NovelToon NovelToon
Aku Istrimu Bukan Dia

Aku Istrimu Bukan Dia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Arunika hanyalah seorang mahasiswi biasa yang dunianya seketika runtuh saat kedua orang tuanya menjodohkannya dengan seorang dosen di kampusnya. Abimana Permana—pria dengan tatapan sedingin es dan sikap datar yang selama ini begitu ia segani.
​Sebuah perjodohan paksa mengharuskan Arunika terikat dalam belenggu pernikahan dengan pria itu. Alih-alih menemukan kebahagiaan, ia justru terjebak dalam teka-teki hati sang suami yang sulit ditembus. Akankah kehidupan Arunika membaik setelah menyandang status sebagai istri, ataukah pernikahan ini justru menjadi luka baru yang tak berkesudahan?
​Ikuti kisah perjuangan hati dan martabat dalam... "Aku Istrimu, Bukan Dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Perjodohan

Di ruang makan sebuah rumah mewah yang luas, suasana hangat yang terasa dipaksakan menyelimuti dua keluarga yang tengah berkumpul. Makan malam itu bukan sekadar undangan biasa, melainkan sebuah panggung bagi rencana besar yang telah lama disusun: sebuah perjodohan.

​"Bagaimana, Mbak? Tentang rencana kita waktu masa muda dulu?" tanya Saras, ibu dari Arunika, dengan nada penuh harap yang memecah kesunyian.

​"Tentu saja aku sudah siap, aku sudah membicarakannya dengan putraku, Jeng." jawab Liana, ibu dari Abimana Permana, sembari melirik putra sulungnya.

​Bagas, ayah Arunika, menyahut dengan suara bariton yang tegas.

"Sebaiknya kita tentukan tanggal pernikahannya. Lebih cepat, tentu lebih baik."

​"Aku setuju denganmu, Bagas!" sahut Bima, ayah Abimana dengan tegas.

"Aku menyetujui perjodohan ini karena aku mengenal keluarga kalian dengan sangat baik. Bibit, bebet, dan bobot harus benar-benar kita perhatikan demi masa depan anak-anak kita." lanjutnya antusias.

​Di sudut meja, Arunika hanya mampu menunduk. Jemarinya meremas kain serbet di pangkuannya. Baginya, diskusi itu bukan tentang masa depan, melainkan tentang tembok penjara yang mulai dibangun di sekelilingnya.

​Ia terpaku. Suara riuh tawa dan rencana masa depan yang dilontarkan kedua keluarga itu terasa seperti penjara kebebasannya. Ia ingin berteriak, ingin mengatakan bahwa ia punya mimpi yang ingin dikejarnya sendiri. Namun, lidahnya terasa kelu untuk menentang kedua orang tuanya.

​Ia mengangkat wajahnya sejenak, menatap binar bahagia di mata ibunya dan gurat kebanggaan di wajah ayahnya. Seketika, keberaniannya menciut. Baginya, menolak bukanlah pilihan. Ia hanya bisa patuh.

​Arunika menarik napas panjang, mencoba menghalau sesak dalam dadanya. Jika pernikahan ini adalah harga yang harus ia bayar untuk membahagiakan orang tuanya, maka ia akan menerimanya. Meski ia tahu hatinya mungkin akan hancur karena sebuah perjodohan.

​Lima belas menit berlalu, suara denting sendok yang beradu mengisi kecanggungan di antara dua insan tersebut.

Hingga tiba-tiba suara Liana, membuat Arunika menoleh padanya.

​"Sebaiknya kamu berbicara dengan calon istrimu terlebih dahulu, Abi." ucapnya lembut.

"Mungkin ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padanya." wanita paruh baya itu melirik ke arah Arunika dan memberikan senyum ramah yang tulus.

​Abimana meletakkan alat makannya dengan gerakan yang sangat tenang, hampir tanpa suara. "Baiklah, Ma. Aku akan mengajaknya berbicara sebentar." jawabnya dengan suara rendah yang datar, tanpa emosi sedikit pun.

​Abimana bangkit berdiri, tubuhnya yang tegap seolah memberi tekanan di udara sekitar Arunika. Dengan isyarat mata yang dingin, ia mengajak gadis itu menuju balkon belakang, menjauh dari riuh kecil kedua orang tua mereka yang masih asyik merancang pesta.

