NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:172.2k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Luar Nalar 09

"Sial!" umpat Jelita kesal. Dia menarik jilbab instannya dan melemparkan begitu saja ke tempat tidur. Wanita itu juga mengusap wajahnya kasar mengingat kejadian yang baru-baru ini dialaminya.

"Gimana dia bisa tahu? Selama ini kami bener-bener rapi. Semua juga udah diminta diem, lalu sejak kapan dia tahu tentang ini semua? Sialan emang tuh cewek. Dia sok banget, mana Mas Heri kayak yang nggak bisa lepas gitu. Apa sih kelebihan dia dibanding aku? Nggak, nggak bisa. Aku nggak akan pernah nglepasin Mas Heri. Aku gimanapun harus jadi istrinya Mas Heri,"ucap wanita itu dengan penuh tekad yang kuat.

Setelah mencaci maki, setelah mengumpat yang tiada habisnya karena dirinya kini harus berpikir lebih untuk tetap mempertahankan Heri, Jelita pun duduk dengan tenang. Dia meminum segelas air putih dan mengubah ekspresi wajahnya.

"Calm down, huuuuf fyuuuuh."

Mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Itulah yang dilakukan wanita itu. Dalam kepalanya kini sudah banyak susunan rencana. Antisipasi dan juga skenario untuk mengahadapi semua orang terutama Arundari pastinya.

Tring

Sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Itu adalah sebuah pesan. Jelita langsung melihat dari siapa pesan itu berasal.

Mata Jelita berbinar. Dia senang akhirnya mendapat narasumber sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ini akan semakin menunjukkan kepada Heri bahwa dia adalah wanita yang serba bisa dan tentunya sangat bisa diandalkan.

Yeaaaay

Jelita benar-benar bersorak senang. Setidaknya di harinya yang mengesalkan itu, dia mendapatkan hal yang menyenangkan.

Ia lalu menghubungi Heri karena merasa sangat senang dan tak sabar mengabarkan atas kerjanya yang berhasil. Akan tetapi, Heri yang belum lama pulang dari rumahnya itu sama sekali tak menjawab panggilannya.

"Kemana Mas Heri, kok telpon ku nggak diangkat sih?" ucapnya dengan kening yang berkerut.

Tak ingin menyerah, Jelita terus menghubungi Heri akan tetapi nihil. Heri sama sekali tidak menjawab panggilannya. Dan tidak hanya itu, bahkan Heri langsung mengaktifkan handphone nya.

"Sialan, kenapa lagi sih dia? Kenapa teleponku nggak diangkat?" pekiknya marah.

Rasa kesal yang tadi hilang kini kembali lagi. Dan kali ini Jelita membawanya hingga ke alam mimpi. Sedangkan Heri, pria yang tengah mengalami kebingungan itu tengah duduk di pinggiran ranjang. Dia tahu bahwa sedari tadi Jelita menelpon, tapi olehnya hanya diabaikan dan hanya dilihati saja.

Karena merasa terganggu dengan handphone yang terus menerus berbunyi, Heri pun akhirnya memilih untuk mematikan pake datanya.

Ia mengusap wajahnya kasar. Telpon yang diharapkannya adalah dari Arundari bukan dari Jelita. Ya, Heri berharap bahwa Arundari akan menghubunginya. Namun pada kenyataannya tidak sama sekali. Bahkan sepatah kata pesan pun tidak.

Meskipun demikian, Heri sendiri juga tak memiliki inisiatif untuk menghubungi istrinya lebih dulu. Entah apa yang dipikirkan oleh pria itu yang jelas Heri hanya menunggu. Dia menunggu Arundari bicara lebih dulu padanya.

"Aku yakin itu semua cuma gertakan. Arundari nggak mungkin bener-bener minta cerai dari aku. Selama ini dia bergantung banget padaku. Dia nggak kerja, duit dari mana. Semua yang dia pakai dan miliki, semua fasilitas yang dia pakai adalah dari aku. Ya aku yakin dia nggak akan bener-bener minta cerai."

Perkataan yang keluar dari mulut Heri benar-benar menunjukkan betapa percaya dirinya pria itu. Ditambah, sepetinya Heri tak menyadari kesalahan besar yang telah diperbuatnya.

Jika dia memiliki pemikiran, seharusnya dia lah yang menghubungi istrinya lebih dulu. Kalau memang Heri tak ingin berpisah dari Arundari, seharunya dia lah yang mendatangi rumah kedua orang tua Arundari untuk menjemput istrinya.

Namun yang dilakukan tidaklah demikian, dia hanya diam dan bahkan sekarang dengan tenang merebahkan dirinya menuju ke alam mimpi.

"Nah, kamu mikir juga kan Mas? Aku lebih banyak membawa manfaat buat kamu. Dari segi apapun. Jadi menikahi aku merupakan hal yang sangat baik kan?"

Ketika memejamkan mata, tiba-tiba ucapan Jelita terngiang jelas di pikiran dan juga telinganya. Heri bahkan langsung bangkit dari posisi berbaringnya menjadi duduk. Tangannya mengusap dagu dan bola matanya memutar. Dia tengah memikirkan sesuatu.

