Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HUKUMAM UNTUK PENDOSA
Mbah Minto nampak terkejut saat melihat sosok itu bergeming, sosok itu tak menunjukkan reaksi apapun saat garam itu mengenai tubuhnya.
" Siapa kamu, apa urusanmu terhadap mereka, aku hanya ingin menolong mereka " ucap mbah Minto.
" Dengan mengurung gadis di ruko gudang itu, sehingga arwahnya tidak bisa kembali pada keluarganya, dan rohnya terjebak di ruko itu untuk selamanya " ucap sosok itu.
" Dia terus menganggu mereka " ucap Mbah Minto.
" karena mereka telah membunuh dan mengubur mereka gadis itu di dalam ruko itu, berhenti membantu mereka atau kamu juga akan memiliki nasib seperti mereka " ucap Sosok Hafid yang menyerupai pocong itu.
Mbah Minto menoleh ke belakang menatap ketiga orang yang saling berdempetan itu.
Hafid melayang masuk ke dalam rumah itu dan berdiri di hadapan Mbah Minto Hafid langsung mengubah dirinya menjadi sosok dirinya.
" Lihat lah, pagar yang kamu buat tak mampu menahanku " ucap Hafid.
Tangan Hafid terulur ke arah leher Mbah Minto dan kemudian langsung mencengkeram erat leher itu, sehingga mata dan mulut Mbah Minto terbuka lebar.
Hafid tersenyum miring pada ketiga pria itu, tubuh ketiga pria itu semakin bergetar saat melihat Hafid mengangkat tubuh Mbah Minto ke atas dengan satu tangan.
" Laa..laa...larii..." Seru Harjo dan langsung berlari ke luar rumah Mbah Minto dengan di ikuti oleh Ari dan Timan.
Ketiganya langsung menyalakan motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Hafid tersenyum lebar pada Mbah Minto dan kemudian melempar tubuh Mbah Minto ke arah meja persembahan yang di buat Mbah Minto untuk melakukan ritual.
Mbah Minto meringis ke sakitan.
" Ampun, aku hanya ingin menolong mereka " ucap Mbah Minto.
Hafid menatap ke arah Mbak Minto dengan tatapan tajamnya.
" Buka pagar yang membelenggu gadis itu, maka aku akan mengampunimu " ucap Hafid.
Bukan Hafid tidak bisa menghancurkan pagar yang di buat oleh Mbah Minto untuk mengurung Misya, tapi pagar ghaib itu hanya bisa di buka oleh yang membuat pagar itu sendiri.
" Babb..baik " Ucap Mbah Minto.
Mbah Minto merangkak ke arah semua tempat di mana ia menyimpan sebuah kendi yang terbuat dari tanah liat yang lubangnya tertutup dengan kain kafan.
Mbah Minto merapalkan mantranya dan kemudian memecahkan kendi itu, sehingga terlihat sebuah kepulan asap putih keluar dari pecahan kendi itu.
Hafid tersenyum menyeringai dan kemudian melayang ke arah Mbah Minto dan kemudian memegang tangan Mbah Minto, Mbah Minto kesakitan saat tangannya di pegang oleh Hafid.
" Ahhhh,,,,,,,," jerit Mbah Minto kesakitan dan tak lama tangan Hafid melepaskan pegangan tangannya.
" Bertobat lah, aku tahu kamu orang baik, banyak menolong orang dengan ilmumu, tapi akhir-akhir ini kamu menggunakan ilmu untuk perbuatan yang tidak baik, walaupun itu tidak menyakiti manusia tapi kamu menyakiti sebuah roh yng yang tak berdosa, aku melunturkan ilmumu, gunakan sisa umurmu ini dengan baik " ucap Hafid dan langsung menghilang dari penglihatan Mbah Minto.
******
" Bang awas bang ...." teriak Timan yang berada di boncengan Harjo.
Braakkk.... sebuah truk besar menabrak motor yang di naiki oleh Harjo dan Timan.
Tubuh Timan terpelanting jauh ke belakang dan kemudian menghantam tanah dengan keras, sedangkan tubuh Harjo berada di bawah truk itu bersama motornya.
Tubuh keduanya yang langsung bersimbah darah, beberapa orang yang berada di situ langsung berhambur untuk melihat kejadian kecelakaan itu.
Sedangkan Ari yang melaju di belakang mereka terkejut dengan kejadian itu, ia menghentikan motor nya tepat di hadapan Timan yang tergeletak bersimbah darah, tubuh Ari bergetar hebat, matanya terus tertuju pada Timan yang posisi kepalanya menghadap ke arah nya.
Mulut Timan bergumam meminta tolong.
