'Ternyata mencintaimu, bagai duri dalam daging'
Saat keperawanan menjadi penghalang terbesar untuk kelanjutan hubungan Mega dan Damar. Mega yang memiliki masalalu yang kelam karena kebodohannya sendiri terlalu mempercayai seorang laki-laki yang jelas-jelas tidak memiliki rasa cinta terhadapnya.
Mega yang selalu berusaha merahasiakannya dari Damar, hingga akhirnya Damar mengetahui tentang keadaan dan masalalu Mega melalui laki-laki yang telah merusak Mega 2 tahun silam.
"Aku cinta kamu, tapi.... aku tidak bisa," ucap Damar.
Bagaimanakah kehidupan Mega selanjutnya setelah ditinggalkan oleh Damar? Akankah Mega menemukan seseorang yang benar-benar mencintainya dengan tulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StrawCakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUGAR DADDY?
"Seandainya aku juga tidak kesasar di sini, aku tidak akan bertemu denganmu," ucap laki-laki itu.
"Jadi kamu mengajakku ke tempat ini karena kamu sendiri gak tau arah kembali ke tempat awal?" tanya Mega yang semakin tidak percaya.
"Iya," jawab laki-laki itu dengan santainya.
"Astaga!" pekik Mega sambil memijat keningnya.
Benar-benar laki-laki yang sangat aneh! Ya Tuhan kenapa aku bisa dipertemukan dengan laki-laki semacam ini?
Mega pun mencari ponsel di dalam slingbag miliknya.
"A..****! lowbatt lagi," ucap Mega bermonolog.
"Apa kamu tahu hotel terdekat disekitar sini?" tanya Mega pada laki-laki itu yang sedang menatap lurus ke depan.
"Setahuku ada, tapi aku tak yakin jam segini masih ada kamar kosong," jawab laki-laki itu.
"Benarkah? kenapa?" tanya Mega penasaran.
"Karena ditempat sekarang kita berada merupakan daerah terpencil di pulau ini. Dan setahuku disini hanya ada sebuah paviliun yang sederhana. Dan juga banyak para wanita yang berpakaian sangat seksi masuk ke dalam pavilliun itu yang bekerja sebagai sugar daddy para pengusaha kaya raya," jelas laki-laki itu membuat mata Mega membulat kembali.
"Apa itu sugar daddy? Apa kamu tidak salah informasi? lalu dimana aku bisa menemukan hotel besar di sini?" tanya Mega yang seketika menjadi ketakutan.
Laki-laki itu kemudian tertawa karena mendengar pertanyaan Mega. Dan Mega semakin dibuat bingung olehnya.
"Astaga! kamu tidak tahu apa itu sugar daddy? kamu itu dari planet mana sih? zaman sekarang gak tahu sugar daddy, hahaha," kata laki-laki itu.
Mega merasa sangat kesal, ia pun membalikkan tubuhnya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan laki-laki itu dan mencoba mengingat kembali jalan ke arah pantai. Karena terlalu merasa lucu, laki-laki itu tidak menyadari kepergian Mega.
Sialan! aku bertanya serius malah ditertawakan! Tuhan semoga aku tidak bertemu dengannya lagi.
"Loh? wanita tadi kemana perginya? cepat sekali dia hilangnya. Apa jangan-jangan... dia bukan manusia? kok tiba-tiba bulu kudukku merinding sih. Tapi mana ada hantu di sini ya," ucap laki-laki itu bermonolog sambil mengangkat kedua bahunya seolah acuh.
Di tempat lain, Mega berjalan sambil mendengar deburan ombak. Mega yakin semakin dekat suara ombak itu maka ia akan semakin dekat pula dengan tepi pantai.
Bagaimanapun caranya aku harus kembali ke tempat pertama kali aku datang ke sini. Kenapa jalannya sangat sepi sekali? bahkan tidak ada mobil yang lewat. Tuhan aku takut.
Laki-laki yang tadi bersama Mega tiba-tiba merasakan tidak enak dengan perasaannya. Ia pun pergi menyusul Mega.
Diujung jalan Mega terlihat kebingungan karena ia berada di persimpangan jalan. Dan dia tidak tahu kemana dia harus pergi. Laki-laki itu menepuk bahu Mega dengan cukup keras membuat Mega tersentak sangat terkejut serta membuat jantung Mega berdegub begitu cepat.
"Ya Tuhan!" pekik Mega kemudian menoleh ke belakang.
