NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Wasiat Sang Ayah dan Mahar Terakhir

[Waktu: Selasa, 5 Mei, Pukul 07.30 AM]

[Lokasi: Apartemen Lin Xia, Distrik Jing'an, Shanghai]

Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah tirai tipis di kamar apartemen Lin Xia. Udara Shanghai pagi itu terasa sejuk, membawa aroma kopi yang mulai merambat dari mesin otomatis di dapur.

Zhuo Jingshen adalah yang pertama terjaga. Ia tidak mengenakan kemeja kaku atau dasi seperti biasanya. Hanya mengenakan kaus putih polos milik cadangan yang ia simpan di tas kerjanya, ia tampak jauh lebih muda dan santai. Ia berbaring miring, menopang kepalanya dengan satu tangan sambil memperhatikan wajah tidur Lin Xia di sampingnya.

Rambut Lin Xia sedikit berantakan di atas bantal, dan napasnya teratur. Jingshen tersenyum kecil. Siapa sangka, penulis naskah yang dulu ia anggap sebagai "gangguan" dalam proyek permainannya, kini menjadi pusat dari seluruh dunianya.

"Eungh..." Lin Xia perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah sepasang mata gelap Jingshen yang menatapnya dengan penuh pemujaan.

"Selamat pagi, Penulis Lin," suara Jingshen terdengar berat khas orang baru bangun tidur.

Lin Xia tersenyum malu-malu, menarik selimut sedikit lebih tinggi untuk menutupi wajahnya yang memerah. "Selamat pagi, Tuan Zhuo. Sejak kapan kau bangun?"

"Cukup lama untuk menyadari bahwa kau bicara dalam tidurmu. Kau menyebut nama 'Marsekal' berkali-kali," goda Jingshen sambil mencubit hidung Lin Xia pelan.

"Jangan bercanda!" tawa Lin Xia pecah. Ia duduk dan merapikan rambutnya. "Aku hanya bermimpi menyelesaikan bab terakhir naskah kita dengan akhir yang bahagia."

Jingshen bangkit dari tempat tidur, mendekati Lin Xia, dan mengecup keningnya lama. "Akhir bahagia itu baru saja dimulai, Xia."

[Waktu: Selasa, 5 Mei, Pukul 09.00 AM]

[Lokasi: Ruang Tamu Apartemen Lin Xia, Shanghai]

Suasana manis itu sedikit terinterupsi ketika bel pintu apartemen berbunyi. Lin Xia dan Jingshen yang baru saja selesai sarapan roti panggang saling pandang.

"Siapa pagi-pagi begini? Ah Cheng?" tanya Lin Xia.

Jingshen menggeleng. "Ah Cheng tahu aku tidak ingin diganggu pagi ini."

Saat pintu dibuka, berdiri seorang pria paruh baya dengan tas jinjing kulit yang sangat formal. Ia adalah Pengacara Chen, pria yang sebelumnya ditemui Lin Xia di firma hukum tua saat baru tiba di Shanghai.

"Tuan Zhuo, Nona Lin. Maaf mengganggu waktu istirahat kalian, tapi ada hal mendesak yang harus segera diselesaikan berkaitan dengan peresmian Zhuo-Sheng Technology hari ini," ucap Pengacara Chen dengan wajah serius namun penuh hormat.

Mereka bertiga duduk di ruang tamu. Pengacara Chen mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna cokelat tua dengan segel lilin merah yang bergambar lambang keluarga Zhuo.

"Ini adalah wasiat tambahan yang ditinggalkan oleh almarhum ayah Anda, Tuan Zhuo Jianjun, yang hanya boleh dibuka setelah identitas asli Anda kembali dan Tuan Besar Gu jatuh," jelas pengacara itu.

Jingshen menerima amplop itu dengan tangan sedikit gemetar. Ia membuka segelnya dan membaca isinya. Lin Xia memperhatikan perubahan ekspresi di wajah Jingshen—dari terkejut, bingung, hingga akhirnya berakhir dengan senyum penuh arti.

"Apa isinya, Jingshen?" tanya Lin Xia penasaran.

Jingshen memberikan kertas itu kepada Lin Xia. Di sana tertulis:

"...Seluruh aset rahasia keluarga Zhuo di luar negeri, termasuk dana cadangan di Bank Swiss dan hak paten inti teknologi Mnemosyne, hanya dapat dicairkan dan digunakan secara penuh apabila pewaris tunggal, Zhuo Jingshen, telah membentuk keluarga sendiri melalui ikatan pernikahan yang sah. Syarat ini dibuat untuk memastikan bahwa aset keluarga Zhuo tidak akan pernah lagi jatuh ke tangan pengkhianat yang tidak memiliki cinta dalam hidupnya."

Lin Xia tertegun. "Jadi... ayahmu sudah merencanakan ini? Beliau ingin kau menikah dulu baru bisa menguasai seluruh aset?"

