" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19
Jangan tanya bagaimana keadaan Haruka hari ini. Yang jelas seluruh badannya terasa sakit dan remuk. Apa lagi bagian bawahnya. Uh! Ini sangat menyebalkan, jalan saja dia kesusahan.
" kenapa banyak wanita kecanduan berhubungan? Padahal rasanya sangat menyakitkan" keluh Haruka.
Haruka jadi mengingat kembali kejadian semalam. Awalnya dia memang merasakan sakit yang luar biasa. namun setelah itu...
" aaah! Apa yang kamu pikirkan Haruka!" gumam Haruka merasa malu pada dirinya sendiri. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya lalu meringkuk di atas sofa menutupi rasa malunya.
Ah! dia jadi mengingat kembali bagaimana rasa nya semalam. Sakit sih, tapi... enak.
" kamu kenapa?" tanya Naoki merasa heran melihat Haruka yang sedang meringkuk di sofa dengan posisi bersujud.
" haa?" tanya Haruka terkejut refleks mengakat wajahnya menatap Naoki yang berdiri di depannya menatap dirinya dengan tatapan binggung.
" apa yang kamu lakukan sayang? Kenapa tidur seperti itu?" tanya Naoki dengan nada lembut.
" oh! nggak papa!" ujar Haruka gugup lalu duduk di sofa dengan benar " ka-kamu habis dari mana?" tanya Haruka basa basi untuk mengalihkan rasa canggung nya karna malu terpergok bertingkah konyol di depan Naoki.
" habis dari supermarket, nih" ujar Naoki menunjukkan barang yang ada di tangan nya " untuk kamu " lanjut nya.
" beli pakai duit ku?" tanya Haruka menerima paperbag Tersebut dan melihat isinya. Ternyata berisi banyak cemilan dan minuman.
" iyaa lah, Pakai duit siapa lagi? Aku kan pengangguran" ujar Naoki santai lalu duduk di samping Haruka.
mungkin itulah kekurangan Naoki. Tidak memiliki pekerjaan dan menjadi cowok mokondo. tapi tidak papa, perjanjian nya dari awal kan juga gitu.
" kenapa beli banyak jajanan?" tanya Haruka merasa heran.
biasanya kalo pengen beli jajan Haruka akan beli sendiri jika mood. Kalo nunggu daiky beli tidak akan pernah terjadi. Daiky selalu pulang dengan tangan kosong tanpa membawa pulang jajanan apapun. Apa lagi berharap dia pulang sambil membawakan bunga. Ah! Itu sangat mustahil.
" aku lihat jajanan di rumah habis, jadi aku beli khusus untuk mu karna kamu kan nggak suka keluar rumah di tambah lagi sekarang lagi susah jalan" ujar Naoki melirik ke kebagian bawah Haruka sambil tersenyum jail.
plakk!
" mesum banget sih jadi orang!" ujar Haruka setelah memukul paha Naoki cukup keras.
Ngeselin banget ni pria. baru juga Haruka melupakan kejadian semalam. Eh Naoki malah kembali membahasnya.
Naoki terkekeh geli lalu mencubit hidung Haruka pelan " tapi benar kan?" tanyanya.
" Haruka!"
Set!
brak!
Refleks Haruka langsung mendorong Naoki yang duduk di samping nya dan dia segera berdiri kala mendengar suara daiky memanggil nya.
Ada apa? Kenapa daiky pulang cepat? Padahal ini baru jam 3 biasanya juga pulang malam. Ganggu orang saja.
" ada apa?" tanya Haruka ketus.
Dia kesal karena kehadiran daiky telah membuat moments romantis dia dan Naoki terganggu. Dia bersikap seperti itu tanpa sadar.
" ayo bersiap, kita pergi ke rumah orang tua mu" ujar daiky dingin.
Pergi ke rumah orang tua? Untuk apa? Tumben sekali. Apa karena daiky ingin memulangkan nya? Alias daiky ingin menceraikan nya? Jika iya berarti ini kabar yang bagus.
" pulang ke rumah ayah? Sekarang? " tanyanya memastikan.
" yaa, cepat!" ujar daiky.
Haruka tersenyum senang , dia segera berlari menuju tangga untuk masuk ke kamar. bahkan dia sampai lupa dengan rasa sakit pada bagian intimnya saking senangnya.
sudah sangat lama dia tidak mengunjungi keluarganya. karena jika pulang sendiri ibu nya pasti akan menanyakan daiky. dan jika pulang bersama daiky daiky selalu menolak dan beralasan sibuk bekerja.
