NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Farhan menyusuri koridor menuju apartemen Riana, begitu sampai di depan pintu ia memasukkan kode yang seharusnya menjadi simbol cinta mereka. Tapi kini, angka-angka itu terasa hambar di lidahnya. Biasanya, begitu pintu terbuka, aroma manis parfum Riana langsung menyambutnya, membangkitkan hasrat dan kerinduan. Tapi kali ini, hanya keheningan yang menyesakkan.

Ruangan itu terasa aneh, terlalu rapi. Seperti ruang pamer yang dingin dan tidak berpenghuni. Vas bunga di meja sudut menarik perhatiannya rangkaian lily putih yang besar dan mewah, bunga ke sukaan Riana. Aroma bunganya terlalu kuat, menusuk hidung dan memicu firasat buruk yang dingin.

Jantung Farhan berdebar semakin kencang saat ia mendekati kamar tidur Riana. Suara lirih percakapan terdengar dari balik pintu, seperti bisikan ular yang menggerogoti keyakinannya. Ia ingin mendobrak pintu, meluapkan kemarahan yang mulai membara. Tapi sesuatu menahannya. Instingnya berteriak agar ia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ia menempelkan telinganya ke pintu, mencoba menangkap setiap kata yang terucap.

"Bodohnya Farhan. Dengan mudahnya dia kita perdaya," suara Riana terdengar sinis, seperti pisau es yang mengiris daging. Farhan mengepalkan tangannya erat-erat, kuku-kukunya menancap di punggung tangan. Perasaan bingung, dikhianati, dan marah bercampur aduk menjadi satu.

"Iya, sayang. Dia benar-benar idiot! Ia begitu aja percaya dengan sandiwara kita!" sahut suara pria yang sangat ia kenali: Andre sepupu yang Riana perkenalkan padanya, tersenyum lebar di depannya, menepuk pundaknya dengan sok akrab. Pengkhianatan ini terasa seperti ditusuk dari belakang.

"Dan yang paling lucu, dia percaya kalau aku hamil anaknya. Padahal, yang ada di perutku ini adalah anakmu, sayang," lanjut Riana, diikuti tawa rendah yang mengejek. Tawa itu seperti ribuan jarum yang menancap di dada Farhan, meruntuhkan semua ilusi yang pernah dibangunnya.

"Hahaha ... benar-benar bodoh. Kita bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dari dia," Andre ikut tertawa, suaranya penuh kemenangan. "Setelah kita mendapatkan semua hartanya, kita tinggalkan saja dia dan anak itu. Kita bisa hidup senang tanpa harus bekerja keras."

Napas Farhan tercekat. Dunia terasa berputar, seperti lantai yang tiba-tiba menghilang di bawah kakinya. Ia telah dibutakan oleh cinta, oleh keinginan untuk percaya bahwa Riana adalah wanita yang tepat untuknya. Sekarang, ia hanya merasa jijik pada dirinya sendiri.

Tanpa sadar, tangannya sudah meraih kenop pintu. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan gemetar di tangannya. Tapi amarahnya terlalu kuat untuk dibendung. Dengan satu gerakan kasar, ia mendorong pintu hingga membentur dinding, membuat engselnya menjerit protes.

Pemandangan di dalam kamar membuat darahnya mendidih. Riana duduk di pangkuan Andre, gaun tidurnya berbahan satin merah menyala tersingkap hingga ke paha. Andre merangkul pinggang Riana, matanya menyipit licik menatap Farhan.

"Mas Farhan?!" Riana terlonjak kaget, matanya membulat ketakutan. Ia mencoba melepaskan diri dari Andre, tapi pria itu justru semakin mengeratkan pelukannya, seolah menantang Farhan. Senyum sinis tersungging di bibir Andre.

Mata Farhan menyipit, menatap Riana dan Andre dengan tatapan dingin. "Jadi, selama ini aku hanya jadi ATM berjalan untuk kalian berdua?" tanyanya dengan suara rendah, nyaris berbisik. Namun di balik nada tenangnya, tersimpan amarah yang siap meledak.

"Aku bisa jelaskan Mas!" Riana berusaha menetralkan suaranya, meskipun terlihat jelas bahwa ia panik. Ia turun dari pangkuan Andre, merapikan gaun tidurnya yang tersingkap. "Ini tidak seperti yang kau pikirkan."

"Oh ya? Lalu seperti apa, Riana?" Farhan maju selangkah, tatapannya mengunci mata Riana. Ia bisa melihat ketakutan di sana, tapi juga kebohongan yang sudah menjadi topengnya.

"Apa kau akan mengatakan bahwa ini hanya kesalahpahaman? Atau mungkin, kau akan menyalahkanku karena tidak memberimu cukup uang?"

Andre tertawa sinis, menghembuskan nafasnya ke udara. "Sudahlah, sayang. Tidak perlu berbohong lagi. Dia sudah tahu semuanya." Ia bangkit dari kursi, berjalan mendekat ke Farhan dengan angkuh. "Memang benar, kami memanfaatkanmu. Kau terlalu bodoh untuk menyadarinya, sama persis seperti mantan istri Soleha kamu itu."