Pengacara Chen mengangguk. "Benar, Nona Lin. Almarhum Tuan Zhuo Jianjun sangat percaya pada kekuatan keluarga. Beliau tidak ingin putranya menjadi mesin bisnis yang dingin seperti ayahnya yang dulu. Beliau ingin Jingshen memiliki alasan untuk berjuang."

Jingshen menatap Lin Xia, tatapannya kini berubah menjadi sangat dalam. Ia berlutut di depan Lin Xia, tepat di ruang tamu kecil itu, mengabaikan kehadiran Pengacara Chen yang tersenyum bijak.

"Xia," suara Jingshen terdengar sangat mantap. "Aku tadinya ingin menyiapkan pesta besar, bunga yang memenuhi seluruh kota, dan cincin paling mahal untuk melamarmu secara resmi di pesta peresmian perusahaan nanti malam. Tapi melihat wasiat Ayahku... aku sadar bahwa beliau benar. Aku tidak butuh panggung megah untuk memintamu menjadi bagian dari hidupku."

Jingshen meraih tangan Lin Xia. "Aset itu hanya bonus. Tapi wasiat Ayahku adalah restu yang selama ini kucari. Maukah kau... bukan hanya menjadi naskah editorku, tapi menjadi Nyonya Zhuo yang akan membangun masa depan bersamaku? Menikahlah denganku, Xia."

Lin Xia merasakan air mata bahagia menggenang di matanya. Segalanya terasa begitu cepat namun sangat tepat. Ia tidak butuh kemewahan, ia hanya butuh pria yang ada di hadapannya sekarang—pria yang telah berjuang menembus kegelapan demi dirinya.

"Iya, Jingshen. Aku mau. Aku akan menikah denganmu," jawab Lin Xia dengan suara serak karena haru.

Pengacara Chen berdehem pelan. "Selamat, Tuan Zhuo, Nona Lin. Dengan persetujuan ini, saya akan segera memproses dokumen legalnya. Dan sesuai wasiat, mahar untuk pernikahan ini bukanlah emas atau permata, melainkan seluruh saham Zhuo-Sheng Technology yang akan dibaliknamakan menjadi aset bersama kalian berdua."

[Waktu: Selasa, 5 Mei, Pukul 11.00 AM]

[Lokasi: Kantor Zhuo-Sheng Technology, Shanghai]

Beberapa jam kemudian, mereka sampai di kantor. Ah Cheng dan seluruh tim sudah menunggu dengan wajah sumringah. Berita tentang kemenangan hukum di Shenzhen sudah tersebar luas, dan nama Jingshen kini dipuja sebagai pahlawan industri yang berhasil menggulingkan tiran.

Namun, di tengah sukacita itu, sebuah mobil mewah berhenti di depan lobby. Seorang wanita cantik dengan pakaian high-fashion turun dari mobil dengan gaya yang sangat anggun namun dingin. Ia adalah Song Mi-rae, putri dari pemilik Song Group di Korea, yang dulu secara tidak resmi dianggap sebagai tunangan masa kecil Jingshen oleh mendiang ayahnya demi aliansi bisnis.

Song Mi-rae masuk ke kantor dengan langkah angkuh, langsung menuju ruangan Jingshen.

"Jingshen! Akhirnya kau kembali ke identitas aslimu," ucap wanita itu dalam bahasa Mandarin yang fasih saat masuk ke ruangan.

Lin Xia yang sedang merapikan meja kerja Jingshen menoleh, merasa ada aura persaingan yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.

Jingshen berdiri, wajahnya kembali datar saat melihat tamu tak diundang tersebut. "Mi-rae? Apa yang kau lakukan di Shanghai?"

"Aku datang untuk menagih janji lama keluarga kita," ucap Mi-rae sambil melirik Lin Xia dengan tatapan meremehkan. "Keluarga Song siap menyuntikkan dana besar untuk memulihkan Zhuo-Sheng, asalkan aliansi kita tetap berjalan. Kau tahu maksudku, bukan?"

Jingshen berjalan mendekati Lin Xia, lalu merangkul pinggang wanita itu di depan Mi-rae. "Maaf, Mi-rae. Aliansi itu tidak akan pernah ada. Aku sudah menemukan satu-satunya rekan hidup dan rekan bisnis yang kubutuhkan."

Jingshen menatap Lin Xia dengan bangga. "Perkenalkan, ini Lin Xia. Tunanganku, dan calon istriku. Kami akan segera mendaftarkan pernikahan kami."

Wajah Song Mi-rae berubah pucat karena malu dan marah, sementara Lin Xia merasa dadanya dipenuhi kebanggaan. Ia tahu, meskipun masalah Tuan Besar Gu sudah selesai, perjalanan mereka di dunia bisnis yang kejam baru saja dimulai. Namun kali ini, ia tidak lagi hanya seorang penulis di balik layar. Ia adalah ratu di samping sang raja Zhuo.

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!