NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cimai

Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.

Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.

Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.

Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.

Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?

Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Masih Pandai Merangkai Kata

Meskipun rumahnya sendiri tidak besar, tetapi setelah melihat kondisi kontrakan Kenzie membuatnya menjadi merasa semakin iba. Namun, Kenzie merupakan sosok yang rajin, sehingga kebersihan tetap terjaga.

"Dia memang bersihan anaknya, pantesan selalu cekatan." bathin Kenzo setelah mengitari pandangan.

Busa ukuran single yang disandarkan agar ada tempat untuk bersantai ketika belum ingin tidur atau ada tamu. Sedangkan di ujung ruangan digunakan untuk dapur dan untuk pemisahannya hanya menggunakan sekat kayu. Pintu belakang sepertinya ada kamar mandi.

"Supaya nggak dicurigai sama orang lain," ujar Kenzo membuka pintu dengan lebar.

Kenzie tidak menjawab, sedangkan Kenzo langsung duduk begitu saja tanpa disuruh.

"Kenzie, aku benar-benar minta maaf soal Minggu kemarin, aku bisa jelaskan ke kamu tentang apa yang terjadi sebelum itu. Aku dalam kondisi nggak sadar, maaf." ucap Kenzo.

"Aku memang mabuk, seharusnya nggak sadar. Tapi, anehnya justru kamu yang selalu muncul dalam bayanganku, bukan Gita." lanjut Kenzo dalam hati.

Ternyata harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Kenzie berharap Kenzo melupakan kejadian itu karena mabuk, ternyata dia mengingat dan masih harus membahas sampai rela membuntutinya ke kontrakan.

"Sudah cukup 'kan semua uneg-unegmu?" tanya Kenzie.

"Ha, maksudnya?" balas Kenzo bingung.

"Tujuan kamu kesini karena cuma mau basa basi minta maaf itu 'kan?"

"Dan, sudah kamu ucapkan, aku sudah dengar, jadi sekarang silahkan pulang mumpung masih sore, nanti pacarmu nyariin! bikin repot aja!" usir Kenzie.

Kenzie benar-benar masih kecewa dengan Kenzo. Ia masih enggan membukakan pintu maaf untuk suaminya itu. Sakit hatinya masih belum hilang karena Kenzo yang ingkar janji untuk tidak menyentuhnya. Tapi, justru melakukan sejauh itu, sesuatu yang belum ia lakukan saat bersama Vito, karena ia sangat menjaganya.

"Aku nggak basa basi, Kenzie. Sepenuhnya aku sadar kalau aku salah, dan aku sadar aku harus minta maaf sama kamu, aku nggak bisa tenang kalau belum dapat maaf dari kamu." tegas Kenzo tidak menyerah.

Kenzie langsung berdecih dan menganggap bahwa bicaranya itu hanyalah omong kosong.

"Ternyata masih pandai merangkai kata!" bathin Kenzie.

Bukan hanya saingan dalam hal akademik, Kenzie mengingat waktu masih sekolah, Kenzo merupakan murid yang aktif. Kenzie ingat bahwa Kenzo pandai memetik gitar dan juga bisa menciptakan sebuah lagu.

Kenzie langsung berdiri, "Silahkan pergi!"

"Setelah 3 hari baru mencari, kemana aja dari kemarin-kemarin?" bathin Kenzie kesal.

Kenzo menolak, ia langsung berlutut di hadapan Kenzie dengan kepala menunduk.

"Nggak usah drama!" protes Kenzie.

"Aku nggak mau pergi sebelum kamu maafin dan buka blokiran itu," ujar Kenzo.

Kenzie tidak bisa menahan airmata amarahnya.

"PERGI SEKARANG!" usirnya.

"PERGI!"

"Pergi nggak!"

Bibir Kenzie sampai bergetar mengusir Kenzo yang masih bersikeras untuk tetap disini, bahkan rasa laparnya langsung hilang. Suara itu sampai melemah karena kalah dengan airmatanya sendiri yang tidak mampu ia tahan.

Mendengar suara Kenzie yang mengecil membuat Kenzo mendongak. Baru kali ini ia merasakan hatinya ikut teriris.

"Baik, aku pulang. Jaga diri kamu baik-baik," ujar Kenzo yang akhirnya menyerah untuk hari ini karena khawatir membuat Kenzie semakin sedih.

Kenzie enggan menatap, ia masih tetap bersikap dingin pada Kenzo.

Kenzo yang sudah dipintu tiba-tiba menghentikan langkahnya dan kembali menghadap Kenzie.

"Kalau aku langsung meluk kamu, apa kamu bakal semakin benci?" bathin Kenzo.

Kenzo langsung menyadarkan dirinya sendiri agar tetap mampu mengontrol emosional.

"Ada sebab kenapa hari itu terjadi, suatu saat aku bakal jelasin ke kamu." ujar Kenzo.

"Dan, hari itu aku ninjau lokasi sama papa, padahal aku ingin langsung meminta maaf."

"Tapi, kondisinya nggak memungkinkan,"

Kenzie berusaha tidak menghiraukannya dengan menatap objek lain, meskipun masih menyeka air matanya dengan sembunyi-sembunyi.

"Hari ini aku baru pulang dan langsung mencarimu, ternyata Tuhan mempermudah proses pencarianku karena niatku benar-benar mau minta maaf." tutur Kenzo.

"Cih!"

"Nggak perlu sok mencari, aku bukan orang pentingmu yang hilang!"

"Silahkan pergi sebelum kesabaranku semakin habis!" usir Kenzie sembari menyeka air matanya.

