NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah sasaran.

Selain itu ada Juan, yang sedang mematung di depan kamar nyonya-nya. langsung berbalik,dia tidak ingin menganggu momen langka majikannya. Dia meletakkan paper bag di atas meja-nya. Karena kedatangan dia ke kamar nyonya-nya, memang untuk membawa paper bag itu, karena Axel juga membawa beberapa paperbag, di tangannya.

Dengan ekspresi wajah yang sulit di jelaskan Juan, menelusuri lorong mansion. Tujuannya sekarang adalah ke tempat seleksi para calon pasukan khusus, para penjaga dan pelayan yang berpapasan Dengan-nya sampai merasa heran. Karena baru pertama kali-nya melihat ekspresi wajah tangan kanannya tuannya itu.

yang agak lain' di tambah dia juga baru keluar dari kamar sang nyonya.

     " Aku pikir, nyonya tidak bisa menangis. Tapi tadi dia menangis, kira-kira karena apa yah? Apa ada yang menindas nya di sini? Tapi itu nggak mungkin, mulut nyonya kan pedas aku yakin nyonya tidak akan diam saja, ketika ada yang menindasnya! " gumam Juan. bertanya-tanya, pada dirinya sendiri. dengan kebingungan.

Rasanya wajar saja kalau Juan, merasa bingung mengingat Carlin. yang di ancam dan di marahi tuanya, saja dia tidak pernah takut. dan malah balik mengancam. saat di serang, dia juga ikut menyerang, meskipun pada akhirnya dia tertembak juga. sesampai di ruang seleksi anak baru,Juan kembali ke mode wajah dingin, dan tegas.

    Begitu Juan, membuka pintu,semua orang di dalam ruangan. langsung mengambil posisi sikap sempurna. Mengingat status Juan, tidak beda jauh dari pemimpin mereka.

" Lanjutkan. apa yang sebelumnya, kalian lakukan tadi? " tegas Juan..

Mereka semua, mengangguk kepalanya saja. Para pemuda itu, segera kembali ke posisi awal, di mana mereka saat ini sedang latihan.

*****

   Axel menatap lekat wajah Carlin, yang ambyar! karena terlalu lama menangis. Dia merasa geli, karena selama ini wanita itu tidak pernah menangis. Jadi hari ini enggak mencerminkan sikapnya, yang beberapa waktu lalu agak galak, pedas dan mesterius.

   " Kenapa kamu menangis? Apakah ada yang sudah menyakiti mu? Katakan kepada ku! Atau terjadi sesuatu dengan mu! " tanya Axel yang terlihat sangat khawatir.

" Bukan urusan mu. Oh iya Kenapa kamu masuk ke dalam kamar ku? " tanya Carlin dia dengan cepat mengambil ponsel-nya, yang ada di lantai. Lalu keluar dari situs jaringan-nya, dia takut Axel melihat-nya, bisa rumit urusan-nya.

   " Aku datang Untuk mengantar mu. bingkisan! " Axel mengabaikan tatapan curiga Dari istri-nya. Karena memang tujuan-nya dia, datang ke kamar istri-nya. untuk memberikan bingkisan.

     " Tiba-tiba dalam rangka apa? Kamu nggak lagi menyogok ku kan! " mata-nya yang bengkak, langsung menyipit curiga.

" Apa aku seburuk itu di mata mu? " Axel mulai jengah, karena istri-nya, selalu berpikir buruk tentang-nya.

" Axel kamu nggak lagi amnesia kan? Kamu lupa dengan segudang fakta, yang merugikan aku dan orang tuaku.? Kamu bahkan nggak mau minta maaf! Untuk semua itu'! Axel Alexander! "

Di sindir tentang pernikahan, mereka, membuat Axel! terdiam beberapa menit.

" Aku dari beberapa waktu yang lalu ingin menjelaskan, semuanya kepada mu. Tapi kamu yang nggak mau mendengar, penjelasan ku! Kamu bahkan tidak mau memaafkan ku. akhir-akhir ini aku benar-benar sedang sibuk, maka-nya aku belum bisa menjelaskan. apapun kepada mu."

   " Apa kamu, benar-benar laki-laki. Axel Alexander? "

" Apa maksud mu! Pertanyaan macam apa itu? " sahut Axel jengkel. dia tidak paham kenapa istri-nya, bertanya seperti itu.

" Ck. lupakan saja? " ucap Carlin ketus.

   Cukup lama, pasangan suami-istri itu terdiam, dengan isi pikirannya masing-masing.

" Axel! bagaimana kalau kita, bercerai? " ucap Carlin tiba-tiba.

Mata Axel langsung menggelap. Beberapa menit, entah kenapa dia tidak suka mendengar perkataan itu, dari istri-nya.

   " Kamu ingin cerai dari ku? " tanya-nya dengan wajah dingin.

" Menurut mu? Bukan selama ini kita juga nikah karena terpaksa! " Carlin menatap lurus ke depan.

