NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Panglima

Identitas Tersembunyi Panglima

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Perperangan / Keluarga / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di mata keluarga besar Severe, Jay Ares hanyalah seorang menantu benalu. Tanpa harta, tanpa jabatan, dan hanya bekerja sebagai sopir taksi online. Ia kenyang menelan hinaan mertua dan cemoohan kakak ipar, bertahan hanya demi cintanya pada sang istri, Angeline.

Namun, tak ada yang tahu rahasia mengerikan di balik sikap tenangnya.

Jay Ares adalah "Panglima Zero" legenda hidup militer Negara Arvanta, satu-satunya manusia yang pernah mendapat gelar Dewa Perang sebelum memutuskan pensiun dan menghilang.

Ketika organisasi bayangan Black Sun mulai mengusik ketenangan kota dan nyawa Angeline terancam oleh konspirasi tingkat tinggi, "Sang Naga Tidur" terpaksa membuka matanya. Jay harus kembali terjun ke dunia yang ia tinggalkan: dunia darah, peluru, dan intrik kekuasaan.

Saat identitas aslinya terbongkar, seluruh Negara Arvanta akan guncang. Mereka yang pernah menghinanya akan berlutut, dan mereka yang mengusik keluarganya... akan rata dengan tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Jembatan Api

Hotel Grand Royal.

Lampu gantung kristal raksasa, denting gelas sampanye, dan alunan musik orkestra mengisi ballroom hotel termewah di kota itu. Ini adalah malam Gala Amal Tahunan, tempat berkumpulnya elit bisnis dan politik Kota Langit Biru.

Angeline Severe menjadi pusat perhatian. Ia mengenakan gaun malam sutra berwarna biru tua yang elegan, memancarkan aura seorang pemimpin wanita yang tangguh. Di sampingnya, Jay mengenakan tuksedo hitam sewaan yang pas di tubuh tegapnya. Ia tidak terlihat seperti sopir; malam ini, ia terlihat seperti pendamping yang setara.

"Kau gugup?" bisik Jay, menyadari tangan Angeline sedikit dingin saat menggandeng lengannya.

"Sedikit," aku Angeline. "Banyak orang di sini yang dulu menertawakanku saat aku diusir Ayah. Sekarang mereka tersenyum manis seolah tidak pernah terjadi apa-apa."

"Itu namanya bisnis, Sayang. Nikmati saja makanannya," jawab Jay santai sambil mengambilkan segelas jus jeruk mengganti sampanye untuk istrinya.

Di seberang ruangan, beberapa pasang mata mengawasi mereka. Bukan tamu undangan, tapi pelayan yang bergerak terlalu kaku.

Jay menyentuh earpiece transparan kecil di telinga kirinya yang tertutup rambut.

"Status?"

Suara Ghost terdengar jernih di telinganya. "Tiga target di dalam ballroom. Pelayan di sektor utara, fotografer di pintu masuk, dan satu tamu tidak dikenal di dekat toilet. Semua membawa senjata tersembunyi. Mereka pengawas dari Black Sun."

"Biarkan mereka," perintah Jay pelan. "Mereka hanya 'kamera' untuk Mr. K. Pastikan mereka melihat kita keluar tepat waktu."

"Ayo pulang, Angel," kata Jay, meletakkan gelasnya. "Pertunjukan utamanya ada di jalan."

Jembatan Arvanta. Pukul: 22.15

Jembatan gantung sepanjang dua kilometer itu membentang di atas sungai hitam yang membelah kota. Biasanya macet, tapi malam ini anehnya sepi.

Angeline duduk di kursi penumpang SUV hitam Orion Group, melepas sepatu hak tingginya sambil memijat kakinya yang pegal.

"Sepi sekali malam ini," komentar Angeline, melihat ke luar jendela.

"Mungkin ada perbaikan jalan di ujung sana," jawab Jay santai.

Padahal, Ghost baru saja meretas sistem lalu lintas kota, mengubah semua lampu merah di akses menuju jembatan menjadi merah permanen selama 10 menit, menciptakan "zona isolasi" khusus untuk operasi mereka.

Mobil mereka melaju sendirian di tengah jembatan.

"Echo, kau di posisi?" tanya Jay tanpa suara, hanya menggerakkan bibir.

