"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pagi Pertama di Istana Allegra
Cahaya matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah gorden sutra di kamar utama. Kyra menggeliat pelan, merasakan pegal yang menjalar di sekujur pinggang dan pahanya—sisa-sisa "perayaan" semalam yang dilakukan Juno tanpa ampun.
Ia menoleh ke samping, namun kasur di sebelahnya sudah kosong. Hanya ada bekas lekukan tubuh dan aroma parfum maskulin Juno yang masih tertinggal.
"Juno?" panggil Kyra lirih, suaranya masih serak.
Tiba-tiba pintu balkon terbuka. Juno masuk hanya dengan mengenakan celana lari pendek, tubuhnya berkeringat setelah olahraga pagi, menampakkan otot-otot yang dulu terbentuk karena kerja kasar di gudang, namun kini tampak lebih atletis dan terawat.
"Pagi, Nyonya Allegra," goda Juno. Ia melompat kembali ke atas kasur dan mengecup dahi Kyra yang masih bersembunyi di balik selimut. "Tidurmu nyenyak? Atau aku terlalu bersemangat semalam?"
Kyra menarik selimut menutupi wajahnya yang memerah. "Kamu keterlaluan, Jun. Aku bahkan nggak sanggup bangun sekarang."
Juno tertawa renyah, ia menarik selimut itu pelan. "Ayo bangun. Ibu dan Ayah sudah menunggu di bawah untuk sarapan bersama. Ini hari pertama kita sebagai keluarga besar. Ibu sudah menyiapkan nasi uduk desa kesukaanmu."
Meja Makan Keluarga Allegra.
Suasana sarapan berlangsung hangat namun penuh protokol. Ada banyak pelayan yang berdiri di sudut ruangan, siap melayani setiap kebutuhan. Hal ini membuat Kyra sedikit canggung. Ia terbiasa hidup mandiri, atau bahkan menjadi "pelayan" bagi Nathan dulu.
"Kyra, makan yang banyak," ucap Nyonya Sarah sambil menyendokkan lauk ke piring menantunya. "Ibu lihat kamu agak kurusan. Kita harus siapkan fisikmu untuk perjalanan ke Inggris bulan depan. Kakek sudah tidak sabar bertemu cucu mantunya."
"Inggris, Bu?" Kyra menatap Juno bingung.
"Iya, Ra. Pertemuan keluarga besar Allegra," Juno menjelaskan sambil mengunyah kerupuknya. "Mereka ingin melihat siapa wanita yang berhasil bikin pewaris tunggal mereka 'normal' kembali. Siapkan mentalmu, mereka sedikit lebih kaku daripada Ayah dan Ibu."
"Jangan menakut-nakuti dia, Juno!" tegur Tuan Hermawan. Ia menoleh ke Kyra dengan lembut. "Kyra, selain persiapan ke Inggris, Ayah sudah mendaftarkan namamu di pameran seni rupa tahunan di Jakarta. Kamu bebas melukis apa saja. Gunakan studio barumu sesukamu."
Kyra tertegun. "Pameran seni? Tapi Ayah... apa tidak terlalu cepat? Aku belum punya banyak karya baru."
"Kamu punya waktu satu bulan. Lukis saja apa yang kamu rasakan sekarang. Kebahagiaan, kebebasan... apapun itu," sahut Juno.
Setelah sarapan, Juno mengajak Kyra berjalan-jalan di taman belakang rumah yang sangat luas, hampir menyerupai hutan kecil pribadi.
"Jun," panggil Kyra pelan. "Aku merasa ini semua terlalu indah untuk jadi kenyataan. Kadang aku takut kalau besok aku bangun dan ternyata aku masih di apartemen Nathan, menunggu dia pulang untuk dimarahi."
Juno menghentikan langkahnya, ia menarik Kyra ke dalam pelukannya di bawah pohon kersen yang sengaja ia tanam di taman itu sebagai kenangan.
"Dengar, Ra. Masa itu sudah mati. Nathan sekarang sedang membusuk di penjara Singapura karena kasus penipuan dan percobaan pembunuhan. Ayahmu juga sudah di desa, hidup prihatin di rumah lama Mbah Darmi. Tidak akan ada lagi yang bisa menyentuhmu."
Juno merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah benda kecil. Ketapel kayu pemberian ibu Kyra.
"Lihat ini? Benda ini yang mengingatkanku kalau aku tetap Juno si anak desa. Dan kamu tetap Kyra-ku. Kekayaan ini cuma fasilitas, tapi intinya kita tetap sama," Juno memberikan ketapel itu pada Kyra. "Kalau kamu merasa takut, ketapel saja rasa takut itu jauh-jauh."
Kyra tertawa, ia menerima ketapel itu. "Kamu nggak berubah ya. Tetap konyol."
"Konyol tapi cinta, kan?" Juno mencium pucuk kepala Kyra.
Sore Harinya...
Kyra mulai masuk ke studionya. Ia menatap kanvas kosong yang besar. Ia mengambil kuas, namun tangannya sedikit gemetar. Ini adalah pertama kalinya ia melukis tanpa beban hutang atau ketakutan.
Tiba-tiba, pintu studio terbuka. Bram masuk dengan wajah sedikit ragu.
"Nyonya... maaf mengganggu. Ada kiriman paket dari Singapura. Dari Rumah Sakit Mount Elizabeth," ucap Bram.
Kyra segera membukanya. Isinya adalah surat dari tim dokter ibunya. Kyra membacanya dengan cepat, dan matanya membelalak.
"Jun! Juno!" teriak Kyra sambil berlari keluar studio.
Juno yang sedang berada di ruang kerja langsung keluar dengan panik. "Ada apa, Ra? Kamu luka?"
"Bukan! Lihat ini!" Kyra menunjukkan surat itu. "Dokter bilang ingatan Ibu sudah pulih 80%! Dan Ibu minta dikirimi foto pernikahan kita kemarin. Dia bilang dia ingin melihat 'si bocah pelempar batu' saat memakai jas."
Juno menghela napas lega, lalu ia tertawa lepas sambil mengangkat tubuh Kyra dan memutarnya di udara. "Tentu saja! Kita akan kirimkan album fotonya besok. Dan bukan cuma itu, bulan depan kita bawa Ibu sekalian ke Inggris kalau kondisinya stabil!"
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/