"Ih kenapa kamu lagi sih! aku malas bertemu denganmu, sana pergi!" ucap Mega sambil menjauhkan dirinya dari laki-laki itu.
"Hei jalan yang benar bukan ke sana, tapi kesana," kata laki-laki itu sambil menujuk kearah kanan karena Mega berjalan ke arah kiri, membuat Mega menghentikan langkahnya.
"Darimana kamu tahu? bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu juga kesasar?" tanya Mega memastikan.
Laki-laki itu menghampiri Mega dan menarik lengan Mega, namun Mega tetap tak bergeming dari tempat dimana ia berdiri.
"Ada apa?" tanya laki-laki itu dengan nada bicara yang sangat lembut.
Mega menatap lekat ke mata laki-laki itu.
"Apa sebelumnya kita pernah saling mengenal?" tanya Mega tiba-tiba dengan. mata yang tak berkedip dan terus menatap lekat laki-laki itu.
"Saling mengenal? aku rasa tidak," jawab laki-laki itu dengan santai.
"Apa kamu yakin?" tanya Mega memastikan dan laki-laki itu mengangguk.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" tanya Mega kembali membuat laki-laki itu mengerutkan kedua alisnya.
"Mempercayaiku? itu tidak mungkin. Kamu hanya boleh percaya dengan Tuhan bukan denganku," jawab laki-laki itu.
Mega pun memutar setengah bola matanya.
"Terserah kamu, aku hanya ingin pulang," kata Mega sambil melepaskan tangan laki-laki itu dari lengannya kemudian membalikkan tubuhnya kembali berjalan ke jalan yang ia yakini itu benar.
Laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengikuti Mega dari belakang.
"Kenapa kamu begitu batu sih? kan aku mau ngasih tahu kamu jalan yang benar untuk bisa pulang," ucap laki-laki itu membuat Mega menghentikan langkahnya.
Mega pun membalikkan tubuhnya ke belakang.
"Beraninya kamu!" ucap Mega yang masih menahan dirinya padahal ia sendiri sudah naik pitam.
Mega mengatur nafasnya kembali, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Kalau kamu pikir aku batu lalu kamu apa? kenapa kamu malah mengikuti aku sih!" tanya Mega yang sudah mulai semakin geram dan membalikkan tubuhnya kembali.
Saat Mega mulai melangkahkan kakinya, laki-laki itu mulai berbicara kembali.
"Aku hanya khawatir denganmu," ucap laki-laki itu membuat Mega tidak jadi melangkahkan kalinya.
Mega pun berjongkok lalu menangis dengan tersendu-sendu. Dengan langkah cepat laki-laki itu menghampiri Mega dan ikut berjongkok di hadapan Mega.
"Kamu itu cantik, air matamu terlalu berharga untuk menangisi orang yang telah mengkhianatimu. Cukup simpan tangisanmu didalam sisi gelapmu. Jangan pernah kau tunjukkan itu lagi, apalagi didepanku," ucap laki-laki itu membuat Mega langsung menatap wajah laki-laki itu.
Jarak keduanya hanya tinggal beberapa senti saja. Mata mereka saling bertemu, saat bibir laki-laki itu hampir menyentuh bibir Mega dengan cepat Mega memalingkan wajahnya.
"Semua laki-laki sama aja! aku benci!" teriak Mega kemudian berdiri dan membalikkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan laki-laki itu. Kini Mega berjalan sesuai arahan laki-laki itu, sementara laki-laki itu pun tersenyum menatap kepergian Mega.
Karena merasa begitu sangat kesal tidak terasa Mega sampai di tempat dimana pertama kali Mega datang ke tempat ini. Dan dari kejauhan supir Nina sedang ketar ketir menunggu Mega kembali.
Kemudian Mega pun tersadar, lalu matanya berbinar-binar.
Ternyata laki-laki itu baik juga menunjukkan jalan yang benar padaku. Tapi aku tidak tahu namanya siapa, bahkan kami tidak sempat berkenalan.
Mega menghela nafasnya dan berjalan menghampiri mobilnya.
"Yaampun non Mega darimana saja, saya coba hubungin non tapi nomor non tidak aktif," ucap supir Nina.
"Maaf pak, saya tadi kesasar dan bersyukur saya bertemu teman saya. Dia yang udah membantu saya kembali ke sini," kata Mega sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dari kejauhan laki-laki yang membantu Mega menatap Mega dengan rasa bahagia.
Semoga kelak kita dipertemukan kembali saat luka di hatimu sudah pulih.
Lalu laki-laki itupun pergi dari tempatnya berdiri.