NovelToon NovelToon
Ketika Istriku Berbeda

Ketika Istriku Berbeda

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:853.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Muhammad Yunus

"Mas kamu sudah pulang?" tanya itu sudah menjadi hal wajib ketika lelaki itu pulang dari mengajar.

Senyum wanita itu tak tersambut. Lelaki yang disambutnya dengan senyum manis justru pergi melewatinya begitu saja.

"Mas, tadi..."

Ucapan wanita itu terhenti mendapati tatapan mata tajam suaminya.

"Demi Allah aku lelah dengan semua ini. Bisakah barang sejenak kamu dan Ilyas pulang kerumah Abah."

Dinar tertegun mendengar ucapan suaminya.

Bukankah selama ini pernikahan mereka baik-baik saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah pesan.

"Kamu tahu, kalau Abah tidak lagi izinkan Abu Ilyas datang kerumah ini?" kesempatan ini di manfaatkan Hassan untuk membicarakan kerumitan rumah tangga Dinar dan Irham.

Dinar memutar lehernya menatap Hassan. Sebelum akhirnya kepala tertutup hijab itu mengangguk kecil.

"Dia begitu sejak awal, Dek?" tanya Hassan setelahnya.

Kali ini Dinar menggeleng. "Baru satu tahun terakhir, Mas Irham berubah. Puncaknya saat minta Dinar pulang ke rumah Abah " aku Dinar.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tidak setahun, dua tahun, Hassan mengenal Dinar, laki-laki yang bahkan tidak terima sosok Dinar di gigit semut itu menanyakan hal yang paling sensitif. Yaitu perasaan wanita itu saat ini.

Jika boleh jujur tentu Dinar merasa sangat terpuruk.

Tapi, lambat-laun senyum Dinar terbit. " berusaha ikhlas, karena memang bukan Dinar yang Abu Ilyas mau." meski sakit, tapi kudu siap melepaskan seseorang yang tidak bisa menerimanya.

"Ikhlas mu hanya di mata, dek." komentar Hassan.

Benar. Karena sesungguhnya tidak mudah bagi Dinar harus berpisah dengan laki-laki yang dicintainya. Luka yang ada pada hatinya masih menganga.

Masih ingat di kepala Dinar pengakuan Ratih malam itu.

"Saya tinggal bersama suami disini, tapi suami saya sedang bekerja." Ratih ngotot menolak untuk ikut di bawa kerumah Pak RT.

"Jam berapa suamimu pulang?" teriak salah satu warga.

"Su-suami saya masih ada urusan di madrasah tempatnya mengajar, ja-jadi tidak tahu pulang jam berapa." entah benar atau tidak, namun jawaban itu mampu membuat hati Dinar seperti di remas.

"Cepat, telepon suamimu!" itu perintah yang tidak bisa Ratih tolak, dan sangat menyakitkan bagi Dinar, ketika kontak yang di hubungi Ratih adalah milik suaminya.

Gila bukan?

Perempuan yang mengaku istri, di depan istri sah lelaki itu sendiri bukankah layak disebut gila.

Tidak tahan, Dinar memilih pergi dan menunggu di mobil, sampai pada akhirnya Hassan dan kedua orang tuanya ikut menyusul.

"Kalau ada yang ingin kamu ceritakan, Abang siap mendengarkan." ucapan Hassan menarik Dinar dari lamunannya. "Bicaralah, apa yang kamu mau, Abang turuti, Abang usahakan."

Senyum itu berubah tawa kecil. "Abang sadar nggak sih? Kalimat Abang tu manis banget." komen Dinar.

Belum sempat Hassan menimpali, suara Kiai Ahmad Sulaiman membuat mereka menoleh.

"Pantesan Abah cari di kamarmu nggak ada, sekalinya disini, to." pria paruh baya yang teramat di sayangi Dinar itu masuk.

