NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejatuhan sekte api suci

Ibu kota sudah dekat," gumamnya pelan, sebelum menghilang di tengah kerumunan pasar, menuju takdir yang telah lama ia nantikan.

Kabar mengenai kehancuran Benteng Naga Api menjalar seperti wabah di seluruh penjuru Kekaisaran Chi Long. Hanya dalam hitungan jam, burung-burung pembawa pesan energi makhluk spiritual yang mampu melintasi ribuan mil dalam sekejap mendarat di menara-menara pengawas ibu kota. Pesan yang mereka bawa bukanlah berita kemenangan, melainkan ratapan kematian. Satu nama bergema di koridor kekuasaan, memicu ketakutan yang belum pernah dirasakan selama berabad-abad: Shang Zhi.

Di jantung kekaisaran, tepatnya di atas Puncak Naga Membara, berdiri sebuah institusi yang dianggap sebagai dewa di dunia fana Sekte Api Suci. Pilar kekuatan ini telah melindungi takhta Chi Long selama tujuh ratus tahun tanpa cela. Bangunan sekte tersebut seolah-olah dipahat dari puncak gunung vulkanik aula-aulanya selalu membara dengan api abadi yang tak pernah padam oleh hujan maupun badai.

Bagi para anggotanya, api bukan sekadar elemen, melainkan bentuk keadilan tertinggi. Mendengar bahwa seorang pemuda dari gurun telah menghancurkan pasukan perbatasan dan menghina harga diri kekaisaran, Tetua Zhu Rong, pemimpin sekte yang legendaris, meledak dalam amarah.

"Berani sekali tikus gurun itu mengusik ketenangan naga!" raung Zhu Rong. Suaranya membuat lava di kawah puncak gunung bergejolak. "Dia ingin melewati Chi Long? Maka dia akan melewati pemakaman apinya sendiri!"

Zhu Rong memerintahkan seluruh murid inti untuk bersiap. Di gerbang utama yang menghadap ke tangga ribuan anak tangga, mereka membentuk formasi "Sembilan Matahari Terik", sebuah pertahanan absolut yang diklaim mampu membakar bahkan seorang Dewa yang turun ke bumi.

Pendakian Menuju Neraka

Shang Zhi tiba di kaki Gunung Naga Membara tepat saat senja mulai tenggelam. Langit berwarna jingga pekat, namun itu bukan karena matahari, melainkan pantulan dari api yang menyelimuti puncak gunung. Suhu di area tersebut begitu ekstrem hingga pepohonan di sekitar tangga batu tampak layu, menghitam, dan kering kerontang. Udara terasa berat, membawa partikel abu yang menyesakkan napas.

Namun, bagi Shang Zhi, panas ini hanyalah gangguan kecil. Di dalam hatinya, terdapat api dendam yang jauh lebih panas dan lebih murni daripada api manapun di dunia ini.

Ia mulai mendaki. Langkah kakinya terdengar ritmis di atas tangga batu yang membara. Ia tidak terburu-buru, namun setiap langkahnya membawa bobot gunung yang tak terlihat. Tekanan aura yang ia lepaskan secara tidak sadar membuat formasi batuan di sisi tangga retak dan pecah.

Di tengah perjalanan, gerombolan murid luar sekte yang memegang pedang api menghadangnya. Wajah mereka penuh dengan kebencian dan fanatisme.

"Berhenti, pendosa!" teriak seorang instruktur sekte, pedangnya berkobar dengan api merah. "Kau telah menodai tanah suci ini dengan kehadiranmu. Kau tidak akan bisa melewati tangga ini tanpa menjadi abu yang terinjak-injak!"

Shang Zhi bahkan tidak melirik mereka. Matanya tetap tertuju pada puncak yang menjulang. Ia hanya mengibaskan lengan bajunya dengan gerakan santai.

Seketika, hukum alam di tempat itu seolah terbalik. Sebuah gelombang tekanan udara yang sangat dingin kontradiksi total yang mustahil secara logika memancar keluar dari tubuhnya. Es hitam, yang lebih pekat dari malam, tiba-tiba menjalar di sepanjang tangga batu. Api di pedang para murid padam dalam sekejap, digantikan oleh lapisan beku yang merambat ke tangan mereka. Mereka terpental seperti daun kering yang dihantam badai, jatuh bergulingan ke dasar jurang tanpa sempat mengeluarkan suara.

