NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:300.8k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ethan Mencintai Celine?

“Bereskan barang-barangmu, Sayang. Ikut Papa ke New Zealand,” ujar Golda dengan suara tegas yang tidak memberi ruang untuk diskusi.

Celine langsung menggeleng kuat.

“Tidak, Pa. Aku tidak akan ke mana-mana.” Nadanya teguh, tidak ada keraguan dalam suaranya.

Golda mengangkat dagu, menatap putrinya lekat.

“Jangan membantah, Celine. Papa tidak akan kembali ke Indonesia dalam waktu yang lama. Tidak baik anak perempuan tinggal sendirian tanpa pengawasan.”

Veronika mengangguk cepat, berdiri di pihak yang sama dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya itu. “Dengarkan papamu, Sayang.”

Celine mengepalkan tangan di pangkuan, hingga buku jarinya memutih.

“Bukankah selama ini juga aku selalu sendirian di sini? Kenapa baru sekarang kalian mempermasalahkan hal itu?” katanya dingin.

“Jangan membangkang, Celine!” Nada suara Golda meninggi, pasalnya putrinya tidak pernah membantah kata-katanya sebelumnya.

Sebelum perdebatan itu sempat berlanjut, suara lain menyambar dengan dingin dan penuh wibawa.

“Jangan meninggikan suara Anda di kediaman Montgomery, Tuan.” Florence Montgomery berbicara.

Golda langsung membatu, begitu juga dengan Veronika. Tekanan itu seakan membuat mereka lupa cara bernapas.

Florence meluruskan punggungnya, sorot matanya seperti bilah tipis. “Tidak ada seorang pun yang diizinkan berbicara kasar pada anak yang tinggal di bawah perlindungan keluarga ini,” katanya tenang. “Jika Anda ingin berdebat, lakukan di tempat Anda sendiri.”

Golda tidak mampu berkata-kata, bukan hanya karena Florence Montgomery, melainkan penyesalan yang baru tumbuh karena melampiaskan amarahnya pada putrinya.

Celine merasakan kehangatan di dadanya. Florence tidak pernah benar-benar lembut, tapi entah bagaimana wanita tua itu selalu tahu kapan harus berdiri di depannya.

Keheningan menegang seperti senar piano yang hampir putus. Sean yang sejak tadi hanya diam dan mengamati akhirnya bersuara.

“Ethan...” Ia tidak meninggikan suara, namun wibawa dalam dirinya membuat semua orang otomatis memberi atensi.

Sean memandang putranya dengan tatapan seorang pemimpin Montgomery… tenang, rasional, dan berwibawa.

“Kau dan Celine sudah dekat dalam waktu lama.” Ia menatap Celine sebentar, lalu kembali pada Ethan.

“Menikahlah dengannya.”

Ruangan meledak dalam keheningan. Ethan menegang tepat di tempatnya berdiri. Ariana berseri, jelas mendukung. Celine adalah gadis yang baik, putranya sangat beruntuk dicintai sedalam itu olehnya.

“Aku pikir ini terlalu cepat, Papa. Kami masih muda.” Ethan menjawab tanpa rasa takut, wajahnya tetap dingin dan terkontrol.

Sean menatapnya tanpa berkedip. “Kau tidak mencintainya?”

Ethan tidak membenarkan, juga tidak menyangkal seolah membiarkan ruangan itu menilai sendiri.

“Bertindaklah sebagai pria sejati, Ethan. Montgomery tidak bersembunyi dibalik alasan.” Ucap Sean tegas.

Ariana meraih tangan putranya, “Ethan, dengarkan Mama. Kalian sudah tumbuh bersama sejak kecil. Jika kau benar-benar mencintai Celine, kau tidak akan ragu untuk menikahinya apa pun alasannya. Dia gadis yang cocok untuk mendampingimu. Menikahlah dengannya supaya Celine bisa tinggal bersama kita di rumah ini." katanya memohon.

Celine menatap Ethan yang tak bergeming, mencoba menangkap sedikit saja getaran dari pria yang selama ini ia kejar tanpa malu. Namun wajah Ethan tetap datar, pria itu tidak mengizinkan siapa pun membaca isi di balik hatinya.

