NovelToon NovelToon
Hasrat Om Bhara CEO POSESIF

Hasrat Om Bhara CEO POSESIF

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / CEO / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:35k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"sebenarnya disini yang mesum siapa Aku atau kamu ,honey"! tanya bhara laki laki yang kini sedang mengungkung tubuh Zahra ,gadis berusia 18 tahun yang baru saja lulus sekolah.
Zahra terdiam ,sungguh kali ini dia tidak bisa berkutik ketika bhara menindihnya saat ini, gadis yang selalu penasaran dengan rasanya bercinta ,sepertinya akan merasakannya di bawah belenggu serangan CEO posesif yaitu tuan bhara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 35

"bagaimana".

Tanya Zahra saat sudah menyajikan dua mangkok mie di atas meja makan.

Hemmmm"!!

"Ini sangat enak,benar benar calon istri idaman".

Kata bhara sambil menatap penuh cinta kepada gadis kecilnya.

"Gombal,aku masih kesal ya,om".

"CK,jangan memanggilku dengan sebutan itu atau,aku akan menghukum mu".

Bisik bhara sambil mendekatkan wajahnya ke arah Zahra .

"Setelah ini tidak akan ada wanita yang mengadu macam macam kepadamu,".

"Maksudnya"!

Tanya Zahra sambil menghentikan kunyahan nya.

"Ya, pasti yang sudah mengadu aneh aneh wanita kemaren kan."

Tidak bisa menjawab ,karena yang di katakan bhara benar adanya.

"Cepat makan setelah ini aku antar pulang".

Kata bhara akhirnya sambil akan melanjutkan rencananya untuk melamar gadis kecilnya sore nanti.

Tring.

Satu pesan. Masuk pada ponsel tuan sagata.

Data lengkap tentang gadis yang di mintanya malam tadi.

"Avrily'azahra,18 tahun,anak dari Yusuf purwanto dan Yasmin Anjani,ibunya telah meninggal 18 tahun yang lalu di rumah sakit permata hati,satu hari setelah melahirkan putrinya,dan saat ini Zahra tinggal dengan ayah dan ibu tirinya serta kakak tirinya."

Deg"!!

"Rumah sakit permata hati".

Gumam tuan sagata sambil menerawang jauh pada kejadian 18 tahun Yang lalu dimana sang istri,yaitu nyonya Farah juga melahirkan di tempat yang sama,dan anehnya bayi perempuan yang lahir dengan keadaan sehat bagaimana bisa tiba tiba meninggal.

Tuan sagata pun semakin di buat penasaran dengan sosok gadis cantik,perpaduan antara dirinya dan sang istri itu .

"Diam diam aku akan menyelidiki nya lebih lanjut,jangan sampai Farah tahu hal ini".

Gumam tuan sagata sambil menatap ke arah ranjang di mana nyonya Farah masih terlelap,setelah semalaman tidurnya tidak nyenyak.

***Sore pun tiba .

Rumah pak Yusuf mendadak sibuk tanpa Zahra tahu ada apa sebenarnya .

Bu Nita sudah masak banyak dengan berbagai macam kue yang tertata rapi di meja.

"Bu,ada apa ini,memang akan ada arisan ya"!

Celetuk Zahra sambil mencomot kue yang berada di atas meja tersebut.

"Zahra,cepat mandi ,jangan sampai mereka datang dengan keadaanmu yang masih tidak karu karuan begini".

Kata Bu Nita sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak yang tak ada anggun anggunnya sama sekali.

"Sinta,tolong kondisikan adikmu,bisa kamu bantu mendandaninya".

Kata Bu Nita akhirnya meminta tolong pada anak pertamanya itu .

"Ok,Bu"!!

Jawab Sinta lalu berjalan menyusul sang adik yang sudah masuk ke dalam kamarnya.

"Mbak,ada apa sih sebenarnya"!

Tanya Zahra yang sedikit bingung dadakan tersebut .

"Sudah nanti kamu pasti akan tahu".

"Mbak jangan bilang aku akan di lamar oleh seseorang ya".

Tanya Zahra asal.

"Ya itu kamu tahu"..

