NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Arti

Takdir Cinta Arti

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗



Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...

Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?

Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...


semoga sukaaa ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.27

Di suatu siang di sebuah taman SMA PERTIWI, tengah berkumpul sekumpulan siswa dan siswi yang tengah menikmati waktu Istirahat.

"Yank, kalau suatu saat nanti kita tak berjodoh, Apakah kamu akan tetap mencintaiku?" Ucap seorang pria yang tengah tiduran di Paha kekasihnya.

"Yang namanya gak berjodoh, berarti gak bisa bersatu alias pasti Pisah mana bisa masih mencintai sih bee, kamu ini." Jawab sang kekasih.

"Tapi aku akan tetap mencintai kamu yank selamanya meskipun kita tak berjodoh, tapi aku akan tetap selalu mencintai kamu, karena cuma kamu Pemilik hatiku." Ucap pria itu lagi mendapatkan sorakan dari teman teman nya.

Yah saat ini Daffa, Arti, Kevin, Sekar dan Dewi sedang berkumpul di taman sekolah menikmati jam istirahat.

"Ojo percoyo Ar, lanangan saiki ki Manise mong nek lambe," Sahut Sekar bercanda.

(Jangan percaya Ar, Cowok sekarang tuh manis nya cuma di Mulut.)

"Hahaha, Iyakah bee?" Tanya Arti kepada Daffa.

"Jangan percaya sama bisikan setan yank, Percaya sama aku aja." Kata Daffa

"Percoyo mbi koe kui sesat Daff, Percoyo kui mbi gusti Allah ojo mbi menungso khusus e lanangan!" Kata Sekar

(Percaya sama kamu itu sesat Daff, Percaya tuh sama gusti Allah jangan sama manusia khususnya Laki laki!)

"Daf, lo debat sama si Sekar gak bakalan ada Ujung nya, Hahaha," kata Kevin

"Apa sih Bebz, kamu nih kok gitu sih ah." kesal Sekar.

"hehehe maaf bebz," Sahut Kevin langsung merangkul Sekar.

"Asemmm, Ja**ukk kabeh, ra enek sek ngerteni blas. iso ra sih ra ngumbar ngumbar kemesraan nek ngarepe jomblo. Hah!!!" Kesal Dewi kepada 2 pasang kekasih itu.

(Sialan, sial, Gak ada yang ngertiin sama sekali, Bisa gak sih gak usah ngumbar Kemesraan depan Jomblo. Hah!!)

"Hehehe sorry wi, Makanya kamu tuh pacaran biar tau rasanya hahaha," kata Sekar

"Tau tuh, kemaren bukanya si Rangga nembak kamu ya wi, kok kamu tolak sih." tanya Arti

"Huuh, aku ra seneng kok kon nerimo," kata Dewi

"Ketimbang jomblo koyo ngno terus nesu nesu gak jelas angger ngeti wong pacaran hahhaaha." Ledej Sekar.

(Daripada jomblo kaya gitu terus marah marah gak jelas tiap lihat orang pacaran.)

"Aku ki ra nesu mong anyel, awak e lagi ngumpul cah 5 koe koe podo pasangan aku dewe sopo sek ra anyel jal ?" kata Dewi

(Aku tuh gak marah cuma kesel. Kita lagi ngumpul berlima, kamu kamu pada pasangan lah aku sendirian siapa yang gak kesel coba ?)

"Hehehe iyo iyo, yws yuk ah nyang kelas ae," Ajak Sekar beranjak berdiri." Bebz kita kekelas dulu yah."sambung nya.

(Hehehe iya iya, ya udah yu ah ke kelas aja)

"Kalian duluan gih, aku mau ngomong berdua dulu sama Arti," kata Daffa.

"Kuy lah," ajak Kevin sambil merangkul sekar di kanan dan Dewi di kiri.

"Bahagia banget ya lo Vin, berasa punya 2 dayang," Ujar Dewi.

"Hehehe gapapa wi bahagiain nih orang sesekali." kata Sekar.

mereka bertiga pun berlalu menuju kelas, menyisakan Arti dan Daffa yang masih pada posisi awal dengan Daffa rebahan di paha Arti yang menyelonjorkan Kaki nya sambil bersandar di pohon.

"Ada apa bee," Kata Arti sembari mengelus kepala Daffa.