"Apa aku nikahin Jelita aja dulu ya, secara siri, setelah itu aku baru jemput Arundari. Sekarang biarin dulu Arundari ada di rumah Abah dan Ummi. Ucapan Jelita bener emang kalau dia emang banyak punya telanta. Dan bahkan karena dia juga, sekarang HTU (Hidayah Travel dan Umroh) semakin banyak dikenal. Gong nya adalah AKAR yang mempercayakan kepada kita untuk perjalanan ibadah mereka. Nah bener ayo kita lakuin ini."

Heri tersenyum lebar, dia lalu mengambil ponselnya, mengaktifkan kembali paket datanya lalu menghubungi Jelita.

"Mas, akhirnya kamu nelpon juga. Kamu ngapain sih nggak jawab telpon aku. Chat juga nggak dibales. Malah dimatiin juga handphone nya."

Belum juga Heri bicara apa-apa, Jelita sudah bicara banyak sekali. Dia bahkan sampai menjauhkan handphone nya dari telinga karena perkataan Jelita.

"Iya maaf, tadi aku lagi mikirin sesuatu. Jelita, kamu beneran mau nikah sama aku?" tanya Heri. Ini adalah pertanyaan pancingan yang mana pembicaraan selanjutnya akan tergantung dari jawaban Jelita.

"Iya lah, kan aku udah bilang kalau aku mau jadi istri kamu. Aku nggak bisa nggak nikah sama kamu setelah banyak yang udah kita lakuin berdua. Mau ditaruh mana muka aku di depan keluargaku,"jawab Jelita dengan penuh keyakinan.

"Oke, ayo kita nikah. Tapi kita nikah secara agama dulu. Setelah urusanku sama Arundari selesai, baru kita nikah secara resmi."

Di seberang sana, tepatnya di kamar, Jelita bersorak dengan sangat gembira. Dia bahkan sampai melompat-lompat karena saking senangnya.

Akhirnya, akhirnya Mas Heri ngajak aku nikah juga. Meskipun sekarang siri dulu, itu nggak jadi soal sih. Kan kalau Mas Heri udah cerai sama wanita itu, aku juga bakalan jadi istri sah nya, ucap Jelita dalam hati.

"Oke Mas, nggak masalah. Yang penting kamu harus nepatin janji. Kalau urusanmu sama dia udah selesai, kamu harus nikahin aku secara sah negara,"jawab Jelita.

"Oke, dua hari lagi ya di rumah kamu. Siap-siap dan ngomong juga ke kedua orang tuamu soal ini,"ucap Heri.

Dua persepsi yang berbeda terhadap kalimat 'jika urusanku dengan Arundari selesai'. Jelita menganggap bahwa Heri akan bercerai dengan istrinya. Sedangkan maksud Heri tidaklah demikian.

TBC

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Miss Typo
biarkan Heri dan Jelita merasa menang dan berhasil, hbs itu baru di bikin jatuh sejatuhnya 😁
sunaryati jarum
Heri sudah masuk permainan,makin seru Nih
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: setelah masuk jebakan tinggal hempaskan🤣
total 1 replies
Ani
ikan sudah masuk jaring
Miss Typo
sama² gak sadar diri, rencana kalian tuh gak akan berhasil, semoga a akan gatot pada waktunya, Heri gak bakalan bisa rujuk dan Jelita gak bakalan dapet Adyaksa 🤣
Miss Typo
bagus bagus bagus, buat mereka berdua kapok ya Ady 😁
Dew666
🔥🔥💎💎
Esther
2 pasangan dengan ambisi yang aneh😄
dewi rofiqoh
Siap-siap aja menerima kejutan dari adyaksa yang pasti bakalan bikin kamu sock jelita
sunaryati jarum
Hemm permainan yang bagus yang akhirnya nanti dapatnya zonk.Permainan yang Ady dikira dikira Jelita berhasil mendapatkan Ady maka minta cerai ke Heri.😄🤣🤣🤭
partini
bagus sih rencana tapi jaga jarak Jagan bersentuhan juga ihhh dosa
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Esther
Enak aja Jelita mau rebut Ady dari Arun.
Aku tunggu rencanamu Ady untuk ngerjain Jelita
sunaryati jarum
Mata- mata yang kamu rekrut benar - benar bisa di andalkan.Nak Ady sat- set langsung tembak.Emak jadi penasaran bagaimana Nak Ady yang katanya kaku akan mengerjai Jelita .
Miss Typo
ya iyalah Arun selalu memiliki keberuntungan, dia orang baik sedangkan kamu Jelita hadeh, salah sendiri mlh nyalahin Arun trs heh

jangan ngimpi bisa deketin Adyaksa, dia gak seperti si sampah Heri itu. kau emang cocoknya sama Heri 🤣
Miss Typo
Heri gemblung
Uthie
beda kelas Adhyaksa mahhh 😜😜
dewi rofiqoh
Kamu salah jelita klo menargetkan adyaksa! Justru kamu akan menyesal karena mengusik adyaksa
sunaryati jarum
Sebelum kamu mendekat Adhyaksa kamu sudah dibuang ke neraka , Jelita
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aduh dah kena karma masih ajh nyalahin orang,semua berawal dari lu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!