NovelToon NovelToon
REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Dulu aku membangun tahtamu dengan cinta, sekarang akan kuruntuhkan kerajaanmu dengan sisa tenaga sebagai tukang sapu!"
Clarissa mati sebagai istri yang dikhianati. Namun, dia bangun kembali sebagai Lestari, seorang cleaning service yang dianggap sampah oleh mantan suaminya, Kenzo, dan adiknya yang licik, Angelica.
Rencananya sederhana: Menyusup, sabotase, dan hancurkan!
Tapi rencana itu kacau saat Devan Mahendra—CEO tampan yang merupakan musuh bebuyutan suaminya—tiba-tiba menarik kerah seragamnya.
"Gadis pelayan sepertimu tahu apa soal pencucian uang pajak? Ikut aku!" seru Devan angkuh.
Kini, Clarissa terjebak di antara misi balas dendam yang membara dan bos baru yang sangat menyebalkan tapi selalu pasang badan untuknya. Bagaimana jadinya jika sang rival jatuh cinta pada "si tukang sapu" yang ternyata adalah otak jenius yang pernah mengalahkannya dulu?
"Kenzo, selamat menikmati hari-harimu di puncak. Karena aku sedang menyiapkan jurang terdalam untukmu... dibantu oleh musuh terbesarmu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Kehangatan di Puncak Alpen

​Dingin yang menggigit tulang menusuk kulit saat parasut mereka mendarat dengan kasar di atas tumpukan salju yang tebal. Kegelapan Alpen seolah menelan mereka dalam kesunyian yang mencekam, hanya menyisakan suara deru angin yang melolong seperti serigala kelaparan. Pesawat jet yang tadi meledak kini hanyalah serpihan api di kejauhan, perlahan padam tertimbun salju yang turun semakin lebat.

​"Clarissa! Kau di mana?!" suara Devan terdengar parau, terengah-engah melawan tipisnya oksigen.

​"Di sini... aku di sini, Devan," sahut Clarissa lemah. Ia terkubur setengah badan di dalam salju, mencoba melepaskan kaitan parasut yang membelit tubuhnya.

​Dalam hitungan detik, Devan sudah berada di sampingnya. Dengan gerakan panik, ia menggali salju menggunakan tangannya, menarik Clarissa ke dalam dekapannya. Napas Devan yang hangat terasa di dahi Clarissa, kontras dengan udara dingin yang membekukan.

​"Kau terluka? Katakan padaku bagian mana yang sakit?" Devan memeriksa tubuh Clarissa dengan tangan yang sedikit gemetar. Pria yang biasanya tenang menghadapi moncong senjata itu kini tampak sangat rapuh.

​Clarissa menggeleng, giginya bergeletuk hebat. "Hanya... dingin. Sangat dingin."

​Devan melihat sekeliling. Badai salju mulai menutup jarak pandang. Jika mereka tetap diam di sini, mereka akan mati membeku sebelum bantuan tiba. Ia melihat sebuah bayangan hitam di lereng bukit—sebuah mulut gua tua yang tertutup sebagian oleh salju.

​"Kita harus ke sana. Ayo, pegang aku erat-erat."

​Devan menggendong Clarissa di punggungnya, mendaki tanjakan salju dengan sisa tenaganya. Setiap langkah terasa berat, namun tekad untuk melindungi wanitanya memberikan kekuatan yang tak masuk akal bagi sang Iblis Mahendra.

​Gua itu sempit dan lembap, namun setidaknya mereka terlindung dari terjangan badai di luar. Devan menurunkan Clarissa perlahan di sudut gua yang lebih kering. Ia segera melepas jaket tebalnya yang robek dan menyampirkannya ke tubuh Clarissa.

​"Jangan, Devan! Kau juga kedinginan," protes Clarissa, melihat Devan yang hanya mengenakan kemeja tipis yang sudah basah oleh salju yang mencair.

​"Diamlah, Ratu Keras Kepala. Jika kau sakit, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri," sahut Devan tegas. Ia mulai mengumpulkan ranting kayu kering yang tersisa di sudut gua, mencoba menyalakan api menggunakan pemantik tahan air yang selalu ia bawa di sakunya.