" kenapa?" tanya Naoki pada daiky yang terus menatap nya dengan tatapan dingin.
" terima saja perjodohan itu" ujar daiky membahas perjodohan yang di lakukan oleh papa mereka.
Naoki berdecak muak " mau aku terima atau tidak itu bukan urusan mu" ujar Naoki lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
" ayo kita pergi" ujar Haruka yang sudah siap dengan penampilan rapinya.
" hmm" gumam daiky lalu berjalan duluan.
Haruka mengikuti daiky dari belakang lalu mereka menaiki mobil yang sama. Tentunya daiky yang mengemudi dan Haruka yang duduk di samping.
wajah Haruka sangat berseri seri. Dia sangat bahagia karena sebentar lagi akan bertemu orang tuanya. dan satu lagi, sebentar lagi dia akan bercerai.
Tapi...
Raut wajahnya langsung berubah lesu saat mengingat satu hal. Jika dia dan daiky bercerai itu tandanya hubungan dia dan Naoki juga selesai. Kenapa Haruka merasa tidak ingin menyelesaikan hubungan gelap mereka secepat ini?
terlalu asik melamun, tanpa sadar mereka sudah tiba di rumah orang tua nya haruka. keduanya turun dan masuk dengan bergandengan tangan selayaknya pasangan yang romantis.
" mama" sapa Haruka saat melihat mamanya yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.
" Haruka" seru sakura terkejut melihat kehadiran putri nya.
Sakura segera berdiri lalu memeluk putrinya penuh kerinduan " kenapa nggak ngabarin dulu ? Seharusnya mama bisa masakin makanan kesukaan kamu" ujar sakura.
" Haruka juga ti_"
" Haruka terus merengek ingin pulang ma, jadi nggak sempat ngabarin " potong daiky.
Kening Haruka berkerut binggung. Kenapa daiky berbohong? Padahal dia tidak pernah merengek seperti itu. apa lagi belakangan ini semenjak perselingkuhan suaminya ketahuan.
" oh seperti itu, tidak papa. Ayo duduk mama akan memanggilkan ayah mu" ujar sakura lalu Pergi untuk memanggil Ikki.
daiky melirik kesemua sudut ruangan seperti sedang mencari sesuatu. Wajah dingin nya terlihat gelisah dan cemas. Matanya terus bergerak menyusuri ruangan tersebut.
" Haruka, daiky. Akhirnya kalian datang" ujar Ikki baru saja tiba.
Ikki memeluk putri tercinta nya lalu beralih memeluk menantunya sekilas.
" maaf yah, daiky agak sibuk belakangan ini" ujar daiky
" tidak papa, ayah mengerti " ujar Ikki.
Ikki juga seorang ceo dulu sebelum kedudukan nya di gantikan oleh putranya. tentu saja dia paham bagaimana sibuknya menantunya ini.
" kalian akan menginap kan?" tanya Sakura.
" ti_"
" iyaa ma, Haruka sangat merindukan kalian jadi kita menginap malam ini" potong daiky.
lagi lagi tingkat daiky membuat Haruka merasa binggung. Kenapa? Satu kata itu yang ingin Haruka tanyakan langsung tapi waktunya yang tidak tepat.
"Apa daiky sudah tahu hubungan ku dan Naoki? Makanya dia membawaku pulang agar aku tidak berdekatan dengan Naoki?" batin Haruka bertanya tanya
mereka pun berbincang bincang di sana. Setelah berbincang cukup lama akhirnya daiky dan Haruka berpamitan untuk ke kamar.
" kenapa kamu berbohong?" tanya Haruka pada daiky begitu mereka tiba di kamar.
" apanya?" tanya daiky tidak mengerti.
" semua yang kau katakan pada mama, itu semua bohong. Aku tidak pernah berkata seperti itu" ujar Haruka.
" aku tahu kamu pasti merindukan orang tua mu. jadi aku kepikiran untuk memberi mu sedikit hadiah dengan membawa mu pulang. Apa kamu tidak senang?"
Apa dia sedang mimpi? Daiky perhatian padanya? Dan apa tadi? Daiky berbicara cukup panjang dengan nya. Biasanya dia bisa bicara singkat padat dan jelas.
" senang tentu saja, tapi ini aneh bagi ku" ujar Haruka.
" itu hanya perasaan mu" ujar daiky