NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:683
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2. telepon dari teman.

" Assalamualaikum Lia kamu apa kabar? Bagaimana dengan pernikahan mu?" Tanya Asti dipesannya.

Lia yang baru saja Mengisi kuota ponselnya tersenyum lebar membaca pesan dari sahabat satu kampungnya itu.

" Waalaikumsalam kabar Aku baik, tetapi kabar pernikahanku kurang baik Asti.."pesan terkirim.

Tidak menunggu lama pesan yang dikirim oleh Lia tercentang biru.

Handphone Lia berdering panggilan masuk dari Asti.

"Assalamualaikum, maksudnya apa pernikahan kamu tidak baik-baik saja? Apa kamu sedang bertengkar dengan Mas  Rudi." Tanya Asti penuh khawatir.

"Pernikahanku seperti yang kamu ketahui, kami menikah tidak saling mencintai Mas Rudi tidak pernah menganggapku istrinya." Lalu Lia menceritakan rumah tangganya pada sahabat satu kampungnya itu.

" Pantasan saja hati ku gelisah ingat kamu terus. Dan ingin menelponmu, kemarin aku menelepon handphone-mu tidak aktif.. aku iseng-iseng pagi ini coba meneleponmu ternyata aktif, ada yang bisa aku bantu  Lia." Lia senang sekali dengan tawaran Asti.Lia menarik nafas berat.

"Handphone ku jarang aku aktifkan,Ibu  mertua dan kaka ipar ku kepo..Selalu ingin tahu urusan pribadi ku selalu kepo jika aku pegang handphone.Selain itu aku tidak punya kuota. " Jelas Lia apa adanya.

"Aku ingin bekerja  As, ada lowongan tidak di tempatmu bekerja. Aku ingin melanjutkan kuliahku, aku mengajukan cuti selama 6 bulan dan alhamdulillah di acc.. rencananya aku ingin meneruskan kuliahku, tapi ingin kerja dulu sebelum Mulai kuliah. Kuliah ku online sih sebenernya tidak perlu mengajukan cuti.." Tanya Lia.

Ia harus bangkit baru tindasan mertua dan iparnya..

Bukan tanpa sebab Lia ingin bekerja,ia tidak selamanya akan menjadi istri Rudi. Mengingat perjanjian yang mereka sepakati.

Jika kemarin -maren ia berharap pernikahan akan membaik  berjalannya waktu ia dan Rudi bisa saling mencinta dan menerima satu sama lain Sehingga pernikahan mereka langgeng.

Melihat sikap Rudi yang Arogan dan tidak pernah menganggapnya istri harahap itu pupus.

" Di tempatku belum ada lowongan kerja, Kalau ada aku akan beritahu mu.. kamu itu kan pintar mengarang,  apa tidak coba bikin cerita bersambung di aplikasi Online, atau bikin naskah film dan sinetron.. bosku seorang produser dan sutradara, coba kamu tulis naskah, tulis cerita tentang rumah tangga dan perselingkuhan.. setelah selesai aku akan mengenal kan mu dengan bos ku."

" Serius  As? Bos mu seorang sutradara? Aku ada naskah  untuk film,ada banyak di flash disk ku.. kalau menulis cerita di online aku  belum tahu caranya." Tanya Lia.

"Mudah sekali Lia, menulis cerita online di sebuah aplikasi itu,kamu tinggal download saja aplikasi nya. Nanti aku ajari caranya.lumayan lho buat biaya kebutuhan sehari." Semangat Lia  menyongsong masa depan yang lebih cerah kini terbentang nyata.

Waktu mereka duduk di bangku sekolah menengah atas Lia memang jago mengarang.Ia pernah menang lomba mengarang tingkat kecamatan.

" Terima kasih Asti, akan aku coba mendownload aplikasi , untuk menulis cerita bersambung. Pastinya Aku butuh bantuanmu."

Asti memberitahu cara menulis cerita bersambung atau cerbung diaplikasi itu, secara detailnya.

" Berarti aku harus memiliki rekening baru ya As? Aku ada nomer rekening tetapi sudah cukup lama tidak terisi, dan pula aku tidak punya atm-nya hanya buku tabungan saja." Asti memberitahu pembayaran novel di aplikasi  bisa ditarik jika ada nomor rekening atau pembayaran digital lainnya..

" Buka, rekening baru saja yang ada atm-nya, untuk sementara kamu download aplikasi dan mendaftarkan nomor rekening yang  lama tidak apa-apa,saat penarikan bisa kok di rubah nomer rekeningnya.." Lia bingung sendiri ia tidak memiliki uang untuk pembuatan rekening baru.

" Tapi,  As. aku tidak memiliki uang untuk pembukaan rekening baru? Ini saja aku  beli kuota uangnya hasil tilep sisa uang sayuran yang diberikan ibu mertuaku." Asti tercengang mendengar pengakuan dari Lia yang sangat memprihatinkan.

"Memangnya selama ini kamu tidak dikasih uang untuk belanja sama suami mu? " Tanya Asti.

