NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangkar Emas dan Bidikan Pertama

Bentley hitam itu perlahan menanjak melewati jalanan setapak yang dikelilingi pohon-pohon pinus raksasa. Kabut tipis menyelimuti pegunungan, memberikan kesan terisolasi dari peradaban. Di ujung jalan, sebuah gerbang besi hitam tinggi menjulang, terbuka secara otomatis begitu mobil Maximilian mendekat.

Rebecca Sinclair mengerjap, menatap pemandangan di depannya dengan mulut sedikit terbuka. "Om bilang ... ini rumah sederhana?"

Maximilian hanya bergumam tidak jelas sambil merapikan jam tangannya. Di hadapan mereka berdiri sebuah mansion megah bergaya modern kontemporer yang didominasi oleh kaca besar dan batu alam hitam. Meski disebut "rumah pegunungan", tempat itu lebih menyerupai markas militer elit yang dibungkus kemewahan. Di sisi kiri, terlihat hamparan rumput luas untuk latihan berkuda, dan di sisi kanan, sebuah kolam renang infinity yang airnya tampak membeku tertimpa cahaya pagi.

Namun, yang paling mencolok adalah puluhan pria dan wanita berpakaian taktis hitam yang sedang berlatih di berbagai area. Ada yang sedang bertarung tangan kosong, ada yang merayap di bawah kawat berduri, dan suara rentetan tembakan terdengar konstan dari arah bukit di belakang bangunan utama.

"Ini adalah markas Valkyrie Private Security," ucap Maximilian saat keluar dari mobil. "Agen rahasia bayaran terbaik yang pernah kau temui. Dan mulai hari ini, mereka adalah gurumu."

"Tapi Om, aku baru saja hampir mati! Aku butuh istirahat, aku butuh tidur!" protes Rebecca sambil berusaha menyamai langkah panjang Maximilian.

Maximilian berhenti mendadak, membuat Rebecca hampir menabrak punggung tegapnya. Ia berbalik, menatap Rebecca dengan mata yang tidak memiliki celah untuk negosiasi. "Musuhmu tidak tidur, Rebecca. Enzo Valenti tidak sedang beristirahat sekarang. Jika kau ingin tidur dengan tenang, kau harus bisa memastikan siapa pun yang mencoba membangunkanmu akan berakhir di liang lahat."

Max melambaikan tangan ke arah seorang wanita yang sedang berdiri tegak di dekat area latihan menembak. Wanita itu memiliki rambut pirang pendek yang dipotong rapi, wajahnya simetris dan cantik, namun sorot matanya setajam mata pisau. Ia mengenakan tanktop hitam ketat dan celana kargo, memperlihatkan otot lengan yang kencang namun tetap feminin.

"Erica," panggil Maximilian.

Wanita itu mendekat dengan langkah militer yang mantap. Ia adalah Erica, satu-satunya agen wanita di kelompok itu, sekaligus primadona yang disegani sekaligus ditakuti oleh para agen pria.

"Ya, Tuan Maximilian," suara Erica dingin dan tenang. Ia melirik Rebecca dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan, seolah sedang melihat serangga yang tersesat di medan perang.

"Ajari dia dasar-dasar menembak. Aku ingin dia setidaknya bisa mengenai sasaran dalam jarak sepuluh meter sebelum matahari terbenam," perintah Maximilian.

Erica mendengus pelan, sebuah tawa sinis tersungging di bibirnya. "Anda bercanda, Tuan? Gadis ini? Lihat tangannya, dia bahkan gemetar hanya karena mendengar suara peluru di kejauhan. Mengajarinya menembak adalah pemborosan peluru dan waktuku."

Rebecca menunduk, mencengkeram erat jaket pemberian Max. Ia merasa sangat kecil dan tidak berguna di hadapan wanita sehebat Erica.

