NovelToon NovelToon
Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Beberapa hari kemudian.

Setelah kabar kematian Yohanes menyebar ke seluruh jaringan dunia bawah, para bos mafia dari berbagai wilayah akhirnya berkumpul dalam sebuah aula pertemuan tertutup. Aula itu dipenuhi asap rokok, suara gesekan kursi, dan tatapan saling mengukur. Tidak ada senyum, tidak ada basa-basi—hanya kecurigaan dan kepentingan.

Para tetua dari kubu Shen Xiao Han telah lebih dulu hadir, duduk dengan tenang di sisi timur aula. Namun ketenangan itu hanyalah permukaan. Di bawahnya, arus konflik mengalir deras.

Seorang bos mafia dari wilayah barat menepuk meja dengan keras.

“Shen Xiao Han masih sangat muda, tapi sudah berani memberontak seperti ini,” katanya tajam. “Apakah dia sudah bosan hidup di dunia mafia?”

Beberapa orang mengangguk setuju, sebagian lainnya hanya menyipitkan mata, menunggu arah angin.

Tetua Lu menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu berbicara dengan nada dingin namun terkontrol.

“Walau Xiao Han mungkin terlihat berlebihan, Yohanes adalah pengkhianat,” katanya tegas. “Dan pengkhianat memang pantas mati. Jadi kenapa kalian semua membantah dan justru menimbulkan keributan di sini?”

Suasana aula semakin panas. Kursi bergeser, suara napas berat terdengar di berbagai sudut.

Seorang pria paruh baya dari wilayah selatan bangkit berdiri. Tatapannya penuh perhitungan.

“Tidak ada yang menyangkal bahwa pengkhianat harus dihukum,” ujarnya pelan namun menusuk. “Tapi Shen Xiao Han seharusnya tahu siapa ayah Yohanes. Ayahnya adalah satu angkatan dengan kita. Hubungan kami tidak buruk.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih keras.

“Setidaknya, Xiao Han harus mempertimbangkan itu. Bukan bertindak sesuka hati, seolah-olah dunia mafia hanya milik keluarganya.”

Bisik-bisik mulai terdengar. Beberapa bos saling bertukar pandang, menimbang keuntungan dan kerugian.

Seorang bos mafia lainnya menyeringai sinis.

“Dari caranya bertindak, aku mulai ragu,” katanya sambil mengetuk ujung cerutu ke asbak. “Sepertinya Shen Xiao Han tidak cocok meneruskan posisi Holdes Shen.”

Kata-katanya membuat udara di aula terasa semakin berat.

“Anak itu terlalu brutal, terlalu terang,” lanjutnya. “Jika dibiarkan, dia hanya akan membawa bencana. Menurutku, dia harus dikeluarkan.”

Kalimat itu jatuh seperti palu godam.

Para tetua kubu Shen Xiao Han saling berpandangan, wajah mereka tetap tenang, namun mata mereka memancarkan kewaspadaan. Mereka tahu—pertemuan ini bukan lagi sekadar adu pendapat.

Ini adalah awal dari upaya menjatuhkan Little Tiger.

“Siapa yang ingin mengeluarkan aku, coba saja kalau kalian sanggup!”

Suara itu menggema di seluruh aula, memotong hiruk-pikuk perdebatan seperti bilah pisau yang menyayat udara.

Semua percakapan langsung terhenti.

Puluhan pasang mata serempak beralih ke arah pintu besar aula yang kini terbuka lebar. Di ambang pintu berdiri seorang pria muda dengan aura dingin dan menekan—Shen Xiao Han.

Ia melangkah masuk tanpa ragu, diapit oleh Monica di sisi kiri dan Roy di sisi kanan. Langkahnya mantap, penuh kepercayaan diri, seolah-olah aula itu memang miliknya sejak awal.

Di tangannya, Xiao Han memainkan dua bola besi perak, diputar perlahan di telapak tangannya. Bunyi gesekan logam yang halus namun jelas terdengar.

Monica melangkah maju satu langkah. Dengan wajah datar namun tegas, ia menekan tombol di tangannya.

Layar televisi berukuran jumbo di tengah aula menyala.

Suasana langsung berubah.

Di layar itu, terlihat jelas Yohanes duduk di dalam sebuah mobil, berdampingan dengan Alan Zhang—Boby. Sudut kamera cukup dekat, wajah mereka terekam tanpa bisa disangkal.

Beberapa detik kemudian, tayangan berganti.

Kali ini, terlihat Colly bersama pengawalnya tengah bertarung sengit melawan sekelompok pria bersenjata. Rekaman CCTV memperlihatkan jelas bagaimana serangan itu ditujukan langsung padanya—bukan sekadar kebetulan.

Suara bisik-bisik panik mulai terdengar di seluruh ruangan.

Monica menatap para bos mafia satu per satu sebelum berbicara, suaranya menggema tegas.