"Aku tidak datang untuk pion-pion kecil seperti kalian," ucap Shang Zhi datar. Suaranya membelah udara yang panas. "Panggil pemimpin kalian yang bersembunyi di atas sana."

Saat mencapai puncak, Shang Zhi disambut oleh pemandangan yang megah namun mengerikan. Di paviliun utama yang dikelilingi kolam lava, sembilan murid inti dengan tingkat kultivasi tinggi duduk bersila dalam lingkaran sempurna. Masing-masing dari mereka memanipulasi bola api raksasa yang melayang di atas kepala, berputar dengan kecepatan tinggi.

Di tengah-tengah mereka berdiri Tetua Zhu Rong. Rambutnya yang merah menyala berdiri seperti lidah api, dan jubahnya tampak terbuat dari anyaman lava cair yang terus mengalir. Ia memegang tongkat tembaga yang memancarkan aura fusion Soul tingkat puncak.

"Sombong sekali kau, anak muda," suara Zhu Rong menggelegar, bergetar dengan energi spiritual yang kuat. "Kau mungkin bisa menghancurkan prajurit biasa di perbatasan, tapi di hadapan Sekte Api Suci, kau hanyalah kotoran yang akan dimurnikan. Aktifkan formasi! Biar dia tahu rasanya dibakar oleh amarah surga!"

Sembilan bola api itu tiba-tiba melesat ke tengah, menyatu menjadi satu matahari raksasa yang menyilaukan. Panasnya begitu luar biasa hingga lantai paviliun yang terbuat dari batu basal mulai mencair menjadi cairan kental. Murid-murid sekte yang menonton dari kejauhan harus mundur hingga ratusan meter, kulit mereka terasa perih meski hanya terkena uap panasnya.

Matahari buatan itu meluncur deras, membelah udara dengan suara menderu yang memekakkan telinga, menuju tepat ke arah Shang Zhi berdiri.

Shang Zhi tetap diam. Ia menatap bola api raksasa itu dengan mata emasnya yang kini bercahaya redup. Di dalam ruang kesadarannya, sang Ancient Emperor tertawa rendah, sebuah tawa yang meremehkan segalanya. "Mereka ingin bermain dengan api di depan sang pencipta kehampaan? Tunjukkan pada mereka, Nak, apa itu kegelapan yang sesungguhnya."

Shang Zhi perlahan mengangkat tangan kirinya, telapak tangannya menghadap ke depan seolah hendak menyentuh panas tersebut.

"Teknik Kaisar: Penelan Bintang!"

Sebuah titik hitam kecil muncul di tengah telapak tangan Shang Zhi. Secara ajaib, alih-alih meledak saat bersentuhan, matahari raksasa itu justru melengkung dan terdistorsi. Seluruh massa api yang seharusnya mampu menghancurkan satu kota kecil itu tersedot masuk ke dalam titik hitam di tangan Shang Zhi seperti air yang masuk ke lubang pembuangan.

Suara gemuruh dahsyat itu mendadak hilang. Keheningan yang menyesakkan menyelimuti puncak gunung. Cahaya terang yang tadinya mendominasi kini lenyap, meninggalkan kegelapan yang lebih pekat dari sebelumnya.

Shang Zhi menarik napas panjang. Ia menyerap seluruh esensi api tersebut ke dalam meridiannya, memurnikan energi liar itu dalam sekejap dengan teknik kuno. Tubuhnya memancarkan cahaya keemasan sesaat sebelum kembali normal.

Wajah Tetua Zhu Rong berubah drastis. Keangkuhannya runtuh, menyisakan pucat pasi yang mengerikan. "Tidak... itu tidak mungkin! Bagaimana bisa kau menelan api tingkat suci tanpa meledak?! Siapa kau sebenarnya?!"

"Api kalian terlalu lemah untuk sekadar menghangatkanku," jawab Shang Zhi dingin.