"Tidak,mbak tahu kan jika aku sudah memiliki kekasih,"

Emmmm,lalu"!?.

Tanya sinta dengan entengnya.

"Jadi mending mbak saja yang di lamar,aku hanya mau dengan om duda tampanku itu tidak mau yang lain ya".

Sahut Zahra dengan suara mengancam.

"Sudah diam saja,jika kamu tidak mau maka biar mbak nanti yang menggantikannya".

Sahut Sinta menggoda sang adik.

"Benar ya"!!

"Sib.lah"!

Rombongan bhara pun telah sampai di rumah pak Yusuf.

Dengan membawa Martin,Kelvin ,Bella dan dua anak nya yang masih berada di negara ini,dan tidak lupa bik Sri pun juga ikut.

"Dek,ayo, seperti nya mereka sudah datang".

Kata sinta yang sudah siap akan keluar dari kamar sang adik.

"Emoh lah ,mbak".

"Yakin"!?

Tanya sinta memastikan.

"Yaa,, mbak saja yang di lamar ,aku kan masih sekolah,sudah mbak saja yang pergi sana"!

Kata Zahra dengan wajah yang sudah nampak kesal saat ini.

"Selamat datang tuan"!

Sapa pak Yusuf dan Bu Nita yang sudah menyambut calon menantunya itu.

Deg"!!

"Ma-martin"!;

Gumam Sinta dengan tubuh yang seketika bergetar.

"Ya tuhan ,siapa yang dilamar sebenarnya ,kenapa jadi aku yang gugup setengah modar begini".

Lagi lagi Sinta tak mampu berkata apa apa,bahkan akan bergerak pun serasa terkunci kakinya.

"Sinta"!!

Bisik Bu Nita saat melihat sang anak malah diam membisu seperti patung di tempat.

Bun Nita pun menautkan kedua alisnya sambil mengikuti arah pandang sang anak.

"Jangan jangan".

"Bu,dimana Zahra"!!

Panggil pak Yusuf membuyarkan lamunan Bu Nita dan juga Sinta yang ikut menoleh ke arah sang ayah.

"Dimana adikmu"!?

Tanya Bu Nita pada anaknya itu.

"I-itu, itu dia "!!.

Ucapan Sinta pun sudah belepotan saat ini,suara nya serasa tercekat di tenggorokan .

"Gila ,,bisa terkena struk dadakan karena baper aku jika kayak begini".

Gumam Sinta berusaha keras menetralkan debaran jantung yang sudah tidak karu karuan ,apalagi saat Martin menatap kearahnya dan tersenyum padanya.

"Maaf pak,biar saya yang memanggilnya".

Sahut bhara,meskipun terdengar tidak sopan ,sebagai tamu malah menyelonong masuk ke kamar anak gadis,tapi pak Yusuf tidak bisa menolaknya..

Pak Yusuf hanya mengangguk.

Bhara pun akhirnya naik ke atas menuju lantai dua ,mengetuk pintu sesuai arahan dimana letak kamar gadis kecilnya .

Tok. Tok. Tok.

"CK CK,sudah aku bilang aku enggak mau,mbak sinta susah ya di bilangin"!

Geruntuh Zahra sambil bangkit dari duduknya dan berjalan membukakan pintu.

Ceklek.

Deg"!!

Mulut Zahra pun komat Kamit tidak jelas dengan mata yang sudah melebar ,menatap siapa yang berdiri di depan pintu kamarnya .

Bhara tidak berkata apapun,maju selangkah membuat gadis tersebut ikut mundur seiring dengan langkah kakinya yang terus mendekat ke arah Zahra.

Bruk"!!

Zahra pun jatuh pada ranjangnya.

"Edian Lee,pesonanya tidak kaleng kaleng"!!

Gumam Zahra dengan mata yang sudah tidak bisa berkedip menatap ke arah kekasihnya itu .

Cup"!!

Bibir yang sedari kemarin sudah ingin di sosornya ,akhirnya kini dia dapat kan.

Pagutan lembut bhara berikan pada gadis yang berada di bawahnya.

Zahra hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan hot duda satu itu.

