NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:194.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Toilet

Mata indah itu membeliak, menyorot tajam. Ganesha benar-benar tak peduli dengan jarak yang tak lagi berada dalam hitungan meter, sebab hanya sejengkal saja adu tatap kedua manusia yang pernah bersama ini di dalam bilik kamar mandi sempit.

"Lepas!" Anye mencoba menepis dan mendorong perut liat Ganesha, namun tangan itu seolah diolesi lem kuat, hingga usaha Anye sia-sia saja, atau bisa dibilang usaha kecil? Sebab Anye tak benar-benar berusaha berontak dan melawan.

Alis tebal dan mata kelam Ganesha menyergap bola mata indah Anye. Berusaha mengintimidasi lawan bicaranya tanpa harus mengancam dengan kata.

"Kamu ngikutin saya? Mengusik hidup tenang saya?" cecarnya.

Anye dibuat mengernyit tak paham, "maksud abang apa sih?" Pelototnya dengan alis menukik, bentuk sempurna alis Anye yang ia ukir dengan pensil alis itu cukup bisa menyamai bentukan alis natural Ganesha yang tegas tak terbantahkan.

Sejurus kemudian, Anye menyunggingkan senyuman miringnya, "justru aku yang harusnya tanya sama abang, apa maksud abang ancurin hasil kerja timku kemarin, tiba-tiba abang minta revisi hasil kerja timku tanpa alasan mendasar disaat waktu deadline ngga abang mundurkan, abang sengaja kan?" kini cecar Anye semakin keruh.

Ia bahkan sudah berani menunjuk-nunjuk dada Ganesha, "abang sengaja begitu, kan? Buat ngusik hidupku, atau dari awal abang emang sengaja memilih Imaginary karena abang ngga suka liat hidupku tenang...sikap abang itu picik, ngga menunjukan keprofesionalan." Anye mendengus sumbang, "ngga sangka, sekelas CEO Jilo corp sepicik itu."

Rahang Ganesha mengeras, "justru karena saya menuntut keprofesionalan Imaginary yang mengatakan jika kepuasaan klien adalah motto kalian, benar? Dan kemarin, saya rasa kami belum puas dengan hasil kerja Imaginary...Imaginary belum sesuai dengan apa yang kami inginkan."

Dan penjelasan itu semakin membuat Anye muak. Namun, ia tak sadar jika sejak tadi jari telunjuknya yang menempel di dada Ganesha itu belum turun. Alih-alih turun, Ganesha justru menggenggamnya lembut dan tetap bermukim disana.

"Kami? Jilo atau abang?" kernyit Anye, wanita ini mendengus sumbang.

"Abang boleh meminta revisi. Tapi jelas, semua itu ada prosedurnya, aku kira seorang profesional CEO sekelas perusahaan besar Jilo corp sudah sangat paham akan hal itu. Lagipula, kalo abang tidak puas, kenapa tidak bicara atau mengeluarkan pendapat sejak sebelumnya, sebelum semua dikemas rapi dan siap rilis, bahkan abang bilang, abang setuju dengan apa yang dibuat Imaginary sebelumnya." Jelas Anye kini dengan pandangan yang telah sedikit redup memandang nyalang Ganesha.

"Abang sengaja, iya kan?" bolak balik netra indah berbinar itu menatap bola mata hitam Ganesha yang mengunci.

"Imaginary akan meminta kompensasi atas sikap Jilo corp kemarin yang merugikan Imaginary."

Dan sama halnya dengan Anye, Ganesha---kini sorot matanya telah melunak, "kenapa begitu? Apa karena permintaan Jilo corp membuat Imaginary harus lembur dan membatalkan urusan pribadi pemiliknya?"

"Lalu dimana motto, kepuasaan klien adalah segalanya untuk Imaginary?"

Anye ingin sekali membalas Ganesha yang semakin kesini sikapnya itu semakin aneh saja. Wanita ini menggeleng, "sumpah, aku ngga paham maksud abang apa..." Anye siap meraih gagang pintu. Namun...