"Lulus sekolah nanti aku pengen kita Tunangan ya yank, Terus kita lanjut Kuliah di Jogja smaa anak anak, selesai Kuliah aku mau kita langsung Nikah." Jawab Daffa cepat dan lantang.

"Hahaha, Kamu ini Bee gampang banget ngomong nya."

"Ya dibikin gampang lah yank, Aku serius aku mau kita sama sama sampai tua nanti."

"Bee, jodoh maut rezeki sudah ada yang ngatur, aku pun juga berharap kita akan berjodoh sampai tua nanti."

"Pokok nya Lulus SMA nanti aku mau kita Tunangan dulu, libur besok kita pesan cincin yah," Ujar Daffa dengan Semangat.

"Aku nurut Bee" Jawab Arti sambil mengecup kepala Daffa."Yuk ah kekelas."

Daffa pun beranjak bangun lalu mengecup kening Arti. "I love you" bisik Daffa di telinga Arti.

"i Love you To bee"

mereka berdua berjalan menuju kelas.

 

Hari minggu hari bahagia bagi seoranv pelajar karena bisa bebas untuk bermalas malasan dengan kasur.

Tapi tidak dengan Arti, Dia tetap terbangun seperti biasa apalagi dia sudah ada janji sama sang Kekasih.

Meja makan

"Pagi pak, Buk," sapa Arti sembari mencium pipi bapal dan ibu nya.

"Pagi nduk," Sahut bapak dan ibu.

"Jek esuk wes rapi arep nyandi nduk?" tanya Ibu Ayu.

(Masih pagi sudah rapi mau kemana nak?)

"Daffa ngajak nyang gone koh Ameng buk," jawab Arti. "Buk, lulus SMA Daffa ngajak Tunangan sek, Piye menurut ibu mbi Bapak ?" tanya Arti meminta pendapat.

(Daffa ngajakin ke tempat Koh Ameng bu, Bu lulus SMA Daffa ngajak Tunangan, gimana menurut ibu sama bapak?)

"Bapak dukung selama kui apek nduk, Daffa yo ketok e sayang banget kok ambi koe, terus opo sek di ragu ne ?" jawab Bapak.

(Bapak dukung selama itu baik nak, Daffa juga kelihatan sayang banget sama kamu, terus apa yang di ragukan)

"Opo koe ragu mbi Daffa nduk ?" Tanya Ibu

(Apa kamu Ragu sama Daffa nak?)

"Arti ndak Ragu pak buk, Arti mong nyuwun pendapat e bapak sama ibu, nak bapak mbi ibuk wei Restu, ngedukung Arti, Arti bahagia Pak Buk," Jawab Arti sambil tersenyum.

(Arti gak ragu pak buk, Arti cuma minta pendapat bapak sama ibu, Kalau bapak sama ibu kasih Restu, ngedukung Arti, Arti bahagia)

Bapak dan Ibu Arti pun Tersenyum kepada putri semata wayang nya ini.

Setelah selesai sarapan Arti pun melajukan motor nya kerumah Daffa, karena Arti yakin Daffa gak mungkin bisa bangun tanpa di bangunin.

 

Rumah Daffa.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikum salah, Eh mbak Arti."

"Nad, mas Daffa wes tangi?"

(Nad, Mas Daffa udah bangun)

"Ijek angkler mbak" jawab Nadia sambil cekikikan.

(Masih nyenyak mbak)

"Astaga," Arti menepok jidatnya, Seperti dugaanya."Bunda nek ndi Nad," Tanya Arti sembari berjalan masuk kerumah Daffa.

"Lagi masak mbak"

Arti pun berjalan ke arah Dapur dan melihat Bunda Aryani sedang memasak.

"Bundaaaa" Teriak Arti langsung memeluk Bunda Aryani dari belakang dan mencium pipi nya."Kangeeennn." Sambung nya.

"halah Ngapusi yak'e" Jawab Bunda Aryani sambil meneruskan masakan nya.

(Halah, boong kali)

"Enggak yo bun, tenan, Arti kangeen mbi Bunda,"

(Enggak ya bun, beneran, Arti kangen sama bunda)

"Ngomong kangen tapi ra gelem dolan rene piye sih." Omel Bunda karena sudah beberapa minggu Arti tidsk pernah main lagi kerumah.