Lia menggelengkan kepala, walaupun Asti tidak melihatnya.

"Tidak pernah, selama tiga bulan kami menikah aku tidak pernah dinafkahi Mas Rudi. Jika ingin beli jajanan atau keperluan ku,aku minta sama ibunya, semua uang Mas Rudi di pegang oleh ibunya." Jawab Lia apa adanya.

"Gajinya Rudi itu sebagai kontraktor sangat banyak Lia.. kok bisa ia tidak memberi mu nafkah? Apa Rudi tidak tahu jika memberi Nafkah kepada istri itu wajib. Walaupun pernikahan tidak dilandasi cinta, yang namanya sudah akad nikah secara agama dan hukum itu sah di nafkahi.." Lia menarik nafas sangat panjang dan menghembuskannya perlahan-lahan.

" Entahlah aku pun tidak minta uang pada Rudi, kami menikah karena saling membutuhkan saja, ia butuh pengantin karena ditinggal oleh tunangannya, dan Aku butuh uang untuk membayar hutang ibu ku  di rentenir." Lia akhirnya menceritakan perjanjian yang dibuat oleh Lia dan Rudi.

"Apapun alasannya kalian sudah sah menjadi suami istri. Dan Rudi wajib memberi mu nafkah, jika laki-laki tidak ada pengertian kamu wajib meminta hakmu padanya."Lia pun sudah memikirkan hal itu.Ia hanya menunggu Rudi pulang dari Sumatera ia akan meminta haknya selama tiga bulan menjadi istri Rudi.

1 jam lebih kedua sahabat itu berteleponan,dan mereka sudah bikin janji akan bertemu lusa, Asti yang akan menemui  Lia di kampung suaminya yang ada di pinggiran ibukota..

"Lia.. Amelia.. ke mana sih tuh anak, dari tadi di panggil tidak menyahuti."Lia yang habis berteleponan dengan Asti di belakang rumah mertuanya, buru-buru masuk rumah dan ia pura-pura bersih-bersih dapur.

" Lia..! Di sini kamu? di panggil sampai suara saya habis tidak disahuti."Lia menoleh ibu mertua dengan wajah malas.

"Kenapa harus teriak-teriak sih Bu? Kayak rumah Ibu besar saja,rumah ukuran 36 dengan tanah 100 meter tidak perlu berteriak jika memanggil orang." Jawab nya ketus.

"Apa kamu bilang rumah  saya tidak besar? Ehh dengar ya menantu karbitan.. rumah saya ini jika digusur bisa menghasilkan miliaran, secara berdirinya saja di ibukota.." Lia memutar bola matanya ia jengah mendengar ucapan sang mertua yang sombong.

"Terserah Ibu saja mau bicara apa, Ada apa mencari ku?"Lia malas mendengar kata-kata mertuanya yang sombong, ia langsung menanyakan tujuan mertuanya mencarinya.

"Kamu asuh Arkan? Saya dan Azizah mau belanja di mall. Biasalah orang kaya Kalau habis gajian Mau perawatan dulu. Kamu jaga Arkan ya." Titah Ainun.

Lia menggelengkan kepalanya menatap  sang mertua.

"Maaf Bu saya tidak bisa mengasuh Arkan.. saya mau istirahat lelah dari pagi sampai siang bekerja tidak ada istirahatnya.."jawab Lia santai.

Mata Ainun melotot sempurna menatap tajam Lia yang juga menatapnya.

"Ohhh.. Sudah berani kamu melawanku?" Ainun melayang kan tamparan pada Lia, tetapi dengan cekatan Lia menangkis tangan ibu mertua.

"Saya di sini bukan pembantu, melainkan menantu. Walaupun pernikahan kami tidak dilandasi cinta, jika saya pembantu ibu harus membayar setiap keringat saya yang menetes bekerja di rumah ini.. Ibu jangan berani-berani menyentuh kulit saya, saya bisa melaporkan ibu ke kantor polisi atas tindakan penganiayaan." Ainun tercengang ia tidak menyangka Lia bisa bicara Ketus dengan wajah dingin padanya.

"Arkan boleh dititipkan padaku, asal ada bayarannya. Tidak ada yang gratis di ibukota, pipis saja bayar rp2.000, apalagi menitipkan anak.." Azizah dan Ainun saling tatap mereka tidak percaya apa yang mereka dengar.

"Jangan-jangan Lia kesambet, kok bisa ia melawan perintah ibu dengan tegas,ini tidak bisa dibiarkan Bu. Lama-lama Lia ngelunjak sama ibu." Azizah mulai menghasut sang ibu mertua.

"Untuk saat ini Kamu turuti saja permintaan Lia, berikan ia uang untuk mengasuh anakmu. Kita tidak punya waktu lagi, ibu sudah tidak sabar ingin shoping di Mall." Azizah manyun ia menggerutu  ia tidak ikhlas mengeluarkan uangnya untuk membayar jasa Amelia.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!