Setelah ibu mertuanya meninggal, Zara Hafizah dihadapkan pada kenyataan pahit. Suaminya, yakni Jaka telah menceraikannya secara tiba-tiba dan mengusirnya dari rumah. Zara terpaksa membesarkan anaknya yang masih berusia 6 tahun, seorang diri
kehidupan Zara semakin membaik ketika ia memutuskan hijrah dan bekerja di Ibu Kota.
Atas bantuan teman dekatnya,
Suatu hari, Zara bertemu dengan Sagara Mahendra, CEO perusahaan ternama dan duda dengan satu anak. Sagara sedang mencari sosok istri yang dapat menjaga dan mencintai putrinya seperti ibu kandungnya.
Dua orang yang saling membutuhkan tersebut, membuat kesepakatan untuk menikah secara kontrak.
Sagara membutuhkan seorang istri yang bisa menyayangi Maura putrinya dengan tulus.
Dan Zara membutuhkan suami yang ia harap bisa memberinya kehidupan yang lebih baik bagi dirinya serta Aqila putrinya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka selanjutnya, akan kah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi bahan gosip
Pagi ini entah kenapa Zara merasa ragu untuk kembali ke tempat ia bekerja, ia jadi teringat akan peristiwa semalam.
"Bunda kenapa?" ucapnya yang telah membuat Zara tersadar dari lamunannya.
" E enggak kenapa-kenapa kok La, yasudah kalau begitu Bunda berangkat kerja dulu ya, kamu baik-baik di rumah, kalau butuh apapun tinggal bilang sama Tante Dewi."
"Tenang saja Ra, Lala aman kok sama aku, yaudah sana gih berangkat nanti kamu telat!" ujarnya
"Yaudah Wi, aku pamit! titip Lala ya!" cakapnya sembari memeluk Lala.
Dewi pun mengacungkan kedua jempolnya.
Saat Zara sudah berangkat, Dewi menanyakan sesuatu kepada Lala.
"La, emang bener ya semalam Papahnya teman kamu datang kesini? Tante tahu dari tetangga depan yang tadi sempat bilang sama tante!" tanyanya penuh selidik.
"Iya Tante Dewi, tapi sepertinya Bunda sama Papahnya Maura sudah saling mengenal, bahkan semalam Bunda sudah berani mengomeli Papahnya Maura!"
Jawaban dari Lala, membuat Dewi semakin penasaran akan sosok pria tersebut.
'kira-kira siapa ya pria itu? Kok Zara bisa mengenalnya?' batinnya menaruh curiga
......................
Hotel Raflesia
Setibanya di Hotel, lagi-lagi Zara merasa gugup, apakah ia akan mendapatkan surat pemecatan?
Namun ada satu pemandangan yang membuatnya sangat aneh, yakni banyaknya karyawan Hotel yang menyapanya dengan ramah, Zara sampai mengerutkan kedua alisnya.
Kemudian Dini dan juga Ibu Mitha buru-buru menghampiri Zara yang sedang melangkahkan kakinya menuju pintu masuk khusus karyawan.
"Hosh..hosh!" nafas Dini dan Bu Mitha tersengal, bahkan mereka berdua sampai terbatuk-batuk.
"Kalian kenapa? Kok ngos-ngosan kaya gitu? Udah kaya ngelihat setan aja sih!" tanyanya terlihat bingung.
"Ra, ini semua tidak benar kan?" tanya Ibu Mitha sembari menggenggam kedua tangannya.
"Ibu kenapa? Sebenarnya ada apa dengan kalian ini?" tanyanya kebingungan, bahkan Zara terus-terusan mengerutkan dahinya.
"Baiklah Ra, Din coba kau jelaskan kepada temanmu ini mengenai pengumuman yang telah di cantumkan oleh Tuan Sagara.
Mendengar nama Tuan Sagara, Zara malah menelan saliva nya.
"Ra, emang betul kalau kamu dan Tuan Sagara resmi jadian?"
Mendengar Dini berkata seperti itu, Zara langsung tercekat dengan mata terbelalak, Zara masih tidak percaya atas perkataan dari Dini.
"Kamu jangan bercanda Din?"
