Seorang wanita bernama Arabella Gwenevieve berusia 22 tahun.. Hidupnya begitu kelam setelah dijual oleh kedua orang tuanya dan menikah dengan seorang pria yang dijodohkan dengannya.. Namun pernikahan tersebut hanya berlangsung selama beberapa bulan dan suaminya kembali mencampakkannya.. Hidupnya berubah setelah bertemu dengan seorang mafia yang sangat kejam dan di takuti di kota tersebut..
penasaran seperti apa kisahnya?
Ikuti Kisah nya terus.. jgn lupa like and vote sebanyak banyaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yaya genza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Dia pikir aku kucing liar.? Dan c i u m a n bisa menjinakkanku.? " Arabella mendengkus.
Saat ini ia tengah berada di dalam bak mandi, dengan air hangat dan busa busa melimpah disekelilingnya.
"Dia besar kepala dan terlalu percaya diri.! "
"Bodoh.! Dasar bodoh.! " Begitulah yang Arabella katakan. Karena membiarkan dirinya terhanyut oleh c i u m a n Charles Aldridge.
Bagaimana Arabella tidak hanyut, Charles tampan, seksi, panas dan sebagai gadis normal, Arabella bereaksi seperti itu. seharusnya tadi Arabella menggigit Charles.
Ya, Arabella memang menggigit Charles, tetapi dengan gigitan yang sama sekali berbeda dengan gigitan yang ia maksud saat itu.
"Kau harus segera sadar Arabella. Pria itu ingin membuatmu menderita. Dia hanya ingin memanfaatkanmu.! " Gumam Arabella.
Akan tetapi, Arabella masih terbayang bayang oleh sentuhan Charles di lehernya, di b i b i r nya, di seluruh bagian wajahnya. Pria itu sangat panas sampai sampai Arabella seolah terbakar.
"Seharusnya kau tau dia itu perayu ulung, dan kau harus lebih pintar menghindari rayuannya..! " Kata Arabella pada dirinya sendiri.
Maka malam itu, Arabella menguatkan tekadnya. Membangun dinding yang lebih tebal. Berharap dinding dinding itu bisa menahan kehadiran Charles dari kendali otaknya.
"Dia menginginkan anak.? Tapi kenapa.? Kenapa dia memilih aku untuk menjadi ibu dari anak anaknya? Bukankah orang orang dari kalangan atas lebih suka memiliki anak dari kalangan atas juga.? Lalu kenapa Charles tidak menerima perjodohan itu dan membuat istrinya hamil.? Kenapa harus menjadikan aku gundiknya.? Bukankah itu kejam..? " Rentetan pertanyaan muncul di kepala Arabella.
"Hanya orang gila yang menerima tawaran pria itu.! Tidak peduli betapa tampan, kaya atau memesona nya dia! Aku tidak akan setuju.! " Ujar Arabella geleng geleng kepala.
Arabella tau sakitnya patah hati. Ia pernah di khianati oleh Robert. Karena pria itu membohonginya. Memang, mereka tidak saling mencintai awalnya. Tetapi Arabella mencoba. Ia sudah berusaha mencintai suaminya itu karena ia tahu mereka akan hidup bersama selamanya.
Sebelum orang tua Robert meninggal, dan bayangan masa depan di kepalanya di gantikan oleh kenyataan saat Robert memberikan surat cerai. Ia datang bersama seorang pria yang lebih feminim dan memperkenalkan pria itu sebagai kekasihnya.
"Seharusnya kau tau itu. Seharusnya kau menyadari lebih awal. Ketika suamimu tidak pernah menyentuhmu selama dua tahun pernikahan kalian. " Kata Arabella.
"Kau perempuan menyedihkan Arabella. Kau hanya menginginkan cinta. Tetapi kau tidak pernah mendapatkannya. " Rutuk nya pada diri sendiri.
Sejak duku, tidak ada pria yang benar benar menginginkan Arabella. Mereka hanya menginginkan Arabella karena ketertarikan fisik bukan karena mereka mencintainya.
"Jika saja Charles menginginkanmu karena dia mencintaimu. Apa kau akan memikirkan tawarannya Arabella? Bahkan meskipun kau akan menjadi gundiknya.? " Tanya Arabella sendiri.
Sayangnya Charles menginginkannya karena ia mirip dengan gadis dari masa lalunya. Bukankah itu tidak adil. Apa yang Arabella harapkan. Tidak mungkin pria kejam seperti Charles memiliki cinta.
Charles bukan orang biasa. Dengan kekayaannya yang luar biasa, ia bisa memiliki segalanya. Termasuk harimau, ular bahkan buaya.
