitarnya memandangi mereka, terutama Reyhan yang tak jauh berdiri dari tempat mereka berada.
"Hah?" Mereka berdua terkejut dengan dugaan Deby yang tiba-tiba,
"Eh! Deby, jangan keras-keras dong" Ucap Rahma, sedangkan Iyan hanya senyum-senyum.
"Eh!, maaf, jadi kamu ditembak sama Iyan?" Ulang Deby, kali ini suaranya agak dipelankan.
"Bukan, Iyan itu kemarin ajak aku untuk ikut lomba cerdas cermat, ya kan Iyan?" Jelas Rahma,
"Hhh.., iya." Iyan membenarkan.
"Owh!"
"Ya udah, aku ke sana dulu yah teman-teman, soalnya udah ada bis!" Ucap Iyan sambil menunjuk bis kelasnya yah sudah datang,
"Iya" Ucap Rahma,
Setelah Iyan agak menjauh, Rahma dan Deby pun melangkah menuju bis mereka juga.
"Ish!, kamu tuh ya Bi!, kalau ngomong jangan teriak-teriak dong, nanti orang denger, bikin heboh satu sekolah. Kan kamu tau, Iyan itu siswa populer di sekolah, religi banget, dan aktif lagi. Mana mau dia pacaran sama gue." Jelas Rahma dengan sedikit menekankan suaranya,
"Heheh...iya, iya. Tapi, " Ucap Deby tertahan,
"Jodoh nggk akan kemana..."
***next
Semoga secepatnya bisa update lagi.
Semangat 🌻
Gimana nih Thor?