"Dia terlihat seperti beban yang akan membuat kita semua terbunuh jika Valenti menyerang," lanjut Erica, suaranya sengaja dikeraskan agar terdengar oleh beberapa agen pria yang mulai menonton di pinggir lapangan. "Apa Anda benar-benar ingin mengotori tempat ini dengan gadis manja yang hanya tahu cara menangis, Tuan?"

Suasana mendadak menjadi sangat sunyi. Para agen pria yang tadinya berbisik-bisik langsung terdiam saat melihat rahang Maximilian mengeras. Aura di sekitar Max berubah menjadi sangat pekat dan mengintimidasi.

Maximilian melangkah satu tindak mendekati Erica. Meskipun Erica adalah agen elit, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak mundur satu langkah saat merasakan tekanan dari sang Mafia.

"Erica," suara Maximilian sangat rendah, namun sanggup membekukan aliran darah siapa pun yang mendengarnya. "Aku membayar kalian untuk melakukan apa yang kuperintahkan, bukan untuk memberikan opini sampah tentang tamu pribadiku."

Maximilian menunjuk Rebecca dengan dagunya. "Dia bukan beban. Dia adalah milikku. Dan jika kau merasa waktumu terlalu berharga untuk mengajarinya, mungkin aku harus mencari agen baru untuk menggantikan posisimu—yang tentu saja akan jauh lebih mudah daripada mencari pengganti gadis ini."

Erica tertegun. Matanya membelalak kaget. Ia tidak pernah melihat Maximilian membela siapa pun, apalagi seorang gadis asing yang terlihat lemah. Keberanian dan kesombongan yang tadi ia tunjukkan langsung sirna, digantikan oleh rasa takut dan harga diri yang terluka.

"Maafkan saya, Tuan. Saya ... saya akan segera memulainya," ucap Erica sambil menundukkan kepala dalam-dalam. Ia tidak berani menatap mata Maximilian lagi.

Maximilian berpaling ke arah Rebecca. Ia mencengkeram bahu Rebecca, meremasnya sedikit seolah memberikan kekuatan. "Masuk ke lapangan. Jangan buat aku menyesal telah membelamu."

Dengan langkah gontai dan jantung yang berdebar kencang karena trauma, Rebecca mengikuti Erica menuju area latihan menembak. Erica meletakkan sebuah pistol Glock di atas meja kayu di depan Rebecca.

"Ambil," perintah Erica singkat, nadanya tetap dingin namun tidak lagi menghina secara terang-terangan.

Rebecca menatap pistol itu. Bayangan gang gelap, suara pakaian yang robek, dan wajah para berandal tadi malam kembali berputar di kepalanya. Tangannya mulai berkeringat dan gemetar hebat.

"Om ... aku tidak bisa ..." Rebecca menoleh ke arah Maximilian yang berdiri beberapa meter di belakangnya, mengawasi dengan tangan bersedekap.

"Pegang senjatanya, Rebecca! Fokus!" bentak Erica, mencoba meluapkan kekesalannya karena ditegur Max tadi. "Lihat sasaran itu! Bayangkan itu adalah pria yang mencoba menyentuhmu semalam! Apa kau mau mereka kembali dan menyelesaikan apa yang mereka mulai?"

Rebecca memejamkan matanya rapat-rapat. Air mata mulai mengalir. "Aku takut ...."

Tiba-tiba, ia merasakan tubuh besar dan hangat menempel di punggungnya. Maximilian telah berdiri tepat di belakangnya. Ia melingkarkan tangannya yang besar ke tangan Rebecca, memaksa jemari gadis itu menggenggam gagang pistol dengan benar.

"Buka matamu, Rebecca," bisik Maximilian tepat di telinga gadis itu. "Jangan lihat pistolnya. Lihat musuhmu. Aku ada di belakangmu, aku adalah dindingmu. Tapi tanganmu yang harus menarik pelatuk itu."

Sentuhan Maximilian memberikan kehangatan yang aneh di tengah ketakutan Rebecca. Rebecca membuka matanya perlahan. Dengan bantuan tangan Max yang kokoh, ia mengarahkan moncong senjata ke sasaran kertas yang berada sepuluh meter di depan mereka.