Di atas salah satu pilar jembatan setinggi 100 meter, di tengah hembusan angin kencang, Echo tiarap dengan senapan runduk laras panjang Barrett M82.

"Mata elang terkunci. Angin 15 knot dari barat. Jarak 800 meter. Siap menari," lapor Echo dingin.

"Whiskey?"

Di ujung jembatan, di balik sebuah truk kontainer yang terparkir melintang (properti yang disiapkan Ghost), Whiskey berdiri dengan peluncur granat RPG di bahunya. Ia mengenakan topeng putih yang sama dengan yang dipakai Jay di arena pertarungan kemarin.

"Siap membuat kembang api, Komandan," kekeh Whiskey.

"Aksi!" perintah Jay.

BOOOM!

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang aspal sepuluh meter di depan mobil SUV mereka. Bola api membumbung tinggi ke langit malam.

"KYAAA!" Angeline menjerit histeris, menunduk melindungi kepalanya.

Jay membanting setir ke kiri dengan refleks kilat, menghindari puing-puing aspal yang berhamburan. Mobil itu berputar 180 derajat, bannya mendecit memekakkan telinga, lalu berhenti melintang di tengah jalan.

"Jay! Apa itu?! Bom?!" teriak Angeline panik.

"Menunduk! Jangan angkat kepala!" teriak Jay, kali ini suaranya serius—bukan akting.

Di kejauhan, sosok bertopeng putih (Whiskey) berjalan keluar dari balik asap, menenteng senapan serbu. Ia mengarahkan moncong senjatanya ke mobil mereka.

Dari drone pengintai yang terbang tinggi di atas jembatan, Mr. K sedang menonton siaran langsung ini dari markasnya.

"Bagus, White..." gumam Mr. K puas melihat layar monitornya. "Habisi wanita itu."

Namun, skenario berubah.

Tepat saat Whiskey (sebagai White palsu) hendak menembak, sebuah peluru kaliber besar dari langit menghantam aspal tepat di depan kakinya.

DOR!

Suara tembakan sniper menggema dua detik kemudian.

Whiskey melompat mundur (akting kaget yang meyakinkan). Ia melihat ke arah pilar jembatan, lalu menembakkan senapannya secara acak ke arah mobil Jay sengaja meleset, hanya mengenai bodi besi dan kaca anti-peluru bagian belakang.

TRANG! TRANG! TRANG!

"Kita diserang!" teriak Jay pada Angeline. "Ada sniper yang melindungi kita!"

"Siapa?!" Angeline menangis ketakutan.

"Tidak tahu! Pegangan!"

Jay menginjak gas. Mobil SUV itu meraung, melaju mundur (reverse driving) dengan kecepatan tinggi, menghindari tembakan Whiskey.

Di atas pilar, Echo menarik pelatuk lagi.

DOR!

Peluru kedua menghantam senapan di tangan Whiskey hingga terlempar. Tembakan presisi tingkat dewa melucuti senjata tanpa melukai pemegangnya.

Whiskey berguling ke balik beton pembatas jalan, berpura-pura terdesak. Ia menekan tombol detonator di tangannya.

BLAAAR!

Sebuah tangki bensin truk yang terparkir meledak, menciptakan dinding api raksasa yang memisahkan mobil Jay dari si penyerang.

"Mundur! Mundur!" teriak Whiskey (bersuara disamarkan) sambil menembakkan pistol ke arah pilar jembatan, seolah-olah ia sedang bertarung melawan musuh tak terlihat yang jauh lebih kuat.

Jay memanfaatkan dinding api itu untuk memutar balik mobilnya dan tancap gas meninggalkan jembatan dengan kecepatan penuh.

Markas Black Sun.

Mr. K berdiri dari kursinya, wajahnya merah padam karena marah.

Di layar monitor, ia melihat agen andalannya, "White", gagal total. White terlihat dikepung oleh tembakan sniper yang entah dari mana asalnya, senjatanya hancur, dan targetnya lolos.

"Siapa..." desis Mr. K. "Siapa yang punya sniper sekelas itu di kota ini?!"