(Bilang kangen tapi gak mau main kesini gimana sih)

"Hehehe sibuk belajar bun, kan Ujian, ini aja baru selesai makanya baru bisa main,"

"Halah kamu ini, ya udah sana bangunin anak bujang Bunda, Jadi kan ketempat Koh Ameng?"

"Jadi dong bun, makanya Arti samperin kesini,"

"Udah sana, sana bunda mau lanjut masak,"

Muuahhh, Arti mencium Pipi bunda lagi lalu berjalan ke lantai atas ke kamar Daffa.

Ceklek.

Kamar masih Gelap menandakan sang penghuni masih berada di alam mimpi padahal jam sudah menunjukan jam 10,

Ctak,

Arti menyalakan lampu kamar Daffa dan terlihatlah dengan Jelas sosok penghuni nya sedanv tertidur pulas dengan posisi tengkurap dan kondisi bantal dan guling berantakan dimana mana.

Memang Daffa tipe orang yang kalau tidur tidak bisa diam, Entah apa yang dia mimpikan sampai bergelut dengan bantal dan guling.

Tanpa aba aba Arti pun langsung lompat ketempat tidur dan menindih badan Daffa dengan telentang, jadi badan mereka saling Membelakangi.

Daffa yang merasakan beban berat menindih badanya segera membuka matanya, dan mendongakan wajahnya.

"Astaga yank, kamu nih kebiasaan," gerutu Daffa sambil menggoyang goyangkan badanya biar Arti jatuh kepinggir namun Arti masih bertahan gak mau turun. "Berat yank, turun dong aku gak bisa Nafas."

"Bodo, lagi janji jam 9 mau jemput, ini udah jam 10 lebih malah kamu masih aja Kelon sama guling." Omel Arti.

Dengan penuh kekuatan Daffa menggerakan badanya dan berhasil Arti terjatuh kesamping dan Daffa langsung memiring kan badanya dan menghimpit bada Arti.

"Maaf, Mimpinya ke enakan jadi males bangun," Bisik Daffa di telinga Arti.

"Mimpi apaan kamu bee?" Tanya Arti curiga.

Daffa hanya menyengir,"Keppo" ucapnya lalu kembali Memeluk Erat tubuh Arti. "Yank, Aku mau kaya gini selamanya sama kamu, aku mau tiap pagi hari aku bangun selalu bisa melihat wajah kamu," Kata Daffa sambil membelai wajah Arti,

Kini mereka saling berhadapan."Amin Bee, semoga keinginan kita akan terwujud." Ucap Arti.

"I love you sayang nya Akuuuuhhh" Ucap Daffa kembali memeluk erat Arti dan menciumi Wajah Arti.

"Ihhh bee buruan bangun ah, aku udah rapi tau udah wangi, kamu belom mandi masih bau iler main peluk peluk aja" gerutu Arti.

Daffa tak peduli dengan Ucapan Arti malah dia dengan iseng nya menggelitiki pinggang Arti,

"Hahahaha udah bee udah hahahaha,"

Bukanya berhenti Daffa malah semakin gencar menggelitiki Arti sambil menciumi wajah nya.

"Hahahah udah be udah hahaha nanti aku ngompol hahaha udaaahh," Teriak Arti sambil tertawa sampai mengeluarkan air mata karena kegelian.

"Ampun gak, enak aja ngatain aku ileran," Jawab Daffa masih dengan menciumi wajah Arti dan menggelitiki nya.

"Hahahah iya iya ampun udah hahaha ampun." kata Arti menyerah.

Ceklek

"Ya Allah kalian ini ya teriak teriak begitu, bunda kira ada apa." Kata Bunda yang tiba tiba masuk ke kamar Daffa karena memang pintu kamar nya tidak di tutup rapat.

"Bunda tolongi Arti bun, Bunda hahahah bunda tolong."Arti meminta bantuan Bunda Aryani.

"Daffa udah stop, buruan mandi."

Daffa pun menghentikan Aksinya dan cengengesan melihat kearah bunda nya. "Tuh dia ngatain anak bunda yang ganteng ini ileran masak bun." Adu Daffa kepada bunda nya.

"Lah kan emang bener ya bun dia belom mandi baru bangun jadi bau iler wlee," kata Arti sambil merapikan kembali rambut nya dengan masih terduduk di kasur Daffa.

"Terus salah Arti dimana nya Daff, kan bener kata Arti."

"Hahahaha," Arti semakin tertawa terbahak bahak karena bunda lebih membela Arti daripada Daffa.