​Arunika mengikuti dari belakang, ia menatap punggung dosennya, laki-laki yang besok lusa akan berstatus suaminya.

​Udara malam di balkon terasa jauh lebih dingin daripada biasanya. Abimana berdiri menghadap taman belakang.

Tanpa menoleh sedikit pun, suara beratnya memecah kesunyian malam itu.

​"Pernikahan ini hanya sebuah status, tidak lebih. Jangan pernah berharap apa pun dari saya." ucapnya datar tanpa ekspresi.

​Seketika dada Arunika berdenyut nyeri. Ia terpaku, menatap punggung tegap laki-laki yang selama ini ia segani di kampus. Arunika mengepalkan tangannya di sisi tubuh. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan perasaannya.

​"Kenapa tidak Bapak tolak saja sedari awal?" Suaranya sedikit bergetar namun tetap tegas.

​Abimana berbalik. Tatapannya yang tajam bertemu dengan mata Arunika di balik kacamata gadis itu. Suasana mendadak menjadi mencekam.

​Abimana melangkah dan mengikis jarak di antara mereka, hingga Arunika bisa mencium aroma parfum maskulin milik laki-laki itu.

​"Karena menolak hanya akan membuang waktu, mereka sudah menentukan pernikahan ini." bisik Abimana dengan suara rendah yang mengintimidasi. Tatapannya terkunci pada manik mata Arunika.

​Kalimat itu meluncur begitu lancar, tanpa beban.

​Arunika terpaku. Dadanya naik-turun menahan emosi yang bergejolak. Namun, alih-alih menunduk layaknya mahasiswi yang sedang dimarahi dosennya, ia justru menegakkan punggung. Ia memperbaiki letak kacamatanya yang sedikit merosot, lalu menatap lurus ke netra gelap Abimana.

​"Baik, jika itu yang Bapak mau."

​Abimana sedikit menyipitkan mata. Mendengar jawaban gadis itu, tanpa penolakan ia langsung menerimanya.

​Tanpa menunggu balasan lebih lanjut, Abimana melangkah pergi. Ia melewati Arunika begitu saja, meninggalkan gadis itu yang masih berdiri di tempatnya.

​Arunika menatap punggung tegap Abimana yang kian menjauh dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada amarah, ada rasa sakit yang ia rasakan.

​Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya. Jika ikatan suci ini hanya akan menjadi alat untuk saling menyakiti, untuk apa mereka memulainya? Arunika tidak bisa berbuat apa-apa, menolak pun terasa percuma.

​Ia memejamkan mata sejenak, menghalau setetes air mata yang hampir jatuh. Ia tidak boleh terlihat lemah.

​Ia menarik napas pelan, merapikan helai rambutnya yang sedikit berantakan karena angin malam, lalu melangkah kembali ke dalam rumah. Langkah kakinya terasa berat setelah mendengar kalimat yang laki-laki itu ucapkan.

​Begitu memasuki ruang makan, pemandangan hangat menyambutnya. Tawa kedua orang tuanya dan orang tua Abimana pecah, mengisi ruangan dengan suasana yang terasa asing baginya. Di sana, Abimana sudah duduk dengan tenang, menyesap kopinya seolah percakapan di balkon tadi tidak pernah terjadi.

​"Nah, itu Arunika sudah kembali." sahut Saras dengan mata berbinar.

"Bagaimana, Sayang? Sudah bicara banyak dengan Abi?"

​Arunika sempat tertegun. Ia melirik ke arah laki-laki itu yang bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arahnya. Hatinya berdenyut nyeri, tetapi ia tetap memaksakan sebuah senyuman manis di bibirnya.

​"Sudah, Bu. Kami... sudah sepakat." bohongnya.

​"Baguslah!" Bagas menepuk bahu istrinya dengan bangga. "Kalau begitu, kita bisa mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk bulan depan."

Liana menepuk lembut bahu putranya. "Nak, pasangkan cicinya. Sekarang dia adalah calon istrimu."

Abimana tersentak dari lamunannya, tanpa banyak kata ia merogoh saku kemejanya. Dengan gerakan kaku, ia meraih tangan gadis yang ada di hadapannya dan memasangkan cincin itu.

Tidak ada senyum, tidak ada binar di mata. Ia melakukannya dengan wajah datar.

