NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUNGA KANTIL DARI BU INAH

Aku segera mengambil sapu lidi, dan menyapu halaman rumah pagi ini. Ya memang tak terlalu rajin aku menyapu halaman rumah. Kalau sudah mulai banyak sampah daun baru aku sapu. Sesekali warga desa yang lewat depan rumah menyapaku.

Ada yang sambil membawa pacul dan parang buat membersihkan kebun, ada yang membawa sayuran untuk dijual ke pasar, ada juga beberapa anak yang berangkat sekolah, masing-masing memulai aktifitas mereka.

Saat aku hampir selesai membersihkan halaman, tiba-tiba Bu Inah, tetangga di sebelah rumahku mendatangiku. Dia sambil membawa setengah karung jagung dipunggungnya.

"Nisa... Bapak udah berangkat?" tanyanya kepadaku.

"Oh, udah Bu, tadi habis subuh langsung berangkat kok." jawabku sambil mengangkat sampah terakhir untuk ku taruh di tempat pembakaran sampah.

"Owalah... Tadinya mau titip pesen sama bapakmu, kalau Mas Padi gak bisa ke kebun. Lagi meriang badannya." ucap Bu Inah.

Mas Padi adalah suaminya Bu Inah, ia juga bekerja di kebun yang sama dengan bapakku. Bermaksud minta titip pesan buat izin gak ke kebun karen sedang sakit.

"Coba aja Bu nanti sambil ke pasar, kan Ibu lewat kebun juga. Bilang aja Pak Padi lagi sakit." jawabku.

"Ya udah, Ibu ke pasar dulu ya, nanti sambil bilang ke sana." jawabku tersenyum sambil mengangguk pelan.

Aku lanjut masuk ke dalam rumah, mengambil korek api di lemari ruang tamu buat bakar sampah daun. Dan ketika aku kembali ke halaman...

"Loh, Bu? Ada apa?" aku bertanya kepada Bu Inah yang ternyata balik lagi ke depan halaman rumahku.

"Ini Nis, kelupaan barusan, Ibu kemarin dari pasar ketemu sama kakek-kakek, dia kasih sebungkus bunga kantil ke Ibu." ucap Bu Inah sambil menyodorkan sekantong kresek kecil bunga kantil. Aku melihat bunga kantil itu dengan sedikit merasa aneh.

"Kakek-kakek itu siapa Bu?" tanyaku.

"Ibu juga gak kenal, cuma dia sambil beli sayuran dagangan Ibu, sambil kasih bunga ini." jawab Bu Inah sambil sekali lagi menyodorkan kantong kresek itu.

"Kenapa dikasih ke saya Bu? Buat Ibu aja. Kan itu dikasih ke Ibu."

"Udah, ambil aja." jawab Bu Inah sambil tersenyum.

Aku yang masih merasa heran, sambil menerima kantong kresek itu. Dan tanpa berkata-kata lagi Bu Inah langsung berlalu meninggalkanku.

Aku masih berdiri di halaman rumah pinggir jalan, masih menatap ke arah Bu Inah yang berjalan menjauh.

"Kok aneh ya? Gak biasanya Bu Inah kasih pemberian orang lain begini buat aku." gumamku dalam hati.

Akhirnya aku bawa kantong kresek bunga kantil itu ke dalam rumah. Aku duduk di kursi ruang tamu, lalu perlahan kubuka kantong kreseknya. Dan, semakin bertambah keherananku sambil terasa merinding halus pundakku.

Dalam kantong kresek itu, ada enam bunga kantil yang sudah mekar. Tiga berwarna putih dan tiga berwarna merah. Aromanya sangat harum tercium halus di hidungku. Sejenak aku menatap bunga kantil itu. Sambil bertanya dalam batinku sendiri.

"Kok, kenapa... Bunganya sama persis kayak dalam mimpi semalam ya? Tapi... Dalam mimpi, si Mbah kasih bunga kantil yang masih kuncup, ini malah bunganya udah mekar. Mana warnanya sama lagi. Jumlahnya juga sama."

Ketika aku memandangi bunga kantil itu, entah ada energi apa, tanganku seperti bergerak sendiri. Dan seolah pikiranku menjadi kosong. Ku ambil satu persatu bunga kantil itu. Aku makan bergantian. Tiga berwarna putih, lalu tiga berwarna merah. Sampai habis semua.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!