"Beneran Ra, seluruh karyawan Hotel Raflesia sudah mengetahui pengumuman itu, apalagi pengumuman nya langsung dari Tuan Sagara, dan setelah di tanyakan kembali kepada Asistennya yakni Pak Jhon, iya pun membenarkannya, sulit di percaya Ra, bahwa kamu bisa menaklukan hati si Bos killer itu, kau tahu kan Bos kita itu sikapnya begitu Dingin bagaikan kulkas dua pintu? Hanya saja pesona ketampanannya telah banyak membuat hati para wanita serasa meleleh setiap kali melihatnya!" ucap Dini dengan mata yang berbinar.
'Barusan kau bilang apa Din? Tuan Sagara sangat mempesona? Apanya yang mempesona, yang ada dia itu adalah pria paling menyebalkan dan senang sekali merendahkan orang lain, sedikitpun aku tidak tertarik dengan pria semacam itu!' ucapnya dalam hati
Lalu Zara buru-buru masuk ke dalam Hotel untuk segera memulai pekerjaannya, entah kenapa Zara merasa ada sesuatu yang aneh, mengapa secara tiba-tiba Tuan Sagara melakukan tindakan konyol dan kekanak-kanakan seperti ini? Apa sebenarnya maunya Tuan Sagara? Bukankah seharusnya ia memberikan surat pemecatan? Zara benar-benar hanya bisa menggeleng atas semua kejadian hari ini.
Perusahaan Syailendra Group
"Tuan, saya masih belum mengerti dengan rencana Tuan ini? Kenapa anda tiba-tiba saja meminta saya untuk melakukan kebohongan ini?" protesnya tanda tidak setuju.
"Sudahlah Jhon, kau diam saja, aku sudah memiliki rencana besar untuk membalas semua perbuatan wanita itu, dan aku yakin jika wanita itu tidak akan pernah menggertak ku lagi, aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan menjadikan wanita itu sebagai kelinci mainanku!" ucapnya sangat puas, Saga malah tertawa terbahak-bahak.
'Kasihan sekali Nona Zara, padahal dia adalah wanita baik!' batinnya merasa iba.
"Oh iya Jhon, siang ini aku berencana makan siang di Hotel Raflesia, aku akan mengajak kekasihku untuk makan siang bersama!" ujarnya sambil tertawa geli.
Jhon yang memperhatikan Tuannya, hanya bisa menepuk jidatnya, entahlah rencana seperti apa yang ada di dalam pikirannya.
Saat jam makan siang, Zara dan Dini bersiap-siap menuju Aula hotel, dimana disana sudah tersedia makan siang untuk para karyawan.
Lagi dan lagi para karyawan hotel menyapa dirinya dengan ramah. Zara pun di buat heran akan situasinya kali ini.
"San, tamat sudah harapan lo, Elo sanggup saingan sama Big bos?" ejek Alan
"mana sanggup gue Lan, akh kenapa Zara bisa di incer sama si Bos sih? Lagian kok Bos mau sama bawahannya, rasanya ada yang janggal Lan?" ucapnya menaruh curiga.
"Yaelah San, elo gak inget kalau orang sudah jatuh cinta itu, apapun akan di butakan!" jawab Alan meyakinkan Sandi.
Kini Zara dan Dini makan siang bersama, keduanya duduk di tempat seperti biasanya, Aula di hotel ini memang sangatlah luas, dan bisa menampung seluruh karyawan Hotel.
Tiba-tiba saja Sagara datang dan di temani oleh jhon.
Tap
Tap
Tap
Bunyi langkah kedua kakinya telah memecahkan keheningan di ruangan Aula Restoran.
Zara yang sempat akan menikmati makanannya masuk ke dalam mulutnya mendadak ia urungkan saat Tuan Sagara mencoba mendekat ke arahnya, semua mata tertuju ke arahnya.
Zara sendiri tiba-tiba merasa gugup atas kejadian ini.
"Kenapa kau makan di sini?" tanya Sagara berbicara lembut
Dini yang menyaksikan langsung sikap Bos besar nya terhadap Zara, ia cukup tercengang.
'Ya ampun Zara, mimpi apa kamu Ra? Ko bisa si Bos tampan ini kau taklukan? Rasanya ini semua bagaikan mimpi!' puji Dini dalam hati.
"Lah, memang biasanya para karyawan makan di sini kan, Tuan Sagara yang terhormat!" jawabnya dengan sinis.