Florence mengangkat tangan, memotong ketegangan itu dengan wibawa yang membuat semua punggung otomatis tegak.

“Hentikan perdebatan ini. Jangan menekan cucuku. Ia berhak menentukan masa depannya sendiri.”

“Ma…” Ariana mencoba mengimbangi.

Namun Florence hanya mengangkat dagu, satu isyarat yang mematikan semua bantahan. “Aku tidak akan ikut campur jika tidak diperlukan, Ariana.”

Ariana menoleh pada Sean, mencoba meminta dukungan. Namun pria itu hanya mengangguk, sebuah tanda baginya untuk patuh.

Golda mengamati reaksi reaksi Ethan, dan keraguan mulai muncul di matanya. Cukup dirinya yang gagal dalam pernikahan, ia tak akan membiarkan putrinya gagal juga.

“Celine, lihat papa.” ucapnya tenang. Celine menoleh pada ayahnya.

“Ethan tidak benar-benar mencintaimu. Ikutlah dengan Papa, Sayang. Mari kita mulai hidup baru. Papa janji akan menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.”

Tatapan Celine meredup. Ia merasa didorong dari satu keputusan ke keputusan lain tanpa tempat berpijak seolah semua orang memiliki rencana untuk dirinya, kecuali dirinya sendiri.

“Aku akan ikut Papa.” Ucapnya pelan, tetapi cukup untuk membelah suasana.

Golda tersenyum lega, ia sudah menunggu kalimat itu sejak tadi. “Kau mengambil keputusan yang tepat, Sayang.”

Ethan menoleh tajam, nada suaranya lebih rendah daripada biasanya. “Celine, apa yang kau katakan?”

Celine tidak menanggapi. Gadis itu hanya diam, ucapan Ariana membuatnya mengerti; Ethan tidak benar-benar mencintainya.

“Ayo, Pa,” katanya akhirnya. Suaranya gemetar, tetapi langkah keputusannya jelas. “Kita pergi.”

Golda berdiri dengan antusiasme nyaris tidak terbendung. “Kita kemasi barang-barangmu malam ini, Sayang. Besok pagi kita terbang, Papa sudah memesan tiket.”

Veronika menghembuskan napas lega. Celine mengambil keputusan yang tepat dan tidak akan menyulitkannya di kemudian hari.

“Baiklah, semuanya sudah clear. Kalau begitu aku pergi dulu, pesawatku akan terbang malam ini.” Ia berdiri, memeluk Celine erat sambil mengusap rambut putrinya. “Hati-hati di sana. Dengarkan papamu, oke?”

Lalu ia menoleh pada Golda. “Kirimkan dokumen perceraiannya.”

Golda mengangguk kaku, sorot matanya campur aduk. Dua puluh tujuh tahun kenangan pernikahan, tidak hilang tanpa meninggalkan jejak.

Veronika memberi salam singkat pada keluarga Montgomery, lalu pergi tanpa menoleh ke belakang.

Celine mengikuti bayangan itu dengan tatapan kosong. Semudah itu kah? batinnya meringis. Gadis itu bangkit berdiri, suaranya nyaris bergetar. “Ayo, Pa.” katanya lirih.

Ethan meraih pergelangan tangan Celine. “Ikut denganku,” katanya tajam, bak perintah yang tidak menyisakan ruang penolakan.

Ia menarik Celine keluar dari ruang keluarga, membawanya menyusuri koridor menuju kamar pribadinya. Tumit Celine nyaris terseret mengikuti langkah panjang Ethan.

“Celine…” Golda panik, hendak mengejar. Namun Sean menahan lengannya dengan tenang.

“Biarkan mereka menyelesaikannya, Tuan Golda.” katanya.

Golda menggigit bibir, terpaksa duduk kembali.

Pintu kamar terbanting membelah keheningan. Ethan menghempaskan tangan Celine. Untuk pertama kalinya ia bersikap kasar pada wanita itu.