Kenzo mengangguk lagi dengan memberikan senyumnya. Kenzie langsung melengos karena senyuman itu membuatnya semakin emosi.

"Aku pergi, tapi, tolong percaya sama aku." pinta Kenzo.

"Dan, tolong buka blokirnya, kita perlu komunikasi" pintanya.

Kenzie tidak menjawab, ia langsung mendorong lengan Kenzo agar cepat pergi.

"Ck! komunikasi yang kamu maksud adalah menggunakan aku demi kelancaran danamu," bathin Kenzie.

Setelah suaminya pergi, Kenzie semakin merasakan sesak di dadanya. Matanya yang masih berembun akhirnya tidak mampu dibendung lagi.

"Sudah berlalu begitu lama, tapi, dia masih saja membuat masalah!" kecam Kenzie.

Sementara itu, Kenzo juga mengalami sesak di dadanya saat bayangan Kenzie tidak bisa lepas dari pikirannya.

"Dulu gue sebenci itu sama dia, kenapa sekarang tidak?"

"Gue merasa bersalah banget sama dia,"

Kenzo bersandar pada sandaran kursi yang ada di belakang rumahnya, berusaha menyingkirkan bayangan Kenzie yang masih belum bisa membukakan pintu maaf untuknya. Sesekali ia memeriksa ponsel, dan Kenzie belum membuka blokirnya.

"Ya ya, ini karna cita-cita gue tergantung sama dia!"

"Dan, dia harus tetap ada disamping gue sampai semua itu selesai!"

Kenzo menepis hal-hal yang seharusnya tidak boleh terjadi pada hidupnya. Ia masih berusaha yakin bahwa pernikahannya dengan Kenzie hanyalah sekedar pernikahan kontrak yang sudah pasti akan bagaimana akhirnya.

...

"Bagaimana dengan pernikahan anak-anak kita, Mbak?" tanya Laras pada Mia setelah selesai bekerja.

Hubungan mereka tetap profesional, antara karyawan dan bos. Namun, diluar jam kerja, hubungan mereka adalah besan yang saling mendukung.

Sementara itu, Laras tidak diizinkan untuk mengunjungi Kenzie. Kenzie sendiri yang memintanya untuk tetap fokus pada kehidupannya di sini tanpa mengkhawatirkan anak-anaknya yang sudah bisa menjaga diri.

"Sepertinya sudah mulai tumbuh rasa nyaman, Ras. Cuma ya, tau sendiri mereka masih sama-sama gengsi." jawab Mia.

Laras cukup lega mendengar jawaban itu.

"Kita tetap memantau, mereka masih sangat baru menjadi suami istri, memang tidak mudah untuk penyesuaiannya." imbuhnya.

Laras menyadari kesalahannya sendiri sebagai seorang ibu yang tidak sempurna. Arus kehidupan yang membuatnya sempat terlena pada pergaulan yang membuat kecewa sang anak.

Dengan banyaknya cerita pernikahan akibat paksaan berakhir dengan tidak langgeng, Laras sangat berharap, kehidupan putrinya jauh lebih baik.

"Iya Mbak, terima kasih ya sudah menjadi ibu yang baik untuk mereka," ucap Laras.

"Aduh, Ras ... jangan gitulah, mereka juga anakmu, kita sama saja, tidak ada yang sempurna." balas Mia.

Laras tersenyum.

Karena pekerjaannya sudah selesai, Laras kembali ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor yang sudah sehari-hari menemani seluruh aktivitasnya.

Rumah itu sangat sepi karena hanya dirinya sendiri yang menempati. Rindu kepada kedua putrinya kerap membuatnya merasa sangat menyesakkan dada.

1
Marini Suhendar
thor...bikin cepet pada ketauan dech pacarna pada selingkuh..biar cepet pada bucin tuh anak 2😄
Susi Ermayana
jujur uda sampek gregetan sana si kenzo kemaren yang hampir keblabasan sama si ulet bulu..
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Sweet Girl
Udah kayak Mol aja, Panah penunjuk nya.🤭
Sweet Girl
Emang bukan jari kakinya yang sakit Tor...??
Cimai (IG : cimai_author): Bukan Kak, karena lututnya yang kesandung sudut meja 😁
total 1 replies
Sweet Girl
Yakin Pak Zaky... Kenzo putra satu satunya lhooo.
Sweet Girl
Baik benget tu si Lidanya Buaya.
Sweet Girl
Belum Lebaran Zie...🤣
Cimai (IG : cimai_author): Lebih cepat lebih baik, Kak 😄
total 1 replies
Sweet Girl
Udah basahin Kakak lagi tu Zie...
Sweet Girl
Belum waktunya mati, Zie...
Sweet Girl
Mungkin udah punya gebetan baru Ken...
Sweet Girl
Udah kayak Silet tajamnya 🤭
Sweet Girl
Untung masih ada stock sabarnya.
Sweet Girl
Hhaaah!? ini udah Lebaran lagi lhoooo🤪
Cimai (IG : cimai_author): Tidak terasa 😭
total 1 replies
Sweet Girl
Bwahahaha, Ndak ada yang punya Bang... buang aja da...
Cimai (IG : cimai_author): Jangan dong😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Awas benci Sama Cinta Setipis Tisu Lho😄
Cimai (IG : cimai_author): Biasanya sih gitu 😄
total 1 replies
Cimai (IG : cimai_author)
Mohon maaf untuk novel sebelumnya yang sudah menghilang (Dinikahi Bos Tampan) 🙏
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!