NovelToon NovelToon
Aku Wanita Terhormat

Aku Wanita Terhormat

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:329k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan yang berdasarkan untuk menghindari kesalahpahaman, hingga membuatku terpaksa harus menerima pernikahan yang sama sekali tidak kuinginkan.

Pernikahan yang ku fikir akan menyelamatkan ku dari fitnah ternyata justru membuatku hidup dalam kesengsaraan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27. Doa Seorang Istri

"Mas, tambah lagi?" Meisa menawarkan sarapan untuk suaminya dengan senyuman yang masih mengembang saat itu.

"Em... sudah, Mei. Aku harus segera berangkat. Aditya, Naina, Ibu, saya berangkat." tutur Aldi ketika sudah memastikan semua telah usai sarapan.

Semua mengantarkan kepergian Aldi hingga di depan mobilnya.

Begitu juga dengan Aditya yang sudah mencium putri kesayangannya. "Daddy ke kantor dulu, sayang. Jangan nakal yah?"

"Iya Daddy, daaaa." Naina melambaikan tangannya sembari tersenyum menatap kepergian Aditya.

"Mas Aldi hati-hati yah. Cepat pulang."

"Iya Mei, nanti aku kabari terus. Lagi pula ada video kita kan katamu yang bisa gantiin aku?" Aldi terkekeh di ikuti tangan yang mengusap pelan rambut istrinya.

Meisa memejamkan matanya saat merasakan ciuman hangat yang mendarat di keningnya. Ia melingkarkan kedua tangannya di tubuh Aldi seakan sangat berat melepas kepergian suaminya.

"Yasudah aku berangkat dulu," Aldi melepaskan pelukan istrinya dan segera masuk ke mobil.

Mobil melaju menyusul kepergian Aditya yang lebih dulu. Meisa masih memandang mobil yang perlahan semakin kecil hingga tak terlihat lagi di pandangannya.

"Mommy jangan sedih yah." Tiba-tiba suara Naina mengejutkan Meisa dari lamunannya.

"Eh...iya sayang. Ayo kita masuk, Bu." ajak Meisa menggandeng tangan bocah itu dengan Bu Nirmala.

"Mei, kamu baik-baik saja, kan?"

"Iya, Bu. Meisa baik-baik. Sepertinya ini hanya bawaan hamil, Bu. Meisa selalu kepikiran dengan Mas Aldi." keluhnya dengan wajah sedih.

"Berdoa selalu untuk suamimu. Doa seorang istri sangat manjur."

"Iya, Bu."

Mereka masuk ke rumah, sementara di sisi yang berbeda. Aldi tengah berada di kediaman Rere. Rumah yang mewah tampak menyegarkan netra hitam itu.

Aldi memperhatikan sosok wanita cantik yang berdiri di pintu utama dengan senyum mengembang menyambut kedatangannya.

"Aldi, aku sudah menunggu mu sejak tadi." Rere mencium dan menjulurkan indera perasanya begitu saja saat ia meraih tubuh Aldi.

"Re," tegur Aldi yang sedikit menghindari Rere saat itu.

"Kamu kenapa? semalam sudah pergi ninggalin aku sekarang mau menolak aku juga?" ketus Rere.

"Banyak mata yang melihat kita." sahut Aldi memalingkan wajahnya enggan menatap Rere.

"Sudah ayo kita masuk sebentar. Aku kangen, kita agak siangan berangkatnya." Rere menarik tangan Aldi masuk ke rumah. Mengacuhkan pandangan para pelayan di rumah itu.

"Mah...Mamah. Papah belum selesai bicara!" Tiba-tiba suara seorang pria paruh baya terdengar menggelegar dari dalam dan di susul seorang wanita yang keluar terburu-buru tanpa kata melewati Aldi dan juga Rere.

"Mah." panggil Rere namun di acuhkan oleh sang Ibu.

"Pah, kenapa sih bertengkar terus? Rere capek. Ini masih pagi." protes Rere dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Re, kamu tahu kan? ini bukan maunya Papah. Papah juga capek." sahut Pak Wandi yang mengusap kasar wajahnya. Ia berlalu pergi masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya entah kemana.