Riuh dari luar kamar mandi itu membuat perdebatan keduanya terhenti seketika, Anye sudah meraih handle kamar mandi, tapi Ganesha justru menariknya dan membekap mulut Anye, membuat wanita ini cukup terhenyak, nafasnya berhenti untuk sepersekian detik, ketika sebelah tangan Ganesha merangkul memeluk perut rampingnya dan tangan lain membekap mulutnya agar tak bersuara.

"Kamu ngga mungkin mau ketauan lagi berduaan sama saya di dalam kamar mandi begini, kan? Atau justru sengaja biar digrebek?" bisik Ganesha tepat di telinga Anye, membuat wanita ini cukup merinding dibuatnya.

Lirikan kecil dengan mata yang memutar mendelik nyatanya tak berarti apapun, sebab...tangan yang meraih handle pintu itu justru mengendur dan terlepas.

Lama mereka berada dalam posisi itu. Cukup lama untuk Anye sekedar merasakan degupan jantung Ganesha di punggungnya, begitupun lengan berurat Ganesha...cukup bisa merasakan kruyukk-kruyukk di perut Anye.

Namun percayalah, aroma masing-masing itu dapat meluluhkan rasa marah, gundah dan kecewa saat ini. Saking khidmatnya merasakan kenyamanan dan aroma tubuh masing-masing, berada di dalam kamar mandi cafe pun berasa lagi di kamar hotel.

Anye memegang tangan Ganesha dan memintanya melepaskan dekapan serta bekapan darinya setelah memastikan jika tak ada keramaian di luar kamar mandi lagi, lalu berbalik sejenak untuk menatap lelaki ini dalam air muka yang nyalang.

Tanpa bicara apapun, Anye bergegas meraih handle dan keluar dari dalam kamar mandi, meninggalkan Ganesha sendiri disana.

/

Ia kembali, dengan perasaan gugupnya, menarik ujung dress yang sudah rapi itu tak percaya diri, kemudian duduk di samping Ibas dan menjawab pertanyaan sepele dari Ibas serta Afiqah.

Tak berselang lama, hanya sesaat setelah Anye bersiap menyantap hidangan di depannya....Ganesha telah kembali dengan pergelangan tangan baju yang basah, nodanya masih samar terlihat disana.

"Gimana, bisa bersih?" tanya Afiqah diangguki Ganesha. Namun jelas pandangan Ganesha tetap mencuri-curi ke arah Anye, seolah mengawasi dan membelenggu.

Sementara Anye sendiri hanya membuang mukanya berusaha untuk sibuk dengan menu makan yang tiba-tiba saja muncul padahal ia belum memesan, siapa lagi jika bukan Ibas yang memilihkan.

Ganesha menyimak sikap so manis Ibas pada Anye itu, "tumben pesananmu beda." Lirihnya datar, dan tak bisa sedetik saja membuat kondisi dunia damai.

Bukan Anye, melainkan Afiqah dan Ibas yang menoleh cukup dibuat terkejut, "ah, itu tadi saya yang pesan buat Anye...salah ya, Nye? Kamu bisa pesan ulang sesuai yang kamu mau kok, ngga apa-apa..." Ibas hampir memanggil kembali pelayan, tapi Anye menggeleng melarangnya, "oh, ngga usah. Ini aja udah cukup, siang ini aku pengen makan yang beda dari biasanya, bosan mas." Jawab Anye tersenyum getir melirik Ganesha sejenak yang masih memperhatikannya dengan wajah penuh kemenangan.

Lelaki itu memang sudah berhasil membuat takluk dan malu lawannya tanpa harus baku hantam. Lihatlah wajah salah tingkah dan malu Ibas sekarang, Anye bahkan merasa tak enak hati, tapi Ganesha justru memasang tampang kalem tanpa dosanya.