"Fokus. Tarik napas. Tembak," bisik Max lagi.

Duar!

Suara tembakan itu memecah kesunyian pegunungan. Pistol itu tersentak ke atas, namun karena tangan Maximilian menahan tangan Rebecca, mereka tidak kehilangan kendali. Peluru itu mengenai bagian tepi sasaran, tidak tepat di tengah, tapi itu adalah sebuah awal.

Rebecca terengah-engah, bau mesiu memenuhi indra penciumannya. Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa seperti korban. Ada sedikit rasa kekuatan yang mengalir dalam darahnya.

Erica yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan wajah kaku. Ia menyadari bahwa posisi Rebecca di mata Maximilian jauh lebih penting dari sekadar "jaminan hutang".

"Lagi," perintah Maximilian tanpa melepaskan pegangannya pada tangan Rebecca. "Sampai kau tidak perlu tanganku lagi untuk menembak jantung mereka."

Di bawah langit pegunungan yang mendung, di antara agen-agen mematikan yang menonton dengan rasa ingin tahu, Rebecca Sinclair mulai belajar satu pelajaran penting: di dunia Maximilian, cinta dan peluru adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐚𝐡 𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐨𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐱 😘😘😘 𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐜𝐨𝐧𝐠𝐨𝐫 𝐁𝐢𝐚𝐧𝐜𝐚 𝐥𝐠𝐬𝐧𝐠 𝐤𝐢𝐜𝐞𝐩 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐢𝐧 𝐬𝐦 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐤𝐥𝐨 𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐨𝐝𝐲𝐚𝐫 𝐥𝐨 𝐛𝐢𝐚𝐧 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐛𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐨𝐤 𝟏𝐛𝐚𝐛 𝐝𝐨𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 😭😭😭
EsKobok: waduh🤣
total 3 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐱😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐨𝐧𝐮𝐬 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐫𝐧 𝐡𝐫 𝐢𝐧𝐢 𝐮𝐩 𝟑𝐛𝐚𝐛 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐈𝐭𝐚𝐥𝐢𝐚/𝐒𝐩𝐚𝐧𝐲𝐨𝐥 𝐭𝐩 𝐒𝐩𝐚𝐧𝐲𝐨𝐥 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐭𝐝𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐭𝐫𝐤𝐧𝐥, 𝐥𝐛𝐡 𝐤𝐞 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐈𝐭𝐚𝐥𝐢𝐚 𝐬𝐢𝐡 𝐲𝐠 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐪 𝐥𝐡𝐭 𝐝𝐢 𝐟𝐢𝐥𝐦𝟐 😘😘😘🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐭𝐡𝐨𝐫 🦾🦾😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐛𝐤𝐧 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧, 𝐦𝐚𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐮 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐦𝐢𝐰𝐢𝐫 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐐 𝐤𝐬𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬𝐧𝐲𝐚 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐬𝐚𝐦𝐚𝟐 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 😘😘😘
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐫𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐌𝐫𝐬 𝐭𝐝𝐤 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬, 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐱𝐢𝐦𝐢𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐝𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐨𝐦𝐛𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐥𝐰𝐭 𝐤𝐭𝟐 𝐤𝐫𝐧 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐝𝐤 𝐩𝐫𝐧𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮, 𝐤𝐫𝐧 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐭𝐝𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐲𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐚𝐡😭😭😭

𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩 𝐬𝐝𝐡 𝐬𝐥𝐡 𝐩𝐡𝐦 𝐢𝐧𝐢 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐩 𝐣𝐠, 𝐛𝐚𝐜𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐛𝐢𝐥 𝐧𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐩𝐚𝐬 😁😁😁👍👍👍
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐞𝐫𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 𝐢𝐧𝐢 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐥𝐢𝐤𝐞 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐛𝐧𝐠𝐭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡𝐢𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬 😁😁😁
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚😁😁😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐣𝐠𝐧 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 👍👍👍 𝐢𝐧𝐢 𝐥𝐚𝐭𝐚𝐫 𝐛𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!