"Apa selalu seperti ini?" tanya Aldi yang merasa kasihan pada istri keduanya itu. Rere yang tadinya terlihat menyebalkan mendadak terlihat memprihatinkan.

Wajahnya lemas murung dan tidak bersemangat. "Re, are you okay?" tanya Aldi menatap iba.

Rere melengkungkan bibirnya memaksa untuk tersenyum. "Hibur aku yah." ucapnya memelas.

Aldi menghela nafas pelan lalu mengangguk pelan. Mereka melangkah masuk ke dalam rumah itu dan menuju ke dalam kamar.

"Aldi..." desah Rere setelah merebahkan tubuhnya dan Aldi saat ini sudah berada di atasnya. Mencumbunya dengan lembut.

Rere terus bersuara, beberapa kali memanggil nama pria itu di iringi tubuh yang sudah menggeliat seakan siap untuk menerima serangan lagi.

Aldi bermain dengan penuh gejolak. Rere tak tinggal diam, ia membalasnya dengan lebih agresif. Kini keduanya sudah menyatu dalam permainan cinta. Suara puas terus bersautan di dalam kamar itu.

Aldi memacu semakin cepat, Rere memejamkan matanya menikmati setiap hentakan kenikmatan itu. Cukup lama keduanya memadu kasih hingga gerakan Aldi pun semakin cepat dan semakin cepat.

"Aldi..." teriak Rere begitu jelas di iringi tubuhnya yang mengejang.

Keduanya mengerang panjang ketika menikmati puncak yang telah mereka capai. Tubuh Aldi dan Rere ambruk di tempat empuk itu. Sejenak keduanya hening, mencoba mengatur nafas kembali hingga mereka memutuskan untuk membersihkan tubuh.

Setelah selesai aktivitas mandi, segera keduanya bersiap untuk berangkat.

"Makasih yah." ucap Rere tersenyum sumringah. Senyuman yang tentunya penuh kemenangan.

"Aku tahu pasti semalam kamu belum dapet jatah kan?" goda Rere di sela-sela Aldi menyetir.

"Tahu darimana?" tanya Aldi dengan alis yang mengerut hingga tampak beberapa lipatan di sana.

"Permainan kamu hot banget tadi." bisik Rere sembari mendaratkan bibirnya di bibir Aldi sekilas.

"Kan kamu yang sudah atur semuanya." ketus Aldi.

Tentu ia sadar dengan jebakan Rere semalam, namun Aldi masih tidak berfikir jika Rere memang berencana untuk tidak memberikan waktu bercinta ia dengan Meisa.

"Aku cuman kangen kamu, walau bagaimana pun kamu dan aku sudah menikah. Sudah sepantasnya aku mendapat perlakuan adil dari kamu, Aldi." protes Rere.

"Hah... sudahlah." Aldi malas jika terus membahas pernikahan yang tak di inginkan itu.

Sepanjang jalan kedua pasangan itu tak henti-hentinya melakukan hal yang memuakkan, yah memuakkan bagi Meisa jika tahu yang sebenarnya.

Dan apa yang Aldi lakukan? mana yang katanya sangat mencintai Meisa? semudah itukah nama Meisa terlupakan hanya karena setiap sentuhan bekas pria lain yang Rere berikan? Nyatanya kekuatan cinta akan tetap kalah dengan orang yang selalu di sisi.

***

"Bu, Meisa sholat dulu yah. Meisa khawatir dengan Mas Aldi. Semalam dia lembur dan sekarang sudah harus bawa mobil jarak jauh. Perasaan Meisa gelisah sekali, Bu."

"Iya sayang, pergilah. Doakan setiap langkah suami mu di permudahkan."

Meisa masuk ke kamarnya meninggalkan Naina bersama Bu Nirmala yang tengah bermain boneka.

Ia mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat. Kegelisahan di hati Meisa sungguh menyiksa dirinya. Setelah usia sholat, Meisa mendoakan segala kebaikan untuk pria yang begitu ia cintai.

Tanpa terasa dada yang begitu sesak mengantarkan buliran bening di kedua manik mata itu jatuh dengan sendirinya hingga Meisa menangis sesenggukan.