​Setelah beberapa kali mencoba, sebuah api kecil mulai menyala, memberikan cahaya oranye yang remang di dinding gua. Devan duduk di samping Clarissa, menarik gadis itu ke dalam pelukannya agar panas tubuh mereka bersatu.

​"Devan..." Clarissa menyandarkan kepalanya di dada Devan, mendengarkan detak jantung pria itu yang mulai stabil. "Paman Handoko... dia benar-benar monster. Bagaimana dia bisa melakukan itu pada keluarganya sendiri?"

​Devan mengeratkan pelukannya, mengusap bahu Clarissa dengan lembut. "Keserakahan bisa mengubah manusia menjadi monster paling mengerikan, Clarissa. Tapi dia sudah tamat sekarang. Dia akan membusuk di penjara paling ketat yang bisa kubeli."

​Clarissa terdiam sejenak, menatap api yang menari-nari. "Kenapa kau melakukan semua ini, Devan? Kau hampir mati berkali-kali hanya untukku. Padahal aku di tubuh Lestari ini... aku bahkan bukan Clarissa yang cantik dan kaya seperti dulu."

​Devan mengangkat dagu Clarissa, memaksa mata indahnya menatap langsung ke matanya yang dalam. "Kau pikir aku mencintaimu karena hartamu? Atau karena kecantikan luarmu? Dengar, Clarissa Wijaya... aku mencintai jiwamu yang keras, otakmu yang licik, dan sifatmu yang sombong itu. Kau bisa berada di tubuh siapa pun, dan aku akan tetap mencarimu sampai ke ujung dunia."

​Mata Clarissa berkaca-kaca. Di tengah kedinginan Alpen, hatinya justru terasa sangat hangat. "Bahkan jika aku menyebalkan?"

​"Terutama saat kau menyebalkan," Devan terkekeh kecil, lalu wajahnya berubah menjadi lebih intens. "Clarissa, setelah kita keluar dari sini... maukah kau memulai semuanya dari awal bersamaku? Bukan sebagai rekan bisnis, bukan sebagai tunangan kontrak... tapi sebagai wanitaku. Selamanya."

​Clarissa tersenyum, senyuman paling tulus yang pernah ia berikan sejak ia terbangun di tubuh Lestari. Ia melingkarkan lengannya di leher Devan, menarik pria itu mendekat.

​"Aku punya syarat," bisik Clarissa tepat di bibir Devan.

​"Apa pun itu."

​"Berhenti memasang GPS di kakiku. Itu sangat norak!"

​Devan tertawa rendah, suara tawanya menggema di dalam gua. "Akan kupikirkan. Tapi untuk sekarang... aku punya cara lain untuk memastikanku tidak kehilanganmu."

​Tanpa menunggu jawaban, Devan mencium Clarissa dengan penuh gairah. Ciuman itu bukan lagi tentang penguasaan, melainkan tentang kerinduan dan cinta yang telah teruji oleh maut. Di dalam gua yang dingin itu, hanya ada mereka berdua, dua jiwa yang akhirnya menemukan jalan pulang.

​Namun, kedamaian itu terusik saat Devan mendengar suara mesin helikopter di kejauhan. Ia segera berdiri dan berjalan ke mulut gua. Cahaya lampu sorot menyapu lereng gunung.

​"Bantuan sudah tiba," ucap Devan dengan lega.

​Beberapa menit kemudian, pasukan elit Mahendra melakukan rappelling turun dari helikopter. Sekretaris Devan berlari mendekat dengan wajah yang campur aduk antara takut dan lega.

​"Tuan! Nona! Syukurlah kalian selamat! Kami sudah mengamankan Tuan Handoko dan Bram. Mereka sedang dalam perjalanan menuju markas interpol."

​Devan mengangguk, kembali menjadi sosok penguasa yang dingin. "Bagus. Siapkan jet pribadi. Kita kembali ke Jakarta malam ini juga."

