NovelToon NovelToon
OFF SCRIPT LOVE

OFF SCRIPT LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Tama datang dengan satu tujuan: menjaga Lengkara.
Bukan untuk dimiliki, apalagi diperebutkan—cukup memastikan gadis itu baik-baik saja.

Namun mendekati Lengkara tak sesederhana rencananya.
Saat Tama sibuk mencari cara supaya selalu ada di dekat Lengkara, justru Sasa muncul tanpa aba-aba. Terlalu berisik, terlalu berani, dan terlalu sering menyebut namanya seolah mereka sudah sedekat itu.

Ironisnya, Sasa adalah adik dari laki-laki yang terang-terangan disukai Lengkara.

“Bang, 831 gimana? Yes or no?” Sasa menatapnya penuh harap.

Tama mendengus, menahan senyum yang tak seharusnya ada. “Apaan sih, nggak jelas banget!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nekat

"Gila bapaknya galak banget!" gumam Tama yang masih berada di dalam mobil meskipun sudah tiba di depan rumahnya. Mengingat bagaimana tadi Rama membentaknya, menakutkan. Meskipun bukan hanya dia yang dibentak tapi tetap saja itu pengalaman pertama bagi seorang Pratama yang selalu mendapat perlakukan manis dari para gadis bahkan orang tuanya.

Tok.. tok...

Bunyi dari kaca mobil yang diketuk membuat Tama tersadar dari lamunannya, dia lantas menurunkan kacanya.

“Mama?” sapanya sedikit terkejut pada wanita yang berdiri tepat di samping mobilnya. Raya, dia tersenyum teduh pada putra semata wayangnya.

Tama buru-buru melepas sabuk pengamannya dan segera turun.

“Mama kapan datang? Kenapa nggak bilang dulu, kan bisa aku jemput.” Tama memeluk erat mamanya.

“Jam 10 an tadi. Nih mama abis belanja bahan masakan untuk makan siang." Raya menunjukan kantong kresek putih di tangan kanannya. "Nggak ngabarin soalnya tadi pagi-pagi kamu bilang mau ke rumah Kara."

Tama melepas pelukannya, “tapi kan kalo mama ngabarin bisa aku jemput."

“Oh gitu.” Raya mengangguk, “gimana tadi id rumah Kara? Ketemu sama mama nya nggak?” lanjutnya.

“Hm gitu deh, Ma." jawab Tama singkat. Tak mungkin kan ia ceritakan jika dirinya abis kena damprat ayah Lengkara.

“Masuk yuk! Mama masakin makan siang buat kamu.”

“Yuk mamaku tersayang. Aku juga udah lapar banget ini.” Tama mengandeng tangan mamanya dan membawanya masuk ke rumah.

“Pokoknya masakan mama paling enak. Dua hari aku nggak makan masakan mama hari-hariku berasa melehoy nggak berenergi, Ma.”

Raya mencubit lengan putranya seraya menggelengkan kepala. “Sama mama sendiri aja kamu gombal, Tama... Tama...”

“Sakit, Ma.” Keluh Tama penuh dramatisir.

“Makanya jangan suka gombal kamu tuh!”

“Mau gimana lagi Ma, udah bakat dari lahir.” Jawabnya dengan senyum yang biasa memporak-porandakan kaum hawa.

“Nggak usah senyum kayak gitu! Nggak mempan sama mama.”

“Iya deh cuma senyum papa yang mempan ke mama yah?” ledeknya.

“Malah ngeledek sama orang tua!”

“Mama belum tua kali, Ma. Masih cantik, di mata aku mama perempuan paling cantik nomor 1.”

“Dasar turunan Kak Zidan.” Batin Raya. Dia hanya menghela nafas pelan melihat sikap putranya yang selalu manis, benar-benar mirip dengan papa nya. Melihat Tama layaknya mengorek luka di masa lalu, tampan namun menyimpan luka. Meski kini ia dan Zidan masih menjadi suami istri namun bayang-bayang masa lalu selalu membuatnya merasa bersalah. Awal pernikahannya dulu pun tak berjalan baik karena Zidan yang terus berlaku kasar padanya, hingga akhirnya setelah kelahiran Tama dan bimbingan dari orang tuanya, sedikit demi sedikit mereka bisa menerima kenyataan dan bersama-sama membesarkan Tama yang awal kehadirannya tak diinginkan.

“Ma?” Tama menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Raya.

“Iya sayang kenapa?” Raya sedikit kaget.

“Mama kok malah ngelamun?”

“Mama nggak apa-apa. Kamu ke kamar aja istirahat, nanti kalo makan siangnya udah siap mama panggil.”

“Mama sebenernya mikirin apa sih, Ma? Waktu di Surabaya aku liat mama sering ngelamun bilang pingin pindah ke Bandung. Suruh nunggu aku lulus aja nggak mau, padahal tinggal 1 tahun doang. Sekarang kita udah di Bandung, mama masih aja ngelamun. Apa karena papa belum bisa ikut pindah kesini?” tebak Tama.

“Kalo gitu mama stay di Surabaya aja nemenin papa sampai beres urusan kerjaan buat pindah ke sini. Aku di sini kan ada tante Dina.” Lanjutnya.