Farhan mengepalkan tangannya semakin erat. Ucapan Andre seperti bahan bakar yang menyulut api amarahnya. Ia ingin sekali menghajar wajah sombong itu, tapi ia berusaha menahan diri. Ia tidak ingin turun ke level mereka.

"Jadi anak itu juga bagian dari rencana busuk kalian?!" tanya Farhan, suaranya bergetar. Ia menunjuk perut Riana dengan tatapan terluka.

Riana terdiam, menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap mata Farhan.

"Jawab aku, Riana!" bentak Farhan, membuat Riana tersentak kaget.

"Itu ... itu anak Andre," bisik Riana, suaranya nyaris tidak terdengar.

Hati Farhan hancur berkeping-keping. Ia tahu, ternyata sesakit ini di khianati sama orang yang selama ini kita percayai. "Jadi sesakit ini yang di rasakan Nafiza saat itu," batin Farhan semakin sesak.

"Kau benar-benar menjijikkan," desis Farhan, meludah ke lantai di dekat kaki Riana. "Aku tidak menyangka kau bisa serendah ini."

Ia berbalik, berjalan menuju pintu. Ia tidak ingin berada di ruangan itu lebih lama lagi. Ia merasa seperti tercekik, seolah udara di sekitarnya dipenuhi dengan racun.

"Kau mau ke mana, Farhan?" tanya Andre, suaranya mengejek. "Kau tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada kekasihmu dan anakmu. Eh! Anak kami maksudnya?"

Farhan menghentikan langkahnya di ambang pintu, tanpa berbalik. "Aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi," jawabnya dingin. "Mulai sekarang, jangan pernah muncul lagi di hadapanku!"

"Kau akan menyesal, Farhan!" teriak Andre. "Kau akan kehilangan segalanya!"

Farhan tertawa sinis. "Aku sudah kehilangan segalanya," jawabnya. "Tapi setidaknya, aku tidak kehilangan harga diriku di hadapan manusia rendahan seperti kalian!"

Ia keluar dari apartemen itu, meninggalkan Riana dan Andre yang terpaku di tempat mereka berdiri. Ia berjalan menyusuri koridor dengan langkah gontai, seperti orang yang kehilangan arah. Ia tidak tahu ke mana harus pergi, atau apa yang harus dilakukan, yang ia tahu hidupnya benar-benar hancur sekarang.

Bersambung ....

1
Buk Diah
suka ceritqnya
Tamirah
,Ibunya Farhan gak tahu kalau anaknya sdh menjatuhkan talak 3 pada istrinya.Sulit untuk rujuk dan gak mungkin Nafiza mau rujuk kalau toh dia nikah lagi dgn pria lain tentu pria yg dicintai yg gak Akan kembali pada mantan suami.
riniandara
karena mereka kesiangan ceritanya kak/Facepalm/
Indah Rosiani Rosy
batas waktu sholat subuh itu sebelum matahari terbit (waktu syuruq).
bangun jam 8 terus mandi ko malah lanjut sholat subuh 😡
Nurul Gadiezt Pesek
tidak bisa rujuk donk enak saja...
kapok kau kan 😂😂
Nurul Gadiezt Pesek
ya tidak biaa gitu donkkkk
udah talak 3 juga😂😂
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
riniandara: /Applaud/
total 1 replies
fajar Rokman.
mampir Thor seru kayaknya
riniandara: silahkan KK, moga terhibur y/Heart/
total 2 replies
Lies Atikah
jangan terlalu baik Naf nanti suka di mangfaatin orang apa2 juga jangan pake kata terlalu yang wajar saja
Lies Atikah
kamu jangan lemah dan oon kaya gitu zayen laki2 tuh harus tegas dan berwibawa jangan lembek dan gatel kaya gitu di peluk 2 diam pyah
Lies Atikah
yang masih segel di anggurin sampai satu thn si parhan emang sukanya yang logor2 di dodolin lagi apes banget loh Han
Atiah arini
good
Murni Murniati
kan udah talak tiga, mana bisa rujuk, apa mereka tak ingat
Kembarr Kembaarr
katanya orang sholehah ko gak sopan . nafisa sehrsnya memanggil zayn dngn sebutan mas jd ada sopannya walau sedikit.
Thewie
💪ketemu zayn berdebar
ketemu Farhan berdebar
apa yg sakit jantungnya si nafisya thor🤭🤣🤣
SSDY
bagus ceritanya
Kirana Mahestri
kok ada tiup lilin
kagome
doa nya maksa ya 🤭🤣🤣🤣
Anis Widayanti
Nafiza kan belum pernah disentuh mantan suami, bahkan tidur beda kamar. ini kok Zein tidak terkejut dengan pengalaman pertama & tidak disebut bahwa Nafisa cerita ke Zein belum pernah
Johanah Tata
gak sopan banget panggilnya nama doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!