Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter thirteen
Annchi yang semangat untuk menghajar keluarga benalu, itu pun langsung menatap Huwa Ming
"Bawa gege Bao-yo dan An juga Bai kesisi kiri" ucap Annchi. Huwa Ming pun mengangguk dan menuntut Bao-yo
"Lao po" desis Bao-yo. dia merasa gagal untuk melindungi istrinya, Annchi pun langsung menjawab ucapan sang suami
"Aku baik-baik saja, sekarang Lao gong ikuti Huwa'er" bujuk nya. Bao-yo hanya bisa mengikuti ucapan sang istri, dalam hati dia merasa gagal sebagai suami
"Aku berjanji setelah sembuh, tidak akan membuat mu melakukan tugas seperti ini lagi" gumam Bao-yo. sambil mengepalkan kedua tangannya dia mengutuknya dirinya sendiri
Annchi tersenyum remeh pada para lelaki Keluarga Bao-yo
"Maju tuan-tuan... Jangan satu-satu itu terlalu lama" ucap Annchi dengan menantang
"Sombong kau Pela*ur... kau akan kami buat cacat seperti suamimu yang buta itu" ucap paman pertama Bao-yo. dia marah dan benci dengan wanita yang menantang, dia kau pria yang berpikir wanita itu harus selalu bersujud di bawah kaki pria
"Cih... banyak omong maju kalian para badut" teriak Annchi. Annchi pun langsung memasang kuda-kuda nya
Sepupu Bao-yo pun maju dan menendang perut Annchi, Annchi pun menghindar dan meninju hidung nya
BUG
SREK
BRAK
ARRRGGG
Sudah hidung kena tinju dan dengan enteng nya Annchi mengangkat tubuh kekar itu dan membanting dengan kencang, membuat pinggang Sepupu Bao-yo berbunyi. entah itu tergeser ataupun patah mereka tidak tahu tapi yang mereka dengar suara KREK itu membuat mereka Merinding
"Sialan kau jal*Ng tidak tahu diri" teriak paman kedua dia marah putranya sampai seperti itu. Annchi tersenyum remeh
"Majulah... Jangan terlalu banyak bicara" ucap Annchi. iya benar-benar sudah gatal ingin menghajar para lelaki keluarga Bao-yo
Akhirnya ketujuh orang itu maju bersamaan. Annchi tentu semakin semangat, Annchi memberikan tendangan bebas, melilit tubuh paman pertama dengan batang rumput
SREK
ARRRGGG
KREK
BRUG
BRAK
"Hajal ibu... jangan tacih ampun, meleta yang celing putul Gege Bai. dan tendang An'el ibu" teriak An. Annchi yang mendengar teriakkan An pun semakin ganas
BRAK
BRUG
DUG
Tiga puluh menit Annchi menumbangkan delapan pria Keluarga Bao. nafas Annchi pun Senin Kamis, dia ada kelegaan bisa menggerakkan tubuh Annchi. walau nafas nya tidak stabil tapi lumayan lah tidak terlalu lemah pemilik tubuh ini
"Hu....hu....ada lagi? kalian mau ku hajar lagi? maju lah mumpung aku masih kuat" ucap Annchi. dengan dada naik turun, An dan Bai bernekad untuk belajar bela diri kepada ibu nya
"Aku harus belajar dengan jie jie... aku ingin seperti jie jie agar tidak mudah di tindas" gumam hati Huwa Ming, dia terkesima dengan Annchi. tubuhnya mungil, tapi kekuatan tubuhnya luar biasa. para tetangga yang melihat itu pun melongo, mereka berpikir kalau Annchi itu wanita yang lemah karena selama ini Annchi, tidak pernah memperlihatkan bila dia bisa bela diri
Para istri Keluarga Bao-yo pun langsung membantu para suaminya, mereka tak tahu kenapa Annchi bisa begitu kuat
"Ayo kita pergi... awas kau ya, kami akan buat kalian memohon karena hidup melarat" teriak Nenek Nou. dia sudah ketar-ketir melihat putra-putranya dan para cucu-cucunya dihajar habis-habisan oleh Annchi