"Turun,atau aku akan melamar kakakmu".

Bisik bhara sambil menggigit kecil telinga Zahra.

"Aaah"!!

"Jangan mendesah,honey,belum saat nya".

Blush"!!

Pipi Zahra pun sudah seperti tomat rebus saat ini.

Malu pastinya,jelas jelas suara desahan itu keluar sendiri tanpa terkendali kan oleh mulutnya .

"Mesum"!!.

Sahut Zahra terlihat jelas bagaimana dia salah tingkah dibuat nya.

"Ayo"!!

Ajak bhara akhirnya dan di angguki oleh Zahra .

"Kakak"!!

Panggil Michella dengan gaya centilnya .

"Hai, Michella,mikel"!!.

Sahut Zahra dengan senyum manisnya ke arah dua anak kembar yang sedang menatapnya.

"Kemarilah ,sayang"!

Kata pak Yusuf sambil menepuk tempat kosong di Samping nya.

"Nak,tuan bhara kemari akan melamar mu,apa kamu mau menerima nya".

Glek"!!

"Jadi ,dia yang akan melamar ku,mau ,mau,mau"!

Gumam Zahra dalam hatinya yang sudah ingin meloncat loncat kegirangan saat ini.

"Tapi ayah aku masih sekolah".

Bisik Zahra kepada pak Yusuf.

Bukanya menjawab langsung malah main bisik bisik dengan ayahnya,itu lah salah satunya yang membuat bhara gemas akan gadis kecilnya.

"Tidak masalah,menikahnya nanti setelah kamu lulus sekolah".

Bisik pak Yusuf kepada anaknya.

Ehemm"!!

Suara bariton yang keluar dari mulut bhara pun membuyarkan anak dan bapak yang sedang diskusi sendiri membiarkan orang orang yang berada disana menunggu.

"Bagaimana ,sayang"!

Tanya pak Yusuf lagi.

"Baiklah,aku menerima lamaranmu om,tapi ingat ya nikahnya nanti setelah aku lulus sekolah,dan satu lagi jangan main sosor sosor selama aku ujian Minggu depan".

Celetuk Zahra dengan jujurnya tanpa ada filter dalam ucapannya.

Mata semua orang yang berada di ruangan tamu tersebut pun membulat sempurna.

Sedangkan Bhara sudah menggigit bibir bawahnya karena gemas sambil menatap kepada kekasih kecilnya itu.

1
D_wiwied
wkwkwk unboxing yg seru, pake acara ngobrol2 segala 🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
D_wiwied
aaah sayang.. digantung lagi 🤭😆😆
D_wiwied
kalian paham banget ya sama isi otaknya Zahra,, ya iyalah kan sama2 satu server 🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
D_wiwied
ketemu lg dg Zahra aja Galih dah pusing liat tingkahnya apalagi ketemu duo teman barbar nya bisa2 auto struk dia 🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor makin seru up yg banyak thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
D_wiwied
wah wah saking frustasinya si om ga jadi unboxing mlh mendem 🤣🤣🤣
D_wiwied
untung mama Farah ga terlalu syok sm tingkah bar-bar nya Zahra 😆🤭 malah kakaknya yg auto pening tuh 😁😁
D_wiwied
sabar om sabaaar, nunggu sah yg bener2 sah ya 🤭🤭
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
D_wiwied
harap dimaklumi om, mereka bertiga itu memang rada2 konslet otaknya😁
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
D_wiwied
si om buru2 amat, takut keburu orang tua kandung Zahra tau ya om 😁🤭
Reni Anjarwani
doubel up thor
Santi Nuryanti
garcep bget si bhara🤣lnjt thor
Santi Nuryanti
lnjt thor...jgn trlalu formal thor pk anda2 kn zahra bar bar ngapain formal🤣🤣
Santi Nuryanti
emg zahra g pny hp y??kn bs lwt hp gt,soalny diawalkn bhara smpn tu no,paling tdk bekbr gt.jd krg gmn gt..maklum dl aq klo g ketm y ketmny dihp thor🤣🤣🤣
D_wiwied
maklumin aja om namanya jg pacaran sm anak labil 😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!