Dinar tersenyum dan mencium punggung tangan abahnya. Di belakangnya ada Umi Zalianty yang ikut bersama suaminya.

Hassan meringis. Aduh, Hassan tidak mau ada pembicaraan berat antara dia dan abahnya. Terlebih soal kepemimpinan pesantren. Sungguh bukan style Hassan.

Setelah mencium cucu pertamanya Kiai dan Bu Yai duduk bersama putra-putrinya.

"Tentang Abah yang ingin kamu menggantikan Irham dalam pengurusan pondok bagaimana?"

Nah, khaaaaan!!! Hassan terjebak.

Hassan meringis. Tentu jawabannya tetap sama. Hassan tidak mau.

Memangnya untuk apa dia pergi ke Arab Saudi untuk kuliah hukum, Irham takut di beri tanggung jawab pondok. Hassan merasa amanah itu terlalu berat. Tanggung jawabnya tidak hanya di dunia tapi sampai akhirat.

"Ngapunten, Abah Kulo..."

"Selain Dinar, Abah cuma punya kamu.."

Nah, Buntu.

"Kecuali.."

"Kecuali..??" mata Hassan berbinar ketika ada pilihan untuknya. Karena tak sabar Hassan juga langsung menyela ucapan Kiai Ahmad Sulaiman.

"Kecuali kamu dapat jodoh orang Arab Saudi sana."

Mak -jleb. Bibir Hassan monyong seketika.

Dulu, Kiai Ahmad Sulaiman tidak terlalu mempermasalahkan Hassan menolak permintaannya, sebab ada Irham yang di gadang menjadi mantu idaman yang akan menggantikan kepemimpinannya. Tapi, semua tidak berjalan seperti keinginannya. Irham membuat Kiai Ahmad Sulaiman begitu kecewa.

Tawa Dinar dan Umi Zalianty bersautan.

Hassan mendelik pada Dinar. Seolah berkata awas kamu!

"Hassan di sana kan cuma kuliah, Bah. Nggak cari calon istri." akhirnya Laki-laki ganteng itu menjawab.

"Ya sudah, mulai cari calon istri sana, biar kamu bisa nentuin mau nggak nerima permintaan Abah."

"Abah sama Umi aja yang pilih calon istri ku. Hassan percaya pilihan Abah dan Umi yang terbaik." apapun, asalkan tidak di jatuhi tanggung jawab dunia akhirat. Pikir Hassan sedikit putus asa.

"Terus kamu maunya perempuan yang seperti apa?" Kiai Ahmad Sulaiman berubah serius.

"Perempuan yang nggak terlalu tinggi, tapi nggak juga lebih pendek dari Hassan. Segini aja tingginya, Bah." Terang Hassan mengukur dadanya." Biar kalau meluk pas di dada. Jangan juga kekurusan atau kegemukan yang sedang atau pas-pasan saja, mungil tapi nggak juga terlalu kecil. Biar kalau aku gendong gak terlalu ringan atau berat. Kalau terlalu ringan, aku kayak nggak berjuang. Kalau berat, kasihan kan akunya. Kalau bisa yang hidungnya mancung tapi kecil, kalau ada yang matanya bening tapi tidak belok. Pipinya cabi tapi wajahnya kecil. Kulitnya yang putih, bersih dan..."

Kiai Ahmad Sulaiman tersendak mendengar itu. Seketika menghentikan kalimat panjang Hassan.

Kriteria yang disebut Hassan beliau jelas mengenalinya. Jelas Hassan memiliki seseorang dalam pikiran, yang bahkan namanya tak berani laki-laki itu sebut. Ada perasaan sedih yang dirasakan Kiai Ahmad Sulaiman ketika menanyakan wanita impian Hassan, meski Hassan seolah hidup baik-baik saja selama ini.

Dinar pun menganga mendengar jawaban itu. Nggak ngerti jalan pikiran saudara sesusuannya ini yang menyebutkan kriteria meninggalkan dasar agama.

