NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Careerlit
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Pagi Hari

Cahaya pagi menembus celah tirai kamar hotel Indy, jatuh tepat di wajah Zidan lebih dulu. Pria itu mengerang, mengangkat tangan untuk menutupi mata, lalu berhenti mendadak saat menyadari lengannya menyentuh sesuatu yang hangat.

“Eh?” Zidan membuka mata setengah, lalu menoleh.

Detik berikutnya, ia terlonjak duduk. “ASTAGA!”

Teriakannya membuat Indy menggeliat. Perempuan itu mengerang pelan, menarik selimut, yang ternyata tidak ada, lalu membuka mata dengan wajah kusut. “Ribut amat sih… jam berapa--”

Kalimatnya terhenti saat ia menyadari dua hal sekaligus, pertama, langit-langit kamar hotelnya terasa asing. Kedua, tubuhnya terasa sangat ringan. Indy menunduk.

“AAAAAAAAA!”

Kini giliran Indy yang menjerit sambil refleks menarik bantal untuk menutupi dadanya. Zidan, yang panik setengah mati, ikut meraih selimut dari lantai dan menutup tubuhnya sendiri.

“K-kenapa kita… KENAPA KITA SATU RANJANG?!” Indy berteriak, wajahnya memerah bak tomat matang.

Zidan menggeleng cepat, rambutnya acak-acakan. “Aku juga mau tanya hal yang sama! Ini pasti salahmu!”

“SALAHKU?!” Indy melotot. “KAU yang mabuk duluan! KAU yang bilang mau ‘mengantar’!”

“Aku mengantar! Aku tidak bilang mau… mau…” Zidan kehabisan kata, lalu menunjuk ranjang. “INI!”

Indy menutup wajahnya dengan bantal. “Aku mau mati aja.”

Zidan melirik ke sekeliling kamar, lalu matanya tertumbuk pada pakaian mereka yang berserakan tak karuan, sweaternya menggantung di kursi, dress Indy terlipat asal di lantai, sepatu satu di dekat pintu, satu entah ke mana.

“Kita… nggak ngapa-ngapain, kan?” tanya Zidan ragu.

Indy mengintip dari balik bantal. “Kau nanya aku?”

“Ya siapa lagi!”

Indy mengernyit, berusaha mengingat. Wajahnya mendadak berubah bingung. “Aku ingat… kita adu minum. Terus mabuk..."

Zidan terdiam. “Harusnya aku nggak mengantarmu..."

"Ini semua gara-gara kau!" timpal Indy.

"Enak aja! Kau yang mancing aku duluan buat adu minum!" balas Zidan tak terima.

Hening, saat itulah indy sadar kalau alat vitalnya terasa perih. Dia menatap Zidan. Mereka saling menatap, sama-sama kikuk.

Indy mendadak memecahkan tangis histeris. Dia sadar kalau dirinya sudah tak perawan.

"Loh, loh... Kau kenapa nangis?" tanya Zidan hati-hati.

Indy memukul Zidan dengan bantal. "Anuku perih! Kita sudah melakukannya tadi malam. Dan kau sudah merenggut keperawananku! Dasar kurang ajar!" hardiknya.

"Lalu aku harus gimana, hah? Perlukah aku membawamu ke dokter dan mengembalikan keperawananmu?!" sahut Zidan. "Aku di sini juga korban!"

"Apa?! Korban kau bilang?!" Indy tercengang. Sungguh, dia sangat membenci lelaki yang ada di hadapannya sekarang.

Zidan menghela napas panjang, "Kau sebaiknya tenang dulu. Kita bicarakan semuanya setelah saling tenang. Oke?"

“Tenang?” Indy menaikkan alis.

Zidan mengangguk.

Indy menatapnya tajam. “Zidan. Kita BANGUN tanpa busana. Ini sangat memalukan. Kita bahkan baru saja kenal..."

Zidan meringis. “Kalau dipikir-pikir… iya juga.”

Mereka kembali terdiam. Beberapa detik berlalu.

“Jangan bilang ke siapa-siapa,” kata Indy akhirnya, suaranya datar tapi mengancam. Ia berhenti menangis.

“HEY, itu juga niatku!” Zidan cepat menyahut.

“Karierku bisa tamat kalau ini bocor." Indy menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. “Iya. Pokoknya setelah ini, kita pura-pura nggak pernah terjadi apa-apa.”

“Setuju.”

Zidan bangkit pelan. “Aku keluar dulu. Kau pakai kamar mandi.”

Pintu tertutup. Indy menghela napas panjang, menatap cermin kecil di dinding. Wajahnya memerah dan rambutnya berantakan.

Di luar kamar, Zidan bersandar di dinding lorong, mengusap wajahnya sendiri. “Gila,” gumamnya. “Benar-benar gila.”

Namun sudut bibirnya terangkat. Ia bisa mengingat dengan jelas kejadian tadi malam bersama Indy, dan jantungnya berdebar kencang.

1
Tiara Bella
apakah semua itu kerjaan Lukman....kejam bngt semuanya bs dia setir sesuai kemauan dia
Rommy Wasini Khumaidi
tidak bisa dari cara depan,ganti haluan kita tusuk dari belakang ya Bil,kalau dri belakang gk bisa dri samping,dari bawah,dari atas opsi terakhir kita serahkan padaNya saja
Tiara Bella
bagus Nabila main cantik aja....biar Lukman lengah km bs bergerak....
Cindy
lanjut
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
kalau lukman bicara rekam saja bil setelah dapat bukti tembak sampai mati.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti
Kostum Unik
Jgn goyahhh.. Emg mau hidup selamanya sama orang tengik modelan begitu..
Rommy Wasini Khumaidi
👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
ide apa itu Bil,sini reader dibisikin biar gk penasaran
Tiara Bella
apa yg akan dilakukan Nabila ya....semoga berhasil ya....
Cindy
lanjut
Tiara Bella
semoga ada jalan keluarnya untuk Nabila sm Nathan ya....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok semangat Nathan,Nabila.percayakan pada Tuhan Maha penentu segalanya,bukan pada manusia.aku percayakan takdir mereka sama Author yang budiman
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
labih baik katakan sekarang daripada tidak sama sekali dan akan timbul rasa penyesalan
Tiara Bella
Nabila sm Nathan cintanya lg diuji....pasangannya sm² bermasalah.....
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nath,ikuti saja alurnya Nath
Rommy Wasini Khumaidi
udah lah,sama² tak berdaya seperti Nabika,rejeki bukan cuma jadi artis saja,harta bisa dicari Nath,yang penting kamu bahagia dulu.mulai dari 0 dengan Nabila,pergi yang jauh sampai Herman & Lukman tak menemukanmu
D_wiwied
nah gini nih, cowok yg tegas n punya prinsip ga plin plan 👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nabila,tenang ada Tuhan dan pastinya Author yang baik hati,tidak seombong,suka menolong...wkwkwk
Eka Kaban
maju tak gentar membela yang bayar🤣🤣
Eka Kaban
no komentar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!