Alih-alih menyerah dengan sikap balasan Anye, Ganesha justru memanggil pelayan, "kamu mau pesen lagi, Nesh? Katanya udah telat ke kantor?" tanya Afiqah diangguki Ganesha, "mendadak saya mau ngopi dan rehat lebih lama lagi disini, sampai nasinya turun ke lambung." Tatapnya sekilas pada Anye yang siap menyuapkan makanan di depannya ke mulut, "kamu buru-buru?" kini pandangnya bersarang ke arah Afiqah yang menggeleng, "oh engga. Aku santai kok. Bisa datang agak siang ke tempat kerja." Senyumnya dibuat selebar mungkin.

Seorang pelayan lelaki datang dengan seragam ungunya dan mendekap tablet, "ya?"

"Saya mau tambah es kopi Malaka satu, sweet potato fried satu...." jedanya lama.

"Ada lagi?" tanya nya men-tap-tap layarnya.

Lalu lirikan Ganesha bersarang ke arah Anye yang terlihat tak begitu nyaman dengan makanannya itu, "chicken cordon bleu satu, tapi pake potato fried ya, jangan nasi. I Fu mi seafood satu. Benar kan, Anye?"

Tatapan mereka tentu saja langsung jatuh pada Anye yang mematung, sementara Anye menghela nafasnya dalam-dalam, menatap ke samping dimana Ibas sudah tersenyum getir, "ngga apa-apa kalo ngga suka. Mau ganti menu?"

Tanpa menunggu jawaban Anye, Ganesha mengangguk meyakinkan pelayan, "sudah itu saja."

"Oke, saya ulangi pesanan tambahannya ya...."

Afiqah, wajahnya bukan lagi keruh...ia mendekap kedua tangannya di dada dan menjatuhkan punggung di kursi.

.

.

.

.

.

1
Nia nurhayati
astogehhhh benarkah ibas pelaku nya??
Iccha Risa
licik juga nih org, memanfaatkan keadaan buat berita bohong. ga sadar sama umur, ya ampun mas Ibas ngancurin diri sendir itu mah...
dahlah mw nyemangatin bang Ganesh buat berjuang ngeyakinin Anye bahwa dia tuh pantas dan mw merubah sifat jeleknya buat Anye... moga Anye nerima
Miko Celsy exs mika saja
tetep aja ada bau2nya ngelawak lo wa🤭🤭
Dewi
apakah Ibas thor 😲
Denok 82
ya Allah nggk nyangka ya ibas....
stnk
SELAMAT BERJUANG NESH...💪💪💪🔥🔥😍
Muhammad Hasby
sya suka smua karya othor...🥰🥰
Nur Wakidah
waduh2 , , , gimana Anye gk pingsan kah ntar klo tau Mas Ibas yg bikin skandal 🤣🤣🤣
Turwaty suketi
si kibas kibas gak jelas
cinta di tolak fitnah bertindak
Nia nurhayati
selamat berkacau ria deh elo nesss gimana rasa nya elo di tinggalin orang teekasih juga calon baby mu pasti mewek kejeerr loo neshh
Miko Celsy exs mika saja
ayo saatnya km berjuang nesh,cr smpai ke lobng semut smpai ketemu
mama_im
jalan mu salah mas ibas. pasti semua kecewa 😤😤
Miko Celsy exs mika saja
js penasaran siapa dalangnya
Miko Celsy exs mika saja
pokoknya mah klo ada powernya mah aman,,,,
Zayyin Arini Riza
Ibas terlalu naif.... salah cari musuh...
Miko Celsy exs mika saja
lm telat datang nesh
stnk
cinta di tolak fitnah bertindak...😄
Tuty Ismail
salah pilih lawan kamu Baskoro.....yang ada justru kamu yang hancur sekarang......
isni afif
🥰🥰😘😍😘😘🥰🥰..
isni afif
lanjut...teh...selamat berjuang ganesh....🤗🤗🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!