Tanpa Dinar tahu, seseorang yang di impikan Hassan tentunya sudah memenuhi segala sesuatu yang di sebut wanita Sholehah.

*******

Irham menggeliat sebelum bangun, mengedarkan pandangan mata pada seluruh kamar yang telah disinari matahari pagi. Laki-laki itu bangkit, melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.

Dia telat bangun untuk pertama kalinya.

Irham masuk ke dalam kamar mandi setelah dapat menguasai diri. Laki-laki itu pun bersiap-siap untuk sholat subuh yang sangat terlambat.

Mungkin karena ia lelah. Hingga ia lupa menyetel alarm ponselnya.

Jika di rumah, Dinar yang selalu membangunkannya meski hanya lewat alarm ataupun jam baker yang sengaja perempuan itu letakkan di kamar mereka.

Irham sholat dengan terburu-buru, lelaki itu berdoa begitu lama setelahnya.

Dalam doanya, Irham hanya ingin Kiai Ahmad Sulaiman memberinya satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.

Hanya ada Dinar juga Ilyas yang terus ia sebut namanya, tidak ada nama wanita lain yang sempat membuatnya rela di seret ke kantor polisi.

Hingga saat ini, Irham bahkan tidak tahu jika Ratih sudah dipulangkan kembali pada suaminya.

Jangankan menghubungi wanita itu, mengingatnya saja tidak.

Emosi tak lagi dapat diredam saat Irham menyelesaikan doanya. Tanpa sadar Irham menitihkan air mata.

Sungguh besar harga yang harus dibayar dari sebuah kebodohan dan sungguh berat kehilangan yang harus ia tanggung.

Irham baru saja mengecek handphonenya, saat ada pemberitahuan dari tim pengacara tampak di layar benda persegi di genggamannya.

Pengacara keluarga Kiai Ahmad Sulaiman sudah mendaftarkan berkas perceraian ke pengadilan. Sekali lagi laki-laki itu tertegun.

Ia tak ingin, pernikahannya dengan Dinar benar-benar berakhir.

1
Dewi Oktavia
laki tuh tak akan puas,jika sudah ketahuan ujung y maaf atau khilaf🤣😂 menjijikan.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Wang Dong
Bukankah dinar dan hassan adalah saudara persusuan dimana dalam islam gak boleh nikah???
Farika Willesden
Luar biasa
Nurtina Arjuna
Lumayan
Yuni Ngsih
Tkooooor knapa Ending yg punya ceritra meninggsl ngga seruuuuuu Thor😭😭😭😭😭
Yuni Ngsih
Thooooor knp Dinar trs diuji dlm ceritra ini yg membuat ceritra tdk adil kapan Dinar bahagianya Thor....😡😡😡
Naufal hanifah
Luar biasa
Yuni Ngsih
Thooooooor ceritramu aneh masa orang yg ceritra meningga ngga seru Thor ulang ceritranya ....😡😡😡
Siti M Akil
nanti Ilham meninggal dinar nikah sama Hasan
Yuni Ngsih
Dasar laki" tak tahu diri kan tau gmn membimbing istri ,apalagi dinikahkan usia 19 th kawin punys anak ,emang enak ngurus anak tanpa ada yg membantu ....kynya blm pas Thor dipanggil Gus ....introfeksi Ilham berarti sbg suami menurut syariat islam blm berhasil ....bikin kesel yg baca Thor😠😠😠
Hastin71
Buruk
Dewi Kasinji
ya Allah , sad ending ya
Dewi Kasinji
irham kayaknya gak belajar dari pengalaman ya.
Dewi Kasinji
Luar biasa
Dewi Kasinji
ijin baca kak
3sna
tanggung jawab,atas dasar apa tanggung jawab itu ham?
Heryta Herman
muter",pusing
Heryta Herman
dasar irham laki" tdk pandai bersyukur...
Merli Gosal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!