“Papa bisa 2 minggu sekali kesini, mama bukan mikirin itu. Mama kesini buat mastiin kamu tobat nggak main-main sama cewek. Lagian di Surabaya aja mama pusing, temen-temen kamu tiap hari ada aja yang datang ke rumah nyariin kamu. Sebagian lagi terus nelpon-nelpon. Lain kali awas aja kalo sampe ngasih nomor mama ke cewek-cewek.”

“Ya abisnya mereka tuh nguber-nguber aku terus, Ma. Dari pada pusing HP penuh chat jadi aku kasih nomor mama aja. HP aku sampe cepet drop gara-gara chat masuk dari para fans nggak berenti-berenti, Ma.”

“Dasar anak nakal!” Raya menjewer telinga Tama.

“Aduh... aduh... ampun ma sakit.”

“Awas aja kalo di sekolah baru kamu masih kayak dulu!”

“Aduh ini lepasin dulu Ma, telinga aku ntar bisa lebar jadi nggak cakep lagi mama yang rugi. Emang mau anak satu-satunya jadi jelek?” ucap Tama, “nanti dia nggak mau jadi mantu mama!” lanjutnya.

“Pratama Arhan!!”

“Ampun, Ma. Cuma bercanda.” Tama mengusap telinganya yang baru saja di jewer, benar-benar lumayan sakit.

“Tadi aku ketemu ayah nya Kara. Sebenernya udah beberapa kali sih, tapi tadi beda.” Lanjutnya.

“Ramadhan?” tanya Raya.

“Kenapa tiba-tiba Ramadahan sih ma? masih lama bulan puasanya." jawab Tama.

Raya menghela nafas panjang, "Ramadhan itu nama ayahnya Lengkara."

"Oh." Tama mengangguk, "ayahnya galak." lanjutnya.

"Aslinya baik kok. Kamu harus usaha lebih." jawab Raya.

“Ah susah banget deh nurutin keinginan mama. Apa aku pake jalur pintas aja yah?”

“Jalur pintas apaan?” Raya sudah mulai merasakan firasat tak enak.

“Itu lah Ma yang enak-enak.” Tama tersenyum penuh maksud, “Kalo udah investasi di perut kan mau nggak mau auto sah.” Lanjutnya seraya tertawa.

Raya langsung menginjak kaki putranya dengan heels yang ia kenakan.

“Ampun mama... penganiayaan terus ih dari tadi!”

“Kamu jangan macem-macem yah atau mama pecat jadi anak!”

“Aku cuma bercanda, Ma. Lagian senakal-nakalnya aku paling mentok cuma ci pok ci pok. Mama inget-inget deh barisan mantan aku, emang ada yang minta pertanggungjawaban? Nggak kan? Karena aku mainnya masih wajar.”

“Pokoknya awas aja kalo kamu macem-macem sama anak temen mama!”

“Iya, aku tau kok. Aku pasti jagain dia seperti yang mama minta, meskipun aku nggak tau alesannya apa, tapi setidaknya dia cantik dan layak dilindungi.” Ucap Tama.

“Meskipun ayahnya ngeselin, galak banget. Meskipun dia udah punya calon suami yang penting udah mantan. Selama janur kuning belum melekung aku gas terus demi mama." lanjutnya yang membuat Raya tersenyum mendengarnya.

.

.

.

Lanjutkan Tam. Kamu emang harus selalu optimis, walaupun ya.... kalian udah tau sendiri kan endingnya wkwkkwkwk

1
Rita
emang😂
Rita
awas hbs mkn tenaga lbh2 😂
Rita
😂😂😂😂😂😜
Rita
abang ktmu gede Kara k2😜😂😂😂
Dwisya Aurizra
si micin tuh biang rusuh, nyebelin tp ngangenin awas loh tam sebentar LG Lo bakal kecintaan sama si micin
Ummah Intan
boong banget si micin
Ummah Intan
cie cie ..jutek jutek perhatian
Ummah Intan
Dirga emang bucin brutal ma kara
Septi
cieee.. manis katanya 🤭
Septi
kalau inget Dirga inget di ledekin papa Rama, soal minum susu tiap hari. beda konsep yang diomongin papa mertua sama yang dialamin Dirga 😂😂🤭
Septi
siapa lagi yang nyuekin Sasa kalau bukan Tamarin🤣🤣
Septi
orang kayak Sasa nggak bakalan punya keruwetan hidup🤭
Septi
kok kita samaan Sa, cita-citanya 🤣🤣
👑yosha💣
semangat mengejar cinta y micin ......
aku jadi penasaran kayak apa ya Tama bucin sama Sasa🤔🤣🤣🤣
Defvi Vlog
bagus. ceritanya aku suka🥰👍
MACA
abang2 yg di tipu bocil🤭🤭
MACA
drama ini...turunan kaleng
MACA
tatap terus bang...tayap...
MACA
pokknya pepet terus cin...jangan kasih kendor si tamarin
MACA
kagetlah...g jualan bakso...koq tiba2 ada yg manggil abang🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!