"Mas Aldi, mengapa hatiku tidak tenang seperti ini, Mas. Semoga Mas baik-baik saja. Aku menunggu mu dan anak kita, Mas." tangis Meisa masih berlangsung.

Sungguh menyakitkan, andai Meisa tahu apa yang Aldi lakukan saat ini dengan madunya. Mungkin satu kata pun doa tidak akan sudi untuk Meisa panjatkan.

"Re, aku lagi nyetir."

Meski melakukan penolakan, tak bisa menutupi rasa jika Aldi yang tengah sesekali mendesah kini membuat Rere semakin ingin melanjutkan lebih jauh lagi.

"Gimana enak?" tanya Rere menatap wajah suaminya yang tertutup lalu terbuka hingga berulang kali terlihat jelas.

Rere sudah dengan lihainya memainkan boy di bawah sana dengan bibir merahnya.

Beruntung mobil yang mereka gunakan salah satu kendaraan keluaran terbaru. Dan matic, jadi Aldi tidak begitu kesulitan saat menikmati permainan liar istrinya di bawah sana.

Aldi mulai mendorong cepat wajah Rere demi meraih puncaknya.

"Terus, Re." pintah Aldi terdengar bergemetar saat memintanya.

Hingga tanpa sadar ia telah lalai menyetir ketika kepemilikannya sudah menumpahkan seluruh lahar panas miliknya di mulut Rere.

Aldi tampak mengejang menikmati sensasi yang luar biasa itu.

"Tisu."

"Sudah minum saja." sahut Aldi yang masih enggan bergerak.

Rere yang enggan meminum segera menengadah mencari tisu, tiba-tiba matanya membulat sempurna.

"Aldi, Awas." teriak Rere Aldi pun terkejut saat melihat mobil melintas di depannya.

Bruk

Mobil mereka menabrak mobil yang sedang melintas ketika lampu merah menyala dan Aldi tidak memperhatikannya.

1
kalea rizuky
kn bukan anak. aldi ngapain tanggung jawab
kalea rizuky
karma di byar kontan akirnya si pelacur mati
kalea rizuky
kapok karma pelakor wanita gatel itu perebut suami orang
kalea rizuky
g jijik apa ya Mei ma aldi tukang celup
kalea rizuky
bukannya uda di talak ya males kalo mau. balikan aldi bekasss jalang
kalea rizuky
mencintai Mei tp enak enak. ma jalang munafik
Erni Nofiyanti
rumit jga tuh hubungan,Rere mulai ada rasa Ama dion,sedangkan kail suka Ama dion.pusing jadinya
siti rohimnah
hemmm mengapa harus berjanji dan kembali dengan Aldi yang kasar hanya karena selaput darah, cowok sok suci 😡
Jue
Jaga-jaga Aldi esok Aldiva benci padamu dan berimbas pada Meisha , Menjadi seorang bapak yang tidak Aldi , Dan Aldi tu bukannya cemburu tapi tiga suku , Lebih baik pasang gerigi besi kurung saja terus si Meisha buat selamanya
Jue
Wah tambah zuriat ni lagi Aldinya subur sungguh , Hai senangnya dalam hati bila beristeri dua fikir Aldi
tata 💕
kata'a tokoh disini pada ancur deh ya aldi & ortu'a, rere & ortu'a, meusya yg g tegas, diana & bimo. yg bener cm ibu nirmala, bu risa dan aditya
tata 💕
ni mah keluarga hancur nama'a
tata 💕
ish..... 😡
tata 💕
thor ko aku jd males y 😕
tata 💕
dah lah Na tinggalin tuh aldi, laki2 egois, g jujur dan g berprinsip, mau'a enak sendiri
tata 💕
kenapa y novel ni kumpulan orang2 bodoh y, maaf y thor
tata 💕
dah lah mending pisah aja nana, tinggalin aldi, lelaki egois 😐
tata 💕
ko menyebalkan y
tata 💕
masih abu2 nih thor
lanjut baca lagi lah
semangat thor 💪
Marlina Lina
kena azab nya tu tooorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!