NovelToon NovelToon
ORBIT TAK TERENCANA

ORBIT TAK TERENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Pernikahan Kilat / One Night Stand
Popularitas:83
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Antares Bagaskara adalah dosen dan ilmuwan antariksa yang hidup dengan logika dan keteraturan. Cinta bukan bagian dari rencananya—hingga satu malam tak terduga memaksanya menikah dengan Zea Anora Virel, mahasiswi arsitektur yang ceria dan sulit diatur.
Pernikahan tanpa cinta.
Perbedaan usia.
Status dosen dan mahasiswi.
Terikat oleh tanggung jawab, mereka dipaksa berbagi hidup di tengah batas moral, dunia akademik, dan perasaan yang perlahan tumbuh di luar kendali.
Karena tidak semua cinta lahir dari rencana.
Sebagian hadir dari orbit yang tak terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Anomali dalam Struktur

Deru baling-baling helikopter Eurocopter milik Bagaskara Group membelah ketenangan pagi di Menteng, mendarat dengan presisi di halaman belakang yang luasnya menyerupai lapangan bola. Di bawah sana, Abang Jaja—pedagang cilok langganan Zea—turun dengan wajah linglung, masih memegang centong kayu sementara gerobak biru kusamnya diturunkan oleh empat orang pria berjas hitam seolah itu adalah kargo nuklir paling rahasia di dunia.

"Ini benar-benar di luar logika sehat saya," gumam Antares sambil berdiri di balkon lantai dua, menyilangkan tangan di depan dada bidangnya. Ia menatap nanar ke arah halaman belakang di mana Tuan Baskoro dan Ny. Sofia sudah berdiri menyambut kedatangan gerobak itu seolah menyambut tamu kenegaraan.

Zea, yang baru saja terbangun, langsung berlari kecil menuju balkon dengan mata berbinar, mengabaikan rasa pening yang masih berdenyut di pelipisnya. "Mas! Abang Jaja beneran datang! Baunya... ya ampun, bau micinnya sampai sini, Mas!" seru Zea antusias, hampir melompat jika Antares tidak segera menangkap pinggangnya dengan sigap.

"Pelan-pelan, Zea. Gravitasi tidak akan memihakmu jika kamu seceroboh ini," tegur Antares tegas, namun tangannya tetap melingkar protektif di perut Zea. "Nikmati cilokmu sekarang, karena besok kamu harus kembali ke orbit normal. Kampus sudah menunggumu, dan saya tidak akan memberikan toleransi pada keterlambatan, meskipun kamu sedang mengandung pewaris keluarga ini."

Zea hanya menjulurkan lidahnya manja, lalu berlari turun menuju surga kenyalnya. Pagi itu, di bawah bayangan helikopter yang masih menderu, Zea melahap ciloknya dengan lahap, disuapi langsung oleh Ny. Sofia yang tampak luar biasa puas dengan hasil "sabotase" jarumnya.

Realita di Koridor Kampus

Keesokan harinya, atmosfer berubah total. Bau taman Menteng yang asri berganti dengan aroma kopi saset dan debu maket di gedung Fakultas Arsitektur. Zea melangkah menyusuri koridor dengan langkah yang sedikit diseret, tangannya tak lepas dari saku cardigan yang berisi permen jahe khusus pemberian Antares.

"Zea! My God, pengantin baru kita akhirnya turun ke bumi!"

Sarah muncul dari balik pilar, langsung merangkul bahu Zea hingga gadis itu hampir tersedak permennya. "Sar... pelan-pelan, kepala gue rasanya mau lepas," keluh Zea, suaranya sedikit serak.

"Duh, yang habis diculik Pak Dosen ke Norwegia auranya beda ya! Tapi kok lo pucat banget? Mana oleh-oleh gue?" Sarah menyenggol lengan Zea jahil.

Zea meringis, mencoba menekan rasa mual yang tiba-tiba naik ke kerongkongannya. "Ada urusan mendadak di Jakarta, Sar. Gue... gue nggak bisa lama-lama di sana."

Belum sempat Zea menjawab, aroma parfum high-end yang sangat menyengat—aroma mawar dan musk yang dewasa—lewat di samping mereka. Reaksi itu terjadi seketika. Perut Zea bergejolak hebat, mengirimkan sinyal mual yang tak terbendung.

"Huekk—" Zea menutup mulutnya rapat-rapat dan berlari kencang menuju wastafel di sudut studio, membiarkan air mengalir deras untuk menyamarkan suaranya.

Sarah dengan sigap menyusul, memijat tengkuk sahabatnya itu dengan cemas. "Zea... lo mual parah? Bentar, lo pucat, lo ngemut jahe terus, lo sensitif sama bau, dan kalian pulang honeymoon lebih cepat..." Sarah membeku, matanya membelalak kaget. "Zea, lo isi? Proyek bulan madu kalian langsung gol?"

Zea mendongak dengan mata basah, napasnya tersengal di antara rasa mual dan ketakutan. "Sar, gue..."

"Sepertinya proyek yang dimaksud Sarah bukan sekadar maket arsitektur, ya?"

Suara itu datang dari arah belakang. Clarissa, dengan blazer Dior berwarna nude dan tatapan yang sanggup menguliti siapa pun, berdiri di sana. Statusnya sebagai Dosen Tamu baru yang baru saja kembali dari London memberinya hak untuk berdiri di koridor itu dengan kepala tegak.

Clarissa menatap Zea dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan senyum sinis yang sangat tipis. "Selamat pagi, Zea. Saya dengar kamu baru kembali dari bimbingan 'intensif' di luar negeri. Tapi melihat kondisimu yang berantakan begini, saya jadi sangsi... kamu ke sana untuk belajar struktur bangunan, atau malah merusak struktur moral dosen kamu sendiri?"

Zea mengepalkan tangannya di balik saku cardigan. Rasa minder yang sempat hilang di butik kini kembali menghantamnya melihat betapa sempurnanya Clarissa berdiri di sana, tanpa mual, dan sangat berkelas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!