Sequel Story Of [SELEPAS KATA TALAK]
"Dia!" Tetuah itu menunjuk ke arah ... Bukan ke arah perawan desa yang dari dulu menantikan tubuhnya di jamah oleh Pak Kades yang menurutku biasa saja ini, tapi dia menunjuk ke arahku. "Non Gea, yang akan menjadi Bu Kades."
"Hah?" Aku mendelik, tipe orang macam Tetuah desa ini lah yang ingin aku libas akhir-akhir ini. "Sialan."
*****
Bagaimana jadinya. jika Gea yang ingin membalaskan dendamnya kepada Kades yang sudah menghamili kakaknya malah terjebak menjadi istri Kades itu sendiri dengan identitas rahasia yang masih ditutupi.
Akankah Gea bertahan dalam balas dendamnya. atau malah menyerah dengan rencananya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. Mencari Istriku
#Ozan
Sebenarnya saya tidak tahu pasti dimana keberadaan Gea, yang saya akan datangi pertama adalah universitas dimana Gea mengatakan dia berkuliah disana.
Walaupun saya sudah tahu bahwa Gea, bukanlah mahasiswi disana, tapi saya setidaknya bisa mendapatkan sedikit informasi, perjalanan menuju kota masih jauh, saya sedikit lelah sehingga memilih berhenti di sebuah masjid.
Dikarenakan hujan dan juga sudah azan dhuhur, saya berangkat pagi sekali dan entah kenapa perjalanan begitu lama, saya melakukan sholat berjamaah, setelah memilh menunggu hujan reda di teras masjid.
Saya membuka dompet saya, mengambil sebuah foto berukuran tiga kali empat, saya sempat mencetaknya tadi dari ponsel saya, foto bertiga dengan Gea dan Gibran.
Entah getaran darimana, saya merindukan keduanya, saya ingin sekali memeluk mereka berdua dan membawanya larut dalam pelukan saya.
"Dek, kamu kemana, Mas rindu sama kamu dek," Saya menatap rintik air hujan yang mulai mereda.
Rasanya terlalu dini untuk bergerak, tapi saya ingin segera sampai di kota, saya membuka ponsel dan mencoba menelepon Gea lagi, tapi herannya sudah tidak aktif padahal tadi pagi masih aktif.
Saya memasukkan ponselku kembali ke dalam tas ransel dan dompetku ke saku celana kemudian menaiki motor, meninggalkan masjid itu walaupun masih sedikit hujan.
Dipikiran saya adalah, sekarang saya harus menemui Gea sesegera mungkin.
•
•
•
#Gea
"Makan dong Gea, aku traktir deh," Suara Vall membuatku menatap sebuah mangkok berisi bakso dihadapan ku.
Traktir sih Traktir tapi gak bakso juga kali! Sudahlah Gea kau kan sedang sedih sekarang, aku sedang menangis alay dikamar sebelum Enjel dan Vall dengan kampretnya menyeretku ke warung yang ada di perempatan jalan sekitar rumah.
Dan kita jalan kaki sekarang! Kuulangi jalan KAKI! Dasar cewek-cewek gak bermodal! Bukannya menghibur malah nambah beban pikiran aja mereka.
"Cie kangen Mas suami, siapa namanya Mas Ozan," Vall mulai meledek yang membuatku memilih mengunyah bakso milikku. "Kemarin ada loh orang kangen suami, malah masuk rumah sakit."
Uhuk!
"Kenapa?" Enjel antusias.
"Jatuh di got," jawab Vall tanpa dosa.
Oke aku ulang dan itu sama sekali tidak nyambung! Apakah semua temanku memiliki pemikiran dibawa rata-rata.
"Lebih baik, kamu kembali aja sama Ozan itu, kan kamu udah jujur, dia juga udah jujur sama kamu," Enjel menatapku sejenak.
"Dia gaada keberanian Njel! Beraninya ngedumel didalam hati, lain dihati lain di mulut," Vall menyela.
Aku kesal dan mengangkat sendok hendak melempari Vall tapi Vall malah memgangkat kursi dan menantang ku balik.
"Lempar, ayok lempar!" Vall bar-bar sialan!
Aku menyerah, Vall kembali duduk, tapi kalau dipikir-pikir tapi gausah dipikir deh perkataan Vall ada benarnya juga yah, kok dia bisa tahu isi hatiku sih?
"Bisalah, aku kan cenayang, Dubber novel ini pula aku tuh," jawab Vall yang membuatku dan Enjel melongo menatap kepadanya. "Canda, bestie!"
"Jujur, aku belum tahu, perasaan aku gimana, aku cinta atau gak, tapi setiap aku disentuh, di beri perhatian, aku selalu merasa bahwa aku bahagia," jelasku.
"Itu karena kamu gatel, disentuh dikit baper, idih najis!" ujar Vall memandang ke arah lain.
Vall ****** yah! Kata-katanya selalu benar tapi nyelekit, yah kan kurang ajar yah bund!
"Jangan gitu Vall," Enjel menegur Vall.
Enjel emang sahabatku yang paling baik, pengertian dan idaman sekali, aku sedikit lega, sebelum.
"Gea kan emang gitu, gayanya aja balas dendam, di sentuh dikit MELEYOT!" ledek Enjel juga.
Kini mereka berdua tengah tertawa puas dihadapan ku, mereka gatau apa kalau perasaan Overthinking, setres dan capek lagi gotong royong dikepalaku.
Sementara mereka berdua sama sekali tidak membantu.
Kukira Bestie ternyata Taik.
"Dek Gea!"
Suara itu?
Hah?
"Buset suaminya Gea datang!" Heboh Vall yang membuatku membalikkan badan.
Mas Ozan.
•
•
•
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
ini authornya dewasa apa masih baby ya?
maaf thor canda. tapi kalo authornya masih belia ceritanya jangan aneh entar cepet gedenya. biarkan emak2 yang baca saja yang berhalusinasi/Grievance//Smirk//Shhh/