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan, hah?” suara Ethan meledak, dingin dan teredam, penuh gemuruh yang ditahan.

Celine tidak menjawab, walau tubuhnya mengecil dalam diam atas kemarahan Ethan.

Diamnya Celine membuat amarah Ethan semakin tersulut. Ia mencengkeram lengan gadis itu keras.

“Jawab, Celine!”

“Sshh…” Celine meringis.

Kesadaran mengenai rasa nyeri itu membuat Ethan melepaskannya seketika, mundur selangkah.

“Maaf…” suaranya jatuh, penuh sesal.

Celine mengangkat wajah, mata bulat itu dipenuhi kilau air yang ditahan. “Katakan dengan jujur, Ethan. Apa kau mencintaiku?”

“Celine…” Ethan mengusap wajahnya, seolah kalimat itu terlalu berat untuk dijawab.

“Jawab, Ethan! Jangan mempermainkan aku seperti ini. Aku sudah cukup sakit dengan perceraian orangtuaku.” Nada Celine tegas, tapi siapa pun yang mendengarnya akan tahu betapa rapuhnya gadis itu.

Lama menunggu, namun tak kunjung mendengar suara. Ethan tetap diam tanpa ekspresi.

Celine mengangguk pelan, bibirnya menegang. “Aku mengerti.”

Ia membalikkan badan, hendak membuka pintu. Namun Ethan menariknya kembali, membungkus tubuhnya dalam pelukan yang penuh kepemilikan.

“Aku… aku mencintaimu. Jangan pergi, Celine.”

1
Felycia R. Fernandez
wayolho Raga 🤣🤣🤣🤣🤣
kamu bakalan di eksekusi Ethan
🤣🤣🤣🤣🤣
ganggu aja kamu yaaa ,Ethan mau kiss kiss Celine malah gak jadi...
Felycia R. Fernandez
apa ini cincin pernikahan mereka kemaren???
Felycia R. Fernandez
ayo....ayo... babang tampan Ethan...
buktikan sampai darah penghabisan bahwa kamu tulus mencintai Celine..
kalau perlu belah lah dada mu untuk Celine 🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
masih donk...
bahkan sampai urat nadi...
cuma yaaa masih kecewa ma kamu aja...
Mak Mak Reader juga masih kesel ma kamu...
pengen timpuk otakmu dulu waktu sama Cantika...
Felycia R. Fernandez
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
dimaafkan atau gak Celine???
udah ngemis ngemis gtu lho Ethan nyaaa...
maafkan ya,ntar klo Ethan buat ulah lagi,kebiri aja.buang aja ke Antartika,atau tembak bahu dan kakinya...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
duuuuh so sweet 😍😍😍😍😍
aku senyam senyum lho Ethan
SL
sabar Ethan....sebentar lagi....semangatttttt💪💪💪
dika edsel
ooh aku sangka kau menyuruh celine mencekikmu..eladalaaaaah ternyata disuruh peluk balek?? he..he...aku tau apa yg ada diotakmu ethan..,entar klo celine memeluk lehermu..lgsung kamu sosor kan... hayo ngaku lo...😅😅😅
Felycia R. Fernandez: hampir kk 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Heti Supriyati Laela
cerita keren tata bahasa keren
olyv
aww sweet bgt rega 😅
Zafir Nadin
Awas aja rega nyakiti alya,celine paati langsung turun tangan
Zafir Nadin
Hmm rega ini mencurigakan
astr.id_est 🌻
ciee ciee rega fall in love 🤭
astr.id_est 🌻
pasti bantuan itu ada hubungan ny dengan alya makak nya rega auto setuju bgt 🤣
Fera Susanti
manis nech Alya - Rega
Noer Asiah Cahyono
gak suka deh, thor buat celine sama max
murni l.toruan
Memepeti terus sampai dapat, kalau jodoh tidak usah dicari pasti datang sendiri
Grace Putri
ngakak bgttt 🤣
Felycia R. Fernandez
weeeeh main cap cip cup aja anak gadis orang weeeyyy
Felycia R. Fernandez
Duar 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!