" Keduanya masih hidup cepat panggil polisi dan ambulance " ucap seseorang yang memeriksa keadaan Harjo dan Timan.
" menyerah lah pada polisi dan katakan sejujurnya apa yang telah kalian lakukan pada gadis itu, dan tunjukkan di mana kalian telah menguburkan mayat gadis itu, atau nasib kamu akan seperti mereka" bisik sebuah suara pada telinga Ari.
Ari terkejut dan langsung menoleh ke berbagai arah, tubuh Ari terpaku saat melihat pocong hafid yang duduk di atas kepala truk itu dengan mengayun-ayunkan kakinya dan menatap tajam ke arah Ari.
Dengan perlahan Ari menganggukkan kepalanya dan seketika dia beserta motornya jatuh ke tanah, Ari pingsan dan semakin membuat panik orang-orang yang ada di situ.
****
Setelah beberapa hari, terlihat beberapa polisi mendatangi ruko di mana Misya di kuburkan oleh Harjo cs.
Polisi membawa Ari yang kedua tangannya terborgol, dan ada keluarga Misya dan calon suami Misya yang ikut ke situ setelah di hubungi oleh pihak kepolisian.
" tunjukkan di mana kalian menguburkan gadis itu " ucap seorang polisi.
Ari membawa mereka ke arah dapur dan menunjuk ke arah lantai yang berada di bawah meja.
Semua kru langsung bergegas mengangkat meja itu dan kemudian menggali lantai itu dan setelah hampir tiga puluh menit akhirnya terlihat sebuah tulang belulang yang masih terbungkus dengan pakaian yang terakhir di gunakan oleh Misya.
Ayah Misya langsung menjerit keras saat melihat jasad putrinya sedangkan tunangannya langsung terduduk lemas di samping ayahnya Misya.
Calon suaminya tidak tahu kalau Misya mencarinya ke kota, Misya pasti khawatir karena tidak bisa menghubungi dirinya karena ponsel tunangan Misya hilang dan saat tunangan Misya pulang ke desa ia terkejut saat mendengar kalau Misya menyusulnya ke kota, akhirnya tunangan Misya kembali ke kota dan mencari keberadaan Misya.
Tapi sayangnya ia tak pernah menemukan Misya di kota sebesar ini.
Roh Misya yang ada di situ terus menatap ke arah dua pria yang di cintai nya itu, perlahan ia meneteskan air matanya, melihat kesedihan di mata mereka.
Sosok Hafid berdiri di samping Misya dan kemudian mengusap kepala gadis malang itu.
" sekarang kamu bisa pergi ke tempat yang seharusnya, pergilah dengan tenang aku akan mengurus mereka yang sudah menyakitimu " ucap Hafid.
" Bagaimana dengan keluargaku dan tunanganku pak " ucap Misya.
" tidak usah memikirkan mereka, mereka akan bisa melewati nya " ucap Hafid.
" Boleh saya menemui Lintang dan Arim Bapak, saya ingin mengucapkan terima kasih pada mereka " ucap Misya.
" tapi berhati-hatilah Jika kamu datang ke rumah Lintang, karena di sana banyak jebakan untuk para hantu" ucap Hafid dengan senyum lebar.
*****
Keyla memperhatikan putranya yang sedang duduk di meja makan.
" Kamu sakit Rain, wajahmu pucat sekali?" tanya Keyla pada putranya yang sedari tadi memijat leher dan bahunya.
" sedikit ma "
" Apa yang kamu rasakan?"
" Entahlah ma, rasanya bahuku berat sekali dan terkadang kepalaku terasa pusing "
########
" Kamu sudah periksakan keadaanmu "
" Sudah kemarin saat aku habis operasi, dan semuanya baik-baik saja, mungkin hanya kecapean ma, beberapa hari ini banyak operasi besar yang aku jalani, dan perusahaan juga sedang ramai-ramainya" ucap Rain.
" Kamu harus bisa menjaga diri Rain, jangan lakukan semuanya, kamu harus fokus di salah satunya, mama dan papa nggak masalah kalau kamu harus menjadi seorang dokter, perusahaan itu biar di pegang papa, jaga kesehatanmu sayang " ucap Keyla sambil memijat bahu Rain.
" Apa perlu mama panggilkan tukang pijat langganan papa "
" boleh ma, tapi nanti malam saja, hari ini aku harus ke rumah sakit untuk membantu profesor Husein menghandle anak magang, aku berangkat dulu ma, terimakasih pijatannya ma, aku sayang mama " ucap Rain sambil mencium kedua pipi Keyla lantas Rain langsung berangkat ke perusahaannya terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit.
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran