aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Volume II — The Weight of Survival Chapter 15 — Thunder of the Second Seal
Volume II — The Weight of Survival
Chapter 15 — Thunder of the Second Seal
Sub-Bab 1: Ancaman Iblis Elit
Kota barat tengah malam masih dipenuhi reruntuhan, dan udara dipenuhi ketegangan yang mencekam. Daniel, Aurelia, dan Selena bergerak dengan hati-hati di antara gedung-gedung yang hancur. Dari kejauhan, aura gelap menyeruak—ibis elit dari pasukan Antares muncul, besarnya melebihi iblis sebelumnya dan aura mereka memancarkan kekuatan yang menekan segala cahaya di sekitarnya.
Daniel merasakan denyut Segel Kedua di dadanya, kini lebih stabil dan terkontrol setelah latihan intens sebelumnya. Namun ada sesuatu yang berbeda—gelombang energi di sekitarnya beresonansi dengan udara dan listrik statis yang berkilat di langit malam.
“Mereka lebih kuat… lebih cerdik… dan mereka menargetku langsung,” Daniel berkata perlahan. Suara malam sunyi seolah memberi ruang bagi kata-katanya untuk menembus ketegangan.
Aurelia menaruh tangan di lengan Daniel, menyentuhnya dengan lembut. “Kau akan menghadapi ini… kita akan menghadapi ini bersama,” bisiknya. Sentuhan itu memunculkan gelombang ketenangan di dalam diri Daniel, sekaligus memicu aura emosional yang memperkuat sinkronisasi Segel Kedua.
Daniel menarik napas dalam-dalam. Ia tahu ini adalah ujian terbesar sejauh ini—bukan hanya kemampuan segel, tapi juga penguasaan emosional dan elemen baru yang ia rasakan.
Sub-Bab 2: Kebangkitan Guntur
Saat iblis elit menyerang, Daniel merasakan sesuatu yang baru. Energi segel di dadanya berdenyut berbeda—gelombang listrik mulai menyatu dengan aura biru Segel Kedua. Dalam sekejap, ia merasakan pengendalian elemen guntur muncul.
Dengan percikan listrik yang menari di kulitnya, Daniel menebas katana, dan setiap tebasan kini menghasilkan ledakan petir yang menyalurkan energi guntur ke iblis, memporak-porandakan formasi mereka.
Ini… ini kekuatan baru dari Segel Kedua… pengendalian guntur! gumamnya di dalam hati.
Aurelia terpesona, menatap kilatan listrik yang mengitari Daniel. “Daniel… kau… luar biasa!” katanya.
Daniel tersenyum samar, tetapi fokusnya tetap pada medan tempur. Dengan setiap gerakan, ia menyadari bahwa guntur bukan hanya senjata ofensif—ia bisa mengontrol medan, memotong jalur musuh, dan menahan serangan iblis yang lebih cepat dari sebelumnya.
Sub-Bab 3: Pertempuran Strategis dan Emosional
Iblis elit mulai menyesuaikan strategi mereka. Beberapa mencoba menyerang secara bersamaan, beberapa lain berusaha mengecoh Daniel dengan serangan bayangan. Namun Daniel kini lebih dari sekadar Hunter—ia pengendali medan tempur, energi, dan elemen.
Tebasan katana Daniel kini memunculkan gelombang guntur yang memecah barisan musuh.
Aurelia menyalurkan cahaya untuk memaksimalkan efek gelombang listrik, menciptakan sinkronisasi serangan tim yang sangat mematikan.
Selena menyeimbangkan medan, mengalihkan reruntuhan agar gelombang energi dan guntur tidak merusak sekutu.
Di tengah pertempuran, Daniel melihat Aurelia hampir terkena serangan iblis. Tanpa berpikir, ia menyalurkan guntur ke arah musuh, menghancurkan serangan yang menghampirinya. Aurelia menatap Daniel, pipinya memerah, dan ia tersenyum samar. “Aku… aku aman karena kau, Daniel,” katanya lembut.
Daniel tersenyum, jantungnya berdebar. Romansa halus itu muncul di tengah pertempuran, tetapi ia tahu ia harus tetap fokus pada iblis elit yang terus menyerang.
Sub-Bab 4: Puncak Kekuatan Segel Kedua
Pertarungan semakin sengit. Daniel merasakan Segel Kedua kini sepenuhnya menyatu dengan pengendalian guntur. Ia menebas dengan katana, dan gelombang energi biru bercampur kilat menyambar musuh di berbagai arah.
Tebasan Resonansi + Guntur → serangan area yang menghancurkan formasi musuh dan reruntuhan yang digunakan sebagai jebakan.
Gelombang Penyesuaian Medan → mengalihkan jalur musuh, memecah koordinasi pasukan elit.
Sinkronisasi Tim → Aurelia dan Selena menambah intensitas energi sehingga setiap serangan Daniel lebih presisi dan mematikan.
Iblis elit mulai mundur, menyadari mereka kalah strategi dan kekuatan. Daniel menatap medan pertempuran, tubuhnya lelah tapi penuh energi. Segel Kedua dan pengendalian guntur kini menjadi satu dengan dirinya, memberi kekuatan ofensif, defensif, dan strategis yang belum pernah ia miliki sebelumnya.
Sub-Bab 5: Refleksi dan Ikatan Baru
Ketika semua iblis mundur, kota kembali sunyi. Malam kini penuh kilatan listrik samar dari Segel Kedua yang masih bersinar di dada Daniel. Aurelia dan Selena mendekat, wajah mereka menunjukkan kekaguman, rasa aman, dan sedikit rasa hangat yang lebih personal.
“Daniel… kau benar-benar… menakjubkan,” kata Aurelia, matanya menatap Daniel dengan campuran kagum dan kekaguman.
Daniel tersenyum, menatap Aurelia. “Aku… aku hanya bisa melakukan ini karena kau bersamaku,” katanya lembut. Ia merasakan ikatan emosional yang kuat—kekuatan guntur dan Segel Kedua menjadi lebih stabil karena kepercayaan dan kedekatannya dengan Aurelia.
Selena menatap mereka berdua, tersenyum tipis. “Kalian berdua… sepertinya energi kalian saling menguatkan,” katanya sambil menahan tawa ringan.
Daniel menatap langit malam, kilatan guntur yang keluar dari tangannya menari lembut di udara. Ia tahu, ini baru awal—Antares akan kembali dengan pasukan yang lebih besar, dan pengendalian guntur ini menjadi kunci pertahanan mereka.
Aku akan terus menguasainya… dan aku akan melindungi mereka, tidak peduli apa yang terjadi.
Malam itu, di reruntuhan kota yang tenang tapi masih terasa panas oleh pertarungan, Daniel menyadari satu hal: Segel Kedua dengan pengendalian guntur bukan hanya alat tempur—ini adalah simbol tekad, kekuatan, dan ikatan yang membuatnya benar-benar siap menghadapi pasukan Antares.
Catatan Chapter 15:
Daniel menguasai pengendalian elemen guntur yang berpadu dengan Segel Kedua.
Pertarungan dengan iblis elit menekankan strategi, koordinasi tim, dan kemampuan ofensif baru.
Bumbu romansa muncul antara Daniel dan Aurelia—ikatan emosional memperkuat sinkronisasi Segel Kedua.
Foreshadow ancaman Antares semakin besar, menyiapkan tekanan di Volume III.