cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 7
keesokan nya matahari mulai menyinari villa itu jauh sebelum matahari muncul seorang lelaki sudah dengan santai duduk di ruang tv dengan segelas kopi dan buku yang sedang dia baca tak lama suara langkah kaki terdengar dari tanggal.
“har tidur disini lu” ikhsan baru saja bangun lalu menghampiri harry
“engga”
“pagi banget berarti lu bangun, ini belom ada yang bangun lagi nih”
“semua orang kecapean karena semalem wajar aja belum pada bangun”
“ahh pda lemah segitu doang padahal”
harry hanya mengelengkan kepalanya lalu kembali fokus pada buku yang dia baca.
ihksan berjalan ke dapur lalu mebuat kopi untuk dirinya.
setelah cukup lama akhirnya yang lain menyusul semua kumpul di ruang tv makanan sudah tersedia harry memesannya awal, tapi ada satu orang yang belum terlihat sampai sekarang.
“aura tidur di kamar yang mana deh” richel
“kamar tengah” harry
“belom bangun dia” richel
“belum, kecapean mungkin” harry
“cape ngapain cobaa segitu doangg lemah” richell
“dia yang bawa kalian berdua ke kamar, dan nahan kalian buat ga nyebur ke kolam”
“hehee sorryy gatauu, yaudah deh biarin dia istirahat duluu” richel
setelah cukup lama mereka mengobrol di ruang tv tak lama aura muncul berjalan menghampiri mereka lalu duduk.
“auraaaaaaaaa, aduhh kesiann pasti kecapean bangett sorry yaa aku ngerepotinnn yaaa semalem heheee” richel
“enggaa ko ga ngerasa di repotin juga lagiann” aura
“handphone kamu dari malem bunyi” harry menyodorkan handphone nya pada aura
aura lalu mengambilnya melihat banyak panggilan tak terjawab dari alden ada 80+ pesan juga dia sebenarnya malas tapi kalo tidak di hubungi balik sudah pasti akan tambah masalah.
“sebentar” aura berdiri lalu pergi ke dekat kolam dia berencana menelpon alden
on call
alden : kamu dimana?
aura : di villa
alden : sama siapa? kenapa ga kasih tau aku
aura : kamu blokir nomer ku kan kemarin gimana aku kasih tau
alden : itu alesan kamu bisa pakai cara lain kan untuk hubungin aku
aura : cara apa? kamu berharap aku cari kamu lewat teman teman yang lain? itu bukan aku.
alden : terus sama siapa disana?
aura : teman teman kelas ku, richel ulang tahun dan kami rayain disini
alden : lalu kenapa semalam susah di hubungi
aura : aku tidur
alden : kamu bukan tipe orang yang tidur cepat aura, kamu bohong
aura : aku benar benar tidur
alden : kita perlu bicara, malam ini aku bakal pulang.
end call
teleponnya di matikan sepihak aura menghela nafas lalu mengeluarkan rokok setelah itu membakarnya dia duduk di kursi yang ada di tepi kolam itu, sambil memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi saat dia berhadapan dengan alden nanti.
dia bukan takut dia hanya lelah, lelah harus terus menjelaskan dan mengerti sesekali dia juga ingin di mengerti.
saat sedang menikmati rokok nya harry datang dan duduk di sampingnya.
“pacarmu?”
“iya”
“apa dia selalu seperti itu”
“seperti apa?”
harry menahan dia tidak ingin aura tau kalau dia sempat membaca pesan yang alden kirim pdanya, pesan yang di penuhi dengan ancaman dan tuduhan tak beralasan.
mereka hanya duduk disana tanpa berbicara, tanpa bertanya satu sama lain seperti dua kepribadian yang berbeda antara mereka yang saat ini dan mereka yang malam tadi.
harry sesekali melihat wajah aura wajah yang semalam dia tatap tanpa henti wajah yang penuh ketenangan saat tertidur itu ternyata menyimpan banyak beban di kepalanya.
siang ini mereka sudah berkemas bersiap untuk pulang, kerumahnya masing - masing saat sedang berkemar aura menemukan gelang di tas nya dia mencoba mengingat dari mana gelang itu datang, sampai akhirnya dia ingat semalam sebelum dia tidur harry memberikan gelang itu dia ingat harry bilang.
“aku sudah lama mau kasih ini tapi selalu ada halangan entah ini pikiran atau mulut ku yang sulit di ajak kerja sama, aku gak tau ini waktu yang tepat atau bukan tapi ini buat kamu”
aura tersenyum saat mengingatnya dia lalu mengunakan gelang itu setelah itu lanjut berkemas lagi.
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