Suara tepuk tangan seketika pecah, wajah-wajah paruh baya di sekeliling kedua orang yang kini sudah terikat, tampak berseri-seri penuh kemenangan.

"Akhirnya kita besanan juga, Jeng!" seru Liana dengan nada sangat bahagia.

Saras mengangguk antusias, matanya berbinar haru sambil menggenggam tangan putrinya.

"Iya, Jeng. Rasanya seperti mimpi melihat mereka akhirnya bisa bersama."

Di tengah kebahagian para orang tua, Arunika diam membisu. Seolah dunia di sekitarnya sedang merayakan keberhasilan dua keluarga.

​Di bawah meja, tangannya mengepal kuat hingga kukunya memutih. Ia mulai menyadari bahwa malam ini, hidupnya bukan lagi miliknya. Ia telah resmi menjadi calon istri dalam sebuah perjodohan, dengan seorang pria yang baru saja mengatakan dengan tegas bahwa hubungan mereka hanya sebuah status.

​Ia menelan ludahnya yang terasa pahit. "Lusa, aku akan menjadi istrinya. Istri di atas kertas."

1
Ririn Nursisminingsih
rasain abi2 mkanya jg sombong kmu semoga kmu bucinnnn
Jing_Jing22: iya kak Ririn🤭 makasih banyak sudah mau mampir di karyaku yang lain.🥰
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
rasain abi2 mkanya jg sombong kmu semoga kmu bucinnnn
Ririn Nursisminingsih
pling seneng a klau cewek nya Ndak lemah keren arunika jg mudah ditindass
Jing_Jing22: hehehe iya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
ya kok end nya gini amat🤣
Jing_Jing22: aku jadi ikutan ketawa kak🤣🤣🤣. maap ya kalau ceritanya bikin pusing karena ngelor ngidul🙏
total 1 replies
Dirga Ayunda Dirga
menarik dan bagus cuman actienya masih kurang seru
Jing_Jing22: Makasih banyak kakak🥰 mohon maap jika ceritanya kurang memuaskan🙏
total 1 replies
falea sezi
kenapa jd muter yg jahat menang enak donk😒
Red Blossom
Jangan sampe Abimana terjebak oleh Claudia ya thor
Jing_Jing22: insyaAllah nggak akan kak. makasih ya masih setia baca ceritanya sampai bab ini. maap kalau ceritanya bikin pusing🙏 alias kagak nyambung.
total 1 replies
Fitra Sari
di buat ketemu sama Abimana aja ngpa KK ...t🙏😊
Jing_Jing22: ok langsung otw abimana nya, kak.🥰
total 1 replies
Fitra Sari
makin pusing KK ceritanya ...buat bahagia aja arunika sama Abimana
Jing_Jing22: ok kak makasih banyak ya atas sarannya, aku buat 2 bab lagi untuk akhir cerita mereka. maap ya kalau ceritanya jadi nggak nyambung🙏 kebanyakan libur jadi lupa alur.
total 1 replies
Zeannisa Qolbiyah
mulai aneh ceritanya
Jing_Jing22: maap ya kak, kalau ceritanya kurang nyambung dan makasih sudah sempat baca cerita ini sampai bab ini🙏
total 1 replies
evi carolin
haaahhh ... cape deh /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
evi carolin
jangan kasih mudah ,urusan hati belakangan , ga sekedar kasih pelajaran tp pengingat seumur hidup utk menghargai pasangan
Diny Julianti (Dy)
kan bner Gavin ternyata cowo yg sama claudia
Diny Julianti (Dy)
jgn2 Gavin yg dtg ke apartemen Claudia
Diny Julianti (Dy)
baru kali ini peran wanita ny keren mskpn ttp sakit hatinya
Diny Julianti (Dy)
keren arunika
Diny Julianti (Dy)
abi emang pengecut
Fitra Sari
lanjut KK
🇮🇩 ♏ Q 🎱 🇵🇸
Gak ada habis2nya si Clau pengacau ini. Kesel bener AQ.
Fitra Sari
sekian purnama ..baru up lagi kk 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
Jing_Jing22: Maaf kak, sampai berabad-abad baru muncul lagi✌️ 🤭 makasih loh kakak masih setia banget sama cerita ini.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!