Sebelum Zhu Rong sempat bereaksi atau mengeluarkan teknik perlindungan, Shang Zhi sudah berada di depannya. Kecepatannya melampaui batas persepsi mata manusia. Shang Zhi mencengkeram leher Zhu Rong dengan satu tangan, mengangkat pria tua yang perkasa itu seperti mengangkat seekor anak ayam.

"Sekte ini telah menjadi anjing setia yang mendukung penindasan Keluarga Yun dan Lu di wilayah ini selama bertahun-tahun," bisik Shang Zhi tepat di depan wajah Zhu Rong yang ketakutan. "Keadilan yang kalian agungkan hanyalah tirani yang dibungkus api. Hari ini, perlindungan kalian berakhir."

Dengan satu hentakan tenaga dalam yang luar biasa, Shang Zhi menghantamkan Zhu Rong ke tanah hingga paviliun itu retak. Kemudian, ia menghujamkan pedang hitamnya ke lantai batu.

"Kehancuran Abadi: Esensi Kehampaan."

Energi hitam pekat terpancar keluar dari pedang tersebut, menjalar seperti akar pohon iblis ke seluruh bangunan sekte. Dalam hitungan detik, seluruh kemegahan Sekte Api Suci dari aula utama yang megah hingga perpustakaan teknik yang tak ternilai mulai membeku dalam kristal es hitam. Dan kemudian, dengan satu dentuman rendah, seluruh struktur itu hancur berkeping-keping menjadi debu es.

Sekte yang telah berdiri tujuh ratus tahun itu runtuh hanya dalam hitungan menit. Shang Zhi berdiri tegak di tengah reruntuhan, menatap sisa-sisa murid sekte yang kini bersujud di tanah, gemetar karena ketakutan yang murni.

"Mulai hari ini, Kekaisaran Chi Long tidak lagi memiliki sekte pelindung," suara Shang Zhi bergema, dibawa oleh angin hingga ke lembah-lembah di bawahnya. "Sampaikan pada kaisarmu dia memiliki satu malam untuk menyerah dan berlutut kepada ku, atau dia akan menyaksikan istananya menjadi debu, sama seperti gunung ini."

Shang Zhi berbalik, berjalan menuruni gunung dengan jubah hitamnya yang baru, yang kini tampak semakin berwibawa. Di belakangnya, Puncak Naga Membara yang dulu selalu menyala kini membeku, tertutup oleh salju hitam yang tidak akan pernah mencair.

Setelah meninggalkan sisa-sisa Sekte Api Suci, Shang Zhi tidak langsung menuju istana. Ia menyadari bahwa pertempuran terakhir akan menjadi tontonan bagi seluruh dunia. Ia memasuki wilayah pasar luar ibu kota yang masih ramai, meskipun suasana tegang mulai terasa di antara penduduk.

Di sana, ia berjalan melewati kios-kios pedagang yang mulai menutup dagangan mereka karena takut. Namun, matanya tertuju pada sebuah butik pakaian yang paling terkemuka di wilayah itu, tempat para bangsawan biasanya memesan jubah mereka.

Pemilik toko, seorang wanita tua yang tajam matanya, melihat Shang Zhi masuk. Meski pakaian Shang Zhi tampak sedikit terkena debu pertempuran, aura yang dipancarkannya membuat wanita itu segera membungkuk hormat tanpa berani menatap matanya.

"Tuan, apa yang bisa saya sediakan untuk Anda?" tanya wanita itu dengan suara bergetar.

"Aku butuh jubah yang layak untuk seorang kaisar.," jawab Shang Zhi tenang. Ia menunjuk pada selembar kain sutra hitam legam yang memiliki bordiran naga perak yang seolah-olah sedang merayap di dalam kegelapan.

Setelah mengganti pakaiannya, Shang Zhi keluar dari toko tersebut. Jubah baru itu menjuntai dengan anggun, bergerak seiring langkahnya yang mantap. Ia bukan lagi sekadar pemuda dari gurun ia adalah perwujudan dari pembalasan yang tak terelakkan. Dengan pedang hitam di pinggang dan jubah hitam yang berkibar, ia berjalan menuju gerbang utama ibu kota, siap untuk mengakhiri sebuah era.

...Bersambung.......

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!