" Sejak awal pernikahan kita hanyalah sebuah syarat untuk mu! Mendapatkan posisi pemimpin Alexander. Sekarangkan kamu juga sudah mendapatkan posisi itu, lalu untuk apa

Aku tetap menjadi istri mu, lagi.? Atau kamu ingin membuat ku mati, secara perlahan? " Carlin menatap lekat wajah Axel.

Axel, memalingkan wajahnya.

" Aku tidak mau bertengkar dengan mu. Aku datang ke kamar mu, untuk memberi mu ini! teman ku melakukan perjalanan bisnis, ke kota lain, jadi dia membeli banyak oleh-olehnya untuk mu. " ucap Axel mengalihkan pembicaraan, dari istri-nya.

" Apa ini? Kenapa dia seolah-olah, enggan mendengar topik perceraian. Kenapa juga dia malah menjelaskan soal oleh-oleh itu? aku kan nggak perduli. Kalau dia ingin menceraikan ku, aku bisa pergi membawa tubuh ini! " batin Lea.

dia semakin lekat menatap Axel, yang mulai melangkahkan kaki-nya, menuju meja. Yang ada paper bag. entah sejak kapan ada di atas meja itu. Dia nggak tau kalau tadi ada Juan, yang menyimpan paper bag itu di atas meja. Karena dia terlalu sibuk menangis.

     " Axel kamu... tidak mungkin tiba-tiba jatuh cinta dengan ku bukan? " tanya Lea. Dengan serius, dia berhenti begitu dekat, di depan Axel.

" Kenapa? kamu ingin aku mencintaimu? " sahut Axel yang menatap Rumit, Wajah istri-nya.

   " Justru aku, berharap kamu tidak menaruh perasaan seperti itu, kepada ku! Karena di dalam hidup ku' aku nggak pernah memiliki perasaan seperti itu. " jelas Lea, dia memang tidak pernah memiliki perasaan suka dengan seorang pria, karna di dalam hidup-nya, hanya menghabiskan waktu-nya, untuk bekerja saja.

" Oh, iya terimakasih atas bingkisannya, dan maaf, aku sudah mengotori pakaian mu! " Lea meringis pelan, saat melihat ada jejak ingus. Di jas Axel, yang dia kenakan. Betapa memalukan diri-nya.

Carlin berjalan melangkah menuju walk closet, setelah sadar! bahwa diri-nya, dari tadi hanya memakai handuk saja.

Axel menatap rumit ke arah istri-nya, sambil memperhatikan punggung sang istri, yang sudah mulai menjauh. entah Kenapa dia tidak nyaman rasa-nya, setelah mendengar ucapan dari istrinya.

" Apa aku tanpa sadar, sudah mencintainya? " gumam-nya. Dan kembali teringat dengan ucapan dari teman-nya, di kantor tadi. Tapi buru-buru Axel. menggelengkan kepalanya, menipis semuanya.

" Nggak...aku nggak ada mencintai-nya!! Aku hanya ingin memperlakukan Nya. sedikit lebih baik. " Axel hanya ingin mengubah sudut pandang Carlin pada-nya! Nggak lebih dari itu.

iya itu saja nggak lebih.

      " Kalau dia minta cerai! Aku-----" Axel tidak bisa melanjutkannya kata-katanya. Dia binggung sendiri, dan pada akhir-nya dia memutuskan pergi saja, dari kamar Carlin.

     Sedangkan Lea Alias Carlin, duduk termangu di sofa. dia kembali teringat dengan pesan, yang di kirim teman kampret-nya.

" Bagaimana dengan Bryan.." dia merasa khawatir, dan mereka bersalah. karena sudah meninggalkan adik-nya sendirian. Raut wajah-nya berubah, secepat kilat.

      " Oh. Tunggu aku kan mati. Maksud ku, tubuh ku, yang mati! Apa itu artinya Carlin Christine. benar-benar sudah mati! Betapa kasihan ayah-nya! Istri dan anak-nya, sudah mati semua. "

Carlin memejamkan matanya,dia berharap semua ingatannya kembali. Tapi sialnya dia benar-benar tidak ingat apa-apa. Yang ada wajah Axel, yang muncul dengan tatapan rumit-nya..

      " Ck. kenapa juga pria bajingan itu, yang muncul! Nyebelin banget. " ucap-nya sewot.

" Baik lah kalau begitu, aku akan menyelesaikan semua masalah di sini. secepatnya. lalu kembali ke New York! Untuk menemui Bryan! " ucap-nya mantap. Tapi kemudian. Wajahnya berubah murung.

     " Tapi...! Apakah Bryan percaya, kalau aku ini mengatakan bahwa aku ini, adalah kakak-nya? Yang ada di akan mengatai aku perempuan gila. Karena sudah jelas tubuh ini milik orang lain,tapi mengaku-ngaku sebagai kakak-nya! Dia pasti tidak kenal. " Carlin tersenyum masam. raut wajahnya kembali suram...

*****

            ( new york )

" Menurut mu. Siapa yang berani dan begitu lancang melakukan, ini semua? " tanya Alvin.