​"Tapi Tuan, Anda terluka, Anda butuh perawatan medis di sini dulu—"

​"Aku bilang Jakarta!" potong Devan tajam. "Aku punya urusan yang belum selesai. Aku ingin semua orang tahu bahwa Ratu Wijaya telah kembali, dan siapa pun yang menyentuhnya... akan berhadapan dengan murka Mahendra."

​Satu minggu kemudian. Jakarta kembali gempar.

​Gedung Wijaya Group yang tadinya dalam kondisi tidak stabil karena skandal Hendrawan, kini dijaga ketat oleh tim keamanan Mahendra. Hari ini adalah rapat pemegang saham luar biasa.

​Clarissa turun dari mobil Rolls-Royce hitam, mengenakan setelan jas putih yang elegan dengan rambut hitamnya yang tergerai indah. Di sampingnya, Devan berjalan dengan angkuh, menggandeng tangannya seolah ingin memamerkan pada dunia bahwa wanita ini adalah miliknya.

​Mereka masuk ke ruang rapat yang sudah penuh. Kenzo, yang masih mencoba mencari celah untuk berkuasa, berdiri dengan wajah pucat saat melihat Clarissa.

​"Lestari? Kenapa kau di sini?" tanya Kenzo dengan nada meremehkan. "Ini rapat untuk pemilik saham, bukan untuk asisten."

​Clarissa tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat Kenzo bergidik ngeri karena teringat pada Clarissa yang asli.

​"Namaku bukan hanya Lestari, Kenzo," Clarissa meletakkan sebuah dokumen asli hasil tes DNA dan surat wasiat rahasia ayahnya di atas meja. "Aku adalah pewaris tunggal Wijaya Group. Dan berdasarkan bukti ini, aku membatalkan seluruh hak jabatanmu di perusahaan ini karena pengkhianatan dan manipulasi data."

​"Apa?! Ini tidak mungkin! Kau hanya seorang pelayan!" teriak Kenzo frustrasi.

​"Pelayan yang baru saja menjatuhkan Naga Hitam dan Keluarga Grey di Eropa?" Devan menimpali dengan nada dingin, berdiri di belakang Clarissa seperti pelindung yang tak tergoyahkan. "Jaga bicaramu, Kenzo. Atau aku akan memastikan namamu masuk dalam daftar hitam perbankan dunia dalam sepuluh detik."

​Kenzo terdiam, ia jatuh terduduk di kursinya. Seluruh ruang rapat hening. Mereka semua menyadari bahwa peta kekuasaan di Jakarta telah berubah total.

​Clarissa menoleh ke arah Devan, mereka saling melempar pandang penuh kemenangan.

​"Siap untuk memimpin dunia bersamaku, Nyonya Mahendra?" bisik Devan di telinganya.

​"Selama kau tidak mencoba memerintahku di kantor," balas Clarissa dengan kedipan mata.

1
Mommy Ayu
masak iya secepat itu bakal terungkap siapa lestari sebenarnya
Mommy Ayu
sepertinya insting Devan lebih tajam dari pada mantan suami Clarissa
Mommy Ayu
aku mampir Thor ..
Leebit
hehe.. nggak apa-apa.. makasih ya udah berkunjung ke novel ku, masih juga untuk komentarnya😁
shabiru Al
apa anak kecil yang dcoret itu adalah pria dengan wajah yang terbakar ? bara... adik dari clarissa... ? benar2 membingungkan,, dan organisasi naga hitam,, apa sebelumnya lestari membuat perjanjian ya...
shabiru Al
hadeuh perebutan harta dan kekuasaan yang bikin pusing
shabiru Al
dan laki2 misterius itu adalah anak yang wajahnya dcoret dala foto lama,, ya kaan
shabiru Al
ceritanya bagus,, sayang belum bisa ngasih poin,, ntar ya thor besok ta kasih vote
shabiru Al
nah ini baru ceweknya badas gak menye menye gak selalu berlindung d bawah ketiak laki2
Leebit
Makasih.. jangan hanya mampir, singgah juga boleh, hehe😁😊
shabiru Al
mampir ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!