Jika Arabella menolak, kenapa Charles harus berusaha begitu keras memaksanya.. Mungkin karena itu sebagian dari ego pria yang tidak ingin terluka.
Charles Aldridge seperti raja di dunianya sendiri. Seorang penguasa yang tak kenal batas. Tetapi Arabella bukan orang yang mudah menyerah.
"Pokoknya kau harus pergi dari sini Arabella.! Secepatnya.!! " Menyemangati dirinya sendiri.
***
Sudah sebulan Arabella terjebak di sana.
Malam ini, Arabella duduk di dekat jendela kamar, memandangi taman yang luas.
Cahaya bulan menyinari hamparan rumput. Memberikan bayangan samar pada pepohonan di kejauhan. Ia mendengar lolongan anjing dari jauh, suara yang membuat bulu kuduknya meremang.
"Kau tidak bisa seperti ini terus Arabella. Kau harus menemukan jalan keluar. Mengapa sulit sekali bagimu melakukannya..? " Bisiknya pada diri sendiri.
Bagaimana tidak sulit. Tempat itu dijaga dengan sangat ketat. Hampir disetiap sudut mansion memiliki penjaga. Satu satunya cara agar bergerak bebas di tempat itu hanyalah menjadi pekerja di mansion. Misalnya pelayan, koki, para tukang kebun.
Arabella sudah memantau kegiatan mereka. Mulai mencatat jam jam kapan dimana para pelayan muncul dan tinggal di kamar mereka, atau kegiatan apa saja yang membuat orang orang itu berkesempatan pergi keluar mansion.
Pikirannya terus berputar, mencoba merancang rencana. Ia tahu mansion ini penuh dengan penjagaan, tapi setiap sistem pasti memiliki kelemahan. Ia hanya perlu menemukan titik lemah itu.
Tiba tiba ketukan di pintu membuyarkan lamunan Arabella. Seorang pelayan masuk tanpa menunggu izinnya, membawa nampan berisi makanan.
"Nona, makan malam anda. " Ucap sang pelayan. Arabella menatap pelayan itu dengan curiga.
"Kenapa kau membawanya kesini.? Kenapa aku tidak makan di ruang makan bersama Charles.? "
"Ini perintah tuan Charles. Beliau sedang tidak ada di sini. " Jawab pelayan itu singkat sebelum pergi meninggalkan Arabella sendiri lagi.
Ia menatap makanan di depannya dengan ragu. Apakah Charles benar benar takut ia melarikan diri sampai sampai tidak diizinkan pergi keluar untuk makan malam.
Lapar yang menggerogoti perut nya memaksa Arabella untuk menyerah. Ia mengambil garpu dan mulai makan sambil terus memikirkan cara untuk kabur.
Saat itu, Arabella mendapatkan sebuah pencerahan. Ya, satu hal yang terlewat. Sejauh yang Arabella selidiki, selalu ada jadwal berbelanja setiap minggunya. Dua atau tiga pelayan akan pergi untuk melakukan Pekerjaan itu. Tetapi Arabella tidak pernah melihat mereka pergi melalui pintu utama mansion.
Saat itulah Arabella menyadari bahwa ada satu jalan yang dipakai para pelayan untuk pergi dari sana. Arabella akan menemukannya. Kebetulan sekali besok adalah hari yang bertepatan dengan hari berbelanja.
"Aku tahu Charles pasti akan meningkatkan keamanan ketika dia pergi. Tetapi dia terlalu meremehkanku.. Akhirnya.. Aku akan bebas dari penjara mewah ini..! " gumam Arabella senang.
Di tempat lain.
Charles sedang melakukan kencan ketiga nya dengan Rosye Davidson. Putri dari senator Shem Davidson.
Gadis tersebut adalah satu dari empat kandidat calon istri. Dan sejauh ini Rosye yang perilakunya sesuai harapan Charles.
Rambut merah panjang, mata hitam, bibir penuh dan lembut, gerak gerik yang anggun.
Sejak kencan pertama mereka, Rosye tidak berusaha keras menunjukkan dirinya hebat dalam hal apapun, dia hanya bersikap seadanya.
Dia berbicara cukup, bahkan terkesan dingin dan tidak banyak memberikan reaksi. Tidak seperti Claire yang berusaha menggodanya. Rosye terkesan tidak tersentuh.
"kurasa aku mendapatkan gadis yang cocok." Pikir Charles.
Melihat latar belakang keluarganya, Rosye dibesarkan dalam norma norma keluarga yang ketat. Dia dirawat dan mendapatkan pendidikan yang cukup. Gadis itu cantik, tenang, cerdas. Contoh kesempurnaan di depan layar.
HAPPY READING♥
Jangan Lupa Like, Komen, Subscribe Sayangku♥
kake nya Carles atau musuhnya tour