Tetua Bao menatap tajam, dia merasa terhina karena semua keluarga lelaki di hajar tanpa ampun. iya berjanji dalam hati akan membuat keluarga kecil Bao-yo mati
"Akan ku bakar mereka hidup-hidup.... hidup pun percuma hanya membuat mataku sakit, Bao-yo tak boleh sukses, dia harus menderita" gumam nya sambil menatap tajam Bao-yo. entah kenapa kakek Bao-yo begitu membenci Bao-yo, hanya Author dan tuhan yang tahu dengan kebencian Tetua Bao itu kepada cucunya
Keluarga Bao-yo pergi meninggalkan kediaman pribadi Bao-yo dan keluarga kecil, An dan Bai mendekati sang ibu
"Ibu kau baik-baik saja? Ibu Bai'er ingin belajar bela diri dari ibu boleh? agar Bai'er bisa menjaga ibu dan An'er juga ayah, Bai'er tak ingin ibu terluka saat membela kami nantinya" ucap Bai dengan nada bergetar, dia terhura karena Annchi sudah mau membela mereka
"Tentu... ibu akan mengajarkan mu, besok pagi kamu harus berlari mengelilingi rumah ini, agar pernafasan mu kuat dan otot-otot mu saat memasang kuda-kuda kokoh" ucap Annchi. Huwa Ming dan An pun mengangkat tangan mereka
Annchi mengerutkan alisnya saat melihat kedua wanita cantik itu ngangkat tangan mereka
"Kenapa kalian mengangkat tangan? Apa kalian pikir aku sedang memberikan ujian di perguruan?" tanya Annchi dengan nada bercanda
"Ibu jangan lupa Atu juga mau belajal loh.... maca Gege caja yang mau belantam" ucap An. Annchi menatap anak perempuannya dengan tetapan menyelidik
"Ngapain kamu ingin berantem? orang ingin adem kamu malah mau berantem" ucap Annchi
"Sudah-sudah kalau kalian mau belajar bela diri ikuti lari terlebih dahulu, sekuat kalian tiap pagi nanti setelah lari ibu akan mengajarkan dasar-dasar terlebih dahulu, setelah kalian lancar dengan dasar-dasarnya baru ibu akan mengajarkan utama bela diri nya" ucap Annchi. ketiga nya pun mengangguk
"Bibi apa kami juga boleh belajar?" tanya salah satu anak lelaki yang mendekati Annchi
"Eh... kalian siapa?" tanya Annchi. dia terkejut saat melihat tiga bocah laki-laki yang lebih besar dari Bai
"Aku Sin Yu... ini adik sepupu ku Sin Win dan ini adik bungsu ku Sin Wan, kami keluarga Sin yang rumahnya di sana" ucap Sin Yu. sambil menunjuk rumah yang paling dekat dengan rumah Bao-yo. menurut mereka rumah itu dekat karena hanya rumah keluarga Sin yang paling terdekat dengan rumah Bao-yo
"Apa kalian berteman dengan Bai?" tanya Annchi
"Aku yang berteman dengan Bai Bibi... Gege dan kakak sepupu beda tiga tahun dengan Bai, kalau aku beda satu tahun dengan Bai"Jawab Sin Wan. Annchi pun mengangguk dan menatap putra nya untuk menanyakan kebenaran nya itu
"Iya ibu Sin Wan teman ku, hanya dia yang mau berteman dengan ku... Gege Sin Yu dia sudah masuk perguruan ibu, begitu juga dengan Gege Sin Win, walau mereka berdua pulang siang hari tapi mereka sering membantu Bai'er saat mencari buah atau sayur liar dulunya" ucap Bai. Annchi mengangguk
"Kalian berdua pergi ke perguruan jam berapa?" tanya Annchi kepada dua saudara Sin itu
"Kami berdua pergi pukul sembilan, karena masuk perguruan jam setengah sepuluh dan pulang sekitar jam dua siang bibi" jawab Sin Win