"Kok bunda malah belain Arti sih bun, kan Daffa yang anak kandung bunda," Ucap Daffa

"Kamu memang anak kandung bunda tapi Arti menantu kesayangan bunda." Jawab bunda Enteng, " Ayo sayang kita turun dulu, biarin Daffa mandi dulu biar gak bau iler lagi." Ajak bunda kepada Arti.

"Hahaha ok bunda." jawab Arti, "Bye bee, mandi yang bersih yah biar gak bau Iler, hahahaha,"

Arti pun turun dari tempat tidur dan melangkahkan kaki nya keluar kamar, tapi baru bebrrapa langkahnya terhenti karena di tahan Daffa.

"I love you" Bisik Daffa di telinga Arti sambil memeluknya dari belakang.

Arti memejamkan matanya menikmati pelukan Daffa."I love you to bee," jawab Arti lirih.

Arti pun membuka matanya dan menatao sekitarnya, Seketika air mata nya menetes dengan Deras.

"Bee, , "

"Bee Hiks hiks hiks,"

Arti menangis sambil memukul mukul dadanya berharap sesak itu segera hilang.

Yah barusan Arti memimpikan saat masih bersama Daffa dan teman teman nya.

Mimpi indah yang pernah mereka coba bangun namun tak dapat terwujud, Kini hanya tinggal Kenangan yang menyesakkan Dada.

"Bee, kenapa begitu sulit melupakan mu, Kenapa begitu sulit untuk menghilangkan rasa sakit ini, Hkks hiks," Ucap Arti

"Sakiitt, bee sakiittt hiks hiks," Arti terus memukul mukul dada nya yang masih Sesak.

"Mana janji janji manis kamu dulu bee, Manaaaaa," Teriak Arti sekencang kencang nya sambik menjambak rambut nya. Untung kamar di Apartemen nya kedap suara jadi tidak akan mengganggu tetangga nya.

Yah memang sudah 4tahun lebih Daffa pergi meninggalkan nya tapi Luka itu masih tetap singgah dihatinya.

Meskioun dia terlihat biasa saja saat bersama teman teman nya, namun Saat sedang sendiri atau bahkan memimpikan Daffa dia akan Rapuh Kembali.

Begitj sulit baginya melupakan sosok Daffa cinta pertama nya.

---Bersambung---*

1
kalea rizuky
sumpah Thor ini novel terlebay kayak Indosi... entahlah pdhl lainya bagus bagus
kalea rizuky
tolol gt aja luluh huuhh lemah novel paling goblok yg pernah q baca
kalea rizuky
anak jalang aja kok di bela buang aja
kalea rizuky
dpet bekas dewi lu daffa bekas dewi si devano jg bekas
kalea rizuky
dewi jalang
kalea rizuky
laku anjing sekar jg pelakor murahan
Rina Yulianti
wah bakalan ada pelakor nih di antara dev dan arti
Rina Yulianti
ko cepat luluhnya si arti ke devano seharusnya tahan diri agar tau rasa tu si devano
Rina Yulianti
beneran deri anaknya dewi sama dafa berarti dewi ngejebak devano kalau gitu
Rina Yulianti
sedihhhh,,,,,cinta tak sampaiiiii
Rina Yulianti
pasti ini akal2nya si dewi pagar makan tanaman
Rina Yulianti
lanjuttt
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
kemarin janji ngak akan buat ulah lagi itu terakhir... sekarsng terakhir lagi.... janjimu basi dave
Dyah Oktina
asli dave adalah laki2 pada umumnya... goblok... 😠
Dyah Oktina
iya...saya juga gemes bacanya... biarin aja satya mukulin sampai habis... suami kok bisanya nyakitin mulu... cemburu d gedein tp deket sama temen cewek ngak mikir perasaan istri... 😠😠😡
Dyah Oktina
dafa nya mana mau sama dewi... selagi hidup aja dia ngak mau.. gemana sih arti 🤭
Dyah Oktina
maaf lagi... tp ngak mau tanya2 dulu.. apa yg menganjal d hati
Dyah Oktina
apa anaknya daffa sama dewi ya... setelah dewi kabur terus ketemu sama dava nikah deh mereka...
Dyah Oktina
dok kartini yg salah nangkep nama.. bu nita kok jd bu rita.. mana yg bener?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!