NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Penyingkapan Tabir Gelap

​Tian Shan terbangun dengan sentakan hebat, napasnya tersengal seolah-olah baru saja ditarik dari kedalaman samudra yang tak berdasar.

Tubuhnya terasa kaku dan perih, terbaring di atas dipan bambu sederhana di dalam sebuah gubuk nelayan yang berbau garam dan kayu tua.

Di sampingnya, Lentera Pencari Asal masih berpendar biru redup, namun kali ini cahaya itu bergetar hebat seiring dengan gejolak batin tuannya.

​"Kau sudah sadar, Nak?" seorang nelayan tua bertanya dari sudut ruangan, namun Tian Shan tidak menjawab.

​Pikirannya tertuju sepenuhnya pada lentera itu. Ia meraihnya, dan seketika esensi biru dari lentera tersebut merambat masuk ke dalam pori-porinya, memaksa jiwanya untuk melakukan perjalanan mundur melintasi waktu.

​Dunia di sekitar Tian Shan memudar, digantikan oleh pemandangan badai bertahun-tahun yang lalu.

Ia melihat dirinya sendiri—seorang bayi yang terbungkus kain sutra hitam yang mahal namun kini kotor oleh tanah.

Ia melihat dua sosok manusia berdiri di depannya: seorang pria dengan zirah emas yang agung dan seorang wanita cantik dengan gaun bordir perak yang mewah.

​Keduanya tampak berasal dari keluarga yang sangat terpandang, jauh lebih tinggi derajatnya daripada gubernur yang pernah ia bunuh.

Mereka adalah bangsawan dari Negara Matahari Terbit, sebuah kekaisaran yang terletak di balik samudra timur.

​"Cepat letakkan dia, sebelum penjaga klan menemukan kita!" bisik pria itu, suaranya dipenuhi ketakutan dan rasa jijik.

​"Tapi dia darah daging kita, Tuan Muda..." wanita itu terisak, namun ia tidak mencoba menggendong bayi itu kembali.

​"Dia adalah aib!" geram pria itu. "Dia adalah anak haram, hasil dari hubungan gelap yang akan menghancurkan nama baik keluarga besar kita. Jika tetua tahu kau mengandung anak di luar nikah dengan aku, kita berdua akan dieksekusi. Biarkan hutan ini yang mengurusnya. Biarkan dia menjadi makanan serigala atau membeku menjadi es. Nama kita tidak boleh tercemar oleh 'anak gelap' ini."

​Tian Shan menyaksikan momen itu dengan mata kepalanya sendiri.

Ia melihat ayahnya sendiri meletakkan bayi itu di akar pohon besar—pohon yang sama di mana Guru Xinjiang menemukannya—lalu berbalik pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Ibunya mengikutinya, menyeka air mata palsu yang hanya bertahan beberapa detik sebelum kembali memikirkan posisi sosialnya di kekaisaran.

​Di dalam gubuk, tubuh asli Tian Shan mulai gemetar hebat. Qi ungu di nadinya bergejolak, menciptakan retakan pada lantai kayu di bawahnya.

​Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Tian Shan merasakan sesuatu yang lebih tajam dari pedang mana pun: Penghinaan.

Ia bukan dibuang karena kemiskinan, bukan karena peperangan, melainkan hanya karena ia dianggap sebagai "kotoran" yang merusak reputasi keluarga terpandang.

​Tetes air mata mulai jatuh dari matanya yang merah. Namun, ini bukan air mata duka seperti saat Lin meninggal.

Ini adalah air mata yang panas, membawa serta amarah yang sanggup membakar lautan.

​"Hanya karena... reputasi?" bisik Tian Shan, suaranya bergetar karena emosi yang meluap. "Kalian membuang nyawa manusia ke tengah dinginnya maut hanya demi selembar kertas silsilah keluarga?"

​Tian Shan berdiri, energinya meledak secara tidak terkendali.

Gubuk nelayan itu bergetar hebat seolah-olah baru saja dihantam badai tornado. Ia mencengkeram Lentera Pencari Asal hingga tangannya berdarah.

​"Kalian menyebutku 'anak gelap'?" Tian Shan mendongak ke arah langit-langit gubuk, tawanya terdengar parau dan mengerikan. "Maka aku akan menjadi kegelapan yang akan menelan seluruh kekaisaran kalian."

​Air mata amarah itu mengalir di pipinya, membasahi kain jubahnya yang koyak.

Ketenangan yang ia pelajari dari papan catur dan meditasi di puncak gunung kini hancur berkeping-keping.

Yang tersisa hanyalah seorang pria yang baru saja menyadari bahwa akarnya berasal dari kebencian dan keegoisan murni.

​Ia melangkah keluar dari gubuk, menatap ke arah samudra luas yang memisahkannya dengan Negara Matahari Terbit.

Langit di atas pantai mendadak berubah menjadi ungu kelam, merespons amarah sang Legenda Naga yang kini memiliki tujuan baru.

​"Guru Xinjiang mengajariku menjadi manusia," ucap Tian Shan sambil menatap ufuk timur. "Tapi orang tuaku mengajariku bagaimana cara menghancurkan sebuah dunia. Sekarang, aku akan mendatangi kalian, bukan sebagai putra yang mencari pengakuan, tapi sebagai kehampaan yang akan menagih setiap detik nyawa yang kalian buang."

​Dengan air mata yang masih membasahi wajahnya, Tian Shan melesat ke atas laut, menciptakan gelombang raksasa di belakangnya.

Perjalanan pembalasan dendam yang paling berdarah dalam hidupnya baru saja dimulai.

1
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
Yadi rembo
👍👍👍
Agen One: Wah, Makasih banget kak🙏. Jadi tambah semangat nih 🔥🔥🔥/Determined/
total 1 replies
Agen One
🤣👍
Agen One
😴😴
Agen One
🤣💪
Agen One
🤣🤭
Agen One
💪🤭
Agen One
👍🤭
Agen One
🙏😄
Agen One
😴😄
Agen One
🤣😄
Agen One
💪😄
Agen One
👍😄
Agen One
🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!