Pemuda absurd itu, sedang rebahan dengan gaya. Kakinya sandaran di sofa, kepalanya bertumpuk, di atas karpet berbulu. Sebelah tangannya, memangku kepalanya.

" Enggak tahu, tapi dia sudah kurang ajar! Awas saja kalau aku bertemu dengannya. akan ku buat dia, menyesal telah lahir ke dunia ini! " sahut Gyan geram.

Gyan dan Alvin. menoleh ke arah Bryan, yang sedang duduk termenung. semua ini gara-gara tabungan milik Lea, yang tiba-tiba menghilang uangnya tanpa sisa. awalnya mereka berpikir positif mungkin sistemnya sedang error, mengingat Gyan dan Alvin tak henti-hentinya mencoba meretas tabungan Lea. Tapi setelah di cek berkali-kali di waktu yang berbeda hasilnya tetap sama...semua uang tabungan Lea, raib entah ke mana.

       " Kok bisa sih Bryan! orang asing mengambil-nya, dengan mudah. Apa mungkin paman mu, yang menyewa jasa hacker? Untuk membobol. tabungan Lea? " ucap alvin.

" Itu nggak mungkin al, Sekalipun hacker-nya sangat ahli, pasti nggak berhasil?

aku sama kamu. bah kan tidak mampu meretas nya! Apa lagi orang lain! " ucap Gyan tak setuju.

    " Kenapa siapa tahu kam----"

" Soal-nya kamu yang tidak pernah gagal, dan ahli meretas pun enggak bisa menembus-nya tuh.! " potong Gyan sambil menaik sebelah alisnya.

      " Ck kamu juga nggak mampu! " sahut Alvin, yang juga tak mau, di salahkan.

" Padahal aku, sudah berencana kalau tabungan kakakku. bisa di retas kalian berdua

Aku akan menyumbangkan semuanya, ke rumah amal.." ucap Bryan, dengan raut wajah yang menyedihkan.

Gyan, dan Alvin. saling bertatapan, kedua pemuda tampan itu, jadi merasa bersalah. Terutama Alvin. dia yang sejak awal paling semangat untuk mencoba meretas, sistim keamanan, di tabungan Lea.

      " Jangan merasa bersalah, kalian memang nggak ada salah. Tapi aku harap orang yang sudah mengambil semua isi tabungan kakak-ku, bukan orang jahat. Siapa tahu itu pihak ke tiga yang berasal dari bank..." ucap Bryan.

Klik~

Mereka bertiga, kompak menoleh ke arah Ethan. yang muncul dengan beberapa kotak pizza, di tangannya.

     " Exclusive huh! " ejek Gyan, dan Alvin. Saat melihat pakaian Ethan, yang terciprat darah segar! dan pipinya seperti habis kena tampar karena memerah.

" Aku hampir saja salah membunuh orang. sialan, memalukan sekali! " ucap Ethan blak-blakan, sambil duduk di sofa. Gyan Alvin dan Bryan, langsung membulatkan matanya.

" Hah seorang Ethan Robots, salah target? "

celetuk Gyan, menyindir.

" Itu artinya aku masih manusia, nggak sekejam kalian! " sahut Ethan, membungkam mulut Gyan Alvin dan Bryan. agar tidak menyindirnya.

       " Lalu bagaimana kelanjutan-nya. Dia pasti langsung trauma, karena ulah mu? " ucap Gyan, memicing mata-nya.

" Enggak gimana-gimana. Aku sudah memberi-nya dengan beberapa jumlah uang, dan sudah mengancam-nya juga. Lagian dia juga sempat menampar wajah ku...! Jadi kita imbas. " Ethan memegang pipi-nya di akhir.

" Ck nggak seru, seharusnya mereka memukuli mu! Sampai masuk rumah sakit? dan berdarah-darah, Sampai pingsan! " akhirnya Bryan, yang dari tadi hanya diam menyimak. buka suaranya Ethan yang mendengar perkataan dari Bryan, hanya menatapnya, dengan malas.

Ke 4 pemuda tampan itu, menikmati pizza. yang si bawa oleh Ethan tadi. Hingga Ethan membuka percakapan kembali.

  " Bagaimana kev? Si anonim itu sudah membalas pesan mu? Atau belum. "

Kevin, hanya menggelengkan kepalanya, dia lalu menunjukkan layar ponsel-nya. Sehingga ke 3 pemuda tampan itu. ikut bisa melihat bahwa pesan yang di kirim kevin. sudah di baca oleh si anonim itu. Tapi tidak ada di balas.

" Sumpah aku, kesal banget! Kayak nggak ada habis-nya.." keluh Kelvin.

    " Iya semoga saja dia mau, membalas pesan dari mu, dan mau mengakui siapa dia sebenarnya. Meskipun itu aku rasa sangat mustahil...! " sahut Ethan. Dan ke 3 pemuda tampan itu, hanya Ikut mengangguk kepalanya saja.

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!