"Baiklah... kalian jam lima sudah bangun belum?" tanya Annchi mereka bertiga pun mengangguk, karena Keluarga nya akan bangun jam tiga pagi mereka akan membantu orang tua untuk memberikan kan makan ternak dan membersihkan kamar mereka mandi dan sarapan baru mereka pergi ke perguruan
"Baiklah kalian bisa lari pagi dengan Bai di jam lima... selesai berlari bibi akan mengajarkan dasar-dasar nya dulu mengerti" ucap Annchi
"Mengerti bibi.... terima kasih sudah mau mengajari kami" ucap Sin Yu. dia dan kedua saudara nya pun membungkukkan tubuh mereka seolah memberikan hormat kepada Annchi
"Nyonya Bao-yo.... terima kasih mau menerima cucu ku untuk mengajari mereka ilmu bela diri, jaman sekarang bela diri itu sangat penting. dan juga mahal untuk mencari guru bela diri" ucap Nenek Tua Sin.Annchi tersenyum pada wanita tua. dia juga mengajak semua keluarga Sin duduk di bawah pohon sakura
"Ayo duduk dulu, semenjak aku menikah dengan Bao-yo. aku tidak pernah menyapa kalian bukan, ayo duduk untuk saling mengenal terlebih dahulu" ucap Annchi. Kakek tua Sin pun mengangguk, memberikan kode pada semua keluarga nya. akhirnya mereka pun duduk dan Annchi pun masuk kedalam rumah untuk mengambil beberapa cemilan dan minuman
Sedangkan Bao-yo di tuntun oleh Ayah Sin Yu, ayah Sin Yu itu teman berburu Bao-yo. jadi mereka lah yang sering membantu keluarga Bao-yo
Brownies coklat keju Annchi keluar kan dari ruang kehidupan nya, dan Annchi pun mengeluarkan Daun teh melati. semua keluarga Sin terkesima dengan cemilan manis dan enak itu, tidak lupa teh melati itu begitu harum dan menyejukkan dan tenggorokan mereka
"Nyonya Bao-yo terima kasih Cemilan sorenya" ucap Nenek tua Sin. Mereka pun pamit dan keluarga Annchi pun masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri, dan Annchi pun tadi meminta tolong kepada keluarga Sin untuk mencarikan orang untuk membangun rumah bata dan beberapa rumah bilik untuk di buat Gudang atau dapur
Keluarga Sin pun mengajukan diri mereka untuk membangun rumah keluarga Bao-yo, karena Keluarga mereka yang sering membangun beberapa rumah di desa, Annchi pun mengangguk setuju dengan ajuan itu
"Lao po, HM.. itu apa koin mu cukup untuk membangun rumah yang kau inginkan? aku takut koin mu habis untuk membangun rumah kita" ucap lirih Bao-yo. Annchi yang sedang mengajarkan An baca pun mendongak wajah tampan suaminya itu membuat dia gemas
"Kau tenang saja dengan koin ku yang habis, kita bisa mencari lagi.... ayo sekarang waktunya membuka perban mata mu" ucap Annchi. dia pun menyiapkan air kehidupan untuk mencuci mata Bao-yo
"Apa sekarang kau membuka perban ku?" tanya Bao-yo dengan gugup.Annchi terkekeh geli melihat ekspresi takut dan gugup itu
An dan Bai langsung duduk manis, mereka ingin ayah mereka bisa melihat kembali. Annchi mulai membuka perban nya
"La Lao PO......." ucap gugup Bao-yo. Annchi pun gugup tapi dia harus kuat untuk semua nya
"A ada apa? apa kau belum bisa melihat ku" ucap gugup Annchi dengan memaksa tersenyum. kalau Bao-yo masih tak bisa melihat, ilmu kedokteran yang Annchi pelajari itu sia-sia saja
"Lao PO.... kau kau cantik
"Lao pa kau.... kau .... cantik
DEG
Bersambung......