Entah kenapa Sagara yang terkenal dengan sifatnya yang dingin dan juga kejam, tiba-tiba saja berubah menjadi melunak.
' Hey Tuan, Ada apa dengan dirimu? Apakah perkataanku yang semalam telah membuat otakmu menjadi tidak waras, hah!' umpatnya dalam hati.
"Mulai saat ini kau tidak boleh makan siang di sini lagi, ayo ikut denganku!" ajak Sagara sambil menarik dengan lembut tangan Zara.
Sontak para karyawan yang lainnya pun sampai melotot dengan kejadian yang menghebohkan itu, apalagi Lina dan juga kawan-kawan nya, mereka menatap tidak suka atas kejadian ini.
"Lin, tabahkan hatimu, sepertinya kau harus mengikhlaskan Bos tampanmu dengan wanita itu, hebat juga dia, rayuannya sampai bisa membuat si Bos tampan klepek-klepek!" ujar Reni teman dekat Lina
"Awas saja Zara, aku tidak akan tinggal diam, kali ini kau berada di atas angin karena Tuan Sagara secara terang-terangan memilihmu untuk menjadi kekasihnya atau tepatnya calon istri nya, aarrrkkhhh ini tidak bisa di biarkan!" gerutunya sangat kesal, sampai-sampai sumpit di tangannya hampir saja patah.
"Maaf Tuan, bisa kah anda melepaskan tangan saya?" pinta nya dengan tatapan tidak sukanya, namun entah kenapa Sagara malah membalasnya dengan sebuah senyuman.
"Ayo ikut sebentar, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu!"
Karena tidak ingin membuat orang-orang terus melihat adegan dirinya bersama Tuan Sagara, Zara pun mengikuti ajakannya dengan terpaksa
"Jhon, kau tetap standby di sini, aku ingin berbicara empat mata dengan kekasihku!" ucapnya dengan lantang.
Semua karyawan yang mendengar pengakuan dari bos besarnya itu, masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Kini keduanya menjadi bahan gosip para karyawan dan membenarkan jika Tuan Sagara dan Zara benar-benar memiliki suatu hubungan.
Kemudian Sagara terus menggenggam erat tangan Zara sampai ke Restoran yang berada di lantai dua Hotel Raflesia.
Lalu Zara duduk di salah satu meja khusus untuk Tuan Sagara.
"Tuan, hentikan sandiwaramu ini! Saya tahu jika anda sedang memiliki suatu rencana untukku, iya kan?" tanyanya sedikit membentak.
Lagi-lagi Sagara malah melempar senyum ke arahnya, lalu ia duduk di sebelahnya.
"Ternyata kau cukup pintar juga Zara, kau tidak mudah untuk aku kelabui!" jawabnya tersenyum licik.
Kemudian Zara mulai mengatur nafasnya akibat kesal dengan ulah Tuan Sagara yang menurutnya sangat keterlaluan.
"Sebenarnya apa maunya Tuan? Kenapa Tuan melakukan ini padaku? Bukankah seharusnya anda memecat saya, tapi ini malah menyebarkan gosip murahan seperti ini."
Mendengar Zara berkata seperti itu, Saga mendadak menjadi kesal.
"Woy, kau itu wanita paling aneh, kau tahu jika di luaran sana banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasihku, bahkan mereka rela menyerahkan tubuhnya kepadaku!"
"Hanya wanita bodoh yang mau melakukan hal itu, maaf ya Tuan Sagara yang terhormat! Jangan pernah anda menyamakan saya dengan mereka, dan saya tegaskan sekali lagi kalau saya tidak suka dengan anda, saya tidak suka dengan keadaan seperti ini, tolong Tuan klarifikasi masalah ini, aku hanya ingin bekerja dengan tenang!" pintanya memohon.
Sagara malah tertawa terbahak-bahak ketika mendengar perkataan dari Zara.
"Asal kau tahu, wahai wanita yang paling menyebalkan, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu, kau adalah kelinci peliharaanku yang harus tunduk kepada ku, faham kamu!" bentaknya penuh penekanan
Zara benar-benar tidak terima saat Sagara berkata seperti itu, ia pun sampai mengepalkan kedua tangannya.
Bersambung...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
sabar saga tunggu halal 😁