Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pernikahan rahasia dan muslihat sang rubah
Istana Negeri Tengah (Zhongyang) adalah tempat di mana dinding-dinding memiliki telinga dan bayangan memiliki mata. Di salah satu paviliun tersembunyi, Lin Hua sedang memainkan permainan yang sangat berbahaya. Ia sadar bahwa mengandalkan Ibu Suri Aurora saja tidaklah cukup. Ibu Suri adalah seekor macan tua yang bisa menerkamnya kapan saja jika ia tidak lagi berguna. Lin Hua butuh kekuatan militer, ia butuh tameng yang bisa melindunginya jika rencana jahatnya terbongkar.
Pilihannya jatuh pada Jenderal Gao, panglima tertinggi pasukan pengawal istana yang memiliki pengaruh besar setelah Kaisar. Gao adalah pria yang kaku, kuat, dan haus akan kasih sayang yang belum pernah ia temukan di medan perang. Lin Hua mulai melancarkan aksinya. Ia menggunakan aura pesonanya yang menyerupai rubah betina—lembut, menggoda, namun mematikan. Dengan dalih "tersesat" di taman istana atau mengirimkan teh herbal di malam hari, Lin Hua perlahan meruntuhkan pertahanan sang Jenderal.
Hanya butuh beberapa hari bagi Lin Hua untuk menjerat Gao. Di bawah cahaya rembulan yang redup di kediaman sang Jenderal, Lin Hua menyerahkan dirinya. Mereka tidur bersama, sebuah persekutuan yang didasari oleh nafsu dan tipu muslihat. Jenderal Gao merasa telah menemukan cinta sejatinya, tanpa menyadari bahwa bagi Lin Hua, ia hanyalah sebuah alat. Jika suatu saat Ibu Suri membuangnya, atau jika Jian Feng murka, Gao akan menjadi orang pertama yang akan berdiri di depan Lin Hua untuk melindunginya dengan nyawa.
"Kau adalah milikku sekarang, Lin Hua," bisik Gao di tengah keheningan malam.
Lin Hua tersenyum manis di pelukannya, namun matanya tetap dingin. "Kau adalah tamengku, Gao. Sampai aku mendapatkan tahta itu," batinnya licik.
Sementara itu, di sisi lain istana, Jian Feng menciptakan dunianya sendiri bersama Mei Lin. Setelah badai darah dan air mata, Jian Feng seolah ingin menebus segalanya. Hari-hari Mei Lin kini dipenuhi dengan perlakuan manis yang tak pernah ia bayangkan. Jian Feng akan datang setiap pagi hanya untuk menyisir rambut Mei Lin, memberikan ciuman lembut di keningnya, dan mendekapnya erat seolah Mei Lin adalah satu-satunya pegangan hidupnya.
Puncaknya terjadi pada sebuah malam yang sunyi di kuil pribadi kekaisaran yang hanya boleh dimasuki oleh sang naga. Tidak ada pesta megah, tidak ada menteri yang bersorak, dan tidak ada pengumuman publik. Di bawah saksi langit dan dupa yang mengepul, Jian Feng membawa Mei Lin ke hadapan altar leluhur.
"Aku, Jian Feng, Kaisar dari Negeri Tengah, mengambil wanita ini sebagai istriku yang sah, pendamping hidup dan matiku," ucap Jian Feng dengan suara yang berat dan penuh kesungguhan.
Mei Lin terpaku. Di jari manisnya, Jian Feng melingkarkan cincin giok hitam kuno yang hanya diturunkan kepada istri sah kaisar. Jian Feng memegang wajah Mei Lin, menatap lurus ke dalam matanya yang masih menyimpan luka.
"Kau adalah istriku sekarang, Mei Lin. Bukan lagi pelayan, bukan sekadar Tian-Zhi-Bao. Kau adalah bagian dari jiwaku. Pernikahan ini akan tetap menjadi rahasia kita untuk saat ini. Aku akan mengungkapkannya kepada dunia saat musuh-musuh kita sudah musnah dan saat kau sudah benar-benar siap untuk berdiri di sampingku sebagai Ratu," bisik Jian Feng sebelum mencium bibir Mei Lin dengan lembut, sebuah ciuman yang menjanjikan perlindungan mutlak.
Mei Lin merasakan kehangatan yang asing di hatinya. Meskipun ia masih takut pada kegelapan Jian Feng, ia mulai meragukan kebenciannya sendiri. Pria ini telah mengukir dadanya dengan api, namun kini ia memberikan hatinya dengan penuh kerendahan.
Namun, di balik kebahagiaan rahasia itu, badai besar sedang bersiap. Lin Hua yang kini memiliki dukungan Jenderal Gao mulai bergerak lebih berani untuk mendekati Ibu Suri Aurora. Dan di perbatasan Timur, rombongan megah Putri Isabella sudah terlihat, membawa ambisi yang akan membakar pernikahan rahasia Jian Feng dan Mei Lin menjadi abu. Mei Lin tidak tahu bahwa adiknya sendiri sedang merencanakan sesuatu yang akan menghancurkan hari-hari manisnya lebih cepat dari yang ia duga.
Bersambung