“Tuan-tuan yang hadir di sini, rekaman ini membuktikan kesalahan yang dilakukan oleh Yohanes,” katanya. “Ia bekerja sama dengan musuh kita untuk menyerang Nona Shen.”

Layar dimatikan.

Keheningan jatuh seperti palu.

Shen Xiao Han maju satu langkah. Dua bola besi perak di tangannya berhenti berputar. Tatapannya dingin, tajam, dan penuh tekanan.

“Colly hanyalah seorang mahasiswi,” ucapnya rendah namun jelas. “Ia belum pernah menginjakkan kaki di dunia mafia.Hanya karena dia adalah putri ayahku dan adik dari Little Tiger, dia dijadikan incaran oleh manusia lemah seperti Yohanes.”

Xiao Han menyeringai tipis. “Apakah itu pantas?”

Beberapa bos mafia terlihat mulai gelisah.

Sebelah alis Xiao Han terangkat sedikit.

“Sebagai kakaknya, apakah aku salah membunuh orang yang ingin membunuh adikku?”

Ia menatap tajam ke arah barisan tetua.

“Kalau aku harus mempertimbangkan hubungan lama, pertemanan kalian dengan ayahnya lalu membiarkan pengkhianat hidup… bukankah itu sama saja memelihara ular berbisa di dalam rumah kita sendiri?”

“Sebagai mafia, kita bukan hanya dituntut mengendalikan banyak anak buah,” lanjutnya. “Kita juga harus mampu melindungi keluarga kita sendiri.”

Xiao Han berhenti sejenak, lalu menatap seluruh aula seolah menantang siapa pun yang masih ragu.

“Kalau bahkan itu saja aku tidak mampu,” ucapnya dingin, “apakah menurut kalian aku masih layak menduduki posisi ayahku?”

Seorang bos mafia berusia setengah baya akhirnya angkat bicara. Wajahnya tampak serius, namun nada suaranya berusaha tetap tenang, seolah menahan amarah yang tidak ingin ia tunjukkan secara terang-terangan.

“Xiao Han,” katanya perlahan, “aku mengerti kemarahanmu atas kejadian itu. Tapi sebagai mafia termuda yang duduk di posisi tinggi, kau seharusnya membicarakan masalah sebesar ini dengan kami terlebih dahulu.”

Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling aula.

“Bukan mengambil keputusan sendiri.”

Beberapa orang mengangguk setuju, merasa ucapan itu mewakili kegelisahan mereka.

“Hari ini aku hadir,” ucapnya rendah namun penuh tekanan, “bukan untuk meminta pendapat kalian. Aku datang karena masih menghormati semua yang duduk di ruangan ini. Membicarakan?” Xiao Han menyeringai. “Saat adikku dalam bahaya, apakah ada yang dari kalian mengetahuinya?”

Keheningan kembali menyelimuti aula.

“Kalau aku harus menunggu rapat, menunggu persetujuan, menunggu kata sepakat,” lanjutnya dingin, “maka nyawa seseorang akan hilang begitu saja.”

Xiao Han mengepalkan tangannya, dua bola besi perak berbenturan pelan.

“Itu bukan gaya kerjaku.”

1
Maria Mariati
haduhhhh tua tua sudah bosan kali dia Ama nasi ,cari perkara aja 🤣🤣🤣🤣🤣
Ayla Anindiyafarisa
lanjut thor
Inez Putri
mantaap gak tanggung² micheal bw senjatanya good 👍👍😄😄
Ayla Anindiyafarisa
aduh Thor tadinya aku udh kesel loh aku kira beneran si holdes tidur beneran sama tu jalang
Ayla Anindiyafarisa
keren Thor..
Maria Mariati
haduhhhh tikus masuk kandang singa,hati2 yakk takut nya ga bisa keluar lagi
wie wie
apakah itu willy
Maria Mariati
iyaa padahal mereka saudara se kakek nenek 🤣🤣🤣🤣
Pikachu: gk asli punya 🤣
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt tdnya aku nyangka propesor itu yg lindungin Colly twnya kebalikannya....salah nebak aku
Maria Mariati
aku tak percaya Michael lin sudah meninggal pasti dia bisa lepas dari tali yang diikat oleh profesor gadungan itu 🤣🤣🤣
Maria Mariati: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Mariati
kewaspadaan Colly menurun ga sadar ada musuh
Maria Mariati
belum tahu dia siapa Colly sebelum tangan mu sampe ,tangan mu dulu yang patah 🤣🤣🤣
Maria Mariati
bapak nya oon anak nya apa lagi,🤣🤣🤣
Maria Mariati
mafia ko tunggu rapat,keburu mati lahhh🤣🤣🤣
Bonny Liberty
alur cerita jelas
Maria Mariati
ganti judul ya thorrrr 😍😍😍
Pikachu: Iya kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!