Seorang teknisi di sebelahnya mengetik cepat. "Tuan, kami mendeteksi sinyal komunikasi terenkripsi militer tingkat tinggi di area jembatan saat kejadian. Kode sinyalnya... Unit Bayangan."

Mata Mr. K terbelalak.

"Unit Bayangan? Pasukan Khusus Hantu dari Utara? Kenapa mereka melindungi Angeline Severe?!"

Mr. K jatuh terduduk di kursinya. Keringat dingin mengucur deras. Jika Angeline dilindungi oleh militer negara, maka menyentuhnya sama dengan mengundang perang melawan angkatan bersenjata.

Ponsel Mr. K berbunyi. Panggilan masuk dari "White" (Jay).

Mr. K mengangkatnya dengan tangan gemetar.

"Kontrak batal," suara Jay di ujung telepon terdengar terengah-engah (akting). "Kau tidak bilang targetnya dilindungi Pasukan Khusus. Aku hampir mati di sana! Sniper itu hampir meledakkan kepalaku!"

"Tunggu, White! Jangan mundur!" cegah Mr. K panik. "Aku akan bayar dua kali lipat!"

"Persetan dengan uangmu. Aku tidak mau berurusan dengan militer. Cari orang lain untuk bunuh diri."

Klik. Sambungan diputus.

Mr. K membanting ponselnya. Ia panik. Rencananya berantakan. Ia butuh solusi, dan ia butuh cepat sebelum Dewan Direksi Black Sun tahu tentang kegagalan ini.

"Siapkan mobil," perintah Mr. K pada pengawalnya. "Kita harus pindah ke Safe House Alpha. Markas ini sudah tidak aman jika militer terlibat."

Tanpa ia sadari, keputusan untuk "keluar dari sarang" itulah yang ditunggu Jay.

Di Dalam Mobil Jay. Jalan Tol Lingkar Luar.

Suasana di dalam mobil hening, hanya terdengar isak tangis tertahan Angeline. Tubuhnya masih gemetar hebat.

Jay memelankan laju mobil, lalu menepikan kendaraan di bahu jalan yang aman.

Ia melepas sabuk pengaman, lalu memeluk istrinya erat-erat.

"Sudah, sudah... Kita aman sekarang," bisik Jay menenangkan, mengelus rambut Angeline yang berantakan.

"Mereka... mereka mau membunuhku, Jay..." isak Angeline di dada suaminya. "Kenapa? Apa salahku?"

"Ssst... Bukan salahmu. Ada orang jahat yang tidak suka melihatmu sukses," kata Jay. "Tapi lihat? Tuhan masih melindungi kita. Sniper tadi... siapa pun dia, dia menyelamatkan kita."

Angeline mengangkat wajahnya, matanya merah dan bengkak. "Kita harus lapor polisi."

"Jangan," cegah Jay lembut namun tegas. "Polisi tidak bisa menangani ini. Dengar, besok kau ambil cuti. Kita akan pergi ke tempat yang aman sebentar."

"Ke mana?"

"Ke rumah lamaku," dusta Jay. "Di desa. Jauh dari sini."

Sebenarnya, Jay akan membawa Angeline ke markas sementara Orion Group yang dijaga oleh Leon dan pasukan bayaran terbaik, sementara ia menyelesaikan urusannya dengan Mr. K.

Ponsel Jay bergetar satu kali di saku celananya.

[Ghost: Ikan besar keluar dari kolam. Konvoi Mr. K bergerak menuju Jalan Pantai Utara. Echo dan Whiskey sudah dalam posisi pengejaran.]

Jay mengecup kening Angeline lagi.

"Tidur ya. Perjalanan masih jauh."

Di balik punggung Angeline yang sedang ia peluk, mata Jay menatap tajam ke jalanan gelap di depan.

1
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤬🤬🤬🤬Ⓜ️
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
☮️
Mamat Stone
☯️
Mamat Stone
🐲
Mamat Stone
😈
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
MyOne
Ⓜ️😵😵‍💫😵Ⓜ️
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
💥☮️💥
Mamat Stone
🔥☯️🔥
Mamat Stone
🐲💥
Mamat Stone
😈💥
Mamat Stone
/Cleaver/💥
Mamat Stone
👊💥
Hendra Saja
s makin menarik Thor 🔥🔥🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!